
Keesokan hari seperti hari biasanya, Alex dengan Fu mulai latihan secara rutin untuk mempersiapkan segalanya dan meraih calon pasangan terbaik di Battle Royale.
Sekitar seminggu lagi atau tepatnya bulan depan, Battle Royale akan diadakan. Banyak murid angkatan ke-125 yang mulai mencari pasangan dan membentuk tim.
Selama itu, Alex juga selalu dikelilingi oleh ratusan undangan dari murid-murid seangkatannya. Hampir setiap hari Alex selalu menerima undangan yang isinya meminta dia untuk menjadi pasangan dari si pengirim. Ada juga yang langsung datang dihadapannya untuk meminta hal yang sama.
Alex pun harus menolak semua permintaan dan undangan itu, karena dirinya sudah berpasangan dengan Fu. termasuk permintaan dari Alicia, Yuki dan Sherlinia. Disaat Alex menolak mereka semua, ia langsung dibalas dengan hawa hitam yang menyeramkan dari balik senyum manis mereka bertiga.
Dia berpikir jika dirinya bertemu dengan salah satu dari mereka semua, maka Alex harus berhati-hati. Ia berpikir harus sedikit serius bila melawan mereka semua, mengingat mereka terlihat sangat marah, kecewa dan ingin membalas dendam pada Alex atau Fu.
Sekarang ini Alex sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya bersama dengan Fu yang ingin sekali pergi bermain. Jika Fu tidak meminta dengan mata yang berkaca-kaca, maka Alex tidak mungkin mengijinkanya untuk ikut ke rumah.
Dan Alex juga harus mempersiapkan segalanya disaat Asuka, Haruka dengan Haruki melihat dirinya membawa seorang gadis kecil ke rumahnya. Kemungkinan terburuk Alex akan dikira sebagai Lolicon dan dijauhin oleh keluarganya sendiri, oleh karena itu ia harus memikirkan ratusan alasan kenapa memilih Fu agar bisa diterima logis.
Lalu bisa meminimalisir tentang dampak hubungan Alex dengan keluarganya seperti hanya marah, atau meminta sesuatu sebagai bentuk hukuman Alex dan untuk meredakan amarah dari ketiga saudaranya itu.
Begitu sudah sampai didepan rumah, keringat dingin semakin mengalir dari muka Alex disaat ingin memegang gagang pintu rumahnya.
Pemandangan pertama yang Alex lihat adalah Haruka dengan Haruki yang tengah berdiri didalam menunggunya datang untuk bermain. Mereka berdua mengenakan t-shirt berwarna putih hitam dan celana pendek sepaha dengan warna polos hitam putih.
Haruka dan Haruki menyambut Alex dengan senyum senang sekali, namun semua itu berubah sejak kedatangan Fu yang tiba-tiba memeluk tangan Alex. Senyuman mereka berubah menjadi kecemberutan melihat betapa akrabnya Alex dengan Fu.
Serta mengingatkan bahwa ini baru pertama kali Alex membawa seorang wanita lain ke rumahnya dan wanita itu seorang gadis kecil seumur 9 sampai 11 tahun. Mungkin gadis kecil itu ialah kekasih atau pacar dari Alex sendiri, mereka berdua berpikir seperti itu.
"Kakak, siapa dia?" tanya Haruka dan Haruki dengan nada curiga disertai marah. Mereka. berdua sama-sama melipat tangan didada seraya menatap tajam Alex.
"Kalian berdua tenanglah dulu, aku puny--"
Belum sempat Alex menjelaskan semua kepada dua adik kembarnya, kini Asuka datang disaat waktu yang terburuk dan dia juga melihat jelas Fu sedang memeluk tangan Alex dengan erat-erat.
Sama seperti kedua adik kembarnya, Asuka juga langsung memandang Alex seperti saudari-saudarinya.
"Ternyata kau Lolicon ya, Shu" seru Asuka. Perkataan Asuka itu langsung menusuk hati Alex sedalam-dalamnya. Itu jauh lebih menyakitkan daripada dikatakan oleh Lucy atau Miry.
"Tunggu dulu, kak Asuka! Aku punya penjelasan untuk ini!" ujar Alex dengan berkeringat dingin melihat hawa hitam yang mereka bertiga keluarkan.
"Lalu jelaskan secara rinci, Shu" balas Asuka dengan tersenyum kecil penuh mengerikan. Alex pun menelan ludahnya sebelum memulai penjelasan agar Asuka, Haruka dan Haruki tidak menambah kesalahan pahaman yang ada.
