
Alex bisa melihat jelas bahwa Cerberus itu sedang mengamuk ditengah-tengah kota Tokyo, sepertinya Cerberus itu sedang mengincar seseorang yang terbukti dari pandangan mata yang mengarah ke satu tempat sama.
Namun yang menjadi pertanyaan adalah siapa yang Cerberus itu incar hingga muncul secara terang-terangan di kota Tokyo? Melupakan hal itu, Alex sepertinya harus melawan Cerberus itu, karena jarak anjing berkepala tiga itu cukup dekat dengan SMP Tokyo.
Bisa bahaya jika saat ini Haruka dengan Haruki sedang berada di SMP Tokyo, oleh karena itu Alex harus melawan, lalu mengalahkan Cerberus itu sebelum dia mencapai SMP Tokyo.
"Tunggu, Shu!" Yuki berteriak pada saat Alex ingin pergi ke tempat dimana Cerberus itu. Alex yang mendengar Yuki memanggilnya langsung terhenti langkahnya, lalu menengok kebelakang.
"Aku ikut denganmu! Kau tidak akan bisa menghadapi Cerberus itu sendirian saja!" ucap Yuki dengan berusaha menyakinkan Alex bahwa ia bisa membantunya.
"Kau bisa aja mati melawannya, Yuki…" ucap peringatan dari Alex.
Yuki menelan ludah untuk menyakinkan tekadnya sesaat, karena yang ia lawan adalah salah satu dari makhluk mitos Yunani serta penjaga dari gerbang Underworld, Cerberus. Dalam cerita Cerberus merupakan peliharaan Hades yang bertugas menjaga serta melindungi sesuatu yang penting.
Bila kemunculannya saat ini ada di Midgard, itu berarti Cerberus itu sedang berusaha mengejar sesuatu yang lari darinya, hingga Hades berani memunculkan Cerberus di tengah keramaian kota Tokyo dan melanggar pakta perdamaian dewa dimana dewa tidak akan menggunakan kekuatannya sedikitpun ditanah Midgard.
"Walaupun begitu aku akan tetap mengikutimu kemanapun, walau hingga ke gerbang kematian sekaligus!" Yuki langsung membulatkan tekad dengan keyakinan sangat kuat.
"Terserah kau saja…"
Sesaat kemudian Alex langsung pergi menuju tempat Cerberus itu berada dengan diikuti oleh Yuki dibelakang yang sudah mempersiapkan kedua senjata tombaknya, Gae Bolg serta Gae Bundie. Sementara Alex masih belum mengangkat pedang hitam itu dari sarungnya dan hanya meletakan tangannya di pangkal kepala dari pedang hitam itu.
Sesampainya disana Alex bisa melihat bahwa keadaan dari Cerberus itu sudah setengah lebih dari badannya telah terbeku dalam sihir es yang sangat besar sekali skalanya, tetapi sihir es itu mungkin tidak akan bertahan lama lagi melawan api dari cerberus yang terus-menerus melelehkan penjara es itu.
Alex langsung bertanya-tanya siapa orang yang memiliki elemen es yang sangat kuat ini hingga bisa menahan seekor makhluk mitos sekaligus untuk waktu yang lumayan lama. Setahunya tidak ada orang di Midgard yang memiliki elemen es sebesar, yang sekarang Alex lihat sekarang ini.
Namun, menyampingkan hal itu ada satu orang yang bisa melakukan sihir es berskala besar seperti yang ia lihat sekarang ini. Dia adalah Evil Nightmare, mengingat Alex pernah bertarung dengannya dia hampir selalu menggunakan sihir dari elemen es dan senjata katana es nya yang bisa dibilang adalah senjata pamungkas dari Evil Nightmare.
Kalau memang benar kalau yang telah membekukan Cerberus itu adalah Evil Nightmare, tetapi apa alasannya melakukan hal itu? Menurut Alex sangat tidak mungkin Evil Nightmare berusaha menyelamatkan orang-orang disekitar situ dengan membekukan Cerberus itu.
