The Legend Of Betrayer Hero

The Legend Of Betrayer Hero
Bab 17 : Duel Antar Kesatria



Aku maju!" Alicia langsung melancarkan serangan dengan mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan menyerang Alex secara vertikal.


Alex tanpa kesulitan, dapat menahan serangan Alicia dengan menyilangkan kedua pedangnya diatas kepala.


Kemudian Alex menghentakkan kuat pedangnya hingga membuat Alicia terpaksa mundur.


Lalu ia melancarkan enam tebasan beruntun pada Alicia dengan cepat, yang semua serangannya membuat Alicia kewalahan akan kekuatan dan kecepatan tebasan pedang Alex.


Alicia yang tidak punya pilihan lain selain bertahan dan mengambil jarak aman dari Alex, agar ia tidak mendapat serangan lebih dari tadi.


"Seni Pedang Ganda kah? Aku baru pertama kali melihatnya…" ujar Alicia seraya mengambil nafas dan bersiap lagi.


"Aku baru saja pemanasan, Queen of Knight…" Alex kembali bersiap dengan kuda-kuda seni Dual Sword.


"Art Skill : Flash Slash!"


Alicia langsung melesat cepat ke arah Alex dengan menggunakan skillnya tadi.


Ia begitu percaya dengan serangannya kali ini, karena Alex tidak dalam mode sayapnya.


Namun-


"Perfect Defense…" ujar Alex dengan menangkis menggunakan satu pedang saja.


*Trrriiinggggg…!!!


Terdengar suara benturan pedang yang sangat nyaring akibat serangan Alicia dan pertahanan Alex.


"Apa?!" Alicia terkejut serangannya dapat ditangkis hanya menggunakan satu pedangnya saja.


Dan ia tak mampu menembus Perfect Defense milik Alex. Memanfaatkan kesempatan itu, Alex menggunakan pedang ditangan kirinya yang masih bisa untuk menyerang Alicia.


Alicia terpaksa mundur karena tak seperti Alex yang mempunyai dua pedang dan Seni Pedang Ganda.


Ia pengguna Seni Pedang Kerajaan yang lebih berfokus teknik berpedang dan kekuatan tebasan.


Berbeda dengan Alex yang menggunakan Seni Pedang Ganda yang mengandalkan kecepatan tebasan dan kelincahan dalam setiap serangan.


Tidak membiarkan Alicia mengambil nafas seperti tadi, kali ini Alex ikut maju ke arah Alicia yang sedang mengambil jarak.


"Dual Sword Art Style : Infinity Phantom Attack!"


Layaknya sebuah bayangan, Alex menghilang dan menyerang secara beruntun tanpa henti. Alicia hanya bisa menahan serangan demi serangan yang Alex lancarkan padanya.


Alex menyerang dengan cepat dari segala mata angin dan menghilang, hampir tidak ada jeda waktu setelah ia menghilang dan menyerang.


Alicia sudah kewalahan menahan serangan tak terbatas dari Alex yang selalu menyerang melalui titik buta.


"Kenapa, Queen of Knight? Jangan bilang hanya ini kekuatanmu!" Alex berbicara seraya terus menyerang tanpa henti.


"Baiklah, sekarang juga aku akan serius! Wahai pedangku, bercahayalah!"


Pedang Excalibur milik Alicia memancarkan cahaya emas yang berkilau bagaikan cahaya kemenangan.


*Trraaanggg!!


Akhirnya Alicia berhasil melakukan serangan dijeda saat Alex akan melakukan serangan padanya.


Saat sudah terlihat Alicia meneruskan serangannya dengan melakukan tebasan horizontal.


Namun Alex memilih menghindari serangan Alicia daripada menahan menggunakan Perfect Defense seperti tadi.


"Kenapa dia malah menghindari seranganku tadi? Bukankah lebih baik menahan seperti tadi? Kenapa dia harus repot-repot menghindarinya?" Alicia curiga dengan hal dilakukan Alex tadi.


"Art Skill : Honour of Soul!"


Alicia membuat pedang Excalibur nya semakin bercahaya dan dalam sekejap berada didekat Alex.


Alex yang sedikit lengah, menjadi terkejut ketika Alicia berada didekatnya dan ia masuk dalam jangkauan pedangnya.


Alicia langsung menyerang dengan tebasan diagonal yang membuat Alex menahan serangan itu menggunakan Perfect Defense nya.


Tak cukup sampai disitu, Alicia kembali menyerang dengan horizontal. Alex menghindar serangan Alicia dengan mundur beberapa langkah.


Tanpa sadar Alex masuk perangkap Alicia karena membuat langkah mundur pada saat terburuk.


"Gawat…" Alex baru menyadari bahwa dia telah masuk dalam jebakan Alicia.


"Sword Imperial Art Style : True Attack!"


Alicia mengangkat pedang Excalibur nya tinggi dan menahannya sesaat lalu langsung melakukan tebasan dengan kekuatan penuh dalam satu tebasan itu.


*Trraangggg!! Cttiarrr!


Alex yang sudah tidak bisa menghindar serangan Alicia, tidak punya pilihan lain selain menahan dengan menyilangkan pedangnya.


