The Prince Of Laziness

The Prince Of Laziness
Melupakan Rasanya Kepalan Tangan



...Melupakan Rasanya Kepalan Tangan...


Setelah putra mahkota Ryan turun dari panggung. Dilanjutkan dengan para peserta lainnya.


Tidak lama setelah beberapa peserta berlalu. Tibalah giliran Nara maju ke atas panggung.


“Silakan selanjutnya.” Ucap Viona Rosella.


Nara menaiki panggung disambut oleh Viona Rosella.


“Oh, Tuan muda dari keluarga Duke Satya. Nara Satya. Saya telah lama mendengar beberapa desas-desus mengenai Anda berada di ibukota.” Ucap Viona Rosella.


“Iya, terus?” dengan nada malas.


“Seperti yang dirumorkan Anda sangat dingin.” Ucap Viona Rosella


“Silakan, letakkan telur beast ke wadah dudukan telur.” Lanjut Viona Rosella.


Nara kemudian meletakkan telur beast yang dibawanya ke atas dudukan telur yang berada di meja.


“Kemudian ikuti langkah-langkah untuk membangkitkan beast seperti yang telah dijelaskan.” Terang Viona Rosella.


Nara mengikuti langkah-langkah tersebut. Nara mulai meneteskan darahnya di atas telur dan mengalirkan mananya ke telur.


Tidak lama kemudian telur beast termasuk mulai mengalami keretakan. Setelah semua cangkang telur terbuka terlihat seekor anak Gagak Hitam Legam dengan aura gelap di sekelilingnya.


“Selamat Tuan muda Nara, Anda mendapatkan Gagak hitam. Tapi sepertinya Anda kurang beruntung karena membesarkan Gagak hitam sanggatlah susah.” Ucap Viona Rosella.


“Ooo.” Ucap Nara dengan santai.


“Aether.” Ucap Nara.


Terlihat burung Gagak Hitam yang tadi di atas meja masih ke dalam jiwa Nara.


Setelah itu Nara turun dari panggung menuju tempat duduknya.


“Selamat Tuan muda.” Ucap Lisa memberi selamat.


“Iya.” Ucap datar Nara.


“Selanjutnya silakan maju.” Ucap Viona Rosella.


Setelah itu gilirannya tiba Lisa maju ke atas panggung.


“Oh, ternyata seorang Elf. Jarang sekali melihat Elf di tempat seperti ini. Siapa namamu nona?” sambut Viona Rosella.


“Nama saya Lisa Leaf. Saya pelayan Tuan muda Nara.” Ucap Lisa memperkenalkan dirinya.


“Oh seperti Tuan muda itu mendapat pelayanan yang cukup langka.” Ucap Viona Rosella.


“Baiklah Lisa letak telur beast ke wadah dudukan telur.” Ucap Viona Rosella.


“Baik.” Ucap Lisa sambil melepaskan telur beast yang dibawa ke wadah dudukan telur.


“Setelah itu ikut langkah-langkah yang telah dijelaskan sebelumnya.” Ucap Viona Rosella.


“Baik.” Lisa mulai meneteskan darahnya di atas telur beast kemudian mengalihkan mananya ke telur.


Setelah itu terlihat retakan mulai terlihat di telur beast Lisa. Setelah semua cangkang telur terbuka terlihat seekor Kelinci putih dengan terdapatnya lilitan akar daun di ke empat kakinya.


“Selamat Lisa kamu mendapatkan Kelinci Putih Akar Daun.” Ucap Viona Rosella.


“Terima kasih.” Ucap Lisa.


“Aether.” Ucap Lisa sambil memasukkan Kelinci Putihnya.


Setelah itu Lisa turun dari panggung menuju tempat duduknya.


“Selamat Lisa.” Ucap Nara.


“Terima kasih Tuan muda.” Ucap Lisa.


Setelah itu upacara kebangkitan beast terus berlanjut hingga peserta terakhir.


Dari acara tersebut Nara menyimpulkan beast orang-orang yang Nara kenal. Putra mahkota Ryan mendapatkan Singa Putih Es dan putri mahkota Ellisa mendapatkan burung Merak Putih Es. Selain itu putra Duke Bima, Darius Bima. Darius Bima mendapatkan Badak Bercula Berlian.


Di luar bangunan upacara kebangkitan beast.


“Hai! Nara.” Terdengar suara memanggil Nara. Dia adalah Darius Bima.


“Kenapa?” jawab Nara kepada Darius Bima.


“Kenapa kau masih saja dingin? Apakah di rumahmu tidak ada penghangat ruangan, hahahaha.” Ledek Darius kepada Nara.