Pasti ada alasan lain yang sangat kuat kenapa Evil Nightmare melakukan hal semacam itu, seperti menahan Cerberus dengan sihir es-nya lalu melarikan diri. Mengingat tadi saat kemunculan Cerberus, hewan mitos itu seperti mengincar seseorang dan sesampainya disana setengah dari badannya telah membeku dalam penjara es milik seseorang.
Dan hanya Evil Nightmare yang Alex tahu punya kekuatan sihir berelemen paling kuat diantara banyak orang yang ia kenal selama ini. Dia sekarang justru entah kabur kemana, meninggalkan Cerberus di tengah-tengah kota Tokyo seperti ini.
"Alex!" teriak Yuki.
Alex yang terlalu banyak berpikir hampir tidak menyadari akan serangan Cerberus itu yang berupa semburan api neraka. Jika Yuki tidak berteriak tadi sudah pasti dia terluka, karena kecerobohannya sendiri.
Ia juga tidak diberi banyak waktu untuk berpikir penyebab Cerberus itu bisa ada di Midgard, terlebih baik jika Alex memikirkan cara bagaimana mengalahkan Cerberus itu tanpa menimbulkan kerusakan kota yang lebih parah lagi.
"Akan aku tempuh jarak ribuan mil cahaya untuk pulang, Dimensional Magic : Recall."
Alex secara cepat langsung melakukan sihir dimensi untuk memindahkan Cerberus beserta dirinya dan Yuki ke Unknown World. Alasan utama Alex melakukan hal itu adalah agar dia dan Yuki bisa bertarung dengan leluasa tanpa perlu memikirkan segala kerusakan yang ada di dunia yang tertinggal kan itu.
Yuki yang tadi sempat menutup matanya, karena cahaya silau dari sihir Alex. Kini membuka matanya dan mengetahui dirinya sedang berada di sebuah padang rumput yang sangat luas sekali.
Ia langsung menduga kalau sihir yang digunakan Alex tadi merupakan sihir dimensi dan dirinya juga langsungbpaham alasan kenapa Alex melakukan ini. Sebenarnya Yuki juga tidak terlalu pintar menahan diri, maka dari itu ia senang Alex bisa memahami dan meminta bantuannya untuk mengalahkan Cerberus itu.
"Yuki, bisa kau menahannya sendirian selama beberapa menit?" pinta Alex pada Yuki dengan akhirnya menarik pedang hitamnya itu.
"Memangnya kau sedang berbicara dengan siapa? Tentu aku bisa melakukannya" jawab Yuki dengan percaya diri dengan kuda-kuda gaya bertarung dua tombak.
Alex sedikit tersenyum Yuki menyetujui permintaannya tanpa ada keraguan sedikitpun untuk menahan makhluk mitos penjaga gerbang Underworld, Cerberus, yang manusia biasa akan langsung lari terbirit-birit.
Yuki langsung maju dengan meninggalkan Alex yang berada dibelakang. Begitu jarak Yuki dengan Cerberus itu sudah dekat, ia langsung berniat melakukan serangan terlebih dahulu.
Namun, gerakannya telah dibaca oleh insting tajam dari Cerberus yang langsung melompat ke belakang, lalu menyebutkan api ke arah Yuki. Mengetahui itu, dia langsung menghindar secara zigzag mundur sambil terus mewaspadai akan serangan lanjutan.
Alasan kenapa Yuki lebih memilih menghindari serangan Cerberus itu daripada menebas adalah semburan api itu bukan sihir melainkan kemampuan asli dari Cerberus yang merupakan penjaga gerbang Underworld. Jadi akan percuma saja bila Yuki menebas api panas itu, yang ada jika dia melakukan itu dirinya pasti sudah mengalami luka bakar.