Alex menjelaskan awal mula kenapa dirinya bisa dipasangkan dengan Fu secara detail dan sangat terperinci serta alasan kenapa dia membawa Fu ke rumahnya. Semua itu ia katakan dengan posisi dogeza didepan Asuka, Haruka dan Haruki.
Mereka bertiga akhirnya paham dengan semua penjelasan Alex dan meminta maaf atas alasan mereka marah tidak jelas kepada dia lalu mengijinkan Fu untuk bertamu ke rumah Alex.
"Kak Shu, Fu-fu ingin pergi ke wisata taman bermain. Temanin…" seru Fu dengan menarik-narik lengan seragam Alex seraya melihatnya. Ia lagi-lagi memasang baby face-nya agar Alex tidak akan bisa menolak.
Alex ingin menerimanya, tetapi didepannya saat ini terdapat keluarganya yang lagi-lagi mengeluarkan hawa cemburu dan kesal padanya. Dalam situasi yang seperti itu, dia tidak boleh sampai membuat kesalahan sedikitpun.
"Bagaimana kalau kita semua pergi ke wisata taman bermain?" Alex akhirnya menemukan solusi yang terbaik untuk semuanya. Mendengar itu Fu, Asuka, Haruka dan juga Haruki sedikit terkejut akan keputusan Alex.
Semuanya langsung mengangguk dengan senyum senang, sementara Alex berhasil menghindari peperangan berdarah. Itu sebabnya lebih baik mengajak semua daripada hanya seseorang.
Sebelum berangkat, Alex terlebih dahulu mengganti seragamnya dengan pakaian yang kasual. Begitu berangkat, Asuka, Fu, Haruka dan Haruki langsung berpegangan tangan erat. Mereka semua menempel bagaikan semut dengan gula yang melekat satu sama lain.
Sekitar 1 jam kemudian, mereka telah sampai di sebuah wisata tanam bermain bernama, Seibuen Amusement Park. Setelah membeli tiket, mereka berlima mulai berjalan masuk untuk menikmati wahana permainan yang ada disitu.
Wahana pertama yang mereka ingin coba adalah Rollercoaster. Sebelum menaiki Rollercoaster mereka terlebih dulu menentukan siapa yang duduk disamping Alex.
Mereka berempat pun melakukan batu-kertas-gunting untuk menentukan siapa yang lebih pantas atau layak untuk duduk disamping Alex.
Beberapa menit kemudian, Fu lah yang keluar sebagai juara setelah mengalahkan Asuka di final. Alex yang sebagai orang luar hanya bisa menurut tanpa diberi hak menolak dengan Fu yang akhirnya menemani Alex untuk duduk disamping.
Sementara Asuka, Haruka dan Haruki harus menahan cemburu dan kesalnya, melihat bahwa Fu lah yang mengalahkan mereka semua. Alasan kenapa mereka terlihat kesal adalah Fu yang selalu menempel dan terus menempel kepada Alex.
Selesai menaiki Rollercoaster, mereka berdua langsung menuju wahana selanjutnya yaitu Ice Skating. Sama seperti di wahana sebelumnya, mereka melakukan batu-kertas-gunting untuk bisa dekat dengan Alex.
Mereka sekali lagi hanya bisa terdiam sambil mengeluh didalam hati dan menahan rasa cemburunya untuk sekali lagi hingga tiba giliran mereka menang.
Setelah 1 jam iebih bermain di wahana Ice Skating, akhirnya mereka ingin menaiki wahana yang lain. Selanjutnya mereka ingin mencoba wahana Teacups.
Mereka lagi-lagi mengundi siapa yang akan duduk bersama Alex dalam Teacups, karena satu cangkir Teacups hanya boleh dinaiki oleh maksimal 2 orang saja. Oleh karena itu Asuka, Haruka dengan Haruki, tidak ingin kalah lagi dari seorang gadis kecil dan memutuskan untuk sepenuhnya serius dalam batu-kertas-gunting kali ini.
Namun kenyataan berkata lain, lagi-lagi mereka bertiga kalah dari Fu yang masih seorang gadis kecil berumur 10 tahunan. Mereka merasa terpuruk telah kalah tiga kali berturut-turut, terlebih walau semua wahana yang mereka naikin terasa menyenangkan. Tapi jauh dalam hati mereka merasa hampa karena belum bisa menikmati semuanya dengan Alex.
