The Prince Of Laziness

The Prince Of Laziness
Sedang Dalam Masa Pubertas



...Sedang Dalam Masa Pubertas...


Setelah selesai dengan urusan dengan ular putih raksasa yang menjadi ular putih dewasa. Nara duduk di kursi malas sambil menikmati keripik buah.


Dengan di belakangnya terdapat prajurit yang dari tadi berjaga di sekitar Eternal Wilderness.


Di sisi lain terjadi pertarungan antara Fiona dan gagak hitam yang membawa pasukan beast kegelapan.


“Semangat sayang!” Ucap Nara kepada Fiona sambil menikmati keripik buah.


Fiona yang melihat Nara yang sedang duduk menikmati keripik buah membuatnya kesal. Fiona meluapkan kekesalannya pada pasukan beast kegelapan yang dari tadi tidak ada habisnya.


...—–—...


Sling-sling-sling-sling


Tebasan pedang Fiona yang cepat membelah tubuh beast kegelapan.


Ketika Fiona yang sedang fokus menghadapi pasukan beast kegelapan gagak hitam dewasa. Tiba-tiba terdapat asap hitam yang cepat menerjang ke arah Fiona.


Swuss


Serangan gagak hitam menerjang ke arah Fiona saat hampir mengenai tubuh Fiona. Serangan gagak hitam terhenti dengan rantai cahaya yang terdapat di punggung bawah tubuh Fiona.


“Kamu kurang cepat, Kala.” Ucap Fiona ketika melihat gagak hitam yang tertangkap rantai cahaya.


Oakh-Oakh


Kala memberontak dan menghilang menjadi asap hitam. Dengan hilangnya gagak hitam diikuti oleh hilangnya setengah pasukan beast kegelapan.


Setelah berkurang jumlah beast kegelapan di ikuti meningkatnya kecepatan asap hitam yang terbang di sekitar Fiona.


Kecepatan asap hitam terus meningkat hingga hanya terlihat bayangan asap hitam yang tertinggal.


Setelah meningkatkan kecepatannya. Asap hitam mulai menerjang dengan cepat ke arah Fiona.


Swuss-Ting-Swuss-Ting


Serangan asap hitam berbenturan dengan pedang Fiona dan rantai cahaya yang melindunginya dari serangan.


Bentrokan antara serangan gagak hitam dan pertahanan cahaya Fiona. Menghasilkan percikan cahaya dan asap hitam.


Serangan gagak hitam yang terus-menerus menyerang ke arah Fiona berlangsung cukup lama. Hingga pasukan beast kegelapan habis tanpa tersisa diserap oleh gagak hitam.


Setelah pasukan beast kegelapan habis. Kecepatan gagak hitam menjadi melambat seiring berjalannya waktu.


“Sudah lelah?” Ucap Fiona yang terlihat memiliki beberapa luka goresan kecil pada tubuhnya.


Oakh


Suara gagak hitam menjadi pelan dan berakhir terbang rendah dengan tubuh penuh luka bakar.


“Kita akhiri sekarang.” Ucap Fiona yang langsung mengikat gagak hitam dengan rantai cahaya yang berada di punggung bawahnya.


Lalu menariknya mendekat ke arahnya. Setelah cukup dekat. Fiona menutupi tubuh gagak hitam dengan rantai cahaya.


Setelah cukup lama keluarlah cahaya keemasan. Beberapa menit kemudian. Fiona membuka rantai cahaya yang menutupi tubuh gagak hitam.


Setelah di buka tubuh gagak hitam terjatuh di tanah. Fiona langsung mengangkatnya dan membawanya ke tempat pria sialan yang sedang tertidur di kursi malas.


...—–—...


Di tempat tidak jauh dari area pertarungan Fiona. Terlihat seorang pria tampan berambut hitam legam yang sedang tertidur di kursi malas. Tapi terganggu dengan.


Braak


Pria tampan tersebut terjatuh dari kursinya.


“Kamu kenapa sih? Menendang kursi orang sembarangan.” Ucap pria tampan sambil berdiri.


“Kamu yang kenapa! Tidak lihat tubuhku penuh luka? Bukannya membantu malahan tidur!” Ucap seorang wanita cantik berambut pirang keputihan dengan ekspresi kesal.


“Itu balasan karena kamu tidak mau membantuku dalam mengurus wilayah.” Ucap pria tampan berambut hitam legam dengan membenarkan kursi yang terjatuh.


