
"Oh iya. Gue hampir lupa." ujar alya.
Sembari membuka tas ranselnya, dan mengambil paper bag yang ia bawa tadi dari rumah.
"Ada apa al ?" tanya lidia.
Yang melihat alya sedang terburu buru.
"Gue lupa. Kalau bunda bawain bekal buat gue sama aldo. Bentar ya lid. Gue mau kasih bekal aldo dulu." ujar alya.
Alya pun, mengedarkan pandangannya ke arah tenda yang di tempati aldo dan yang lainnya.
"Kok gak keliatan aldo yah." gumam alya.
Saat tak menemukan keberadaan aldo.
"Ada apa cari aku sayang hm..." bisik aldo.
Tepat di telinga alya.
"Aa...." pekik alya kaget.
Saat aldo sudah berada di belakangnya.
"Lo bisa gak ! jangan kayak jailangkung, yang tiba tiba datang dan tiba tiba menghilang." ujar alya kesal.
Sembari mengelus dadanya.
"Maaf sayang, aku gak berniat untuk buat kamu terkejut. kenapa cari aku hm ?" tanya aldo lembut.
"Gue, cuma mau kasih ini. " ujar alya.
Menyodorkan paper bag kepada aldo.
"Terimakasih sayang." ujar aldo.
Mengambil paper bag yang di sodorkan alya.
"Ya sudah, aku ke tenda dulu mau sarapan. Apa kamu sudah sarapan sayang ?" tanya aldo lembut.
"Gue belom sarapan. Tapi, gue mau makan bareng lidia. Ya sudah gue mau masuk ke tenda dulu." ujar alya.
"Perhatian ! semua para peserta, harap segera berkumpul.di tengah perkemahan." seru wali kelas memakai toa.
"Al, bangun. Ni anak, molor terus kerjaannya." ujar lidia.
Membangunkan alya yang sedang tidur siang.
"Lo ganggu gue tidur aja lid. gue masih ngantuk nih !" gumam alya.
Dengan suara khas orang bangun tidur.
"Bangun al. kita di suruh berkumpul." ujar lidia.
"Iya iya. gue bangun." ujar alya.
"Ugh.... enak banget kalau tidur siang."
Sembari merenggangkan otot ototnya yang terasa kaku.
"Yuk kita berkumpul." seru alya.
Setelah membersihkan wajahnya dengan tisu basah.
"Semuanya sudah berkumpul ?" seru wali kelas dengan lantang.
"Sudah bu." ucap serentak semua para peserta.
"Baiklah, sebentar lagi. menjelang malam, kita harus mencari kayu bakar untuk membuat api unggun. untuk pencarian kayu bakar, menjadi beberapa kelompok. dalam satu kelompok ada empat orang. dua perempuan dan dua laki laki."
"Baik, mohon perhatiannya jangan ribut dulu. ibu akan menyebut nama kalian untuk menjadi kelompok."
"Al, tuh lihat. ulat bulu memandang lo sampai matanya pengen keluar dari tempatnya." bisik lidia di telinga alya.
Sedangkan di sisi lain laura memandang alya penuh dengan dendam.
"Sudah biarin aja. selama sikap dia gak keterlaluan ke gue, gak usah di ladenin." ujar alya pelan.
"Dan yang terakhir alya maharani, lidia puspita, muhammad dava alif dan yang terakhir adalah aldo syahputra. kalian berempat menjadi satu kelompok."
"Ye..... akhirnya, satu kelompok sama my baby gue." seru lidia.
"Kenapa harus satu kelompok sama aldo sih." ujar alya lesu.
Melihat aldo yang mengedipkan matanya sebelah pada alya.
"Semuanya sudah mendapatkan kelompok masing masing. kita mulai untuk pencarian kayu bakarnya."
Semua peserta pun memulai untuk mencari kayu bakar di dalam hutan.
"Memangnya, lo gak pernah masuk ke dalam hutan lid ? sampai sebahagia itu lo." ujar alya.
Sembari mengambil ranting pohon yang berada di bawah.
