
Hermes tidak percaya dengan apa yang terjadi pada Alex, hanya dalam sekejap saja dia bisa meningkatkan kekuatannya hingga ribuan kali lipat lebih besar dari yang sebelumnya. Kekuatan Alex terus bertambah banyak seiring berjalanannya waktu.
Namun, bukan tentang kekuatannya yang Hermes khawatirkan, tetapi ia merasakan sebuah ketakutan melihat sosok yang harusnya menjadi pertama kali dilihat oleh dia. Bahkan tangannya sendiri bergemetar pelan, Hermes pun mencoba menenangkan dirinya dengan mengepalkan kedua tangan miliknya kuat-kuat dan kali ini dia harus lebih mewaspadai setiap gerakan yang akan Alex lakukan.
"Matilah…" seru Alex yang secara tiba-tiba menghilang dari depan Hermes.
"Diman-- *srttt jdreettt!" belum ada lima detik sesudah Alex yang berada didepannya lenyap tiba-tiba, kini dia muncul dari belakang Hermes dan langsung melakukan tebasan yang mengenai lengan kiri Hermes hingga hampir putus.
Jika saja tadi Hermes tidak menyadari keberadaan Alex, bukan hanya lengannya saja yang terputus, tetapi lehernya akan langsung terpenggal. Berkat insting bertarung yang tajam, Hermes bisa menghindari serangan fatal dari Alex.
Namun, ada satu hal yang membuat Hermes bingung tentang bagaimana cara Alex menghilang dari hadapannya persis dan muncul dibelakangnya? Itu lebih dari sihir Blink yang dimilikinya, sebab sihir itu tidak bisa menghilangkan hawa keberadaan dari seseorang seperti Alex.
Senyum kesenangan Hermes tadi sudah menghilang tergantikan dengan muka yang penuh kewaspadaan. Kini dirinya sudah tidak bisa menganggap enteng Alex atau meremehkan lagi seperti tadi, jika tidak maka Hermes yang akan kalah.
Hermes memegang kuat lengan kirinya yang hampir putus itu dengan menempelkan. Beberapa saat kemudian lengan itu kembali menyatu atau bisa dikatakan sembuh total.
"Jadi kau bisa menyembuhkan luka seperti itu ya? Tapi kau pasti masih merasakan rasa sakitnya kan?" tanya Alex dengan berjalan santai kearah Hermes.
"Diam kau!!!!" Hermes tanpa berpikir panjang lagi langsung maju dengan memanfaatkan kesempatan saat Alex lengah menghadapinya.
*kraccckkkk!
"ARGGHHHH!!!!" teriak Hermes penuh kesakitan.
Ternyata Hermes telah membuat kesalahan besar dengan mengira bahkan Alex tengah lengah, berakibat tendangannya ditangkap Alex dengan mudah menggunakan tangan kirinya, lalu mematahkan kaki Hermes dengan pangkal pedang hitamnya.
Tak cukup dari situ, Alex langsung menendang balik Hermes tepat di dadanya dan membuatnya terpental cukup jauh ke belakang. Hermes merasakan rasa sakit yang menyesakkan dadanya dan kaki kanan yang membengkok.
Tendangan Alex tadi membuat beberapa tulang rusuknya patah dan patah serta kaki bengkoknya membuat Hermes merasakan rasa sebuah penderitaan. Ia berusaha keras memulihkan kembali kaki serta tulang rusuknya yang patah itu sebelum Alex datang.
Sementara Alex masih bisa bersikap santai menghadapi Hermes dengan sengaja, karena sesuai ucapan sebelumnya. Berkata bahwa dia ingin membuat Hermes merasakan sebuah penderitaan ribuan kali lipat dari apa yang Alex rasakan ketika kehilangan seseorang yang amat berharga.
Hermes sekarang benar-benar bingung bagaimana caranya mengalahkan Alex, jika serangan dengan kekuatan penuhnya tadi dapat ditangkis oleh Alex tanpa mengalami sebuah kesusahan.
Lagipula bagaimana Alex bisa menahan serangannya hanya dengan menggunakan tangan kosong? Hermes berpikir apakah dia yang semakin melemah atau justru Alex yang menjadi semakin kuat.
"Apa kau sudah selesai, Hermes?" tanya Alex yang mulai terlihat semakin mendekat.
"Sialan kauuuu!!!!!"
Untuk sekali lagi Hermes terpancing emosinya dan menyerang Alex menggunakan kekuatan penuhnya, tetapi semuanya percuma. Alex dengan mudah menangkis semua serangan Hermes dengan tangan kanannya.
"Diamlah…"
Alex menangkap tendangan Hermes lagi lalu membanting sangat keras ke tanah, lalu kemudian mematahkan kaki kiri Hermes dengan menginjak menggunakan kakinya. Hermes berteriak penuh kesakitan lagi dan berusaha melepaskan diri dari cengkraman Alex, tetapi sayangnya dia tidak sebaik itu.
"AKHHHH ARGHH!!" Hermes berteriak kesakitan untuk sekian kalinya, sebab Alex mematahkan kaki satunya lagi.
