
Pagi-pagi sekali Alina sudah rapi dan bersiap dengan gamis panjang berwarna hitam.
"Mas, hari aku izin ke rumah umi ya," ucap Alina sambil menyendok nasi ke piring yang ada di hadapan sang suami. Akmal mendongak lalu tersenyum.
"Perlu Mas antar," ucap Akmal sembari memasukkan sesuap nasi ke dalam mulutnya.
Alina menggeleng. "Biar aku sendiri saja, Mas kan harus ke kampus, aku cuma sebentar kok ke rumah uminya."
"Yaudah, hati-hati ya kalo ada apa-apa telpon," lagi-lagi Alina mengangguk.
Mimpi apa Alina semalam, pagi ini begitu indah rasanya. Terlebih jika menatap wajah tampan laki-laki dihadapannya, Masyaallah sungguh tampan suaminya ini. Alina menyunggingkan senyum menawan.
"Kenapa senyum?" tanya Akmal membuat Alina kiku.
"Tidak,"
"Mas tahu Mas tampan," goda Akmal pada istrinya yang sudah dibuatnya malu itu. Sedangkan Alina hanya memalingkan wajahnya malu.
"Malu ya?" godanya lagi sambil menahan tawa.
Alina yang merasa dipojokkan kini matanya menatap tajam sang suami. "Siapa juga yang malu, wle" ucap Alina sembari menjulurkan lidahnya. Dengan sigapnya Akmal mencium bibir Alina, cepat secepat kilat. Dengan begitu Alina diam enggan bergerak sedikitpun. Deru dadanya benar-benar memacu kencang, orang dihadapannya ini benar-benar membuat nya terlihat bodoh.
Menit berikutnya Alina duduk fokus pada makanan nya.
"Istri Mas cantik kalo lagi cemberut," ucap Akmal, Alina menatap kearah Akmal. Ya Allah sejak kapan Mas Akmal segombal ini? Jika dia terus seperti ini aku bisa-bisa mati, dan jantung ini kenapa terus berdebar sih. Gerutunya dalam hati.
"Gak usah gombal deh Mas gak mempan." tegas Alina.
"Masa?" berhenti sejenak, "tapi kok itu pipinya merah semu gitu," lanjut Akmal sambil menunjukkan ke arah yang dituju.
Dengan cepatnya Alina menutup seluruh wajahnya menggunakan tangan. Sungguh Alina benar-benar merasa malu, wajahnya terasa sangat panas saat ini. Ia tidak tahu seberapa merah pipinya ini. Laki-laki di hadapannya benar-benar menyebalkan.
"Udah ah gak usah ditutup mukanya, Mas cuma bercanda sayang," sayang? Alina tidak salah dengar bukan. Akmal baru saja menyebutnya sayang. Dan itu membuat jantung Alina semakin meracau.
"Mas berangkat ya," ucap menit berikutnya. Alina menurunkan tangannya. Ia berusaha mengatur nafas dan menormalkan kembali jantungnya.
Alina mengandung dan berkata, "Aku antar ke depannya,"
Mereka pun berjalan ke pintu utama dirumah itu. Setelah benar-benar di luar rumah Alina mencium tangan Akmal penuh kelembutan dan Akmal mencium kepalanya. Hal seperti ini benar-benar hangat bagi Alina. Semoga ini terus berjalan lebih baik ke depan.
"Lancarkan segala urusan ku ya Allah, jangan biarkan aku dengannya menghadapi masalah lebih besar dari yang kemarin, biarkan aku bahagia dengannya." Doa Akmal disela-sela ia fokus mengendarai mobil nya.
.....
Di tempat lain Alina tengah merapikan piring-piring yang tadi dipake makan olehnya. Setelah nya ia duduk di ruang keluarga lalu merongoh ponselnya didalam kantong gamisnya. Di nyalakan ponselnya itu, baru saja ia menyalakan ponselnya berbagai notifikasi panggilan tak terjawab membanjiri. Tertera nama Umi kulsum di menu panggilan itu.
Segera saja ia menghubungi kembali nomer Umi kulsum, perasaan nya sedikit kacau, entah kenapa tapi ini terjadi tiba-tiba. Ingatannya mengarah pada uminya, semoga umi baik-baik saja. Cukup lama menunggu jawaban akhirnya panggilan nya di jawab.
"Assalamu'alaikum, Umi. Maaf Alin baru jawab, baru nyalain ponselnya. Ada perlu apa Umi pada Alin?" tanyanya to the point.
"Waalaikumsalam, Alina. Umi nggak ada kepentingan apa-apa, tapi umi kamu benar-benar lagi gak baik."
Deg!
Umi?!
"Maksud Umi kulsum gak baik apanya?"
"Umi kamu masuk rumah sakit."
"Kok bisa?"
Prang!
Ponsel yang tadi menempel di telinga Alina kini terjatuh ke lantai dan menyebabkan ponsel itu berantakan. Dalam waktu bersamaan air matanya juga meluncur tanpa permisi dari kedua pelupuk matanya. Tubuhnya lemas kini ia hanya terluruh dilantai, pikiran nya kini benar-benar melayang kemana-mana setelah mendengar penjelasan Umi kulsum mengenai Uminya.
Jangan tinggalin Alin umi....
.....
Next ✨
Dukung terus author ini ya😊 jangan lupa bantu vote, like dan komen. Kalo emang pengen cerita ini terus lanjut sampe ending.👌
See you👋