
Dipadang rumput yang dilihat oleh Alex sudah tidak asing dengan pemandangan satu ini, jika dirinya berada disini itu berarti satu hal, yaitu ia mengalami masa kritis akibat tusukan Katana dari Ellies.
Tentu saja Alex sekarang tidak sendirian, dia sekarang ini ditemanin oleh Lucy dan Miry di bawah alam sadarnya. Sebenarnya Alex sendiri tidak tahu apa yang terjadi pada Ellies, hingga dia menusuknya.
Namun, Alex sempat melihat warna mata Ellies yang berubah menjadi kuning keemasan saat sudah menusuknya dan ketika emosinya sedang tidak stabil, tetapi akan kembali berwarna biru disaat Ellies meredakan emosinya.
Entah kenapa bagi Alex perubahan itu disebabkan semacam sihir yang terpicu bila emosi dalam diri Ellies memuncak seperti ketika sedang marah, menangis, kecewa dan lainnya. Sebuah sihir yang mengendalikan seseorang, jika emosi paling dalamnya terpicu tentang apa yang Ellies paling pentingkan.
Terlebih Alex percaya kalau Ellies benar-benar tidak bermaksud menusuknya, itu sangat terlihat dari tatapan mata yang kosong serta ketidakpercayaan dengan apa yang telah dilakukannya sendiri.
"Lucy, Miry, apa kalian tahu semacam sihir untuk mengendalikan seseorang lewat emosi terdalam mereka?" tanya Alex dengan sangat serius.
"Ada…, Luther-ku" jawab Miry dengan cepat.
"Kau tahu, Miry?" tanya Alex lagi.
"Hanya para Old God yang bisa menggunakan sihir pengendali pikiran semacam itu, tetapi harusnya sihir itu sudah lenyap ribuan tahun lalu sejak kehancuran kesebelas dunia. Nama jenis sihir itu adalah Ancient Magic : Voodo Mind" jelas Miry yang ikut dalam suatu suasana yang sangat serius dalam pembahasannya.
"Old God?" tanya Alex yang tidak mengerti maksud kata itu.
"Ini mungkin akan membuka salah satu dari sekian banyak rahasia para dewa. Old Gods adalah sebutan untuk para dewa yang masih hidup setelah kehancuran dunia 2000 tahun lalu, sementara New Gods merupakan para manusia terpilih yang diangkat serta diubah seluruh ingatannya untuk menjadi seorang dewa baru supaya posisi dari dewa-dewa yang mati disaat kehancuran dunia bisa berisikan lagi" jelas panjang lebar Miry.
Dari penjelasan Miry, Alex bisa mencerna semuanya termasuk alasan kenapa Hermes dikirim untuk menyerang Alfheim dan kenapa para dewa tidak ragu-ragu menumbalkan satu dewa agar bisa dijadikan kambing hitam mereka.
Karena Hermes termasuk bagian dari New Gods jadi tidak akan menjadi masalah untuk para dewa untuk menjadikan kambing hitam, agar mereka terlihat tidak bersalah lalu mengatakan bahwa Hermes menyerang atas kemauan sendiri. Terlebih tidak bukti yang menunjukkan kalau dirinya disuruh para dewa, hingga ada bukti yang valid kalau dia benar-benar disuruh atas perintah dewa lainnya.
Dan kematian Hermes menutupi semua bukti yang ada, dengan kata lain para dewa sudah merencanakannya sangat rinci serta waspada. Oleh karena itu tidak ada ras maupun yang bisa membuktikan kalau para dewa itu bersalah atas penyerang terhadap dunia Alfheim.
Lalu soal jenis sihir kuno yang bisa mengendalikan pikiran itu bisa saja mungkin memang benar masih dimiliki oleh beberapa Old God. Tapi, dewa mana yang mungkin mengendalikan Ellies?
Jika memang benar-benar ada yang melakukan hal setega itu pada Ellies, maka Alex berjanji akan membunuhnya 1000 kali karena sudah dengan berani mempermainkan perasaan dan emosi Ellies yang merupakan adik tersayangnya itu. Siapapun dewa itu, Alex akan mengejarnya hingga ujung dunia untuk membunuh dan membuatnya penderitaan yang belum pernah dirasakan oleh siapapun di kesebelas dunia ini.
"Luther-ku!/Alex-ku!!"
