The Pursuit Of Love

The Pursuit Of Love
Bab 51



Seru semua peserta cewek, yang mengagumi aldo.


Sedangkan laura yang sedari tadi, sudah kesal setengah mati. melihat aldo yang begitu romantis pada alya.


"Al, gue tidur duluan yah !" seru lidia.


Saat ini mereka berdua, sudah berada di dalam tenda.


"Lo duluan aja tidur, gue masih belom ngantuk." ujar alya.


Tak lama kemudian, alya mendengar dengkuran halus dari lidia. gegas alya beranjak keluar dari tenda, yang sedari tadi tak bisa untuk tidur.


"Kamu belum tidur sayang ?" tanya aldo.


Saat tak sengaja melihat alya yang keluar dari tenda. sedangkan aldo, duduk beralaskan tikar di depan tendanya, yang tak jauh dari tenda alya.


"Gu gue gak bisa tidur, jadi gue keluar tenda." ucap alya dengan gugup.


Semenjak kejadian tadi, membuatnya salah tingkah sendiri. jika melihat aldo maupun berdekatan dengannya.


"Sini duduk sama aku." ujar aldo.


Sembari menepuk tikar di sebelahnya.


"Lo kenapa gak tidur ?" tanya alya.


Setelah duduk, di samping aldo.


"Aku masih belum ngantuk sayang." ujar aldo.


Kruk....Kruk....Kruk....


Seketika wajah alya langsung memanas, saat perutnya berbunyi. Dia lupa, bahwa tadi siang tidak sempat makan.


"Kamu pasti gak bisa tidur gara gara, belum makan. kenapa gak bilang sedari tadi kalau kamu laper hm." ucap aldo.


"Gu gue tadi, itu gue gak laper." ujar alya gelagapan.


Saat aldo menatapnya dengan intens sembari mengelus kepalanya.


"Ya sudah, bentar tunggu di sini. aku mau ke dalam tenda dulu."ujar aldo.


Beranjak dari tempat duduknya, meninggalkan alya yang mematung karna ulah aldo tadi.


"Kayak bukan aldo, kalau dia bicara lembut gitu ke gue." gumam alya.


Tak lama kemudian, aldo kembali dengan membawa mie gelas instan dua, serta membawa cemilan. berjalan menuju tempat alya duduk.


"Cemilannya kamu makan dulu, sembari menunggu mie instan nya matang." ujar aldo.


Menyodorkan beberapa cemilan, yang ia ambil dari tendanya.


"Makasih." ucap alya.


"Cemilan kesukaan kamu stik keju kan ! beruntungnya aku sudah beli beberapa untuk kamu." ujar aldo.


Sembari menghidupkan kompor portabel, yang ia ambil tadi. dan memulai masak airnya.


Sedangkan alya, hanya memperhatikan aldo. dengan lihainya, yang menuangkan bumbu ke dalam gelas mie instan. setelah air mendidih baru aldo, menuangkan ke dalam mie instan. dan menutup kembali kemasannya.


"Makanlah, hati hati panas." ujar aldo.


Menyodorkan mie gelas instan pada alya.


"Makasih." ujar alya.


"Kenapa, lo jadi lebih perhatian kayak gini ke gue. bukannya lo kemaren pernah bilang, kalau type cewek idaman lo itu. yang gak mengejar cowok duluan, kenapa sekarang, lo yang mengejar gue ! " ujar alya.


Sembari menatap ke arah aldo, yang juga memakan mie gelas instan.


"Sayang, kalau yang kemaren aku bilang ke kamu. kalau type cewek idaman aku itu, cewek yang gak suka mengejar cowok duluan. tapi, di saat kamu mulai menjauhiku. aku merasa kehilangan kamu, dan mulai hari itu juga. aku merasa bahwa aku sudah mencintaimu mu sejak dari awal. karna saat ini, kamu menjauhiku. maka aku yang mengejar kamu." ujar aldo, sembari menatap alya.


Sedangkan alya, hanya memalingkan wajah ke sembarang arah.


"Gu gue mau masuk ke dalam tenda. udah ngantuk." ujar alya.


