
Alex sangat terkejut mendengar informasi yang diucapkan oleh Azarlea akan serangan dewa Hades ke Alfheim. Serangan yang dilakukan sudah jelas melanggar pakta yang telah ditentukan 2000 tahun lalu oleh semua ras.
Dan kini salah satu dari ras yang telah menandatangani serta menyetujui pakta perdamaian itu telah melanggar berat dengan melakukan serangan ke dunia para Elf tinggal, Alfheim.
Alex tidak tahu tindakan Hades yang dulu dirinya diberi peringatan sampai menyerang Alfheim, tetapi mungkin berarti keberadaan adiknya, Ellies, sedang berada di dunia Alfheim. Namun, itu belum cukup untuk dijadikan alasan kenapa Hades melanggar pakta perdamaian itu.
Bagaimanapun dia sudah melanggar pakta perdamaian, dimana seharusnya tidak boleh ada seseorang pun yang melanggarnya sekecil apapun. Karena perbuatan itu bisa menimbulkan pro serta kontra di seluruh ras dan berisiko terulangnya kembali peristiwa yang terjadi 2000 tahun lalu.
Namun, bukan saatnya memikirkan hal semacam itu. Alex saat ini harus secepatnya segera kembali ke Alfheim untuk membantu Azarlea melawan serangan Hades.
Tapi ada Yuki disampingnya, haruskah dia juga dibawa? Bila Yuki setuju dengan ikut Alex ke Alfheim beserta membantunya melawan serangan Hades akan sangat membantu sekali.
Namun, disisi lain Alex tidak bisa membiarkan manusia seperti Yuki mencampuri urusan para dewa dan tidak mempunyai ikatan atau alasan untuk mencampurinya. Ditambah Alex tidak ingin membahayakan nyawa Yuki untuk dirinya sendiri.
"Ada apa, Shu? Kenapa wajahmu sedikit terkejut begitu?" tanya Yuki dengan melihat Alex kembali mendatanginya. Ia melihat muka Alex yang sedikit pucat dan terkejut serta menjadi penasaran akan siapa yang tadi menghubunginya hingga bisa membuat Alex seperti itu.
"Maafkan aku, Yuki. Kau kembalilah dulu ke Midgard… aku mempunyai urusan lain yang sangat penting" serunya dengan memegang tangan kanan Yuki.
"Urusan penting? Apa maksudmu, Sh--"
"Tidak ada waktu untuk menjelaskannya, Dimensional Magic : Return" Alex langsung mengembalikan Yuki ke Midgard tanpa menjelaskan apapun padanya.
Ia telah memutuskan bahwa tidak akan membuat Yuki terlibat dalam masalahnya sendiri dan ia dirinya yang harus membereskan semua masalahnya tanpa melibatkan siapapun.
"Akan aku tempuh jarak ribuan mil cahaya untuk pulang, Dimensional Magic…"
Beberapa saat kemudian Alex langsung berkonsentrasi penuh untuk menggunakan sihir dimensi yang bertujuan kembali ke Alfheim.
Alasan kenapa Alex menggunakan mantra sama yang seperti disaat dirinya ingin kembali ke Unknown World adalah sebelumnya Alex telah menandai suatu tempat di Alfheim yang dia gunakan untuk langsung bisa kembali dengan cepat.
Karena baru pertama kali, Alex harus berkonsentrasi penuh serta mengingat seperti apa tempat yang ia telah tandai itu agar bisa secepatnya menolong Azarlea dan melawan serangan dibawah perintah Hades.
"…Recall, Alfheim!"
Alex yang telah berhasil menyelesaikan mantra dimensinya langsung berpindah tempat lagi di bawah pohon beringin yang sangat besar sekali. Inilah tempat dimana Alex menandai sebagai lokasinya berteleportasi ke Alfheim.
Saat melihat ke langit, Alex bisa melihat kepulan asap hitam dimana-mana dari hutan diseberang yang kebakaran akibat serangan yang dilakukan Hades. Hutan yang semula sangat hijau dan Indah kini telah terbakar dan terdengar suara ledakan dari segala penjuru arah.
Alex langsung menggunakan Demon Mode nya dan terbang secepatnya menuju tempat yang terdapat banyak keramaian akan suara ledakan sambil mencoba menghubungi Azarlea lagi. Ia harus bertindak cepat untuk menolong Azarlea dengan Syzia, karena sangat khawatir dengan keselamatan mereka berdua.
"Azarlea, Syzia, tunggu aku!" ucapnya dalam hati dengan rasa kekhawatiran yang semakin besar dan tidak bisa berhenti sedikitpun.
Saat ini bagi Alex prioritas utamanya adalah menemui Azarlea dengan putrinya, Syzia, terlebih dahulu. Karena ia tidak bisa berhenti memikirkan mereka jika terjadi hal buruk kepada keduanya.
Di sepanjang perjalanannya mencari Azarlea dengan Syzia, Alex menemukan puluhan musuh berupa Zombie, Hellhound, dan pasukan Skeleton.
