
karena kejadian tadi pagi, Alina merasa sangat malu, jadi ia memutuskan untuk pergi sebelum Rafka datang.
Keesokan harinya, Alina tidak berani datang pagi, ia langsung pergi ke sekolah menjemput Kevin. bibir mungil itu langsung merekah tatkala Alina datang. Ia langsung menggendong kevin dan mencium pipinya yang gembul. ia membawa kevin jalan jalan terlebih dahulu sambil menemui salah satu arsitek dalam pembangunan butiq.
"Kevin, mainnya jangan jauh jauh ya." ucap Alina kepada kevin.
"Yes mom." jawab kevin, ia kini tengah berada di dalam wahana permaianan yang ada di dalam mall. dan tak jauh dari wahana permainan, ada sebuah restoran, dan di sanalah Alina bertemu dengan arsitek yang di sarankan oleh Giandra.
"Selamat siang pak, maaf menunggu lama, saya sedang menjemput anak asuh saya, jadi maaf agak telat." ucap Alina seraya duduk di kursi, tangannya menjabat tangan Sang arsitek.
"ya tidak apa apa, tadinya saya ingin marah kepada anda tapi anda terlalu cantik, jadi lebih baik saya menunggu." ucap arsitek itu seraya mengedipkan mata.
Bibir Alina masih tersenyum tapi hatinya mencibir, "oh baiklah bisa kita mulai?" tanya alina.
"tentu." Arsitek itu yang di ketahui dengan nama Abbas itu memulai prensentasinya, desain yang di minta sangat minimalis dan konsumtif.
setelah satu jam, akhirnya presentasi itu selesai, Alina mengembangkan bibirnya merasa sangat puas dengan penjelasan Abbas.
"Bagiamana nona? apakah anda setuju dengan presentasi saya?" tanya Abbas tersenyum.
"ya, saya sangat menyukai gambar anda, lalu kapan anda bisa memulai pembangunan?"
"Bisa jadi satu atau dua hari lagi."
"oke, terima kasih atas kerja keras anda." kata Alina kemudian ia bangkit dan mengulurkan tangan. Abbas pun ikut bangkit dan menerima uluran tangan Alina.
"Maaf, saya sedang ada urusan lain, jadi saya akan pergi terlebih dahulu." ucap Alina.
"ya, tidak apa apa, tadinya saya ingin mentraktir anda, tapi sudahlah, anda orang yang paling sibuk dan terima kasih sudah mempercayai kami." ucap Abbas masih dengan senyum mengembang, padahal ia ingin sekali berdekatan dengan Alina.
"ya." jawab Alina kemudian berlalu keluar restoran, sebelum pergi ia menemui kevin terlebih dahulu.
***
Di sebuah perusahaan yang besar, Rafka memijit pelipisnya karena ia merasa sangat lelah, pekerjaannya sangat menumpuk karena sudah berhari hari ia meninggalkan pekerjaannya. jadi ia tak bisa menemani kevin malam ini.
Di luar pintu, salah satu sekertaris Rafka mengetuk pintu ruangan. "masuk!" perintah Rafka.
Sekertararis itu pun masuk dan memberitaukan kalau hari ini ada undangan makan malam bersama Dyra, wanita yang sudah lama mengincarnya. Wanita itu bisa mengenal Rafka sejak mereka sama sama hidup di jepang.
"Ya." ucap Rafka datar, wajahnya terlihat tenang, sekertaris itupun berlalu.
#
"gak mau ma, kevin mau es krim." ucap kevin polos.
"oke baiklah, sehabis makan es krim kita pulang."
"oke," jawab kevin.
keduanya sama sama berjalan ke arah penjual es krim di gerai di dalam mall, Kevin memilih es krim dengan varian rasa strowberry pilihan yang sama dengan Alina. ia sangat menyukai rasa vanila itu.
"Wah kevin, ternyata kita mempunyai kesamaan ya, kevin emang suka sekali dengan rasa ini?" tanya Alina duduk di salah satu bangku yang di sediakan oleh para pengunjung di gerai es krim itu.
"iya ma." jawab kevin seraya menikmati eskrim yang akan meleleh di mulutnya. Alina tersenyum melihat kelakuan gemas kevin.
Tepat jam 4 sore, Alina dan kevin keluar dari dalam mall, keduanya berjalan menuju jalan raya seraya mencari taksi yang lewat.
"Taksi." teriaknya pada mobil taksi yang lewat, kebetulan taksi itu membawa penumpang yang minta berhenti di sana. setelah penumpang itu keluar,, Alina dan Kevin akan masuk namun pandangan penumpang itu merasa ia sangat mengenal kevin.
"Kevin!" anak kecil itu berhenti dan menatap wanita yang memanggilnya. ia ingat, dia adalah wanita yang bertemu di jepang saat keduanya memilih tinggal di jepang.
"Tante Dyra!" kata kevin.
"ah kevin, sudah mau pulang?" tanya dyra.
"iya tante." kata kevin segera masuk ke dalam mobil taksi.
"permisi mbak." ucap Alina sopan lalu masuk ke dalam mobil duduk di samping Kevin.
Wanita itu lantas mengangguk, kevin membuka kaca jendela menatap dyra dan tersenyum.
"dadah tante." kata kevin seraya tangannya melambai, dyra pun ikut melambaikan tangannya.
"Siapa kev, kamu kenal sama ibu itu?" tanya Alina.
"iya ma, dia teman papa saat di jepang, dia yang mengajari kevin berbahasa jepang." kata kevin.
"oh ya, kalau gitu ajarin mama bahasa jepang dong."
"hehehe,.." ucap kevin tertawa.
...----------------...