Walau sudah menahan serangan Alicia, Alex kehilangan salah satu pedangnya, karena hancur dan ia  terhempas hingga beberapa meter kebelakang.


Ia pun berdiri dan berjalan ke arah Alicia dengan senyuman kecil.


"Hahh… aku sedikit lengah tadi…" ujar kesal Alex seraya menggosok-gosok rambutnya.


"Sepertinya kau hanya bisa menggunakan teknik pertahananmu tadi selama satu kali untuk beberapa menit dan terlebih teknik tadi hanya bisa untuk menahan serangan tunggal saja kan?" hipotesis dari Alicia setelah yakin akan kecurigaannya tadi.


"Memang hebat, Queen. Kau bisa mengetahui secepat itu… seperti katamu tadi, aku hanya bisa menggunakan Perfect Defense ku satu kali dalam tiga menit dan tidak bisa menahan lebih dari satu serangan" Alex tanpa ragu memberitahu rahasianya lebih detail lagi pada Alicia.


Bukannya kesal karena rahasia skill nya terungkap, Alex justru tersenyum.


"Kenapa dia malah memberitahuku?" batin Alicia.


Awalnya Alicia ingin menjebak Alex dengan pertanyaannya, namun justru Alex memberitahunya tanpa ragu.


"Kenapa? Inilah cara bertarungku, jujur dan adil…" Alex tersenyum penuh percaya diri.


"Arthoria…" ujar Alicia.


"Hah?" Alex bingung dengan tingkah Alicia.


"Itulah nama kerajaanku, Arthoria Pendragon Britania…" Alicia sekali lagi memperkenalkan dirinya pada Alex.


"Namamu mirip dengan dia" gumam Alex.


"Dia?" Alicia tidak sengaja mendengar gumaman pelan Alex.


"Bukan apa-apa, aku sedang berbicara sendiri…" balas Alex.


Sementara Alicia bingung dengan maksud Alex 'mirip dia', ia menduga ada seseorang yang mempunyai nama yang hampir mirip dengannya.


"Lupakan obrolan membosankan ini… kita lanjutkan pertarungan tadi" Alex kembali bersiap, tapi kali ini ia hanya menggunakan satu pedang saja.


"Percuma saja… aku sudah tahu kartu AS mu, yang ada kau hanya akan kehilangan pedangmu satunya lagi atau nyawamu" ujar Alicia dengan ikut bersiap.


Mendengar peringatan Alicia, Alex tersenyum bahkan ia sebenarnya ingin tertawa, tapi ia tahan.


"Apa yang lucu?!" Alicia merasa kesal melihat Alex yang sedang menahan ketawanya, seolah ia sedang diketawain oleh Alex.


"Tidak ada… hanya saja masih cepat 2000 tahun untuk mengalahkan aku" jawab Alex seraya tersenyum penuh kemenangan.


"Jangan terlalu yakin bisa mengalahkanku setelah mengetahui salah satu dari sekian banyak kartu AS ku" ujar Alex dengan nada sedingin es.


"Hah? Salah satu dari kartu AS mu?" Alicia cukup terkejut akan peringatan dari Alex.


Ternyata ia lah yang terlalu sombong karena yakin bisa mengalahkan Alex setelah membuatnya kehilangan salah satu pedang.


Dan ditambah Alex tidak mengeluarkan sayap dan tanduknya seperti tadi.


Berarti selama ini dia hanya bermain-main dengan Alicia yang padahal sudah bersungguh-sungguh dalam pertarungannya. Alex hanya mengerahkan sebagian kecil dari kekuatan yang sesungguhnya.


"Aku akan sedikit serius kali ini… apa kau sudah siap, Queen of Knight?" bersama dengan itu mata kanan Alex berubah. Pupil matanya menjadi mata reptil yang berwarna putih.


"Mata itu…" Alicia memiliki firasat buruk soal mata itu.


Karena tiba-tiba ia merasakan kekuatan Alex meningkat pesan sesaat setelah matanya berubah seperti itu. Berubah yang terjadi pada mata kanan Alex adalah Cursed Magic : Eye of Demon.


"Kau tidak mau maju? Kalau begitu, aku yang maju!" Alex langsung menyerang maju.


Namun dimata Alicia, dia menghilang dengan cepat bersama dengan hawa keberadaannya.


Alicia sama sekali tidak bisa merasakan hawa keberadaan Alex, padahal dia mempunyai kekuatan sebesar itu, tapi aura kekuatannya juga ikut menghilang bersama dirinya.


"Disini!" teriak Alex yang langsung berada disamping kiri Alicia seraya melancarkan serangan tebasan diagonal.


Alicia dengan cepat berusaha menahan serangan Alex, tetapi-


*Traanggggg!!


Ia terhempas walau sudah menahan sekuat tenaga serangan Alex.


Setelah Alicia terhempas, ia langsung bersiap lagi akan serangan Alex.


"Kenapa? Jangan terlalu waspada seperti itu… aku tidak akan membunuhmu" Alex melihat Alicia dengan muka penuh kewaspadaan terhadapnya.