Ia menjadi merasa janggal dengan serangan yang dilakukan oleh Hades ini, mengapa pasukan yang ia kirim begitu lemah sekali. Elf pun dapat mengatasi dengan mudah, tetapi mengingat ada kobaran api besar yang berada dihadapannya, Alex yakin ada sesuatu yang menyebabkan itu semua.
Tidak mungkin dengan pasukan Zombie, Hellhound dan Skeleton bisa melakukan hal semacam itu. Pasti ada seseorang atau sesuatu yang bahkan Elf sendiripun tidak bisa menghadapinya.
Semakin dekat dengan tempat kobaran api itu, Alex semakin merasakan Mana yang sangat hitam serta jahat sedang terpusatkan disatu tempat saja. Mana itu sangatlah besar sekali, ia menjadi yakin bahwa yang menyebabkan kebakaran ini adalah pemilik mana hitam itu.
Disekitaran dari Mana hitam itu, Alex bisa merasakan Mana unik milik Elf yang seperti sedang mengepung Mana hitam. Mereka sepertinya sedang bertarung dengan mencoba mengepung dari segala arah.
Setelah sampai, kini Alex tahu kenapa bisa terjadi kebakaran yang begitu hebat serta membuat para Elf sekalipun kewalahan atas serangan yang dilakukan Hades ini. Pemilik Mana hitam ini lah kunci jawaban atas semua nya dan Alex tidak menyangka bisa menemui dia setelah ribuan tahun berlalu.
Dia adalah binatang mitos yang kekuatannya hampir melebihi Cerberus dan memiliki nafas api dengan berbagai kepala berbeda, sayap yang lebar dan ekor yang berderik. Ia adalah seekor Chimera dewasa dengan ukuran sama seperti Cerberus yang muncul di Midgard.
Chimera inilah yang menjadi kartu andalan dari serangan Hades di Alfheim. Dengan seekor Chimera saja sudah cukup membuat para Elf merasakan kerepotan, apabila jika ada lebih dari 10 Chimera dikerahkan. Sudah pasti bisa menyebabkan kebakaran hingga seluas ini.
Mengetahui Elf yang ia datangi menjadi ketakutan karena mengira dirinya adalah musuh, Alex langsung menunjukkan medali keluarga kerajaan Saphira yang merupakan keluarga paling terhormat dan memiliki kekuasaan tertinggi di seluruh daratan Alfheim.
Elf itu sontak lebih terkejut dengan Alex yang memiliki medali keluarga kerajaan Saphira itu. Hal itu berarti Alex bukan musuhnya dan memiliki hubungan kuat dengan keluarga kerajaan hingga bisa memiliki medali yang bahkan hanya segelintiran Elf saja bisa mendapatkannya.
Karena medali itu memberi hak pemiliknya untuk memerintahkan semua Elf dibawah pangkat jenderal besar kecuali dengan Elf yang juga memilikinya. Dengan kata lain medali itu digunakan sebagai tanda orang terpenting, terhormat, dan memiliki hubungan kuat dengan Alfheim.
"Dengarkan aku, sekarang juga jelaskan situasi kerajaan ini dengan singkat dan padat" perintah Alex pada Elf disampingnya.
Elf itu mencoba menyakini dirinya sendiri bahwa Alex itu adalah temannya yang mungkin orang dibawah perintah langsung dari ratunya, Azarlea. Ia menjelaskan semuanya secara singkat dan terperinci kepada Alex tanpa ada keraguan lagi, karena mereka sebenarnya juga mengharapkan bantuan datang untuk menangani Chimera itu.
Diakhir Elf itu meminta Alex untuk membantunya mengalahkan Chimera itu dengan alasan kalau mereka sudah banyak memakai Mana untuk menghadapi lusinan Chimera lainnya. Alex pun setuju dengan permintaan Elf itu untuk bekerja sama.
Menghadapi Chimera sendiri mungkin tidak akan mudah untuk Alex, tetapi dengan bantuan Elf disekitarnya akan sangat mudah mengalahkan seekor Chimera dalam sekali seorang saja.
Alex langsung memberitahu rencananya untuk mengalahkan Chimera itu pada pemimpin pasukan Elf yang masih berada disampingnya. Dia pun mengerti sekali akan rencana Alex dan rencana itu juga dapat mereka gunakan untuk mengalahkan setiap Chimera yang ada dan langsung memberitahu kepada para bawahannya agar berhasil dalam melaksanakan rencana itu.
Alex bersama para Elf bersiap dengan Alex yang terlebih dulu maju sebagai tombak serangan mereka. Chimera yang melihat kedatangan Alex langsung menyemburkan api panasnya kepada Alex, tetapi sebelum api itu sampai ke Alex. Para Elf itu langsung melafalkan sihir air yang membentuk tembok air besar dan berhasil menahan nafas api dari Chimera itu.
