The Prince Of Laziness

The Prince Of Laziness
Berkeliaran Di Wilayah Ular



...Berkeliaran Di Wilayah Ular...


Di ruang kerja Nara.


“Kamu kenapa sih! Berisik tahu!” Ucap Fiona yang muncul dari rantai cahaya.


“Kau yang kenapa! Kau tidak lihat! Setidaknya bantu sedikit kenapa.” Ucap Nara sambil menunjuk dokumen-dokumen yang menumpuk.


“Emangnya aku peduli. Itu kan tugasmu, Sayang.” Ucap Fiona sambil mencium pipi Nara.


Cup!


“Semangat kerjanya, sayang.” Ucap Fiona sambil tersenyum menatap mata Nara.


Aaah!


“Kau harus bertanggung jawab karena membangunkan naga, sayang.” Ucap Nara sambil menarik Fiona di pangkuannya.


Cup!


“Tidak, Kamu harus menyelesaikan tugasmu.” Ucap Fiona mencium bibir Nara.


“Bisakah kamu membantuku.” Ucap Nara sambil menyenderkan kepalanya ke dada Fiona.


“Tidak, Haha.” Ucap Fiona yang langsung melepaskan diri dari pangkuan Nara dan menghilang ditelan rantai cahaya.


“Haaa, dasar wanita gila.” Ucap Nara sambil tersenyum menatap kepergian Fiona.


...—–—...


Di halaman mansion.


“Viona, apakah tehku masih hangat?” Ucap Fiona yang muncul dari rantai cahaya.


“Teh Anda masih hangat, Nona.” Ucap Viona sambil menatap Fiona dengan penuh pertanyaan.


“Ada apa?” Ucap Fiona yang menyadari tatapan Viona.


“Anda melakukan 'hal itu’ sepagi ini?” Ucap Viona dengan penasaran.


“Melakukan apa?” Ucap Fiona yang tidak mengerti dengan maksud Viona.


“Itu di dada Anda terdapat 'tanda’ merah.” Ucap Viona sambil menunjuk dada kiri Viona yang terdapat bekas gigitan.


Fiona lalu melihat ke dada kirinya. Dan benar terdapat bekas gigitan.


“NARA, KAU GILA YA!” Teriak Fiona yang marah dengan sikap Nara.


...—–—...


Di ruang kerja Nara.


“Hehehe, akhirnya dia sadar.” Ucap Nara yang sedang membaca dokumen.


“Anda kekanak-kanakan, Tuan Nara.” Ucap Tiara yang sedang melaporkan situasi di sekeliling mansion Nara.


“Itu salahnya, tidak mau membantu.” Ucap Nara sambil tersenyum.


Tiara hanya mengangguk.


“Jadi bagaimana situasinya?” Ucap Nara sambil menatap Tiara.


“Sejauh saya memandang tidak terdapat hal-hal yang aneh.” Ucap Tiara menjelaskan situasi.


“Bagus untuk saat ini. Kamu boleh pergi.” Ucap Nara dengan menangguk.


“Sesuai perintah, Tuan Nara.” Ucap Tiara membungkuk hormat lalu pergi.


“Haa, seperti aku harus lembur.” Ucap Nara sambil melihat tumpukan dokumen.


Setelah membaca-baca beberapa dokumen Nara menyimpulkan beberapa hal tentang wilayah South Of Eternal.


Wilayah South Of Eternal terbagi menjadi 7 wilayah. Dengan wilayah Eternal sebagai pusat. Lalu terdapat 4 wilayah yang dikelola oleh Count. Dan 3 wilayah yang dikelola oleh Marquess sendiri.


...—–—...


Di area latihan.


Sehari telah berlalu. Bulan telah tertidur digantikan oleh Matahari yang cerah. Terlihat barisan prajurit yang berbaris dengan rapi di area latihan.


Di depan barisan prajurit tersebut terdapat seorang pria tampan berambut hitam legam yang berdiri sambil memakan keripik buah dan di belakangnya terdengar wanita berambut hitam panjang berpakaian Maid.


“Aku akan berterus-terang. Kalian terlalu lemah untuk ukuran prajurit. Rata-rata dari kalian hanya berlevel 2,5.


Bahkan jika kalian di hadapkan pada prajurit Bhayangkara, prajurit elite Kerajaan Majapahit. Kalian mungkin sudah pingsan hanya dengan aura mereka.” Ucap Nara dengan tegas sambil memakan keripik.


“Oleh karena kalian lemah. Aku akan membuat metode pelatihan agar kalian bisa berkembang dan bisa melindungi apa yang harus kalian lindungi.” Ucap Nara dengan menatap serius seluruh prajurit yang berbaris.


Para prajurit yang mendengar kata Nara tentang 'Melindungi apa yang harus dilindungi.’. Menjadi sedikit terteguh dan menjadi lebih mendengar Nara.


“Maaf bila kurang sopan. Tapi metode latihan seperti apa yang akan Anda berikan kepada kami.” Ucap seorang prajurit muda berambut hitam dengan gugup.