"Ini tuh baru pertama kalinya bagi gue, masuk ke dalam hutan. kalau lo sih wajar, kan waktu kecil lo ikut nenek dan kakek." ujar lidia.
" Auw......jari gue, sakit banget." ujar alya meringis sakit.
"Al, lo kok bisa kenak duri sih !" ujar lidia.
Sembari menghampiri alya.
"Sayang, kamu gpp !" ujar aldo.
Saat melihat jari alya, yang mengeluarkan darah banyak. langsung menghampiri alya yang tak jauh dari aldo.
"Tahan ya sayang, jangan bergerak. aku akan cabut duri nya dulu." ujar aldo lembut.
"Pelan pelan, sakit." ujar alya.
Gegas aldo mencabut duri besar, yang tertancap di jari telunjuk alya.
"Auw.....pelan pelan do sakit." ujar alya kesal.
"Iya sayang sabar yah !"
Gegas aldo menghisap darah alya yang keluar dari jari telunjuk nya. sedangkan alya, menatap aldo yang tanpa rasa jijik menghisap darahnya.
" Gue gak percaya, aldo yang gue kejar kemaren. sekarang bersikap peduli dan perhatian ke gue." batin alya.
"Biar aku dan dava yang cari kayu bakarnya, kamu duduk di sini." ujar aldo.
Sedangkan alya, hanya mengangguk kan kepala saja.
"Lidia, lo temenin alya di sini." ujar aldo.
"Oke siap." seru lidia.
Segera aldo, berdiri dan mencari kayu bakar.
"Kenapa lo al ?" ujar lidia.
Melihat alya yang memperhatikan aldo.
"Gue merasa aja. kalau selama ini, mungkin gue sudah terlanjur keterlaluan sama aldo. sudah cuekin dia dan menjauhi dia." ujar alya.
"Al. kalau menurut gue nih ! lebih baik lo jangan jauhi aldo lagi. karna, semakin lo menjauh, aldo juga semakin mengejar. melihat perhatian aldo ke lo, dia benar benar tulus al." ujar lidia.
"Tapi, sulit bagi gue menerima dia lagi di hati gue."
"Pelan pelan aja al. gue yakin, lo bisa menerima aldo kembali." ujar lidia.
Tak lama kemudian, aldo dan dava menghampiri alya dan lidia. sembari membawa kayu bakar masing masing. gegas alya dan lidia beranjak dari tempat duduk, berjalan menuju tenda.
"Al, gue gerah nih. pengen mandi." ujar lidia.
Sesampainya di dalam tenda mereka.
" Sama lid. gue juga gerah, tapi gue gak tau di sini ada sumber mata airnya atau sungai gitu." ujar alya.
"Coba aja kita cari cari dulu berdua. siapa tahu ketemu sumber mata air nya, terus kita bisa mandi." ujar lidia.
Mereka berdua pun keluar tenda, dan membawa handuk kecil juga peralatan mandinya.
"Kalian mau kemana ?" tanya riski.
Yang kebetulan berada di luar dekat tenda mereka.
"Kita berdua mau cari sumber mata air, mau mandi sudah gerah nih!" seru lidia.
"Ya sudah. bareng kita aja, kebetulan kita mau mandi." ujar riski.
"Enggak ah. gue malu, kalau bareng cowok. gue takut di intip waktu mandi." ujar lidia.
"Sembarang lo kalau ngomong, gue sebagai lelaki sejati. gak akan berbuat seperti itu. apalagi teman teman gue." ujar riski tak terima dengan perkataan lidia.
"Kita berdua aja ris. lagian kita gak enak juga kalau bareng anak cowok." ujar alya.
"Tuh ! dengerin apa kata alya." ujar lidia pada riski.
Aldo yang melihat alya berada di depan tenda bersama lidia juga riski. sambil membawa peralatan mandi. gegas ia menghampirinya.
"Kamu mau mandi ?" tanya aldo pada alya.
Setelah sampai di depannya.
"Iya gue sama lidia mau mandi." ujar alya.