The Prince Of Laziness

The Prince Of Laziness
Kamu Mengintip Seorang Gadis Kecil ?



...Kamu Mengintip Seorang Gadis Kecil ?...


Beberapa jam telah beralu.


Sang matahari telah meninggalkan tempatnya. Di gantikan dengan sang bulan yang bersinar redup di langit.


Di sebuah Mansion di Eternal Rock.


Terlihat beberapa orang yang telah berkumpul di meja makan.


Dan terlihat beberapa piring mewah yang telah tertata rapi di atasnya.


“Kita makan dulu. Habis itu ada beberapa hal yang ingin aku bahas dengan kalian.” Ucap Nara dengan tak acuh.


“Baik, Tuan Nara.” Ucap Lidya dengan tenang.


“Saya akan selalu membantu Anda, Tuan Nara.” Ucap Tiara dengan tersenyum.


“Saya akan membantu Anda, Tuan Nara.” Ucap Javier dengan bersemangat.


Kemudian mereka makan malam dengan tenang tanpa banyak bicara.


...—–—...


Di salah satu ruangan di dalam Mansion. Terlihat beberapa orang telah duduk di sofa.


Dengan seorang pria tampan berambut hitam legam sebagai pusat perhatian setiap mata.


Pria tampan tersebut duduk di sofa yang cukup besar sambil menikmati segelas wine biru gelap.


“Jadi kita mulai dengan membahas tentang Joy.” Ucap Nara dengan tak acuh.


“Javier bisa kamu jelaskan siapa sebenarnya Joy?” Ucap Nara dengan tak acuh sambil menatap pria cantik yang duduk di sebelah Lidya.


“Baik, Tuan Nara.” Ucap Javier sambil berdiri dari sofa.


“Saya bertemu dengan Joy saat dia berusia 10 tahun. Saat itu saya sedang mencari bunga untuk cintaku Lidya.”


“Dan saya mendapatkan berita kalau terdapat bunga yang cantik tumbuh di hutan. Jadi saya pergi ke dalam hutan untuk mencari bunga.”


“Saat sendang mencari-cari bunga. Saya tidak sengaja tersesat. Ketika sedang mencari jalan keluar saya bertemu dengan seorang gadis.”


“Gadis tersebut sedang mandi di sungai. Kemudian-” Ucap Javier terhenti ketika mendengar suara Nara.


“Tunggu! Kamu mengintip seorang gadis berusia 10 tahun.” Ucap Nara dengan tak percaya.


“Ti-dak. Bukan begitu saya tidak sengaja mendengar suara air dari sana.” Ucap Javier sambil membela diri.


“Baiklah, lanjutkan ceritamu.” Ucap Nara dengan masih memasang wajah tak percaya.


“Kemudian saya mencoba menghampirinya. Sebelum sampai menghampirinya. Saya di sergap oleh seekor harimau putih berukuran kecil.”


“Harimau kecil tersebut meraung kecil di hadapan saya. Saya yang merasa harimau putih kecil itu lucu.”


“Saya mencoba untuk mengelusnya. Sebelum sampai tangan saya di gigit oleh harimau putih kecil itu.”


“Kemudian saya berteriak kesakitan. Hingga gadis kecil itu menyadari keberadaan saya.”


“Gadis kecil tersebut berpakaian lalu berjalan menuju tempat saya. Dengan menodongkan tombak batu dia menghampiri saya.”


“Siapa kamu? Apa kamu yang disebut penjahat kelamin?” Ucap gadis kecil tersebut.


“Tunggu aku bukan penjahat kelamin.” Ucap Javier dengan takut.


“Lalu kenapa kamu berada di sini?” Ucap gadis kecil itu sambil tetap menodong tombak batu.


“Aku tidak sengaja tersesat saat mencari bunga.” Ucap Javier dengan jujur.


“Mana ada orang yang tidak sengaja tersesat. Itu namanya kamu bodoh.” Ucap gadis kecil tersebut mengejek Javier.


“Tentu saja ada.” Ucap Javier dengan muka memerah.


“Namaku Joy Vendor. Siapa namamu?” Ucap gadis kecil sambil membantu Javier berdiri.


“Perkenalkan namaku Javier Pearl.” Ucap Javier sambil memperkenalkan diri.


“Sejak saat itu hubungan saya dengan Joy menjadi semakin dekat hingga Joy sudah seperti adik sendiri. “


“Hingga saya membeli sebuah bangunan restoran tua untuk tempat tinggal Joy.” Ucap Javier menceritakan pertama kali bertemu Joy.


“Hmm, jadi Joy tinggal di dalam hutan sebelumnya. Dan lagi Joy adalah gadis dari keluarga Vendor.” Ucap Nara dengan tak acuh sambil menikmati wine biru.


