The Prince Of Laziness

The Prince Of Laziness
Pertarungan Ratu Laut Selatan Dan Ratu Cahaya Selatan



...Pertarungan Ratu Laut Selatan Dan Ratu Cahaya Selatan...


Pertarungan antara Ratu Laut Selatan dan Ratu Cahaya Selatan resmi di mulai dengan masing-masing telah mengeluarkan senjata dan beast mereka.


Pertarungan mereka di buka dengan serangan oleh wanita berambut pirang keputihan dengan ke cepat melesat.


Ting


Pedang dengan bilah berwarna keemasan berbenturan dengan payung transparan berwarna biru laut.


Wanita berambut pirang keputihan terus melancarkan serangan secara cepat ke arah wanita berambut hitam.


Ting-Ting Ting-Ting


Wanita berambut pirang keputihan tetap melakukan serangkaian serangan cepat dengan pedangnya dan empat buah rantai cahaya.


Tapi semua serangan ditahan dengan baik oleh payung wanita berambut hitam. Dengan sekali ayunan payung yang tertutup.


Berhasil menghempaskan tubuh wanita berambut pirang keputihan dengan cukup jauh. Setelah wanita berambut pirang keputihan terhempas.


“Sekarang giliranku, Fiona.” Ucap wanita cantik berambut hitam.


“Water Shot”


Setelah mengatakan itu. Wanita berambut hitam mengarahkan payungnya ke arah Fiona Lalu keluar lingkaran sihir kecil berwarna biru.


Dari lingkaran sihir itu keluar tembakan air dengan kecepatan tinggi ke arah Fiona.


Dor-Dor Dor-Dor


Fiona yang melihat tembakan air mengarah ke padanya dengan kecepatan tinggi. Menahan tembakan air itu dengan rantai cahaya yang berada di punggung bawahnya.


Tapi tembakan air tidak berhasil di tahan secara baik. Sehingga mengenai tubuh Fiona yang menyebabkan luka goresan pada tangannya.


“Sialan, kamu Marissa.” Ucap Fiona dengan ekspresi jengkel.


“Heh, bagaimana seranganku? Sakit?” Ucap Marissa dengan tersenyum.


“Biasa saja, hanya goresan kecil.” Ucap Fiona dengan santai.


Setelah itu Fiona meloncat dengan bantuan rantai cahaya. Menerjang ke arah Marissa dengan cepat.


Swuss-Sless


Serangan Fiona berhasil mengenai tangan Marissa yang berusaha bertahan. Tidak hanya itu saja. Fiona dengan cepat menyerang Marissa yang sedang tidak siap.


Sling-sling-sling-sling


Serangan Fiona berhasil ditahan dengan baik oleh Marissa. Fiona yang merasa sudah menekan Marissa menjadi terkejut melihatnya tersenyum. Lalu Marissa pergi menjauh dari Fiona.


“Naraya sekarang, serang dia.” Ucap Marissa dengan tersenyum.


Paus putih raksasa yang tepat berada di atas Fiona. Menerjang turun ke arah Fiona.


Baam


Tubuh paus putih raksasa tertahan. Dengan kemunculan seekor ular putih raksasa. Ular putih raksasa melindungi Fiona dengan melilitnya.


Melihat serangan Naraya tidak berhasil. Memanggilnya untuk kembali.


“Naraya, kembali ke sini.” Ucap Marissa dengan ekspresi tidak senang.


Paus putih raksasa mendengar itu kembali mendekati Marissa. Setelah cukup dekat Marissa melompat naik ke atas tubuh paus putih raksasa.


Di sisi lain. Fiona yang berada di dalam lilitan ular putih raksasa. Keluar setelah ular putih membuka lilitannya.


“Wendy, terima kasih. Kamu datang tepat waktu. Sekarang saatnya kita membalas mereka.” Ucap Fiona dengan melompat naik ke atas tubuh ular putih raksasa.


Setelah menaiki tubuh ular putih raksasa. Fiona mengucapkan mantra sihir. Muncul lingkaran sihir cahaya di bawah kaki Fiona.


“Bright War Dress”


Lingkaran sihir cahaya mulai naik secara perlahan ke arah atas. Saat lingkaran sihir cahaya naik. Mulai dari kaki hingga kepala.


Tubuh Fiona ditutupi oleh gaun cahaya yang dihiasi dengan rantai emas yang mengambang di sekelilingnya. Rantai cahaya yang berada di bawah punggungnya hilang berganti dengan satu rantai cahaya yang besar.


Dan juga pedang yang dipegangnya berubah menjadi pedang cahaya yang panjang. Dengan rantai emas mengelilingi pegangan pedang.


“Sekarang saatnya pertarungan yang sesungguhnya dimulai, Marissa.” Ucap Fiona dengan ekspresi serius.


Melihat Fiona yang mulai mengeluarkan kekuatan dengan serius. Marissa yang berada di atas tubuh paus putih raksasa juga mulai serius dan tersenyum.


Dengan mengucapkan mantra sihir. Muncul lingkaran sihir air tepat berada di bawah kakinya. Mulai naik secara perlahan ke arah kepalanya.


Tubuh Marissa yang tadinya memakai bikini berwarna hijau. Digantikan dengan gaun hijau yang terlihat sangat lembut seolah terbuat dari air.


