The Prince Of Laziness

The Prince Of Laziness
Mystical Blue Coconut



...Mystical Blue Coconut...


Pada pulau kecil yang terletak tidak jauh dari pantai utama kota Densar Coast.


"Disini lahan yang cocok untuk menanam Mystical Plant Seeds.” Ucap Nara sambil melihat hamparan tanah yang cukup luas.


“Apakah ada kriteria tanah khusus untuk menanam Mystical Plant Seeds, Tuan Nara?” Ucap Laura dengan topi boater menghiasi kepalanya.


“Salah satu kriteria tanah yang cocok untuk menanam Mystical Plant Seeds adalah mengandung mana yang cukup banyak.” Ucap Nara dengan berjongkok sambil memegang tanah di depannya.


“Begitu, jadi itu sama dengan kebutuhan tanaman sihir biasa?” Ucap Marissa dengan berjongkok sambil menusukkan ujung payungnya ke dalam tanah.


“Apakah itu karena Mystical Plant Seeds pada dasar terbuat dari tanaman sihir?” Ucap Laura dengan penasaran.


“Bisa dibilang begitu. Karena kamu membuatnya dengan tanaman sihir jadi akan ada kesamaannya.” Ucap Nara dengan tak acuh.


“Apakah semua Mystical Plant Seeds terbuat dari tanaman sihir?” Ucap Fiona dengan ekspresi tertarik.


“Tidak semuanya. Aku pernah bertanya kepada Lisa tentang benua Alasaka tempat para Elf tinggal. Lisa berkata bahwa Mystical Plant tumbuh alami di sana.” Ucap Nara dengan tak acuh.


“Jadi bagaimana cara Anda menanam Mystical Plant Seeds, Tuan Nara?” Ucap Laura dengan tidak sabar.


“Benar, cepatlah tunjukan.” Ucap Marissa dengan ekspresi tidak sabar.


“Kamu dari tadi hanya banyak bicara.” Ucap Fiona dengan ekspresi jengkel.


Kalian yang bertanya kenapa aku yang disalahkan? Ingat Nara, wanita selalu benar.


“Haa, baiklah perhatian dan menjauhlah sedikit.” Ucap Nara dengan tak acuh.


Setelah mereka sekitar menjauh dari tempat Nara berdiri. Nara mulai memulai menanam Mystical Plant Seeds.


Dengan mengeluarkan sabit merah gelap dari cincin dimensi. Nara mengayunkan sabitnya ke tanah dan menyebabkan tanah terlubang cukup dalam.


Baam


Setelah membuat lubang cukup dalam di tanah. Nara melemparkan dengan santai Mystical Plant Seeds ke dalam lubang di tanah.


Kemudian Nara menutup kembali tanahnya. Setelah tanah tertutup. Nara berdiri lalu mengulurkan tangannya.


“Bless Laziness Against Death”


Lalu dari tangan Nara muncul lingkaran sihir berwarna hitam. Dari lingkaran sihir keluarlah tangan berukuran besar dengan kuku panjang menghiasinya.


Dari tangan raksasa mengeluarkan cairan hitam. Cairan hitam jatuh ke tanah tepat di atas Mystical Plant Seeds.


Beberapa saat kemudian dari tanah Mystical Plant Seeds mulai tumbuh dengan cepat. Mulai dari barang hingga daun-daun.


Dan diakhiri dengan Mystical Plant Seeds yang baru saja di tanam Nara tumbuh sempurna. Tumbuh menjadi sebuah pohon seperti pohon kelapa tapi dengan daun berwarna biru muda.


Pohon kelapa berwarna biru muda tersebut juga terlihat berbuah. Buah pohon kelapa tersebut seperti kelapa berwarna biru gelap.


Lalu Nara memukul batang pohon kelapa biru tersebut dengan cukup keras. Hingga beberapa buah kelapa jatuh ke tanah.


“Wow, pohon apa ini? Seperti pohon kelapa tapi terlihat aneh.” Ucap Fiona menghampiri Nara.


“Sepertinya Mystical Plant Seeds yang ini aku buat dari bibit pohon kelapa dengan mana air.” Ucap Laura dengan melihat pohon di depannya.


“Kamu hebat sekali, Laura. Sampai bisa membuat Mystical Plant Seeds.” Ucap Marissa dengan bangga dengan apa yang dia buat Laura.


“Terima kasih, Nona Marissa.” Ucap Laura dengan mata berair.


“Coba kamu rasakan buah kelapa biru ini, Marissa” Ucap Nara sambil menyodorkan buah kelapa yang telah terbelah.


“Kamu yakin ini aman untuk dikonsumsi?” Ucap Marissa dengan ekspresi khawatir.


“Tenang saja, tidak akan terjadi sesuatu. Coba saja kamu rasakan dan lihat apa efeknya.” Ucap Nara dengan tersenyum.


“Baiklah aku mempercayaimu.” Ucap Marissa dengan menerima buah kelapa dari Nara.


Setelah itu Marissa memperhatikan buah kelapa biru sejenak lalu melihat ke arah Nara. Melihat Nara menganggukkan kepalanya.


Marissa lalu menutup matanya. Kemudian meminum air yang berada di dalam buah kelapa biru tersebut dengan sekali teguk.


Tidak lama kemudian Marissa membuka matanya. Kemudian tenggorokannya memancarkan cahaya kebiruan sebentar lalu hilang.