Saat semburan itu telah selesai, Yuki langsung maju dengan memanfaatkan celah serangan Cerberus itu. Ia langsung melakukan 2 tebasan ke tepat dada dari Cerberus yang menciptakan luka silang lebar.
Sontak beberapa saat Cerberus itu meraung kesakitan dan berusaha menginjak, lalu mengigit Yuki dengan ketiga kepalanya. Yuki yang memiliki respon yang cepat langsung secepatnya mundur dengan menangkis gigitan dari kepala tengahnya itu menggunakan tombak merahnya agar dia bisa terdorong ke belakang.
Dalam hatinya Yuki tidak terlalu puas akan serangannya tadi, sebab Cerberus itu memiliki kulit yang lumayan keras hingga luka yang diderita tidak sama sekali berpengaruh pada seekor Cerberus.
Ia berpikir untuk menyingkirkan kepala Cerberus yang berada ditengah itu, karena hanya kepala itu yang bisa menyemburkan api hingga lebih baik memenggal kepala itu terlebih dahulu.
Yuki yang sudah yakin akan rencananya mengambil jarak mundur lebih jauh serta mengambil ancang-ancang untuk melempar Gae Bolg nya. Begitu cahaya merah menyala pada tombak merah itu, ia langsung membidik dan mengunci sasaran lemparannya yang mengarah langsung ke kepala tengah itu.
Dan pada saat posisi ancang-ancang untuk melemparkan Gae Bolg, Yuki tidak bisa menghindar atau bergerak sebelum tombaknya ia lemparkan. Oleh karena itu dia sangat rentang sekali diserang bila tidak ada yang melindunginya dan akhirnya Yuki memutuskan untuk mengambil jarak aman agar bisa berkonsentrasi penuh pada Gae Bolg.
"…Gae Bolg!!!"
Begitu sudah mengunci targetnya sepenuhnya, Yuki langsung melemparkan tombaknya dengan sangat cepat serta keras hingga menimbulkan angin sangat kuat akan gelombang lemparannya yang begitu cepat.
*Wsstttt! Jlarkkkkkk!!!
Yuki sangat tidak menyangka kalau serangannya bisa ditahan oleh Cerberus itu dengan mengorbankan kedua kepalanya yang lain.
Ia tidak tahu kalau Cerberus itu bisa sepintar itu agar kepala ditengahnya tidak terkena serangan sedikitpun dari Gae Bolg nya menggunakan pengorbanan besar. Cerberus itu langsung maju dengan kencang lalu menyiapkan semburan pada Yuki yang tidak bisa bergerak untuk sementara waktu.
Walau Gae Bolg adalah tombak penuh dengan kutukan yang sangat mematikan sekali, tetapi tetap membutuhkan sedikit waktu agar kutukan itu bisa mengalir ke seluruh tubuh jika tidak berhasil mengenai pusat vitalnya. Ditambah Yuki juga tidak bisa bergerak untuk beberapa saat, karena efek serangannya tadi.
Namun, karena itu Cerberus bisa mendekatinya dengan sangat cepat dan juga bisa langsung membunuhnya, yang berakhir dengan kematian Yuki bersama Cerberus itu. Tapi beda cerita kalau sekarang Alex yang menolong Yuki.
"World of Phantams…"
Yuki melihat pemandangan sekitarnya menjadi hitam putih dan tidak ada warna lain, lalu Cerberus yang tadinya sedang berlari kencang sekarang malah tidak bisa bergerak sama sekali dengan kepala tertidur ditanah.
Cerberus itu seolah tidak memiliki sedikitpun tenaga untuk bangun atau mengangkat kepalanya dari tanah dan Yuki masih bingung dengan apa sebenarnya terjadi pada sekitarnya itu. Apakah semua yang dia lihat adalah sihir dari Alex? atau sesuatu yang lain?
Inilah alasan kenapa Alex meminta Yuki untuk menahan Cerberus tadi untuk beberapa saat, supaya dirinya bisa mewujudkan World of Phantams nya tanpa ada gangguan sedikitpun. Karena itu juga nyawa Yuki menjadi selamat dan tidak terluka sedikitpun.