Telinga Alicia seperti mendengar sebuah omong kosong besar dari perkataan Alex yang bilang 'aku tidak akan membunuhmu'.


Baginya itu hanya tak lebih dari bualan saja dan ia menganggap bahwa Alex adalah musuhnya.


"Hentikan omong kosongmu itu!" Alicia maju langsung dengan penuh emosi setelah mendengar perkataan Alex yang seolah sedang mengasihinya.


Alex tidak merasa kesulitan menahan serangan dari Alicia yang penuh emosi dan tidak teratur.


Mereka berdua dalam posisi bertahan karena pedang mereka saling berbenturan satu sama lain.


"Apa kau tidak mempercayaiku?" tanya Alex saat masih beradu pedang dengan Alicia.


"Diamlah!" teriak Alicia.


Mereka berdua saling mengambil mundur dan jarak satu sama lain seraya bersiap untuk sekian kalinya.


Dari raut muka Alicia, Alex tahu dia sedang marah padanya.


Ia tidak bermaksud untuk mengasihi lawannya, namun ini lebih seperti balas Budi pada seseorang di masa lalu.


Secara bersamaan, Alex dan Alicia maju dengan kecepatan penuh seraya mengangkat pedang mereka setinggi mungkin.


"Sword Imperial Art Style : …"


"Sword Imperial Art Style : …"


Tak hanya Alicia yang sedang melakukan teknik berpedang Sword Imperial. Tapi, Alex juga dapat melakukan hal sama dengan Alicia.


"Triple Judgement Slash!"


Secara bersamaan mereka berdua melakukan serangan diagonal yang membentuk 'x' lalu dilanjutkan serangan vertikal dengan kuat.


*Triingg! Trinngg! Trraanggg!


Alicia dan Alex kembali dalam posisi beradu pedang.


Namun, yang membuat Alicia sangat terkejut adalah Alex mampu menggunakan teknik berpedang yang sama dengannya.


"Kenapa kau bisa menggunakan teknik berpedang sama sepertiku?" tanya Alicia dengan penuh penasaran.


Karena hanya anggota kerajaan Britania yang bisa menguasai teknik berpedang Sword Empire. Jika selain dari anggota kerajaan maka bisa dipastikan ia adalah seorang peniru atau pengkhianat kerajaan.


"Aku hanya meniru dari seseorang saja" Alex tanpa ragu menjawab dengan jujur.


"Siapa?" tanya Alicia lagi.


"Akan kukatakan… jika kau bisa mengalahkanku" tantang Alex dengan nada mengejek.


"Akan kupaksa kau mengatakannya!" pedang Alicia semakin bersinar terang dan kekuatannya meningkat, membuat Alex semakin tertekan.


"Wahai pedangku! Bangkitlah!"


Pedang Excalibur milik Alicia mengeluarkan gelombang kekuatan yang besar hingga Alex langsung mundur seraya waspada.


Alicia mengangkat pedangnya tinggi dan menahannya, bersamaan dengan itu muncul banyak butiran cahaya emas yang Indah disekitar Alicia lalu berkumpul di pedang Excaliburnya.


"Wahai cahaya, berkumpulah! Bangkit dan berkilaulah, tunjukan jalan pada kemenanganku dan beri aku kemenangan mutlak! EXCALI--"


Ketika Alicia hendak mengeluarkan kekuatan dari pedang Excalibur nya, Alex tiba-tiba mendatangi Alicia dan memeluknya dengan satu tangan, seolah sedang melindungi Alicia.


"A-a-apa yang kau lakukan?!" Alicia sedikit terkejut karena Alex tiba-tiba memeluknya.


Wajahnya merah merona dan berusaha melepaskan pelukan Alex.


"Dasar Bodoh! Jangan banyak bergerak…, Darkness Magic : Dark Territory!" ujar marah Alex seraya menatap ke atas dengan penuh kebencian.


*Djiaaarrrr!!


Sesaat setelah itu sebuah serangan petir menyambar tempat dimana Alex dan Alicia berdiri.


Serangan itu menghancurkan segalanya dalam radius 10 meter hingga membuat cekungan cukup dalam.


Alicia yang terkejut akan serangan itu, sekarang tahu maksud Alex memeluknya.


Dia melindunginya…


"Kenapa dia melindungiku?"


Pertanyaan itulah yang muncul dipikiran Alicia ketika mengetahui maksud sebenarnya dari Alex.


"Kenapa kau menyerang dia juga, hah?" tanya Alex dengan nada dingin seraya melihat sesuatu ke langit.


Alicia tidak tahu mengapa Alex begitu marah dengan melihat keatas.


Begitu melihat keatas Alicia tahu alasan kenapa Alex kelihatan marah seperti itu.


"Are? Ternyata parasit seperti kalian masih hidup ya? Sungguh menyedihkan…" ujar seseorang yang berada dipuncak gedung dengan nada penuh penghinaan.


"Demigod!" Alex bisa tahu dari hawa kekuatannya, dia adalah manusia setengah dewa, Demigod.


"Tepat sekali, aku adalah Demigod, Erick. Salam kenal, para parasit sekalian…"