The Prince Of Laziness

The Prince Of Laziness
Mystical Worm



...Mystical Worm...


Pagi hari pun tiba. Pada jalan utama wilayah Blue Forest. Terlihat sebuah kereta yang ditarik oleh beberapa macan kumbang hitam.


Dengan terlihat kereta tersebut yang bersiap untuk berangkat pergi. Kereta berwarna hitam dengan aksen putih menghiasinya.


Dan di dekat kereta terlihat pria berambut hitam legam dan wanita Elf berambut hijau muda. Dengan di sekeliling mereka di hadapan mereka terdapat katak-katak berwarna biru.


“Dengar ya, kalian harus menjaga dengan benar ladang uan- Mystical Plant.” Ucap Nara kepada katak-katak biru di depannya.


“Dan kalian akan mendapatkan sebagian hasil dari Mystical Plant ketika waktu panen nanti." Ucap Nara dengan tak acuh.


"Oh iya, apa kalian pernah mendengar tentang Mystical Worm?” Ucap Nara dengan tersenyum.


Katak-katak biru menggelengkan kepalanya.


“Tidak, kalau begitu akan aku beritahu. Mystical Worm adalah ulat yang akan muncul ketika Mystical Plant telah selesai berbuah.” Ucap Nara dengan serius.


Katak-katak biru yang berada di depan Nara mulai tertarik.


“Dan aku juga mendengar jika rasa Mystical Worm sanggatlah enak. Tapi kalian harus menjaga dengan baik ladang Mystical Plant jika ingin Mystical Worm keluar.” Ucap Nara dengan tersenyum.


Katak-katak biru di depan Nara menganggukkan kepalanya. Dengan mata berbinar ketika mendengar ucapan Nara. Kemudian katak-katak biru melakukan hormat kepada Nara.


“Kalau begitu aku serahkan ladang Mystical Plant kepada kalian.” Ucap Nara dengan tak acuh.


Di balas dengan katak-katak biru menganggukkan kepalanya. Kemudian katak-katak biru pergi dari hadapan Nara menuju ladang Mystical Plant.


"Anda hebat sekali bisa membujuk mereka, Tuan Nara." Ucap Lisa melihat Nara menghampiri kereta.


"Aku hanya menawarkan solusi yang menguntungkan." Ucap Nara sambil menaiki kereta.


"Begitu." Ucap Lisa dengan mengikuti memasuki kereta.


Setelah Nara dan Lisa masuk ke dalam kereta. Terdengar suara Nara dari dalam kereta.


“Kala, jalankan keretanya pulang ke rumah.” Ucap Nara dari dalam kereta.


Oakh


“Baik, Tuan Nara. Kita berangkat menuju Eternal Center.” Ucap Kala sambil terbang dengan diikuti oleh macan kumbang hitam di bawahnya.


Setelah itu kereta Nara berangkat meninggalkan wilayah Blue Forest. Berjalan dengan kecepatan tinggi menerjang angin.


...—–—...


Tidak terasa beberapa hari telah berlalu. Terlihat sebuah kereta yang berhenti di depan sebuah Mansion. Sebuah Mansion yang terlihat mewah dan elegan.


Di depan Mansion terlihat beberapa orang yang menunggu. Kemudian turunlah seorang pria berambut hitam legam dan seorang wanita Elf berambut hijau muda.


Pria itu berpakaian kemeja merah dengan jas hitam di luar. Serta sepasang mata marah gelap memandang orang-orang di depannya.


"Selamat datang, Tuan Nara." Ucap orang-orang yang berpakaian maid secara bersamaan.


"Terima kasih." Ucap pria berambut hitam legam sambil berjalan masuk.


Saat sedang berjalan masuk terdapat dua wanita cantik menghampiri pria berambut hitam legam. Lalu memeluknya dengan erat lalu mencium bibirnya secara bergantian.


Setelah itu mereka berjalan masuk bersama ke dalam Mansion. Dan berjalan menuju suatu ruangan.


...—–—...


Di suatu ruangan yang terlihat banyak kertas-kertas dokumen yang bertumpuk.


Terlihat tiga orang yang duduk di satu sofa besar. Dengan seorang pria yang diapit oleh dua wanita di samping kiri dan kanannya.


