The Little Sunshine

The Little Sunshine
BAB 17



Restoran Mall


"Tumben nih mas Rafka mau ngajak Alina ke sini, ada angin apa nih." tanya Alina duduk berhadapan bersama Rafka.


Rafka melambaikan tangan kepada salah satu waiters.


"katanya mau ngemall, ini aku lagi ada waktu luang, mau makan apa?"


"emm," Alina membuka buku menu yang terletak di hadapannya. Kini waiters itu sudah berada di sampingnya bersiap dengan buku note kecil mencatat pesanan pelanggan.


"Kayaknya krispi cumi enak nih, krispi cumi satu, kepiting sama lobster." pesan alina.


"Aku pesan ayam bakar saja, seporsi." ucap Rafka.


"Baik, tunggu 15 menit mbak, mas." kata waiters itu kemudian berlalu.


Selama menunggu, Alina sibuk dengan ponsel pintar di tangannya, chat bersama giandra juga kevin, baru beberapa hari mereka sudah sangat merindukannya.


Tak lama pesanan mereka pun datang.


"Silahkan, mbak mas."kata pelayan itu meletakkan satu persatu makanan yang di pesan oleh keduanya.


"Terima kasih." ucap Rafka datar.


Alina meletakkan ponselnya, matanya berbinar seketika memandang makanan yang lezat di hadapannya. seakan air liurnya hampir saja menetes, ia pun langsung mengambil lobster ke hadapannya. Rafka yang sejak tadi memperhatikannya mengerutkan dahinya.


"Makanan sebanyak ini, apa kau sanggup menghabiskannnya?"


"eh, jangan salah ya mas, kecil begini pasti sanggup loh makan semuanya, justru mas rafka nanti yang bersiap buat kantongnya bolong." kata Alina tersenyum.


Rafka menggelengkan kepalanya, Alina memulai makan lobster, di susul Rafka yang juga makan makanannya sendiri.


Kini semua makanan sudah masuk ke perut alina, bahkan piring di depannya sudah terlihat seperti sudah di cuci. Alina menepuk perutnya yang kenyang.


"Kenyang?" kata Rafka memangku dagunya dengan kedua tangannya.


"wah, banget nih mas, makasih ya." kata alina mengelap bibir dengan tisu.


Baru akan beranjak, tiba tiba dua perempuan datang menghampiri.


"Ya."


"Wah beneran Rafka, hai aku Rania, temen kamu waktu SMA dulu." ia bergandengan tangan di sebelahnya salma. tersenyum hangat.


"Hai ran, ya aku ingat." beberapa saat ia memikirkan sesuatu dan teringat wanita di sampingnya.


"Kau sudah punya pacar,?" Rania menengok ke tangan yang melingkar dengan manis di sisi Rafka.


Rafka ikut melihat gadis kecil di sampingnya dan tersenyum.


"Kau mau kemana, kebetulan aku akan pergi nonton. kita duluan ya." Rafka tak menjawab pertanyaan Rania dan sengaja pergi untuk mengalihkan pembicaraan.


"oho, ya hati hati." Senyum Rania langsung pudar begitu Rafka meninggalkan dirinya.


"Sudah ku bilang kan mbak, kalau dia itu udah punya pacar, ga percaya sih!" kata salma.


Dengan kesal ia memintir ujung bajunya dengan kusut.


#


"Mas, ini beneran kita mau nonton, sungguh makasih loh." kata Alina tersenyum lebar, bahkan tangannya melingkar erat di lengan Rafka.


"Siapa yang bilang, aku tuh cuma cari alasan biar wanita wanita itu tidak mengejarku,, tapi terima kasih ya atas aktingmu tadi lumayan bagus." rafka melirik lengan kirinya.


Alina mengikuti arah pandang rafka dan menyadari akan kelengketannya. baru ia melepas cekalan tangannya.


"Hehehe, ga sengaja." kata alina


"Tapi aku senang." Kata Rafka dan kemudian menuju mobilnya.


Alina masih berdiri memikirkan kata yang di ucapkan Rafka. 'Apa maksudnya'


"Hai kamu mau disitu terus, pulang tidak!" teriak rafka dari dalam mobil, Alina berlari menghampiri Rafka dan masuk ke mobil.


***