“Baiklah, berikutnya kita akan membahas tentang Ras Dwarf yang ada di Eternal Rock.” Ucap Nara dengan tak acuh.


“Apa kalian ada yang tahu di mana mereka tinggal?” Ucap Nara sambil meminum wine biru.


“Saya hanya tahu kalau Ras Dwarf tinggal di dekat gunung.” Ucap Lidya sambil menatap Nara.


“Kalau Ras Dwarf, saya pernah dengar cerita dari Joy kalau dia pernah melihat ada orang-orang dengan tubuh pendek berbadan kekar di gunung bebatuan.” Ucap Javier sambil mengingat-ingat.


“Hmm, itu bisa menjadi sebuah petunjuk yang bagus.” Ucap Nara dengan menatap Javier.


“Kita akan bahas lagi tentang Ras Dwarf lagi dengan Joy.” Ucap Nara dengan tak acuh.


“Berikutnya aku ingin memberi tahu rencanaku tentang South Of Eternal.” Ucap Nara dengan nada serius.


“Aku berencana untuk memajukan South Of Eternal. Dengan meningkatkan ekonomi semua wilayah.” Ucap Nara dengan tak acuh.


“Untuk mencapai hal itu aku membutuhkan bantuan dari banyak pihak.” Ucap Nara menatap mata mereka.


“Dan aku ingin wilayah-wilayah di bawah naunganku berkembang dengan baik.” Ucap Nara dengan serius.


“Apa kalian bisa membantuku dalam mencapai tujuanku?” Ucap Nara dengan menatap mata Lidya dan Javier.


“Tentu saja kami siap membantu Anda, Tuan Nara.” Ucap mereka secara bersama sambil berlutut.


Setelah itu mereka menatap Nara dengan tatapan serius.


“Baiklah, kita akhiri rapat ini di sini.” Ucap Nara sambil menatap mereka.


“Besok kita akan mulai untuk mencari keberadaan Ras Dwarf.” Ucap Nara dengan tak acuh.


“Baik, Tuan Nara.” Ucap mereka dengan bersemangat sambil pergi dari ruangan Nara.


Kemudian mereka keluar dari ruangan Nara dan hanya tersisa Tiara yang tetap setia berada di belakang Nara.


“Tiara, persiapkan barang-barang untuk perjalanan besok.” Ucap Nara dengan tak acuh sambil meneguk wine biru.


“Baik, Tuan Nara.” Ucap Tiara sambil menundukkan badannya kemudian pergi dari ruangan Nara.


Setelah Tiara pergi meninggalkan ruangan. Nara berdiri dari sofa lalu berjalan menuju jendela besar yang menampilkan suasana malam.


“Hmm, perjalanan besar baru saja dimulai dari sekarang.” Ucap Nara dengan tak acuh sambil menikmati wine biru.


...—–—...


Malam telah berganti pagi.


Di sebuah restoran yang terletak di pinggiran Eternal Rock.


Terlihat sebuah kereta berwarna hitam yang ditarik oleh beberapa ekor macan kumbang hitam telah terparkir rapi.


Kemudian keluar beberapa orang dari dalam restoran.


“Izinkan saya untuk ikut, Tuan Nara.” Ucap seorang gadis dengan memohon.


“Tidak, ini terlalu berbahaya.” Ucap Nara dengan tak acuh.


“Saya mohon, Tuan Nara.” Ucap gadis tersebut dengan wajah sedih.


“Baiklah, tapi kamu harus berjanji untuk mematuhi perkataanku.” Ucap Nara dengan pasrah.


“Baik! Saya akan mematuhi Anda.” Ucap gadis itu dengan bersemangat.


Kemudian Nara berjalan mendekati kereta berwarna hitam dan memiliki ukuran yang lebih besar dari pada kereta biasa.


Saat hampir menaiki kereta Nara berbalik dan menatap mereka yang berada di belakangnya.


“Apakah kalian siap untuk perjalanan untuk menyatukan kekuatan South Of Eternal?” Ucap Nara dengan tersenyum.


“Apakah itu perlu di pertanyakan, Tuan Nara?” Ucap pria wajah cantik.


“Saya akan selalu mengikuti Anda, Tuan Nara.” Ucap seorang wanita berpakaian pelayan.


“Saya siap mengikuti Anda, Tuan Nara.” Ucap wanita dengan tenang.


“Ayo kita berangkat, Tuan Nara.” Ucap gadis dengan bersemangat.


“Kalau begitu ayo kita satukan South Of Eternal.” Ucap Nara dengan Tak acuh sambil masuk ke dalam kereta.


Kemudian diikuti oleh mereka yang berada di belakang Nara. Setelah mereka semua masuk. Kereta hitam yang ditarik oleh beberapa macan kumbang hitam mulai berjalan meninggalkan Eternal Rock.