The Prince Of Laziness

The Prince Of Laziness
Bersiaplah Untuk Menjadi Lahan Uangku



...Bersiaplah Untuk Menjadi Lahan Uangku...


Pada saat sang matahari masih di atas. Terlihat kereta yang ditarik oleh beberapa macam kumbang hitam. Dengan burung gagak hitam sebagai pemimpin jalan.


Seminggu telah berlalu sejak makan malam di luar bersama Fiona dan Marissa. Dan seminggu lalu Nara habiskan untuk mengurus dokumen-dokumen.


Di dalam kereta terlihat pria tampan berambut hitam legam sedang memandangi hutan yang tenang.


Dengan di hadapannya terdapat wanita bertelinga runcing duduk sambil membaca beberapa dokumen.


“Menurut dokumen yang saya baca. Wilayah Eternal Blue Forest lebih kecil di bandingkan dengan wilayah lainnya.” Ucap wanita elf berambut hijau muda dengan membaca dokumen.


“Tapi karena tanah dan kandungan mana yang tinggi Anda memilihnya, Tuan Nara.” Ucap wanita elf dengan menganggukkan kepalanya.


“Itu benar Lisa, wilayahnya memang yang terkecil. Tapi kualitas tanah dan mana yang terkandung cukup bagus.” Ucap Nara dengan tak acuh sambil menatap wanita di hadapannya.


...—–—...


Setelah beberapa jam berlalu. Terdengar suara gagak yang cukup keras.


Oakh


“Kita telah sampai di wilayah Eternal Blue Forest, Tuan Nara.” Ucap gagak hitam dari luar kereta.


Kemudian Nara melihat ke arah jendela. Terlihat suasana wilayah Blue Forest yang begitu indah. Dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi.


Dan sejauh Nara memandang tidak terlihat bangunan rumah warga. Hanya hamparan tanah yang dikelilingi oleh pohon-pohon tinggi.


Setelah itu Nara turun dari kereta dan diikuti oleh Lisa. Nara yang telah turun langsung memperhatikan sekitar.


“Kala, coba lihat sekeliling. Wilayahnya terlalu tenang.” Ucap Nara dengan tak acuh sambil melihat sekitar.


Oakh


“Baik, Tuan Nara.” Ucap Kala yang langsung terbang.


Tidak beberapa lama kemudian Kala kembali. Dengan seekor katak berwarna biru. Katak biru tersebut berukuran cukup besar.


Lalu Kala menjatuhkan katak biru ke tanah. Setelah terjatuh katak biru tersebut memberontak dengan mencoba menyerang Nara.


Katak biru melompat sambil menembakkan racun dari mulutnya. Racun berwarna hitam kebiruan langsung mengarah ke arah Nara.


Tepat sebelum racun hitam kebiruan mencapai tubuh Nara. Muncul sebuah tangan raksasa dari lingkaran sihir hitam.


"Dark Giant Hand"


Melihat serangannya terhalang. Katak biru melihat ke arah orang yang akan di serangnya. Terlihat sebuah senyuman mengerikan.


Hal itu membuat katak biru ketakutan dan pingsan. Melihat katak biru pingsan. Nara tersenyum lalu melanjutkan perjalanannya.


“Kala, kurung katak jelek itu.” Ucap Nara dengan tak acuh sambil berjalan.


Oakh


“Baik, Tuan Nara.” Ucap Kala lalu menghilang bersama dengan katak biru yang pingsan.


Setelah Kala dan katak biru menghilang menjadi asap hitam. Nara dan Lisa melanjutkan berkeliling di sekitar wilayah Eternal Blue Forest.


Mereka berkeliling hingga berada di suatu daerah yang cukup luas. Dengan hanya hamparan tanah yang subur. Dan terlihat dari tanah hawa mana yang merembes keluar.


“Sepertinya tempat ini cocok, Tuan Nara.” Ucap Lisa sambil melihat sekeliling.


“Kamu benar, Lisa. Tempat ini memang cocok untuk menanam Mystical Plant Seeds.” Ucap Nara sambil memegang tanah.


“Kamu coba siapkan tenda untuk kita bermalam.” Ucap Nara dengan tak acuh.


“Baik, Tuan Nara.” Ucap Lisa yang langsung pergi.


Kemudian Nara mengarahkan tangannya ke arah tanah di depannya. Lalu muncul beberapa lingkaran sihir hitam di udara. Dari lingkaran sihir hitam keluar beberapa semut hitam berukuran raksasa.


