The Prince Of Laziness

The Prince Of Laziness
Sesuatu Yang Merepotkan



...Sesuatu Yang Merepotkan...


Waktu terus berjalan hingga sang fajar menampakkan dirinya menggantikan sang rembulan yang telah lelah.


Di sebuah tempat yang berada di tengah pusat kota Dwarf.


Terlihat sebuah bangunan yang terlihat seperti colosseum yang terbuat dari batu berwarna hitam.


Kemudian di depan bangunan tersebut terlihat seorang pria tampan yang sedang berjalan dengan santai.


...—–—...


Saat pria tampan tersebut hampir mendekati colosseum terdengar suara yang sangat keras dari dalam.


Terlihat seorang pria yang memiliki jenggot putih di wajahnya yang sedang melayang di tengah colosseum dengan sebuah benda berbentuk piringan.


“Mari kita sambut dengan meriah, orang yang katanya sebagai penguasa South Of Eternal.” Ucap seorang pria dengan jenggot putih di wajahnya.


“Nara Satya!” Ucap pria berjenggot putih dengan penuh semangat.


Hooo!


Lalu terdengar teriakan yang penuh semangat dari arah kursi penonton.


Kemudian pria tampan tersebut sampai pada tengah colosseum dengan raut muka tidak nyaman di wajahnya.


“Kenapa jadi tontonan seperti ini?” Ucap Nara dengan raut muka tidak nyaman.


“Kemudian kita sambut pejuang yang kita banggakan.” Ucap pria berjenggot putih yang melayang di tengah colosseum.


Seorang pejuang yang telah menaklukkan sang roh api Purbangkala.” Ucap pria berjenggot putih dengan bersemangat.


“Azguart Flea!” Ucap pria berjenggot putih dengan berteriak kencang.


Wooo!


Di ikuti oleh teriakan semangat dari arah penonton colosseum.


...—–—...


Setelah itu dari sisi berlawanan dari arah Nara memasuki colosseum.


Terlihat seorang pria dengan badan yang lebih tinggi sedikit dari para Dwarf yang lainnya.


Dengan penampilan memakai zirah berwarna abu-abu gelap di tubuhnya.


Kemudian Azguart berjalan mendekati Nara yang berdiri dengan tak acuh di tengah colosseum.


Karena sudah melihat lawannya Nara mengeluarkan sabit hitamnya dan Azguart juga mengeluarkan sebuah palu besar dengan gagang panjang.


Setelah itu piringan besi yang melayang di tengah colosseum turun mendekati Azguart dan Nara.


Memperlihatkan pria berjenggot putih yang berada di atasnya.


“Karena petarung kita telah bertemu, kita akan segera memulai pertarungannya.” Ucap pria berjenggot putih dengan bersemangat.


“Pertarungan antara Penguasa South Of Eternal VS Penakluk Roh Api!” Ucap pria berjenggot putih dengan kembali melayang dengan piringan besi tersebut.


Dengan Nara dan Azguart yang telah dalam posisi menyerang.


“Dalam 1...2...3, mulai!” Ucap pria berjenggot putih dengan bersemangat.


...—–—...


Pertarungan dibuka dengan Azguart yang rambutnya berubah menjadi berapi dan palu besarnya mengeluarkan api yang membara.


“Wow! Keren.” Ucap Nara yang terkesima dengan penampilan Azguart.


Azguart yang hanya fokus pada pertarungan langsung mengayunkan palu besarnya ke arah Nara berdiri.


Nara yang menyadari hal itu langsung menghindar dan terjadi ledakan pada tanah yang di pijak Nara sebelumnya.


Nara yang melihat dampak serangan Azguart menjadi lebih serius.


Dengan sabit hitamnya Nara langsung menghilang dan menyerang Azguart dengan cepat.


Dan menghasilkan Azguart yang terhempas beberapa meter dari Nara.


Tubuh Azguart yang terhempas ke tanah menghasilkan asap tebal.


Tidak lama kemudian asap tebal tersebut menghilang.


Memperlihatkan Azguart yang berdiri dengan tenang di atas tanah.


“Ternyata hanya segini serangan seorang penguasa South Of Eternal.” Ucap Azguart dengan mengejek.