Saking sakitnya Hermes berteriak hampir mengeluarkan air mata, karena terlemahan terbesarnya terletak pada kakinya itu dan itulah alasan kenapa daritadi Alex terus mematahkan kaki Hermes.
Ia ingin membuat merasakan akibat dari semua perbuatannya yang telah dilakukan pada Azarlea dan Syzia. Alex berniat menyiksa Hermes dengan memberikan penderitaan yang membuatnya ingin meminta untuk dibunuh.
Hermes merangkak ditanah menggunakan kedua tangannya, mencoba menjauh dari tatapan dingin Alex seraya memulihkan diri kembali agar dirinya bisa berlari lagi. Kini Hermes sudah berada dalam jurang kekalahan melawan Alex, sudah tidak ada kesempatan lagi baginya untuk memenangkan pertarungan ini ataupun membalikkan keadaan.
Satu-satunya pilihan bagi Hermes untuk sekarang ini adalah melarikan diri atau lebih tepatnya kabur dari Alex, lalu membuat rencana lebih matang lagi untuk melawan Alex agar tidak mengalami kekalahan yang melakukan seperti ini.
Namun, Alex pasti tidak membiarkan Hermes kabur dari genggaman tangannya dan memilih untuk terus membuat Hermes menderita hingga dia meminta kematian padanya.
"Wind Magic : Air Cutter…"
Saat salah satu kaki dari Hermes hampir pulih sepenuhnya, Alex langsung memotong kedua kakinya dengan sebuah hembusan angin setajam pedang.
Entah untuk beberapa kali Hermes merasakan rasa sakit yang mendalam sekali, ia berteriak keras sambil mengumpat Alex berkali-kali. Air matanya sudah tidak tertahankan lagi akan kesakitan yang tanpa henti terus dia rasakan setiap detiknya.
Jika Hermes tahu dirinya akan berakhir kalah, maka daritadi dia harusnya tidak mempermainkan Alex atau menyiksa. Lebih baik dia langsung membunuh Alex, tetapi semua itu sudah terlambat untuk disadari.
Hermes telah membangunkan sesuatu yang harusnya tetap tertidur untuk selamanya. Sesuatu yang merupakan salah satu bencana besar bagi kesebelas dunia yang ada dan dia adalah orang yang berada didepannya.
Walau Alex belum dikatakan bangkit sepenuhnya, tetapi kekuatan sudah cukup untuk menyandang nama besar dari salah satu The Five Catastrophe, Betrayer Hero. Dan sekarang nama itu akan kembali terdengar lagi ditelinga para dewa-dewa di atas langit.
"Kau tidak akan bisa kabur dariku, Hermes. Hingga kau meminta kematianmu padaku…" ucap peringatan dari Alex dengan nada dingin.
"Beraninya kau memperlakukan hal seperti padakuu!!!! Aku ini dewa Hermess!!!" Hermes berteriak penuh kemarahan dengan apa yang dilakukan Alex padanya.
Padahal Hermes sendiri sudah membuang harga dirinya sebagai dewa Olympus dengan memakan sesuatu dan berubah menjadi iblis. Alex menyadari bahwa kekuatan hitam yang berada ditubuh Hermes adalah kekuatan dari ras Demon.
Tapi, bagaimana caranya Hermes mendapatkan hal seperti itu? Apakah dari sebuah eksperimen? Atau dirinya lah yang dijadikan sebagai kelinci percobaan untuk mengetahui seberapa besar kekuatan didapatkan?
Namun, sebagai ganti dari kekuatan yang didapatkan, Hermes kehilangan wujud serta harga dirinya dan berubah menjadi seekor makhluk yang bukan berasal dari kedua ras--Gods atau Demon--Ia seperti sejenis makhluk baru yang tercipta sebagai bahan penelitian.
"Jika kau memulihkan diri lagi, akan kupotong lagi kakimu" seru peringatan dari Alex yang mengarahkan pedangnya ke Hermes.
Hermes yang menerima ancaman berdecak sangat kesal, sebelumnya dialah yang mengancam Alex, tetapi kini keadaan telah terbalik 180 derajat.
"Jawab setiap pertanyaanku dengan jujur tanpa bohong, jika tidak akan kutusuk satu per satu kau" ucap beritahu Alex dengan langsung menusuk bahu kanan Hermes.
"Brengsek!!! Kau tid-- argghhh!"
"Berisik sekali. Disini kau hanya akan menjawab pertanyaanku saja, mengerti?" Alex tanpa mikir panjang memutar pedangnya yang masih tertusuk dibahu Hermes.
Hermes hanya bisa diam kali ini dengan wajah marah bercampur sangat kesal akan perlakuan yang didapatkannya seperti seorang manusia biasa dimata Alex.
"Darimana kau mendapatkan kekuatan Demon ini? Siapa yang memberimu?" tanya Alex dengan aura intimidasi yang sangat besar.
"Kenapa kau tidak tanyakan saja pada dewa la--akkhh! arghhh… kauuu!"
