
Alex merasa mendengar sebuah omong kosong yang paling konyol didunia, bila dirinya adalah seorang anak kecil berumur lima tahun pasti ia akan percaya. Namun ucapan Evil Nightmare itu tidak lebih dari bualan semata.
Terlebih lagi Alex sekarang mengingat akan pertarungan pertamanya dengan wanita bernama Evil Nightmare di Unknown World, yang dimana dia sepertinya benar-benar ingin membunuh Alex pada saat itu juga. Jika tidak ada seorang yang menolongnya, mungkin Alex sudah terbunuh sejak dulu.
Namun yang menjadi pertanyaan adalah siapakah orang yang telah menolongnya dan bagaimana bisa ada seseorang berada Di Unknown World serta apakah ada seseorang yang lain dapat menggunakan sihir dimensi seperti dirinya dan Evil Nightmare, itulah yang selama ini Alex pikirkan sejak dulu.
"Aku tidak tahu siapa kau sebenarnya. Tapi yang pasti sekarang ini, kau menghalangiku" geram kesal Alex akan Evil Nightmare yang telah menghalangi dirinya untuk membunuh Rein.
"Kumohon ingatlah siapa dirimu dan aku, Alex. Hentikan ini!" tawar Evil Nightmare dengan nada bicara yang seakan terdengar sedih melihat keadaan Alex.
"Menyingkirlah, Fire Magic : Explosion Lava."
Alex yang tidak mau berdebat dengan Evil Nightmare menggunakan sihir api tingkat menengah berupa sebuah sihir yang memunculkan lahar panas disekitar dirinya. lahar panas itu memiliki suhu ekstrim sangat tinggi, yang dapat mencairkan logam besi terkuat dalam waktu kurang dari semenit.
saking panasnya membuat tanah disekitar Alex menjadi kering hingga menutup jarak pandang karena debu yang berhamburan akan ledakan tadi. Ia yakin pasti sekarang Evil Nightmare telah menghindar jauh darinya dan ini merupakan kesempatan untuk membunuh Rein disaat Evil Nightmare tidak berada didekatnya.
"Apa? Kau?" ucap terkejut Alex saat akan menyerang Rein dengan pedangnya.
Ia dikejutkan akan Evil Nightmare yang masih berada di depannya persis dengan hawa kegelapan dari sebuah sihir yang Alex ketahui, itu adalah…
"Dark Territory? Bagaimana kau bisa memiliki sihir itu?" tanya Alex dengan kebingungan.
Dark Territory, Sihir tingkat tinggi dari elemen kegelapan yang dapat menahan hampir semua serangan sihir dengan batas tertentu disetiap penggunanya.
Sihir itu bukan sembarangan sihir yang dapat dilafalkan oleh siapapun. Hanya Ras Demon berdarah murni yang bisa menguasainya, dengan kata lain, hanya bangsawan tinggi Demon yang dapat mempunyai sihir seperti itu.
Dan sekarang Alex melihat Evil Nightmare ternyata juga bisa menguasai Dark Territory seperti dirinya.
"Maaf, aku tidak bisa membiarkan dia terbunuh dan aku akan membuatmu ingat siapa sebenarnya dirimu, Alex" seru Nightmare yang mengarahkan pedangnya pada Alex.
Mendengar itu Alex merasa menjadi kesal akan tujuannya yang telah dihalangi oleh Evil Nightmare. Ia tidak tahu apa alasan Evil Nightmare melindungi Rein, yang jelas baginya sekarang adalah dia seorang penganggu saja.
Sama halnya dengan Rein yang juga tidak mengerti akan alasan Demon wanita, Evil Nightmare, melindunginya sampai seperti itu dan apakah Evil Nightmare memiliki hubungan yang begitu dekat dengan Alex, lantas kenapa dia melindungi dirinya? pikir Rein yang masih belum paham akan situasi sekarang.
"Tidak apa-apa… aku hanya perlu membunuh kalian berdua saja" ujar Alex dengan tersenyum penuh kegelapan dan mengeluarkan hawa membunuh yang besar.