Nara yang mendengar ucapan Azguart dari kejauhan hanya tersenyum.


“Hahhahaha!” Ucap Nara dengan sangat senang.


“Kamu dengar itu Nyonya Agnes.” Ucap Nara dengan menatap ke arah Agnes yang berada di tengah tempat duduk penonton.


...—–—...


Di tengah penonton terdapat beberapa kursi yang terletak lebih tinggi dari pada kursi penonton yang lain.


Kursi tersebut di isi oleh tokoh-tokoh penting kota Dwarf dan tentu saja terdapat Agnes di salah satu kursi tersebut.


Di sana terlihat wajah Agnes yang takut setelah mendengar suara Nara.


“Dia tidak akan mengeluarkan kekuatan penuhnya pada Azguart kan?” Ucap Agnes dengan wajah takut.


...—–—...


Di tempat Nara berdiri terlihat Azguart yang mendekatinya. Azguart mendekat sambil mengejek Nara.


“Apa hanya begini saja kekuatan Anda, Tuan Nara?” Ucap Azguart dengan tersenyum.


Nara tidak menjawab hanya tersenyum menatap Azguart.


“Kenapa kamu tersenyum dasar baji-” Ucap Azguart terhenti ketika melihat mata Nara.


Dalam pandangan Azguart, dia melihat Nara seperti melihat sesuatu yang mengerikan.


Azguart melihat mata Nara yang berwarna merah gelap seperti melihat sosok yang tidak bisa ia sentuh.


Dan senyuman Nara bagaikan sebuah gerbang neraka yang siap terbuka dan menyeretnya masuk ke dalamnya.


Setelah itu Azguart jatuh terduduk dengan keringat membasahi tubuhnya.


“Aku akan membunuhmu! Purbangkala habisi dia!” Ucap Azguart dengan ketakutan.


Kemudian keluar sesosok roh api Purbangkala. Roh api yang memiliki penampilan seperti seorang prajurit yang memegang pedang dan perisai.


Jadi yang disebut roh. Ucap Nara dengan mengamati Purbangkala.


Roh api yang merasa lawannya tidak menghiraukannya menjadi marah dan mencoba menyerang Nara dengan pedang api.


Nara yang melihat Purbangkala menyerang hanya diam dan mengeluarkan aura hitam.


“Diam.” Ucap Nara dengan pelan sambil melihat ke arah Purbangkala.


Purbangkala yang mencoba menyerang Nara menjadi takut. Karena melihat sosok hitam yang berdiri di belakang Nara dengan menatapnya.


Roh api tersebut langsung kembali ke tubuh Azguart yang menjadi semakin ketakutan melihat Nara.


Nara terus berjalan mendekati Azguart dengan tetap memancarkan aura hitam.


“Tidak, jangan kemari! Jang!” Ucap Azguart terhenti karena ia sudah tidak sadarkan diri.


...—–—...


Kemudian terdengar suara pria berjenggot putih dengan keras.


“Pemenang dari dual ini adalah Tuan Nara Satya.” Ucap pria berjenggot putih mengumumkan pemenangnya.


Karena seperti yang telah dijanjikan oleh Nyonya Agnes kepada penguasa South Of Eternal. Ucap Pria berjenggot putih dengan tenang.


“Kami para Dwarf dari Kota Dwarf akan menjadi rekan bisnis Anda, Tuan Nara.” Ucap pria berjenggot putih dengan membungkuk hormat.


Hal tersebut diikuti oleh para penonton dan bahkan oleh para petinggi kota Dwarf.


“Salam Hormat Kami, Tuan Nara!” Ucap mereka dengan bersamaan.


Melihat itu membuat Nara tersenyum dan berkata.


“Mohon bantuannya juga untuk membangun South Of Eternal.” Ucap Nara dengan tersenyum sambil melihat mereka yang membungkuk hormat.


“Baik! Tolong jaga kami juga, Tuan Nara!” Ucap mereka dengan bersamaan.


Nara yang mendengar itu berhenti sejenak lalu melihat ke arah Agnes yang tersenyum canggung sambil menggaruk pelipisnya.


“Sial, pasti ada sesuatu yang merepotkan menantiku.” Ucap Nara dengan masih mempertahankan senyumannya.