Lalu mengeluarkan kursi yang sama dari cincin dimensi dan meletakkannya di samping kursinya.


“Nih! Gagak Hitam anehmu.” Ucap wanita cantik sambil menyerahkan gagak hitam yang dibawanya.


“Wendy, apa kamu sudah bangun?” Ucap wanita cantik tersebut sambil mengambil ular putih dewasa di pangkuannya.


Setelah beberapa saat kemudian. Ular putih terlihat bergerak lalu menatap ke arah wanita cantik yang dari tadi mengelus sisik kepalanya.


Sssss


“Akhirnya saya dapat melihat Anda, Nona Fiona. Dan maaf karena terlalu berlebihan memangsa wild beast sehingga menjadi tidak terkendali.” Ucap Ular Putih yang disebut dengan Wendy.


“Tidak apa-apa, tapi kenapa kamu menjadi berlebihan dalam memangsa? Kamu seharusnya mengerti jika kamu memangsa wild beast terlalu banyak dan naik level secara tiba-tiba akan menyebabkan kamu kehilangan akal.” Ucap Fiona sambil mengelus sisik kepala Wendy.


Sssss


“Itu karena burung aneh itu! Menantang untuk bertanding siapa yang lebih kuat.” Ucap Wendy dengan menatap tajam ke arah gagak hitam.


“Pemilik dan beast sama-sama aneh.” Ucap Fiona melihat ke arah pria tampan yang sedang mengikat kaki burung gagak hitam terbalik sehingga kepala berada di bawah.


Oakh-Oakh


“Ampun Tuan Nara. Saya tidak akan bertindak sembarangan lagi.” Ucap Gagak Hitam yang sedang terikat dengan posisi terbalik.


“Aku akan mendisiplinkanmu, Kala. Sepertinya kamu sedang dalam masa pubertas sehingga bertindak seenaknya.” Ucap Nara dengan tersenyum.


Oakh-Oakh


“Tidak, saya akan menjadi gagak yang disiplin dan tidak akan melawan perintah, Tuan Nara.” Ucap Kala dengan wajah ketakutan.


“Hehe.” Ucap Nara dengan tersenyum sambil mendekati Kala.


“Semoga kamu baik-baik saja Kala. Dan terhindar dari sifat iblis Nara itu.” Doa Fiona dalam hati ketika melihat senyum Nara.


Sssss


“Amin.”Ucap Wendy dengan menatap prihatin terhadap Kala.


Setelah itu waktu terus berlalu. Sudah lima hari setelah Nara mendisiplinkan Kala dari masa pubertasnya.


...—–—...


Di ruang kerja Nara.


Seorang pria tampan berambut hitam legam sedang sibuk menulis dan membaca kertas-kertas yang menumpuk di atas meja. Saat sedang fokus pria tampan itu terganggu dengan.


Tok-tok


“Masuk!” Ucap pria tampan berambut hitam legam dengan nada tak acuh.


Pintu terbuka memperlihatkan seorang wanita cantik berambut hitam panjang berpakaian Maid membawa nampan berisi gelas-gelas kaca.


“Saya membawakan teh untuk Anda, Tuan Nara.” Ucap wanita cantik berambut hitam panjang sambil menuangkan teh.


“Kau memang bisa diandalkan, Tiara.” Ucap pria tampan berambut hitam legam sambil meminum teh.


“Sudah tugas saya, Tuan Nara.” Ucap Tiara sambil tersenyum.


“Dan juga saya menyampaikan pesan dari Count Carter tentang obat hama dan metode yang Anda sarankan berjalan dengan baik.


Dan para petani yang berada di wilayah Count Carter sangat berterima kasih dan ingin membeli lebih banyak.” Ucap Tiara sambil mengisikan lagi gelas Nara yang telah kosong.


“Hmm, berita bagus.” Ucap Nara sambil meminum teh.


“Tiara, siapkan kereta kuda.” Ucap Nara dengan santai.


“Kita mau ke mana, Tuan Nara?” Ucap Tiara yang bingung


“Kita akan berangkat ke Eternal Coastal.” Ucap Nara dengan serius.


Melihat Nara yang sering Tiara langsung mematuhinya.


“Sesuai perintah, Tuan Nara.” Ucap Tiara lalu pergi setelah mengemasi gelas Nara.


Setelah Tiara pergi Nara menatap keluar jendela yang memperlihatkan udara panas yang membakar kulit jika berlama-lama di luar.


Hehe, hari bersantai aku datang. Ucap Nara dalam hatinya sambil tersenyum.