"Kau Demigod disitu" panggil Evil Nightmare ke Rein.
"Hah?"
"Apa kau masih ingin hidup kan? kau bantu aku untuk melawan dia" tawar Evil Nightmare dengan kasarnya.
"Aku akan membantu kau, tapi ingat begitu selesai jangan berurusan denganku" seru Rein.
Mau tidak mau Rein harus menerima tawaran Evil Nightmare, dikarenakan dia sendiri tidak bisa mengalahkan Alex dengan kekuatannya. Ia tidak yakin kalau Evil Nightmare dapat bisa mengalahkan Alex, jika iya maka dia tidak perlu repot-repot menawarkannya untuk bekerja sama.
"Aku juga tidak akan lagi melindungi nyawamu lain kali, Darkness Curse Magic : Regretless…"
Rein yang merasa lukanya sembuh total akhirnya bisa bergerak dengan leluasa, seakan-akan luka tadi hanya ilusi semata. Ia langsung bersiap menggunakan Zeus Lance nya disamping Evil Nightmare.
"Kau juga dapat menggunakan Curse Magic juga ternyata" Alex tersenyum kecil karena menemukan sesuatu yang lagi-lagi menarik perhatiannya kepada Evil Nightmare, membuat dia ingin semakin tahu siapa sosok Evil Nightmare yang sebenarnya.
"Jadi, apa rencanamu untuk mengalahkan Alex?" tanya Rein dengan penuh kewaspadaan akan hawa membunuh yang sangat besar berada di depannya. Orang yang memiliki hawa membunuh seperti itu hanya Alex saja, yang tengah tersenyum mengerikan.
Ia tahu kalau Evil Nightmare tidak mungkin datang sebelum ada rencana untuk mengalahkan Alex. Terlebih dirinya sekarang sedang berjaga-jaga akan serangan dadakan yang mungkin akan Alex lakukan disaat mereka tengah berdiskusi.
"Hanya ada dua rencana saja. Pertama, buat pedangnya menjauh dari Alex karena itu adalah sumber kekuatannya. Kedua, Kita harus menahan Alex hingga seseorang datang untuk membantu kita mengalahkannya" ucap jelas rencana dari Evil Nightmare.
"Seseorang? Siapa dia? Apakah kita berdua masih tidak bisa mengalahkannya?" tanya heran Rein akan rencana Evil Nightmare.
Rein tidak mengerti seberapa kuatnya Alex jika Evil Nightmare berkata lain, walau mereka berdua melawan Alex mereka akan tetap kalah darinya tanpa merebut pedang hitam atau menunggu seseorang datang supaya bisa mengalahkannya.
"Seseorang dari pihakku dan nanti kau akan tahu sendiri bila dia datang sebelum kita lah yang terbunuh. Jika kita saja melawan Alex perbandingan kekuatan kita hanya 80% : 20%. Dan kita adalah 20% saja, ditambah dia belum mengeluarkan kekuatan yang sebenarnya. Kalau dia menggunakan kekuatannya secara keseluruhan tidak lebih dari 10%" jelas panjang dari Evil Nightmare pada Rein yang membuat semua jelas sekarang.
Rein sekarang paham kenapa mereka harus menunggu seseorang datang jika tidak bisa merebut pedang hitam milik Alex. Maka yang ada dihadapan mereka hanyalah satu ialah, kematian.
Tapi sisi lain, Rein yakin Evil Nightmare belum menjumlahkan total kekuatan mereka jika dia juga serius. Namun ia tahu pasti bahwa dia tidak bisa mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk melawan orang yang mungkin sangat berharga bagi Evil Nightmare.
"Baiklah, aku akan mengikuti rencanamu, Divine Magic : God Mode!" ucap setuju Rein dengan langsung mengeluarkan God Mode. miliknya. Evil Nightmare yang melihat itu dibalik topengnya, dia sedang tersenyum kecil akan ucapan setuju dari Rein.
Ia juga langsung mengeluarkan Demon Mode nya serta bersiap dengan katana berciri khas biru es nya.