Sembari beranjak dari tempat duduknya, dan berjalan meninggalkan aldo. setelah menghabiskan mie gelas instan nya.


*Pu**kul 07.10*


"Al, bangun. aldo hilang di hutan." pekik lidia.


Membangunkan alya, yang masih tertidur pulas.


"Uhm....apa sih lid. gangguin gue tidur aja." gumam alya, dengan suara serak baru bangun tidur.


"Bangun al, semua orang pada lagi nyariin aldo yang tiba tiba hilang."


"Apa ! aldo hilang. kenapa lo diem aja sih lid. ayo buruan cari aldo." seru alya.


Sembari beranjak keluar dari tenda dengan tergesa gesa.


"Lah....kenapa gue yang kenak marah. padahal gue gak diem aja, cuma bangunin alya." gumam lidia, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Gegas lidia keluar dari tenda, menyusul alya.


"Aldo, kok bisa hilang di hutan sih ! kan kalian temannya. kenapa gak temenin aldo ?" tanya alya pada nanda.


Dengan raut wajah yang cemas.


"Gue juga gak tau al. soalnya tadi, aldo cuma bilang mau jalan jalan ke dalam hutan. gak taunya, sampai sekarang belom datang. yang lain sudah berpencar mencari aldo." ujar nanda.


"Terus lo ngapain di sini nan ? kenapa lo gak ikut nyari aldo juga." pekik alya marah.


Dengan mata yang sudah berembun.


"Al, sudah sabar jangan emosi. ayo kita cari aldo bareng bareng." ujar lidia.


Setelah menghampiri alya, yang sedang memarahi nanda.


"Ayo lid, cari aldo hiks. gu gue gak mau kehilangan dia." ujar alya yang sesenggukan.


Sedangkan lidia, menatap nanda dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Oke. kita cari aldo bareng bareng. dan lo nan jalan di depan." ujar lidia.


Segera nanda berjalan di depan, untuk memberi arah pada alya dan lidia.


"Aldo..... lo di mana."


"Aldo...."


"Heh pelakor. ini semua gara gara lo. gara gara lo, aldo hilang di hutan." ucap laura dengan marah.


Saat melihat alya, yang baru menyusul mencari aldo.


"Mulut lo bisa diem gak ! tanpa menuduh orang lain." ujar alya dengan menatap tajam pada laura.


"Lo gak bisa, sehari aja. gak usah cari masalah dengan alya. jangan mencari keributan terus." ujar nanda.


"Dasar ulet bulu, sukanya nyebar bulunya yang membuat semua orang gatal. kalau deket deket sama lo. sudah al, lebih baik kita lanjut cari aldo. " ujar lidia.


Sembari menarik tangan alya. sedangkan laura, wajahnya sudah memerah karna emosi.


"Lah, malah gue yang di tinggal." gumam nanda, sembari menyusul lidia dan alya.


"Kalian berdua, tunggu pembalasan dari gue." pekik laura, dengan pandangan yang tertuju pada alya dan lidia.


Saat mereka bertiga sudah jauh dari pandangannya.


"Bisa bisanya si ulet bulu malah menyalahkan lo." ujar lidia kesal sendiri.


Sedangkan alya tidak menanggapi ucapan lidia. dan melanjutkan mencari aldo.


"Kita balik aja ke tenda. sudah satu jam lebih kita mencari aldo. tapi, gak ada tanda tanda keberadaan aldo." ujar nanda.


"Iya nih al ! lagian sudah siang begini. nanti kita cari aldo lagi, kalau aldo gak balik ke tenda. sudah capek nih gue, apalagi tadi gak sempat sarapan pagi." ujar lidia.


"Tapi, aldo belum ketemu juga lid. gimana kalau dia kelaparan. apalagi, dia hilang semenjak tadi pagi. gue gak mau aldo kenapa kenapa. ayo kita cari aldo lagi, kalau misal setengah jam gak tanda tanda keberadaan aldo. kita balik ke tenda." ujar alya.


"Oke, kita cari aldo lagi." ujar nanda.