World of Phantams tidak saja bisa merampas semua kekuatan dewa dan senjata legenda, tetapi bisa juga menghilangkan kekuatan yang diturunkan dewa ke hewan-hewan mitos seperti halnya keadaan Cerberus saat ini.
Karena itulah Cerberus itu kini tidak bisa bergerak sedikitpun, sebab kekuatan alaminya merupakan sebagian besar anugrah atau pemberian dewa Hades yang merupakan majikan serta tuannya.
"Alex, ini semua sihirmu?" tanya Yuki yang masih kebingungan.
"Anggap saja begitu…" balas singkat Alex dengan berjalan santai menuju Cerberus yang sedang tidak berdaya itu.
Akhirnya Yuki tahu efek yang ditimbulkan sihir Alex ini. Ia baru menyadarinya setelah mengetahui bahwa dirinya kehilangan sebagian besar kekuatan sihirnya serta kedua tombaknya menjadi bongkahan besi biasa, karena telah kehilangan semua kekuatan.
Yuki menyimpulkan bahwa World of Phantams milik Alex memiliki kekuatan serta kutukan untuk semua orang yang terjebak dalam dunia itu beruba kehilangan semua sihir serta kekuatan dalam senjata mereka tanpa tersisa sedikitpun.
Sihir itu merupakan musuh alami untuk para dewa yang memiliki kekuatan yang diluar nalar manusia, jika sudah terjebak didalam World of Phantams bahkan dewa sekalipun akan menjadi manusia biasa yang mudah sekali untuk dibunuh.
Hal ini juga menjelaskan kenapa Demigod Erick bisa kalah dari Alex yang berujung dengan kematiannya sendiri, karena dirinya terjebak didunia sihir milik Alex. Maka tidak mengherankan bila dia terbunuh sangat mudah.
Begitu sudah sangat dekat dengan Cerberus itu. Alex langsung menebas kepala tengah dari Cerberus itu. Seketika itu menjadi akhir hayat dari Cerberus, sebab kecuali yang tengah, kedua kepala yang lain sudah terluka parah.
Alex yang melihat tombak merah Yuki yang masih menancap, langsung mencabutnya kemudian memberikan kepada Yuki dengan bersamaan mengakhiri World of Phantams miliknya.
Yuki langsung tersenyum kecil penuh kemanisan akan sosok Alex yang sudah menyelamatkan nyawanya tadi dan telah bertarung di sampingnya. Tandanya kini dirinya semakin dekat dengan Alex dan semakin akrab.
Dan disaat itulah merupakan momen paling pas untuk memberitahu Alex sekali lagi tentang seluruh perasaannya kepada orang tercinta didepannya.
"Alex…" panggil Yuki dengan lembut disertai senyum manis.
Alex pun langsung melihat wajah Yuki yang tengah tersenyum sangat lembut padanya pada saat namanya dipanggil.
"Alex, maukah kau menerimaku sebagai istr--"
"Tunggu sebentar, Yuki" potong Alex yang sedikit menjauh dari Yuki dan meletakkan tangannya ditelinga seperti sedang menerima telepon dari seseorang.
Yuki sedikit terputus semangatnya karena pada saat terbaik ada gangguan yang ia dapatkan, yang mau tidak mau harus menunggu Alex selesai dengan urusannya.
"Kenapa kau menghubungiku, Lea?"
Yang menghubungi Alex lewat alat sihir adalah Azarlea, ratu penguasa dari Alfheim. Sebelum kepulangan Alex ke Midgard, dia sempat memberikan alat sihir yang berfungsi seperti telepon untuk menghubungi Alex jika ada sesuatu yang sangat penting ingin disampaikan.
"Cepat kembalilah ke Alfheim, Alex! Dewa Hades telah menyerang dunia ini!!!" jawab Azarlea dengan sedikit teriak.
"Apa?!"