"Apa kalian sudah selesai membahas rencana untuk mengalahkanku?" tanya Alex dengan meremehkan Rein serta Evil Nightmare.
"Lightning Magic : Electronics Step!"
Rein mengawali pertarungan dengan pergerakan cepatnya. Dia berusaha menyerang Alex melalui titik butanya, setelah yakin menemukan titik butanya. Ia langsung menyerang dengan penuh kekuatan disertai sambaran petir yang muncul dari setiap jengkal tombak.
Rein terkejut Alex dapat menangkis serangannya padahal ia sudah yakin menyerang dia di titik butanya, namun serangannya masih mudah dihentikan oleh Alex dengan Perfect Defense.
"Jika kau ingin menyerang dari titik butaku maka kau harus lebih cepat dari mataku…" seru Alex dengan senyum kecil akan usaha Rein yang sia-sia.
Alasan kenapa Alex dapat menahan serangan Rein yang begitu cepat, dikarenakan dirinya masih dalam wujud God Mode yang berarti dia dapat melihat sedikit lebih jauh ke masa depan melalui interval antara yang asli dan penglihatan masa depan.
God Mode memiliki penglihatan masa depan bernama, Future Sign, yang memungkinkan pengguna melihat masa depan dengan jarak interval setiap orang berbeda-beda. Tergantung kekuatan orang itu, jika kekuatannya besar maka interval Future Sign bisa mencapai lima sampai enam detik sekaligus dengan dibandingkan hal yang asli.
Maka akan mudah bagi orang untuk menghindari setiap serangan selama Future Sign digunakan, seperti layaknya Alex yang memiliki interval empat sampai lima detik. Dikarenakan itu dia dapat dengan mudah menangkis serangan Rein yang harusnya mustahil untuk dilihat oleh mata biasa.
"Tchh…"
Rein merasa kesal akan senyuman dan kata-kata dari Alex yang terdengar seperti anak kecil yang sudah bisa berjalan namun masih diberi pelajaran akan hal yang sama.
"Katana Art Style : Triple Shadow Slash" disaat Alex sedang menahan Rein, Evil Nightmare tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyerang Alex. Begitu sampai di dekatnya, ia langsung berusaha menyerang Alex dengan menggunakan Triple Shadow Slash.
itu adalah salah satu jurus dari sekian banyak seni katana, yang membuat tiga tebasan secara beruntun dengan sangat cepat seperti ada tiga katana sekaligus yang menyerang padahal hanya menggunakan satu katana saja.
"Sayang sekali meleset…" Alex tersenyum penuh kesombongan saat akan terkena serangan Evil Nightmare. Sementara Evil Nightmare tidak mengerti maksud dari Alex sendiri yang bilang bahwa serangannya akan meleset.
Evil Nightmare tahu pasti kalau rasio terkena serangannya adalah 100%, karena tidak mungkin Alex dapat menghindari jika jarak serangan sudah sangat dekat sekali. Ditambah Alex sudah menggunakan Perfect Defense untuk menahan serangan Rein, sekalipun ia menahan serangan Evil Nightmare. Alex hanya dapat menahan satu dari tiga serangan saja, yang berarti dua serangan yang tersisa akan mengenainya.
"Hah? Kenapa seranganku terhenti?" Evil Nightmare terkejut akan serangannya yang tiba-tiba terhenti ketika hampir mengenai Alex. Dia bahkan tidak bisa menggerakkan pedangnya sedikitpun atau menariknya, seperti ada sebuah penghalang kuat yang menahan serangan dia tadi.
Tak hanya Evil Nightmare yang terkejut, Rein yang ikut melihatnya juga terkejut akan serangan Evil Nightmare yang berhenti secara tiba-tiba.
"Kau pikir aku tidak ada rencana untuk melawan kalian? Jika iya maka yang bodoh adalah kalian, Space Time Magic : Void Gravity Shield" seru Alex yang memperlihatkan caranya menahan serangan Evil Nightmare.