“Tubuhku terasa penuh dengan mana air yang murni.” Ucap Marissa dengan tersenyum sambil menatap Nara.


“Itu adalah salah satu manfaat dari Mystical Plant.” Ucap Nara dengan tak acuh.


“Kamu boleh mengonsumsinya, tapi mungkin efeknya tidak akan sama dengan yang dirasakan oleh Marissa.” Ucap Nara dengan tak acuh sambil menyerahkan buah kelapa biru.


“Jadi begitu, sudahlah aku tidak peduli dengan efeknya tapi aku penasaran dengan rasanya.” Ucap Fiona dengan langsung meminum buah kelapa biru.


“Bagaimana rasanya, Nona Fiona?” Ucap Laura dengan penasaran.


“Ini enak sekali. Perpaduan antara rasa kelapa dengan aroma laut yang segar.” Ucap Fiona dengan ekspresi puas.


“Nara tumbukan lagi pohonnya. Aku mau lagi buah kelapa biru yang enek itu lagi.” Ucap Marissa dengan tersenyum.


“Iya Benar Nara. Tumbukan lagi pohonnya.” Ucap Fiona dengan ekspresi memohon.


“Saya juga mau, Tuan Nara.” Ucap Laura dengan gugup.


“Memangnya aku tukang kebun apa!” Ucap Nara dengan ekspresi jengkel.


...—–—...


Pada sore hari dengan sang matahari yang hampir termakan oleh lautan. Di pulau kecil terlihat empat orang yang sedang menikmati indahnya sang matahari.


“Haa, enak sekali. Menikmati keindahan matahari terbenam di temani dengan Mystical Blue Coconut.” Ucap Fiona dengan ekspresi senang.


“Kamu benar, Fiona. Terima kasih Nara.” Ucap Marissa dengan tersenyum.


“Terima kasih, Tuan Nara.” Ucap Laura dengan gugup.


“Iya, tapi apa kalian tidak berlebihan. Lihat banyak sekali bangkai Mystical Blue Coconut.” Ucap Nara dengan menunjuk ke pada tumpukan Mystical Blue Coconut yang telah layu.


“Apakah memang seperti itu yang akan terjadi jika buah Mystical Plant diambil, Tuan Nara?” Ucap Laura dengan penasaran.


“Itu kelemahan dari Mystical Plant yang terbuat dari tanaman sihir. Tapi bisa membuat Mystical Plant Seeds saja kamu sudah hebat, Laura.” Ucap Nara dengan tak acuh.


“Terima kasih, Tuan Nara.” Ucap Laura dengan mata berair.


“Baiklah, ayo kita kembali. Ini sudah terlalu lama Laura meninggalkan tokonya.” Ucap Marissa dengan tersenyum.


“Benar, aku juga ingin mandi.” Ucap Fiona dengan menyentuh kulitnya yang putih.


“Baiklah, kalian mendekatlah.” Ucap Nara sambil mengetukkan kakinya ke tanah.


“The Dark Giant's Mouth”


Kemudian muncul lingkaran sihir hitam dari tanah. Dari lingkaran sihir muncul mulut raksasa yang langsung melahap mereka.


...—–—


...


Di dalam sebuah toko yang terlihat kosong. Muncul lingkaran sihir hitam dari lantai. Kemudian keluarlah mulut raksasa dari dalamnya.


Lalu mengeluarkan empat orang dari dalam mulut raksasa tersebut. Dan mulut raksasa kembali masuk ke lingkaran sihir hitam.


“Aku masih tidak terbiasa dengan sihir milik Tuan Nara.” Ucap Laura dengan berjongkok sambil memegang topi boaternya.


“Haha, memang tidak mudah terbiasa dengan sihir aneh Nara.” Ucap Fiona dengan tertawa kecil.


Marissa yang melihat Laura hanya tersenyum.


“Laura aku mau membeli Mystical Plant Seeds yang kamu buat.” Ucap Nara dengan tak acuh sambil melihat ke etalase kaca.


“Berapa yang akan Anda beli, Tuan Nara? Harga satu Mystical Plant Seeds adalah 500 koin emas hitam.” Ucap Laura sambil mencoba untuk berdiri.


“Cukup mahal, tapi harga yang wajar. Aku akan membeli semua Mystical Plant Seeds yang kamu punya.” Ucap Nara dengan tak acuh.


Laura yang mendengarnya langsung terdiam. Dan dari matanya memancarkan gambar koin.


“Anda memenang seorang pemimpin yang hebat dan suami baik bagi Nona Marissa dan Nona Fiona.” Ucap Laura dengan mata berbinar.


“Total dari Mystical Plant Seeds yang saya punya adalah 9 botol kaca. Dan setiap botol kaca berisikan 50 biji.” Ucap Laura dengan menghitung jumlah botol kaca Mystical Plant Seeds.


“Anda harus membayar dengan 225.000 koin emas hitam. Dan karena Anda adalah orang yang saya tahu dapat mengolahnya jadi mendapatkan potong harga 25.000 koin emas hitam.” Ucap Laura dengan menotalkan jumlah harga Mystical Plant Seeds.


“Baiklah, cincin dimensi ini berisikan 1.000.000 koin emas hitam. Dan aku ingin kamu menjadi pemasok Mystical Plant Seeds untukku.” Ucap Nara dengan tak acuh sambil menyerahkan cincin dimensi.


Laura yang tadinya menulis total pembelian Nara. Langsung terdiam dan pena yang dipegangnya jatuh ke lantai.