Alex langsung menusuk bahu kiri Hermes hingga pedangnya menebus badan hitam itu. Ia memandang Hermes dengan sorotan dingin akan ketidakpuasan dari jawaban yang diberikan dewa didepannya.
"Jawab pertanyaanku, dewa sampah…"
Meski Hermes sangat benci dengan apa yang dilakukan Alex padanya, tetapi dia sekarang hanya dua pilihan saja saat ini. Memberikan jawaban kepada Alex tentang semua yang ingin dia ketahui atau membunuh dirinya sendiri, agar tidak ada satupun informasi bocor ke tangan Alex.
"Hahahahaha!!! Kau pikir, aku mau memberimu jawaban? Tentu saja tidak, hahaha!" Hermes tertawa gila dihadapan gerbang kematiannya. Ia tahu kalau dirinya tidak bisa lolos dari Alex, maka dari itu dia lebih memilih mati.
"Kau tidak akan kub--"
"Tidak akan membiarkan aku mati kan? Tapi sayang sekali…, Cursed Magic : Medusa Cursed" potong Hermes dengan senyum kemenangan.
Secara pelahan tubuh Hermes berubah menjadi batu, karena sebuah sihir kutukan yang mengubah penggunanya menjadi batu. Sihir ini merupakan sihir bunuh diri dan tidak ada cara untuk mencegah atau menyembuhkan sihir yang berasal dari air mata Medusa.
"Kauu?!" Alex benar-benar tidak menyangka Hermes mengambil langkah bunuh diri lewat sebuah sihir kutukan yang membuat dirinya menjadi batu.
Dia pasti melakukan itu untuk mencegah bocornya informasi kepada Alex, tetapi pilihan itu akan diambil oleh seseorang yang memiliki kesetiaan tinggi pada atasannya. Namun, bagaimanapun bunuh diri tetap menjadi pilihan yang sangat bodoh sekali untuk Alex.
"Benar juga, aku lupa tidak memberitahumu sesuatu. Sebentar lagi akan terjadi sebuah bencana yang sangat besar melebihi bencana 2000 tahun lalu, jaga dirimu baik-baik, Hero…"
Itulah kata-kata terakhir yang terucapkan oleh Hermes kepada Alex, sebuah peringatan yang tidak bisa dianggap omong kosong. Hermes mati membatu dengan wajah tersenyum puas.
"Sialan!" Alex langsung menghancurkan patung batu Hermes berkeping-keping dengan menebasnya.
Ia merasa sangat kesal melihat langkah bunuh diri yang dengan bodohnya diambil oleh Hermes, terlebih Alex tidak mendapatkan sedikitpun informasi tentang darimana lalu siapa yang membuat kekuatan seperti itu.
Namun, kalau dugaannya benar, yang memerintahkan pembuatan sesuatu mirip obat kekuatan itu. Dia adalah pemimpin para dewa-dewa Olympus, Zeus.
Menyampingkan pemikirannya itu, sekarang ada suatu hal yang harus dilakukan Alex, sesuatu yang sangat penting sekali untuk hidupnya.
Alex langsung melesat cepat ke tempat dimana Azarlea masih terbaring lemah dan langsung melepas wujud Abyss Form nya, lalu menggunakan Regretless langsung sebelum terlambat. Azarlea yang terbangun langsung menanyakan keadaan Alex serta keberadaan Syzia.
Dengan terpaksa Alex menceritakan dengan jelas keadaan Syzia pada Azarlea, karena ia tidak mau membohonginya dan Azarlea berhak tahu sebagai ibu dari Syzia.
Mendengar semua penjelasan dari suaminya, Azarlea menangis sedih dipelukan Alex. Dia tidak bisa membayangkan kalau harus kehilangan putrinya secepat itu, saking sedih dan depresi, Azarlea terus berteriak memanggil nama putrinya itu dalam pelukan erat Alex.
"Dengarkan aku, Lea. Syzia masih belum kehilangan nyawanya, jiwanya dibawa oleh Hades ke Underworld. Aku janji, aku akan menyelamatkan Syzia dan membawanya pulang kesini" seru beritahu Alex dengan sedikit berteriak akan tekad yang besar.
"Benarkah?" tanya Azarlea yang melepas pelukannya lalu menatap Alex dengan air mata yang masih tertinggal dipipi.
"Aku berjanji padamu, Lea" balas Alex dengan menghapus air mata dipipi Azarlea seraya tersenyum kecil seakan memberitahu untuk percaya padanya. Azarlea mulai tersenyum dan percaya akan setiap ucapan Alex padanya. Ia kemudian memeluk Alex lagi dengan sebuah pelukan hangat.
"Lucy, aku ingin kau menyelidiki dimana Hades memenjarakan jiwa Syzia. Bila perlu, kau bebaskan juga" perintah Alex kepada Lucy dengan nada dingin.
"Aku bisa melakukannya, tetapi bagaimana dengan Hades?" tanya Lucy dengan maksud mempertanyakan apa yang harus dilakukan ketika Hades bertindak seperti menghalangi tujuan Alex.
"Jika dia menghalangiku, kubunuh…"