“Metode latihan ini mungkin akan sangat berbeda dengan metode-metode yang pernah kalian pelajari. Metode ini lebih mengkhususkan seorang prajurit pada satu bidang.” Ucap Nara dengan tegas.


Prajurit yang mendengar Nara menjadi bingung dan penasaran.


“Metode ini akan dibagi menjadi beberapa bidang penguasaan. Pertama bidang penyerang. Kedua bidang pertahanan. Dan bidang pengintaian.


Dalam bidang-bidang tertentu di dalamnya di bagi lagi menjadi bidang yang lebih spesifik. Kalian paham?” Ucap Nara dengan tegas kepada para prajurit.


“Iya!” Ucap para prajurit dengan bersama.


“Baguslah jika kalian paham. Jadi aku tidak kelelahan menjelaskan ulang.” Ucap Nara lega sambil kembali memakan keripik buah.


Para prajurit terdiam dengan sikap Nara yang dari berwibawa pemimpin menjadi seorang yang malas.


“Kalian bisa langsung mendaftar ke bidang yang ingin kalian masuki. Tiara yang akan mendata kalian. Aku pergi dulu, aku sangat sibuk saat ini.” Ucap Nara sambil pergi.


“Sesuai perintah, Tuan.” Ucap Tiara dan para prajurit.


...—–—...


Di ruang kerja Nara.


Seorang pria tampan berambut hitam legam. Terlihat mengacak-acak rambutnya yang indah.


“Sepertinya aku harus mencari orang yang bisa membantu pekerjaanku. Jika begini terus waktu tidurku yang indah akan terganggu.” Ucap pria tampan berambut hitam legam.


“Apakah kamu sudah gila karena pekerjaan, Nara?” Ucap seorang wanita cantik berambut pirang.


“Kenapa kau kesini? Dasar calon istri yang tidak mengerti derita suaminya.” Ucap Nara dengan tak acuh sambil melanjutkan pekerjaannya.


“Hoho, apakah pria tampanku masih marah.” Ucap Fiona mendekati Nara.


Cup!


“Kamu sudah tidak marahkan? Sayang.” Ucap Fiona setelah mencium bibir Nara.


“Aku masih marah. Karena belum melampiaskannya di dalam tubuhmu.” Ucap Nara sambil mengangkat tubuh Fiona ke atas meja.


Nara mulai mencium bibir Fiona dan meraba-raba tubuh Fiona. Dan mulai tangannya mengangkat gaun Fiona.


Tok-tok


Nara dan Fiona terkejut dan menghentikan aktivitas panas mereka.


“Masuk.” Ucap Nara dengan Fiona yang masih berada di atas meja.


Tiara dan Lisa masuk dan terkejut dengan posisi Nona mereka yang berada di atas meja.


“Saya ingin melaporkan formulir pendaftaran prajurit.” Ucap Tiara dengan gugup dan memerah.


Nara menerima formulir pendaftaran prajurit membacanya dengan teliti.


Dari pendataan Tiara. Terdapat 2000 barisan prajurit dengan setiap barisan berisi 10 prajurit.


Dengan 700 barisan prajurit mendaftar menjadi penyerangan. Lalu 1000 barisan prajurit mendaftar menjadi pertahanan. Dan 300 prajurit mendaftar menjadi pengintaian.


Setelah membaca formulir pendaftaran prajurit. Nara mengalihkan perhatian ke Lisa.


“Saya ingin memberikan tahukah bahwa terdapat beberapa laporan yang tidak sesuai dengan apa yang masuk di keuangan.” Ucap Lisa dengan gugup dan mengeluarkan asap.


“Baiklah, Tiara kamu bisa langsung membagi metode latihan ini dan juga dampingi mereka saat latihan.” Ucap Nara sambil menyerahkan kertas berisikan metode latihan prajurit.


“Sesuai perintah, Tuan.” Ucap Tiara yang kemudian pergi.


“Jadi bagaimana apa yang tidak sesuai?” Ucap Nara dengan sorot mata tajam.


“Begini Tuan Nara, ada laporan keuangan dari wilayah Count Eternal Rock. Yang tidak sesuai dengan apa yang dilaporkan.” Ucap Lisa dengan gugup ketika melihat mata Nara sambil menyerahkan dokumen.


“Sepertinya ada tikus yang berani berkeliaran di wilayah ular.” Ucap Fiona dengan ekspresi tersenyum sambil dokumen yang diserahkan Lisa.


“Ya, kau benar. Ini sepertinya sudah disiapkan oleh Dewa dan Iblis untuk hiburan setelah bekerja.” Ucap Nara dengan tersenyum sambil melihat laporan yang berada di tangan Fiona.


Lisa yang masih berdiri menjadi takut dan prihatin dengan nasib Count yang menguasai wilayah Eternal Rock. Karena telah membangkitkan gairah Iblis di depannya.


Semoga mereka mati dengan tenang dan tidak menyakitkan. Ucap Lisa dalam hatinya.