"Kenapa? Ada apa?" tanya Alex dengan sedikit terkejut disaat dirinya tengah fokus berpikir.
"Kau sudah kami panggil hingga beberapa kali" jawab mereka berdua dengan muka sedikit kesal akan Alex yang telah secara tidak langsung mengabaikan sekitarnya. Ia tadi terlalu terbenam dalam pikirannya tentang persoalan yang semakin rumit, tetapi secara bersamaan ada yang terjawab dengan cepat.
"Maaf, aku sedang terlalu banyak berpikir saja. Memangnya kenapa kalian memanggilku?" tanya ulang dari Alex.
"Sudah saatnya kau kembali, Alex" beberapa saat Lucy dengan Miry mengatakan hal itu, tiba-tiba pandangannya memburuk dan terliat ruang kosong yang sangat hampa.
Dan Alex bisa mendengar tiga macam suara berbeda yang sama-sama memanggil namanya dengan sangat khawatir. Dari ketiga suara itu tidak ada suara yang tidak Alex kenali.
Secara perlahan-lahan Alex membuka matanya dan melihat ketiga orang berharganya didepan dengan memasang wajah sangat khawatir, tetapi kekhawatiran mereka bertiga sinar setelah melihat Alex akhirnya terbangun dari keadaan kritisnya.
"Shu!!!"
"Kak Shu!!!"
"Kakak!!!"
Teriak Asuka, Haruka dan juga Haruki dengan bersamaan melihat Alex yang mereka tunggu sejak lama akhirnya sudah sadarkan diri. Alex yang melihat ketiga saudarinya duduk di kiri kanannya, menyadari kalau dia sudah membuat mereka bertiga sampai menangis saking khawatirnya.
Itu terbukti dari bekas air mata mereka bertiga yang masih tertinggal di pipi masing-masing dan kini senyuman ketiganya ikut menghiasi wajah, sebuah senyuman yang melegakan hati melihat orang tersayang mereka sudah bisa dikatakan baik-baik saja.
Yang paling membuat mereka khawatir dan sedih adalah disaat Alex tidak kunjung membuka matanya, mereka takut seandainya atau misalnya Alex tidak akan bangun lagi. Itulah yang membuat mereka sangat ketakutan dan diserang oleh kekhawatiran tak henti-hentinya.
"Maaf" ucap maaf dari Alex dengan rasa bersalah.
Sementara Alex hanya sedikit tersenyum kecil akan yang dilakukan Asuka, Haruka dan juga Haruki. Namun, disisi lain Alex sangat sayang pada mereka seperti halnya mereka sayang pada dia.
Untuk itulah apapun yang terjadi Alex harus bisa melindungi senyuman mereka bertiga dengan melatih dirinya agar lebih kuat lagi. Supaya juga tidak terjadi insiden yang sama saat Alex sangat kesusahan melawan Hermes, hingga menyebabkan nyawa Azarlea hampir melayang dan jiwa Syzia yang dibawa ke Underworld.
Tapi sejauh ini hanya ada satu cara untuk bertambah kuat yang diketahui oleh Alex sekarang, yaitu semakin banyak ingatan tentang kehidupan sebelumnya yang Alex ingat, maka kekuatannya yang terdahulu akan bangkit satu per satu.
Jika saja ada orang yang memberikan semacam petunjuk atau yang lain, sesuatu yang bisa langsung mengungkapkan jati dirinya serta misteri 2000 tahun lalu seperti apa, pasti itu akan mempermudah langkahnya.
"Arghh…" Alex sedikit teriak saat berusaha mengubah posisinya ingin duduk. Dia tidak menyangka rasa sakit itu telah melebihi perkiraannya sendiri.
Mendengar Alex kesakitan sedikit saja, mereka bertiga langsung menyerang Alex dengan puluhan pertanyaan seperti, dimana yang sakit, mau minum obat tidak, dan lain-lainnya.
"Lukaku masih belum sembuh total?" gumam kebingungan dari Alex akan lukanya yang masih belum tertutup sempurna.
Ia bingung dengan lukanya yang masih terbuka itu, harusnya dengan ilmu sihir sekarang ini dan dipadukan oleh ilmu kesehatan. Penyembuhan luka cukup serius tidak akan membunuhkan waktu berminggu-minggu, tetapi cukup seharian maka luka itu akan sembuh seperti tidak pernah terluka.