Sementara Alex merasa heran dengan trik apa Fu bisa menang hingga 3 kali secara terus-menerus, apa itu hanya sebuah keberuntungan saja atau hal lain. Ia pun ikut merasa kasihan kepada Asuka, Haruka dan Haruki yang sudah kehilangan semuabsemangatnya untuk menikmati setiap wahana permainan.
Dia memutuskan untuk menghibur mereka bertiga nanti disaat sudah sampai di rumah, karena jujur Alex merasa bersalah membuat kakak dengan kedua adik kembarnya merasa murung seperti itu.
Karena sudah kehilangan semangat mereka bertiga tidak menaiki wahana Teacups dan memilih untuk duduk sambil menunggu dengan wajah lesu serta murung, akhirnya hanya Alex dengan Fu saja yang menaiki wahana itu.
15 menit kemudian, Alex dengan Fu selesai menaiki wahana Teacups. Mereka lantas menghampiri tempat dimana Asuka, Haruka dengan Haruki duduk untuk beristirahat. Alex bisa melihat secara jelas betapa murungnya mereka bertiga, ia berpikir harus berbuat sesuatu untuk mengembalikan senyuman mereka semua.
"Apa kalian ingin memakan atau menginginkan sesuatu? Akan aku belikan semuanya" seru Alex dengan mencoba membuat saudari-saudarinya menjadi semangat kembali.
"Benarkah?" tanya Haruka yang mulai tertarik dengan tawaran Alex.
"Apapun boleh kami minta?" Haruki juga sama tertariknya dengan Haruka.
"Kau tidak berbohong kan, Shu?" Asuka pun nampak juga mulai tertarik dengan perkataan Alex.
"Tentu saja benar, selain ciuman atau hal-hal yang melanggar batas hubungan keluarga…" tambah Alex.
"Tapi yang lain kuperbolehkan…" lanjutnya yang membuat Asuka, Haruka dengan Haruki kembali bersemangat. Itu terbukti dengan wajah murung yang lenyap dan tergantikan dengan senyuman senang dari mereka bertiga.
Alex menjadi tersenyum kecil karena berhasil membuat mereka senang dan bahagia seperti itu. Baginya keluarga lah yang terpenting, tidak ada yang bisa menggantikannya.
"Aku akan membeli sesuatu untuk kalian, kalian ingin apa?" tawar Alex.
"Tolong belikan kami jus orange, Kak Shu!" Haruka dengan Haruki langsung menjawab cepat.
"Kalau aku coklat hangat saja, Shu…" Haruka ikut menitipkan Shu untuk minuman yang ia inginkan.
"Emnnn, aku juga sama, kak Shu" Fu akhirnya berbicara yang dari tadi ia hanya diam disaat Alex memberikan satu permintaan kepada keluarganya.
Fu sadar bahwa ia mungkin hanya teman atau pasangan dari Battle Royale, tidak mungkin bisa lebih dari itu. Makanya dia hanya diam saja tadi.
Alex mengangguk paham dan segera pergi untuk membelikan semua minuman yang dipesankan kepadanya. Namun, sebenarnya ada alasan lain kenapa Alex tiba-tiba ingin pergi beli minuman, ialah…
"Keluarlah… aku tahu sejak tadi kau mengawasiku, apa tujuanmu?" Alex sekarang berada disisi gelap dari kemeriahan malam di suatu tempat.
Ia tahu ada seseorang yang mengawasinya sejak tadi, dia mengawasi dari jarak yang jauh dengan langkah yang berhati-hati untuk tidak ketauan. Namun berkat indra Alex yang tajam, ia bisa tahu ada seseorang yang mengawasi setiap gerak-geriknya.
Namun ia seperti mengenali Mana dan hawa keberadaan itu, orang itu terasa tidak asing bagi Alex. Tetapi dia tetap tidak tahu siapa itu.
"Kau ingin aku bicara dengan kasar atau baik?Sekarang juga, keluarlah!" seru peringatan dari Alex.
Beberapa saat kemudian, Alex semakin merasakan hawa keberadaan orang itu mendekatinya dari balik kegelapan bangunan-bangunan.
Alex sedikit terkejut tentang siapa yang mengawasinya itu, dia orang yang Alex kenal sejak masuk di Akademi Tokyo dan merupakan teman masa kecilnya dulu.
Dia adalah…
"Yuki?"
"Shu, tidak, haruskah aku memanggilmu Alexander?" tanya Yuki.