
...Semoga Kalian Suka...
Di hutan yang tidak jauh dari kota Densar Coast. Terlihat pemandangan yang akan membuat orang yang melihatnya akan takut.
Mungkin tidak akan sempat untuk takut tapi sudah pingsan. Bagaimana tidak, terdapat tiga makhluk raksasa.
Tiga makhluk raksasa tersebut terlihat berbasis sejajar. Terlihat sedang berancang-ancang untuk melesat.
“Bersedia, 1, 2, 3, go! Wendy ayo terbang!” Ucap wanita yang menaiki ular putih raksasa yang langsung melesat terbang dengan empat sayap besar.
“Sialan kamu, Fiona. Naraya kejar mereka!” Ucap wanita yang menaiki paus putih raksasa yang telah melesat cepat dengan melayang di udara.
Sementara kedua beast raksasa telah bergerak cepat meninggalkan garis awal. Terlihat satu beast raksasa yang bergerak dengan santai.
“Hoam, Kala lakukan seperti yang aku bilang tadi.” Ucap pria tampan dengan tak acuh sambil mencari posisi yang tepat untuk tidur di atas bulu rambut domba hitam raksasa.
Oakh
“Sesuai perintah Anda, Tuan Nara.” Ucap burung gagak hitam yang langsung menghilang menjadi asap hitam.
“Sekarang saatnya untuk tidur. Domba kecil kita bergerak dengan santai saja.” Ucap pria tampan dengan berbaring sambil mengelus bulu rambut domba hitam.
Domba hitam raksasa mengangguk-anggukan kepalanya. Lalu mulai berjalan dengan santai.
Hoam, semoga mereka tidak marah. Dan waktunya untuk tidur siang indah dengan menikmati suasana hutan.
...—–—...
Di atas langit terlihat ular putih raksasa yang memiliki sayap terbang dengan cepat. Dengan di belakangnya terlihat paus putih raksasa yang melesat cepat mengejarnya.
Paus putih raksasa terus melesat cepat hingga posisinya hampir mendekati ular putih raksasa.
“Sialan, kamu Fiona. Mencuri start duluan.” Ucap wanita berambut hitam kecokelatan yang berada di atas paus putih raksasa.
“Siap-siap untuk menjadi pelayan selama satu minggu, kak Marissa.” Ucap wanita berambut pirang keputihan yang berada di atas ular putih raksasa.
Saat keduanya sedang saling berdebat. Terlihat seekor burung gagak hitam yang terbang tenang di udara.
“Bukankah itu Kala? Sedang apa dia di sana?” Ucap Fiona dengan ekspresi bingung.
“Iya itu adalah Kala. Apakah terjadi sesuatu kepada Nara?” Ucap Marissa dengan menatap gagak hitam yang terbang.
Dengan kecepatan paus putih raksasa dan ular putih raksasa yang tinggi. Dalam waktu singkat berhasil melewati gagak hitam yang terbang diam di udara.
Setelah melewati gagak hitam dengan mudah. Fiona dan Marissa melihat ke belakang dengan bersama.
“Sudah aku duga Nara pasti akan melakukan sesuatu. Wendy percepat pergerakanmu!” Ucap Fiona dengan melihat ratusan beast kegelapan terbang di belakangnya.
“Apa dia serius? Naraya percepatan laju pergerakan!” Ucap Marissa dengan tidak percaya sambil mengarahkan payungnya ke belakang.
Di belakang mereka terdapat ratusan beast kegelapan yang terbang dengan cepat. Dengan gagak hitam yang memimpin beast kegelapan.
Oakh-Oakh
Gagak hitam terus terbang cepat menuju ular putih raksasa dan paus putih raksasa. Saat melewati keduanya gagak hitam berbalik badan dan mengerakkan sayapnya seperti hormat.
Kemudian gagak hitam terbang dengan cepat meninggalkan ular putih raksasa dan paus putih raksasa di belakang.
Saat gagak hitam sudah jauh di depan. Ratusan beast kegelapan menyerang ke arah ular putih raksasa dan paus putih raksasa.
“Dasar burung sialan itu!” Ucap Fiona dengan ekspresi jengkel sambil menebas beast burung kegelapan yang menerjang ke arahnya.
“Water Defense Of Sinners”
Terlihat paus putih raksasa yang terbungkus oleh air yang membuat beast burung kegelapan tidak bisa menembusnya.
“Sampai nanti, pelayan satu minggu. Naraya cepat susul burung gila itu.” Ucap Marissa tersenyum kepada Fiona yang sedang kesusahan.
Setelah mengatakan itu Marissa mengarahkan payungnya ke arah belakang dan membaca mantra sihir. Lingkaran sihir terlihat keluar dari payungnya.
“Water Bomb of Sinners”
Dari lingkaran sihir keluar bola air yang bergerak ke belakang. Lalu mengenai salah satu beast kegelapan dan meledak.