Tidak hanya itu di terdapat mahkota biru transparan menghiasi kepalanya. Payung yang Marissa pegang berubah menjadi lebih panjang dan lebar.


“Kamu benar, Fiona. Ayo akhiri pertarungan kita.” Ucap Marissa dengan tersenyum.


Serang di buka dengan terlihat lingkaran sihir biru dari ujung payung transparan Marissa. Tidak hanya satu lingkaran sihir. Tapi lima lingkaran sihir yang bertumpuk.


“Deep Sea Rain”


Setelah Marissa mengatakan mantra sihir itu. Keluar puluhan bahkan ratusan titik air berwarna biru gelap. Titik-titik air yang keluar dari lingkaran sihir langsung menerjang dengan cepat ke arah Fiona.


Tuss-Tuss Tuss-Tuss Tuss-Tuss


Fiona yang melihat serangan sihir Marissa. Dengan tenang mengayunkan pedangnya yang panjang. Membentuk lingkaran sihir cahaya.


Tringgg


Dari lingkaran sihir cahaya keluar sebuah rantai cahaya seperti tentakel gurita. Rantai cahaya yang dikeluarkan oleh Fiona menahan setiap serangan air yang keluar dari lingkaran sihir Marissa.


“Heh, hanya begitu saja kekuatan ratu laut selatan?” Ucap Fiona dengan santai tapi tidak jadi ketika memandang Marissa yang dari tadi tersenyum.


“Boleh juga, aku kira kamu hanya bisa serangan pedang. Ternyata kamu bisa ilmu sihir cukup hebat.” Ucap Marissa dengan tersenyum.


“Naraya, saatnya kita coba kemampuan cacing putih itu.” Ucap Marissa sambil menunjuk ke arah ular putih dengan payungnya.


Setelah mengatakan itu, paus putih raksasa bergerak menerjang ke arah ular putih raksasa. Saat sudah mendekati, paus putih raksasa membuka mulutnya dan menembakkan air dengan kecepatan tinggi tepat pada kepala ular putih raksasa.


Bassh


Ular putih raksasa yang terkena serangan air dengan jumlah besar dan berkecepatan tinggi. Menjadi terhempas cukup jauh ke belakang.


Tidak berhenti, paus putih raksasa melanjutkan serangan dengan melontarkan bola air raksasa dengan ekornya yang besar.


Boasss


Tapi serangan bola air raksasa terhalang oleh sebuah tembakan racun. Racun yang berwarna merah gelap tertembak ke arah bola air raksasa.


Cheese


Keluar uap ketika bola air raksasa mengenai racun merah gelap. Hingga menutupi sebagian tempat Fiona dan Marissa bertarung.


Tidak hanya mengeluarkan racun. Ular putih raksasa mengikat badan paus putih raksasa dengan rantai emas. Rantai emas yang berukuran besar berhasil menghentikan pergerakan paus putih raksasa.


Kring-klang


Paus putih raksasa yang terikat dengan rantai emas. Berusaha untuk terlepas dengan menggerak-gerakkan tubuhnya.


Tapi tidak ada yang terjadi, malahan ikatan rantai emas menjadi lebih ketat.


Melihat Naraya kesakitan. Marissa menjadi marah dengan menatap tajam ke arah Fiona. Lalu mengelus tubuh Naraya.


“Tidak usah dipaksakan, Naraya. Biar aku selesai sendiri masalah ini.” Ucap Marissa dengan tersenyum lembut mengelus tubuh paus putih raksasa.


Oaou?


Setelah mendengar ucapan Marissa. Naraya menatap mata Marissa dengan sedih. Lalu menghilang menjadi butiran air laut.


Setelah Naraya menghilang. Marissa jatuh dengan pelan menggunakan payungnya. Saat mendarat di tanah, tiba-tiba seluruh tanah yang berada di sekitarnya berubah menjadi air.


“Territory Queen Of Osean”


Saat tanah di sekitar Marissa menjadi air. Ular putih raksasa terjatuh dan kesulitan untuk bergerak. Tapi tidak dengan Marissa.


Marissa masuk ke dalam air. Merubah tampilannya menjadi mermaid dengan ekor berwarna hijau. Marissa berenang dengan cepat ke arah Wendy.


Saat tepat berada di bawah Wendy. Marissa mengarahkan payungnya ke arah tubuh Wendy. Dan keluarlah lingkaran sihir raksasa berwarna biru.


“Giant Sinful Water”


Setelah Marissa mengatakan itu. Muncul air berwarna biru gelap dari lingkaran sihir raksasa. Air itu langsung mengarah ke atas dengan kecepatan tinggi.


Ular putih raksasa yang terkena air itu langsung terlempar ke atas. Dan membuat Fiona jatuh dari badan Wendy. Tidak hanya itu, Wendy yang terkena air itu menjadi kesakitan.


Ss-sss-ss


“Kembalilah, terima kasih telah membantuku sejauh ini, Wendy.” Ucap Fiona yang melihat Wendy kesakitan.


“Waktu penghabisan dimulai Fiona.” Ucap Marissa yang muncul dari air.


“Iya, ini memang waktu untuk menghabisimu, Marissa.” Ucap Fiona dengan ekspresi serius.