Semut-semut hitam yang keluar dari lingkaran sihir hitam langsung menghadap Nara. Setelah itu para semut hitam melihat Nara seperti menunggu perintah.


“Tugas kalian adalah mengurus tanah ini menjadi lahan yang cocok dengan Mystical Plant Seeds.” Ucap Nara dengan menatap para semut hitam di hadapannya.


“Kalian paham? Jika kalian paham langsung kerjakan.” Ucap Nara dengan tak acuh.


Para semut langsung menganggukkan kepalanya. Lalu mulai bekerja menyiapkan tanah.


Nara tersenyum sambil melihat semut-semut yang di panggilnya bekerja. Kemudian Nara mulai ikut membantu mempersiapkan ladang uangnya di masa depan.


“Baiklah, saatnya bekerja dengan semangat.” Ucap Nara dengan tersenyum.


Bekerjalah dengan semangat semut-semut hitamku. Buat ladang uang untuk tuan kalian yang tampan ini.


...—–—...


Pada saat pagi hari di wilayah Blue Forest.


Tidak terasa lima hari telah berlalu. Tanah yang tadinya kosong. Sekarang telah penuh dengan Mystical Plant yang baru mulai tumbuh.


Itu semua tidak terlepas dari kerja keras Nara dan semut-semut hitamnya. Dan juga dengan bantuan pengetahuan Lisa tentang Mystical Plant yang sangat membantu.


Tapi terlihat pemandangan yang membuat orang tidak percaya. Terlihat pria berambut hitam legam yang sedang duduk di kursi malas. Dengan di sampingnya seekor katak biru yang sedang mengipasinya.


Dan terlihat semut-semut hitam yang sedang menyiram Mystical Plant. Dengan terlihat beberapa katak biru yang sedang menebarkan pupuk ke Mystical Plant yang masih kecil.


“Anda memang hebat, Tuan Nara. Berhasil menjinakkan katak biru yang membuat warga takut untuk tinggal di Blue Forest.” Ucap Lisa dengan membawa nampan.


“Mereka hanya katak-katak kecil yang lucu.” Ucap Nara ambil melihat katak biru yang berada di sampingnya.


“Project Mystical Plant berjalan dengan lancar, Tuan Nara.” Ucap Lisa sambil memberikan secangkir teh.


“Kamu benar, Lisa. Besok kita bisa kembali ke Eternal Center.” Ucap Nara sambil meminum secangkir teh.


“Kalau begitu siapa yang akan menjaga ladang Anda, Tuan Nara?” Ucap Lisa dengan penasaran.


“Tentu saja katak-katak yang lucu ini yang akan menjaganya. Benarkan kalian bisa?” Ucap Nara dengan tersenyum menyeramkan.


Katak biru yang berada di samping Nara langsung mengangguk dengan cepat. Dengan teringat kejadian yang di manah dirinya disiksa oleh Nara.


“Bagus katak kecil. Nanti jika Mystical Plant sudah berbuah akan aku berikan beberapa kepadamu.” Ucap Nara dengan tersenyum.


Katak biru yang mendengar itu menjadi bersemangat. Lalu melakukan pose hormat kepada Nara dengan kedua tangan kecilnya.


Setelah itu waktu terus berjalan. Hingga sang bulan muncul menggantikan sang matahari yang tertidur. Terlihat tenda mewah pada tanah dekat ladang Mystical Plant.


Pada luar tenda itu terlihat sebuah tempat bakaran. Di atas bakaran itu terdapat seekor rusa bertanduk batu yang sedang di bakar.


Kemudian keluar wanita Elf berambut hijau muda dari tenda. Wanita Elf itu mengambil rusa bertanduk batu lalu memotongnya menjadi bagian yang lebih kecil.


“Tuan Nara dagingnya sudah matang.” Ucap wanita Elf sambil menyiapkan piring di meja kayu.


Setelah itu keluar pria berambut hitam legam dari tenda. Pria berambut hitam legam berjalan menuju meja kayu lalu di duduk di salah satu kursi.


“Terlihat enak, Lisa.” Ucap pria berambut hitam legam dengan memandang ke piring berisi daging dan kentang.


“Anda terlalu memuji, Tuan Nara. Ini adalah salah satu resep Anda.” Ucap Lisa dengan tersenyum lalu duduk.


“Baiklah, ayo kita makan dan beristirahat karena besok kita harus kembali ke Eternal Center.” Ucap Nara dengan tak acuh sambil menyantap makanannya.


Setelah itu mereka makan malam dengan tenang. Lalu pergi beristirahat di dalam tenda mewah berwarna putih dengan dihiasi oleh warna hitam.