Setelah mengamati lebih detail tentang sihir yang Alex sebut tadi, Evil Nightmare tahu penyebab serangannya bisa berhenti di udara. Itu merupakan sebuah sihir yang membuat perisai dari gravitasi hingga tidak terlihat oleh mata telanjang.
Karena itulah Evil Nightmare tidak tahu ada perisai yang telah dilafalkan oleh Alex sejak awal sebelum Rein menyerang. Semuanya merupakan rencana telah Alex prediksikan, karena ia tahu bahwa rencana Evil Nightmare dan Rein salah satunya adalah memisahkan ia dengan pedang hitamnya.
"Sekarang giliranku, Space Time Magic : Gravity Falls, Dimension Magic : Prison Cube…"
Begitu masuk mangsa masuk jebakan. Alex langsung melafalkan dua sihir tingkat tinggi sekaligus yang membuat Evil Nightmare dan juga Rein tidak bisa menggerakkan badannya sedikitpun.
Karena tekanan Gravitasi yang sangat berat serta tubuhnya yang terpenjara dalam kubus tak kasat mata.
Mereka berdua berusaha melepaskan diri dari sihir milik Alex, namun percuma saja jika durasi sihir itu masih aktif selama yang Alex inginkan untuk menahan pergerakan secara total dari Evil Nightmare dan Rein.
"Sampai jumpa dikehidupan selanjutnya, Art Magic : Meteor Garden…"
Dari langit muncullah sebuah meteor seukuran hampir sama dengan lapangan sepakbola yang melaju cepat ke arah tempat Evil Nightmare dan Rein sedang berada sekarang.
Begitu sadar alasan kenapa Alex menahan pergerakannya, Evil Nightmare dan Rein berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari Prison Cube dengan sihir masing-masing. Tapi semuanya hanya sia-sia saja, penjara dimensi itu terlalu kuat untuk dihancurkan oleh mereka berdua.
Jika saja tangan Evil Nightmare dapat digerakkan dan menancapkan pedangnya ke tanah. Ia pasti bisa menghancurkan meteor besar itu, namun keadaannya sekarang sangat mustahil untuk melakukan itu.
Begitu juga sama dengan Rein, jika dirinya tidak terkurung di penjara dimensi milik Alex. Dia pasti dapat menghancurkan meteor itu dengan mudah tanpa menimbulkan kerusakan atau korban jiwa.
kemungkinan akan menimbulkan korban jiwa hingga ratusan orang atau bahkan bisa mencapai ribuan, karena radius ledakannya melebihi 2 km.
Itulah alasan Rein bagaimanapun harus menghentikan atau menghancurkan meteor itu, terlebih lagi adiknya yang sekarang berada di rumah.
Meteor itu makin lama makin besar dan jatuh tanpa ada halangan sama sekali. Rein yang melihatnya hanya bisa pasrah kalau sekarang itu adalah waktu kematiannya.
Sementara Alex yang masih di Moon Arena tersenyum penuh kemenangan melihat keadaan Evil Nightmare dan Rein yang terlihat putus asa serta pasrah akan kematian yang sebentar lagi menjemput mereka.
"Valkyrie Slash!!!"
Disaat meteor itu akan menghantam tanah, tiba-tiba terbelah menjadi lima bagian besar oleh suara seorang wanita lain.
Alex yang melihatnya sedikit terkejut akan hal itu dan melihat disekitaran dari Moon Arena, karena ia yakin dia tidak jauh darinya.
Ditambah ia merasakan hawa keberadaan yang sangat kuat dan mengira kalau itu mungkin adalah dewa yang turun ke Midgard untuk mengalahkannya
Meteor yang terbelah itu masih akan menjatuhi Evil Nightmare dan Rein yang masih tertahan oleh sihir milik Alex.
"Valkyrie Shield!"
Tepat diatas serta di sekitaran Evil Nightmare dan Rein, muncul sebuah perisai cahaya besar berwarna kuning keemasan dengan simbol pohon dunia.
Dari situ kini Alex tahu siapa yang telah menggagalkan rencananya dan siapa tamu yang tiba-tiba datang mengganggunya itu. Dia adalah…
"Goddess of War Nordic, Valkyrie…"