Dan di sebelah kanan terdapat seorang wanita berambut hitam kecokelatan yang mengenakan blazer dress putih yang terlihat membuat kesan elegan dan anggun.


“Apakah semua berjalan lancar, Nara?” Ucap wanita berambut hitam kecokelatan dengan penasaran.


“Semua berjalan lancar, Marissa. Dan aku juga mendapatkan pekerja yang bagus.” Ucap Nara dengan tersenyum.


“Pekerja? Bukankah di sana tidak ada penduduk yang tinggal?” Ucap wanita berambut pirang keputihan.


“Memang di sana tidak ada penduduk. Tapi aku mendapatkan pekerja berupa katak-katak biru, Fiona.” Ucap Nara sambil menikmati Wine merah darah.


“Katak biru? Bukankah itu adalah permasalahan kenapa warga tidak mau menempati wilayah itu.” Ucap Fiona sambil memakan keripik buah.


“Apakah itu yang membuatnya dipanggil sebagai Blue Forest?” Ucap Marissa memberi pendapat sambil meminum Wine merah darah.


“Mungkin itu salah satunya.” Ucap Nara dengan tak acuh sambil menikmati Wine merah darah.


“Kamu akan menjual hasil Mystical Plant sebagai ramuan.” Ucap Fiona dengan menatap Nara.


“Benar, itu ide Lisa. Dan menurutku itu ide yang tidak buruk.” Ucap Nara sambil tetap meminum Wine.


“Memang itu ide yang bagus. Tapi apakah kamu akan menjualnya dengan nama penguasa South Of Eternal?” Ucap Fiona dengan menatap Nara.


“Kenapa memangnya?” Ucap Nara dengan tak acuh.


“Begini Nara. Kalau kamu menjual sebagai penguasa South Of Eternal kamu akan kesusahan dengan urusan politik nanti.” Ucap Marissa dengan tersenyum sambil menatap Nara.


“Kalian ada benarnya. Apakah aku harus mendirikan sebuah perusahaan?” Ucap Nara dengan tak acuh sambil memakan keripik buah.


“Itu ide yang bagus.” Ucap Fiona dengan senang.


“Kenapa kamu yang senang?” Ucap Nara dengan bingung.


“Hehe, nanti aku bisa menjadi CEO-nya.” Ucap Fiona dengan senang.


“Terserah kamu saja.” Ucap Nara dengan tak acuh sambil menikmati keripik buah.


Kemudian mereka mengobrol santai dengan sambil menikmati Wine merah darah dan makan keripik buah.


...—–—...


Pagi telah malam. Sang bulan dan sang matahari telah berganti tempat sebanyak tiga kali. Tiga hari telah terlewati.


Di ruang kerja Nara terlihat beberapa orang yang sedang duduk di sofa sambil memandang Nara dengan pandangan serius.


“Hari ini kita akan mengadakan rapat membahas tentang rencana pembangunan South Of Eternal secara besar-besaran.” Ucap Nara dengan serius sambil memandang mata setiap orang yang hadir.


Para orang yang hadir menganggukkan kepalanya. Lalu menatap Nara dengan penasaran.


"Seperti yang kalian tahu. Wilayah South Of Eternal sangatlah luas. Dan berbagai ras hidup di dalamnya.” Ucap Nara dengan tak acuh.


“Dan aku berencana untuk membangun South Of Eternal secara merata. Oleh karena itu aku membutuhkan kalian untuk membantuku.” Ucap Nara dengan tersenyum.


“Kami siap menjalankan perintah, Tuan Nara.” Ucap orang-orang yang hadir di dalam ruangan Nara.


“Baiklah kalau begitu kita akan membahas secara mendetail tentang itu.” Ucap Nara dengan serius.


“Pertama kita akan membahas tentang ras yang ada di South Of Eternal. Ada yang bisa menjelaskan?” Ucap Nara sambil membaca dokumen.


“Kalau begitu aku saja yang menjelaskan, Nara.” Ucap wanita berambut hitam kecokelatan.


“Silakan, Marissa.” Ucap Nara dengan tak acuh.


kemudian Marissa berdiri dari sofa dan mulai menjelaskan ras-ras yang ada di South Of Eternal.