“Terserah. Ada apa?” Jawab Nara mengabaikan ledekan Darius.


“Baiklah aku akan langsung ke intinya. Apakah kau akan berubah menjadi Es jika terus dingin? Hahahaha.” Ucap Darius Bima.


“Ha-ha-ha, aku hanya bercanda kenapa kau serius sekali.” Ucap Darius merasa takut.


“Kau ini tidak pernah berubah. Saat masih kecil kau selalu memukuliku.” Ucap Darius mengingat masa kecilnya.


“Itu karena kau menggangguku.” Ucap Nara.


“Saat itu kan aku ingin mengajakmu bermain. Kau tahu saat itu kau terlihat seperti anak kecil yang kesepian, hahaha.” Ucap Darius.


“Apa kau ada kegiatan nanti malam? Aku ingin mengajakmu makan malam.” Ucap Darius.


“Tidak.” Ucap Nara.


“Baiklah kalau begitu. Kau tahu restoran di dekat alun-alun ibukota yang bernama Restoran Kumbang Malam? Temui aku di sana kita akan makan malam. Oh ya aku juga mengajak Ryan.” Ucap Darius.


“Baiklah, aku akan datang.” Ucap Nara.


“Kalau begitu sampai jumpa.” Ucap Darius pergi.


Tidak lama setelah Darius pergi datang para pelayan Nara.


“Tuan muda.” Ucap Tiara dan Lisa secara bersamaan.


“Selamat Tuan muda telah membangkitkan beast Burung Gagak Hitam.” Ucap Tiara memberi selamat.


“Iya, terima kasih. Nanti malam aku akan datang ke makan malam, tolong siapkan pakaian untuk itu.” Ucap Nara.


“Baik Tuan muda.” Ucap Tiara dan Lisa.


“Baiklah, ayo kembali ke penginapan.” Ucap Nara.


“Baik.” Ucap Tiara dan Lisa.


Setelah beberapa waktu sang matahari telah kembali tertidur dan di gantikan sang rembulan malam.


Penginapan, di kamar Nara.


“Kalian nanti ikutlah denganku. Ini bukan acara formal jadi kalian bisa ikut.” Ucap Nara sambil membenarkan pakaiannya.


“Baik, Tuan muda.” Ucap Tiara dan Lisa.


“Kalian pakailah gaun.” Ucap Nara.


“Bukankah itu terlalu mewah Tuan muda.” Ucap Lisa.


“Tidak apa.” Ucap Nara.


“Baik, Tuan muda.” Ucap Tiara dan Lisa.


Setelah beberapa menit kemudian. Nara dan para pelayannya turun menuju depan penginapan.


Saat perjalanan menuju depan penginapan banyak pengunjung penginapan yang terpukau dengan kehadiran Nara dan para pelayannya yang terlihat tampan dan cantik.


Di depan penginapan terlihat kereta Kuda Neraka yang telah menunggu kedatangan Nara dan para pelayannya. Nara langsung menaiki kereta kuda dan diikuti oleh para pelayannya.


“Langsung ke Restoran Kumbang Malam.” Ucap Nara pada kusir kereta kuda.


“Baik, Tuan muda”


Di perjalanan Nara memandangi suasana malam ibukota.


Setelah beberapa menit berlalu. Akhirnya kereta kuda Nara berhenti di depan Restoran Kumbang Malam.


Setelah turun dari kereta kuda. Nara dan para pelayannya langsung masuk ke dalam restoran.


Di dalam restoran.


“Selamat datang di Restoran Kumbang Malam.” Ucap seorang pelayan wanita menghampiri Nara.


“Apakah ada meja yang di pesan atas nama Darius Bima?” Ucap Nara.


“Ada, Tuan. Tapi sepertinya Tuan Darius belum datang.” Jelas pelayan restoran.


“Baiklah, antarkan aku.” Ucap Nara menahan emosi.


“Ba-ik, silakan.” Ucap pelayan restoran yang sedikit takut dengan sikap marah Nara.


Setelah itu Nara dan para pelayannya di antarkan ke meja yang dipesan oleh Darius Bima. Kemudian mereka sampai di suatu ruangan yang terdapat meja makan besar dan panjang di tengah ruangan.


“Ini dia ruangan yang dipesan oleh Tuan Darius Bima.” Ucap pelayan restoran.


“Baik, terima kasih.” Ucap Nara.


“Oh, tunggu tolong pesankan aku Wine satu botol.” Ucap Nara menghentikan pelayan restoran yang akan pergi.


“Baik, segera.” Setelah itu pelayan restoran pergi.