Seusai nafas apinya ditahan, Chimera itu berusaha mengigit Alex dengan kepala singa serta ekor yang merupakan ular beracun sekali. Disaat ular itu ingin mengigit Alex, seketika dari kepala sampai tengah badannya terbelah menjadi dua karena pedang hitam Alex yang ternyata terlebih dulu dia cium.
Si Chimera langsung mengamuk kesakitan saat ekornya terbelah menjadi dua oleh Alex dan berusaha mencakar Alex berkali-kali, tetapi tidak dari satupun cakarannya bisa sampai ke tubuh Alex.
Tidak berhasil mencakar Alex, kini Chimera itu berlari cepat lalu menerjangnya dengan rasa marah akan perbuatan Alex telah membelah ekornya itu. Dia ingin membalasnya ratusan
"Imperial Sword Art Style : True Attack…"
Sebelum cakaran itu menyentuh wajah Alex, Chimera tadi sudah terlebih terbelah menjadi dua dari kepala hingga ujung ekornya. Tanah yang di injaknya juga ikut terbelah sampai jarak 7 meter lebih saking kuatnya tebasan Alex.
Ia tadi sebenarnya menggabungkan ilmu berpedang dengan sihir angin, Wind Slash, karena itulah dampak serangannya menjadi dua kali lipat lebih besar dan kuat.
Para Elf yang melihatnya menjadi tidak percaya Alex yang semudah itu mengalahkan seekor Chimera tanpa ada sedikitpun luka atau mengalami kelelahan. Mereka juga menjadi percaya serta ingin mencoba cara Alex mengalahkan Chimera dengan mudah.
Cara yang dikasihtahukan kepada mereka begitu sangat simpel, tetapi sangat penting sekali. Yaitu menggunakan serangan sihir secara langsung dalam bentuk fisik serta tajam untuk menebas atau menusuk Chimera itu.
Jika menggunakan serangan sihir tidak langsung atau berupa energi mana serta tidak terbentuk, maka serangan itu tidak akan memberi sedikitpun pengaruh pada Chimera. Karena Chimera memiliki pertahanan akan sihir yang sangat kuat sekali dan bisa membalikkan serangan itu dengan serangan balik berupa kejutan listrik kuat disekitar tubuhnya.
Oleh karena itu, lebih sangat efektif menyerang secara fisik pada seekor Chimera seperti yang barusan Alex lakukan sebelumnya.
Setelah membereskan Chimera itu, Alex langsung pergi langsung ke istana untuk melanjutkan mencari keberadaan Azarlea dan Syzia. Alasan kenapa dirinya menuju ke arah istana, karena dia sempat diberitahu oleh pemimpin pasukan Elf kalau beberapa jam sebelumnya ada sebuah Mana yang sangat besar jumlahnya sedang menuju ke istana kerajaan.
Katanya Mana itu memiliki ukuran kekuatan sekuat dengan ras para dewa, Alex pun bisa menyimpulkan bahwa mungkin pemilik Mana sangat kuat itu adalah Hades yang mungkin saat ini masih bertarung dengan Azarlea. Maka dari itu Alex harus bergegas secepat mungkin untuk segera menolong Azarlea dengan Syzia dengan cara apapun.
Begitu dari kejauhan sudah mulai nampak bentuk istana kerajaan Saphira yang tidak lagi berdiri dengan Indah. Alex bisa melihat jelas bahwa telah terjadi pertempuran hebat disekitar hingga istana kerajaan yang tadinya begitu megah kini menjadi hampir tidak terbentuk lagi.
Begitu sampai dalam istana, Alex bisa melihat banyak prajurit Elf sekarat tergeletak dimana-mana. Ia tahu orang yang melakukan hal itu sengaja tidak langsung membunuh para Elf dengan luka parah, dengan kata lain dia ingin membunuh semua prajurit Elf itu secara pelan-pelan.
Alex tidak bisa percaya ternyata Hades adalah orang yang suka menyiksa seseorang dengan pelan-pelan hingga kematian menjemputnya lalu.
Melupakan hal itu didepan Alex bisa mendengar suara lelaki sedang tertawa kencang dengan senang serta puas akan suatu hal yang telah dilakukan. Mendekati tempat dimana suara itu berasal, Alex bisa melihat seorang lelaki sedang tertawa gembira dengan tangan yang sebagian menutupi kepalanya. Pakaiannya begitu putih suci terbuat dari kain sutra yang sangat halus, dikakinya memakai sebuah sepatu berwarna emas dengan sepasang sayap sebagai desainnya.
Yang paling dikejutkan oleh Alex dibawah salah satu kakinya ada seorang perempuan Elf berambut biru sedang tergeletak dengan tidak berdaya serta kepala diinjak oleh lelaki yang sekarang sedang tersenyum kecil kearah Alex.
"Lea?" ujar Alex dengan tatapan kosong serta pandangan melebar melihat Azarlea mengalami pendarahan diperutnya akibat luka yang cukup serius.
"Kau terlambat, Hero…" balas lelaki itu dengan muka penuh kesombongan.
"Hermes!!!"