"Lukamu terpaksa disembuhkan lewat ilmu kesehatan, Shu. Karena luka tusukan itu bukan luka biasa, sebab efek negatif yang terdapat dilukamu membuat semua Mana didalam tubuh berhenti bergerak. Akibatnya kau hampir tidak bisa mengeluarkan sihir serta sihir penyembuhan tidak mempan" jelas panjang lebar Asuka.
Sekarang semua sedikit maksud akal, inilah alasan kenapa Alex tidak bisa menggunakan Regretless disaat terakhir. Kemampuan khususnya dapat membekukan Mana lawan setiap Ellies dapat memberikan luka pada seluruh bagian tubuh, itulah menurut Alex. Tapi dirinya tidak tahu apakah kemampuan katana es itu memiliki batasan waktu untuk tiap luka yang diberikan atau tidak.
Jika kemampuan khusus itu tidak memiliki batasan waktu, maka sekali terkena luka akan menjadi riwayat terakhir. Terlebih untuk orang-orang yang lebih mengandalkan kemampuan sihir mereka, itu merupakan musuh alami jika berurusan dengan Mana.
"Jadi jangan bergerak dulu, Shu. Biarkan lukamu menutup dengan sendirinya" ucap nasehat dari Asuka.
"Baiklah, kak Asuka. Tapi bagaimana dengan pertandinganku?" tanya Alex akan nasib timnya dengan Fu.
Ia tidak ingin terkena diskualifikasi karena kesalahannya sendiri dan tidak ingin mengecewakan Fu gara-gara alasan konyol mereka berdua kalah sebelum bertanding di semifinal nanti.
"Jangan khawatir, Shu. Pertandinganmu diundur sampai besok dan juga tadi Fu sempat menjengukmu untuk melihat bagaimana keadaanmu" seru beritahu Asuka dengan sedikit tersenyum kecil. mendengar itu Alex lega kalau timnya tidak terkena diskualifikasi gara-gara ia sendiri sedang terbaring santai di rumah sakit.
"Lalu dimana Fu sekarang?" tanya Alex yang melihat sekelilingnya.
"Dia sudah pulang daritadi, kak Shu" balas Haruka yang sedikit menggembungkan pipinya.
"Semua temanmu tadi sudah menjengukmu, Shu. Bahkan Rein dan juga kepala sekolah akademi Tokyo, Carrisa, ikut untuk melihatmu" tambah Asuka yang ikut menggembungkan pipinya juga pada Shu.
"Kakak, kenapa kakak malah mencari orang lain disaat kami bertiga selalu disini menunggu kakak sampai bangun?" kini Haruki juga mengikuti dengan apa yang dilakukan saudarinya.
Pada saat itu juga Alex tersadar kalau dirinya telah membuat kesalahan yang besar dan harusnya ia katakan sejak awal bangun pada Asuka, Haruka dan juga Haruki.
"Maaf membuat kalian sudah khawatir dengan aku. Lain kali aku akan lebih berhati-hati lagi" ujar maaf dari Alex dengan perasaan bersalah.
Beberapa saat setelah mendengar permintaan maaf dari Alex, mereka bertiga tersenyum manis dengan indah sambil menerima serta memaafkan Alex yang sudah membuat mereka sangat khawatir.
Senyuman itulah yang ingin Alex lindungi, apapun caranya ia harus bisa menjaga orang-orang tersayangnya untuk bisa tersenyum seperti itu. Alex tidak ingin ada kesedihan seperti yang dirasakan Azarlea karena ketidak kemampuannya.
Dan juga Alex harus mencari tahu tentang sebenarnya apa yang terjadi pada diri Ellies hingga menusuknya disaat dia tengah dipeluk. Jika dugaannya benar kalau para dewa ikut terlibat dalam hal ini, Alex sudah tidak dapat mengambil sikap tenang dan santai lagi.
End of Arc 01 : Bangkitnya Benih-benih Kehancuran Dunia
Dengan berakhirnya Arc 01, Saya ingin bertanya kepada para Reader setia cerita, The Legend of Betrayer Hero, ini.
Apakah sampai 48 chapter ini adakah yang masih bingung atau ada plot hole sejauh ini? Saya juga akan menerima semua pendapat kalian jika kalian ingin menyampaikan sesuatu demi menjadikan cerita saya lebih baik lagi.
Sekian dari saya…