Boom
Kemudian paus putih raksasa bergerak cepat meninggalkan ular putih raksasa yang pergerakannya tertahan beast kegelapan.
“Dasar gila kamu Marissa!” Ucap Fiona dengan ekspresi jengkel sambil menebas pedangnya dengan kuat.
"Wendy kejar mereka!” Ucap Fiona dengan ekspresi jengkel sambil mengarahkan pedangnya ke depan.
Ular putih raksasa yang mendengar itu langsung mengepakkan ke empat sayapnya dengan cepat melesat melawan angin.
...—–—...
Sedangkan suasana memanas di langit. Terlihat di hutan seekor domba hitam raksasa yang bergerak dengan santai melewati rerumputan.
Tidak ada yang menghambat pergerakan domba hitam raksasa di hutan. Dengan aura hitam yang dikeluarkannya.
Dan terlihat seorang pria tampan berambut hitam legam yang menggeliat di atas bulu rambut domba hitam raksasa.
Dengan sekali terdengar dengkuran halus dari pria tampan berambut hitam legam. Seperti tidak ada yang telah terjadi.
...—–—...
Mengesampingkan pria yang terlihat tidak bersalah. Di langit terlihat paus putih raksasa yang sedang kejar-kejaran dengan gagak hitam.
Dengan di belakang paus putih raksasa juga terdapat ular putih raksasa yang mengejar dengan kecepatan tinggi.
“Berhenti kamu burung gila!” Ucap Marissa menatap burung gagak hitam yang terbang di depannya.
Saat Marissa sedang fokus melihat ke depan. Paus putih raksasa langsung turun ke bawah.
Tepat pada posisi paus putih raksasa yang tadi di atas. Terlihat seekor beast elang hitam menerjang.
“Anda tidak apa-apa, Nona Marissa?” Ucap Wendy dengan nada khawatir.
“Aku tidak apa-apa, Wendy.” Ucap Marissa dengan mengarahkan payungnya ke arah beast elang kegelapan.
“Water Shot”
Baam
Tepat di arah beast elang kegelapan tembakan sihir Marissa tepat mengenai tubuhnya. Dan membuat elang hitam hilang menjadi asap hitam.
Kemudian di atas paus putih raksasa terlihat ular putih raksasa melewatinya dengan cepat ke arah gagak hitam.
Saat posisi ular putih raksasa berdekatan dengan gagak hitam. Fiona langsung mengerakkan pedangnya menebas gagak hitam.
Saat hampir pedang Fiona mengenai gagak hitam. Gagak hitam kehilangan menjadi asap hitam. Lalu muncul di bawah ular putih raksasa.
Baam
Tubuh bagian depan ular putih raksasa terhempas ke atas. Terlihat gagak hitam yang menggunakan kakinya untuk menghempaskan tubuh ular putih raksasa.
Hal itu membuat Fiona yang berada di atasnya kehilangan keseimbangannya. Lalu terjatuh ke bawah dengan kecepatan tinggi.
Melihat Fiona terjatuh ke bawah. Wendy dengan cepat mengepakkan sayapnya menukik tajam ke arah Fiona.
Lalu Wendy menukik tajam hingga tubuhnya melewati Fiona yang terjatuh. Kemudian memposisikan tubuhnya ke bawah Fiona. Dan tubuh Fiona terjatuh di atas tubuh Wendy.
“Wendy langsung serang burung aneh itu!” Ucap Fiona dengan ekspresi serius.
Ular putih raksasa yang mendapatkan perintah langsung menerjang ke arah gagak hitam sambil membuka mulutnya.
Kala yang melihat uler putih raksasa yang membuka mulutnya sambil menerjang ke arahnya. Langsung menghindar dan terbang pergi.
Saat hampir pergi Kala dihadang oleh paus putih raksasa yang telah siap menghempaskannya dengan ekor besarnya.
Saat kedua serangan hampir mengenai Kala. Tiba-tiba Kala menghilang dan menyebabkan terjadinya tabrakan antara paus putih raksasa dan ular putih raksasa.
Braak
Setelah terjadi tabrakan. Fiona dan Marissa menatap satu sama lainnya. Kemudian melihat ke atas mereka.
Di atas mereka terdapat ratusan beast hitam yang siap untuk terjun ke arah mereka. Dan mereka juga melihat ke arah Kala yang terlihat seperti melakukan gerakan hormat.
Oakh
“Selamat bertemu lagi, Nona Fiona dan Nona Marissa. Dan ini adalah hadiah perpisahan. Semoga kalian suka.” Ucap Kala yang langsung menghilang.
Setelah Kala menghilang ratusan beast hitam menukik tajam ke arah Fiona dan Marissa. Dengan terlihat di wajah mereka yang terlihat tidak suka.
“Kembali Kesini Kau, Burung Sialan!” Ucap Fiona dan Marissa secara bersamaan.