The Legend Of Betrayer Hero

The Legend Of Betrayer Hero
Bab 47 : Ketidakpercayaan



Ellies dengan Alicia tidak tahu bagaimana caranya Alex bisa menemukan tempat pertarungan mereka dan sekaligus menghentikan mereka dengan menjebak di sihir World of Phantams.


Mereka berdua saling terkejut satu sama lain dengan kedatangan Alex secara tiba-tiba langsung menghentikan pertarungan yang akan memasuki tahap terakhir, tetapi yang paling terkejut adalah Ellies.


Ia benar-benar tidak menyangka kalau kakaknya sendirilah yang menghampiri dia dengan datang menyelamatkan dirinya dari serangan Alicia, itulah yang dipikirkan oleh Ellies. Sementara Alicia sama sekali tidak menduga kedatangan Alex yang bisa mengetahui tempat dirinya bertarung melawan Ellies.


"Kak Alex!" teriak Ellies dengan wajah sangat senang dihiasi air mata kebahagiaan melihat kakak tersayangnya datang.


Ia menggenggam kedua tangannya dengan membuang Katana es nya jatuh ke tanah. Orang yang selama 2000 tahun ini ia rindukan berada didepannya persis dengan tatapan tajam.


Perlahan-lahan Ellies mulai mendekati Alex dengan air mata kebahagiaan yang masih keluar. Dia ingin sekali memeluk kakaknya dan menangis melepaskan rindu dalam pelukan hangat dari Alex.


"Berhenti…" ujar Alex dengan nada dingin.


"Kak? Ini aku adik kandungmu, Ellies, apa kau tidak mengingatku?" tanya Ellies dengan rasa kecewa dan sedikit sedih akan perkataan Alex yang begitu dingin padanya.


"Memang kau mirip dengan adikku, tetapi apa kau benar-benar Ellies? Bukan suruhan dari para dewa busuk itu? Dan Alicia, apa hubunganmu dengan dia, hingga kau bertarung ditempat ini?"


Bukan hanya mengajukan pertanyaan pada Ellies saja, tapi Alex juga mempertanyakan tentang hubungan Alicia dengan Ellies. Pertarungannya tadi hampir menghasilkan sebuah kerusakan yang sudah tidak terbayang betapa besar, jika dua kekuatan tadi bertabrakan satu sama lain.


Excalibur adalah kekuatan penuh dari pedang Excalibur yang dikeluarkan secara maksimal dengan menghasilkan gelombang emas berdaya rusak destruktif yang sangat besar bagi segala sesuatu disekitarnya.


Sementara Abyss of Niflheim adalah sihir berelemen es dengan daya beku yang sangat luar biasa dinginnya. Siapapun yang terkena atau menghirup embun dari Abyss of Niflheim akan membekukan setiap sel darah, menghentikan gerak organ tubuh dan tahap terakhir orang itu akan mengalami rasa tusuk bagaikan ditusuk oleh ribuan pedang secara terus menerus hingga meninggal, terbeku dalam neraka es.


Karena itulah akan sangat berbahaya, jika kedua kekuatan itu benar-benar bertabrakan satu sama lain. Bukan hanya mereka berdua yang akan terluka lalu mati, tapi lingkungan sekitar akan hancur dan membunuh orang-orang dalam radius yang lumayan luas.


Untuk itulah, Alex langsung menggunakan World of Phantams agar kedua sihir itu langsung lenyap ketika di dunianya. Terlebih Alex sendiri tidak bisa membatalkan sihir yang sudah keluar dengan menggunakan Ability Break. Ability Break bisa digunakan ketika sihir atau kemampuan sedang dilafalkan atau masih belum keluar sepenuhnya.


"Aku benar-benar adikmu, kak Alex. Kumohon percayalah padaku!" jawab Ellies dengan mencoba meyakinkan Alex.


Alex mengakui kalau dari segi penampilan Ellies memang mirip dengan adik kandung dikehidupan sebelumnya. Dari warna rambut serta matanya bisa dikatakan masih memiliki tingkat kecocokan yang sangat tinggi.


Namun, mengingat kembali di ingatan yang terakhir diingat oleh Alex. Ia melihat seorang gadis kecil mirip Ellies sekarat didepan matanya dengan bersimbah darah dan luka lebar ditubuhnya.


Mempertimbangkan hal itu, Alex berpikir bahwa adiknya Ellies yang sebenarnya sudah lama tiada dan orang yang mengaku sebagai Ellies didepannya, tidak lebih dari seorang orang penipu murahan. Ditambah para dewa lah yang mungkin menyuruh orang didepan Alex untuk berpura-pura menjadi adiknya.


Tapi disaat bersamaan Alex entah kenapa merasa kalau kata-kata Ellies tidak mengandung kebohongan sama sekali, dengan kata lain dia benar-benar mengatakan yang sejujurnya.


Dan daritadi Alex merasakan sebuah kerinduan akan seseorang yang paling ingin dirinya temui sejak ribuan tahun lalu. Ia merasa kalau Ellies memang benar adik kandungnya sendiri.


Namun, entah kenapa Alex masih belum bisa menghilangkan kecurigaan bahwa ada campur tangan dewa dibalik kejadian ini. Ia curiga dengan para dewa yang sudah merencanakan sesuatu hingga Ellies bisa bertemu dengannya.


"Baiklah, aku percaya denganmu. Tapi, aku ingin mendengar terlebih dulu, apa hubungan kalian berdua hingga bisa bertarung disini?" tanya balik Alex pada Ellies dan Alicia yang membuat mereka ragu-ragu untuk mengatakannya.


Alex yang melihat mereka kesulitan menjelaskan menjadi bingung dan lebih penasaran akan hubungan Ellies dengan Alicia. Ia pun sekali lagi menanyakan kepada mereka berdua dengan nada serius dan reaksi mereka langsung bilang 'iya' dengan nada sedikit takut bagai peliharaan yang menurut pada majikan.


Ellies dengan Alicia menceritakan hubungan mereka berdua hingga alasan mereka berdua saling bertarung sampai mengeluarkan jurus andalannya, yang hampir membuat kerusakan yang sudah tidak bisa dihitung lagi besarnya.


Alex langsung mencerna semua omongan mereka berdua dengan diakhiri sebuah pertanyaan disaat cerita mereka berakhir dengan sedikit kebingungan. Pertanyaannya adalah…


"Membangkitkanku sepenuhnya?" tanya Alex dengan bingung akan maksud mereka berdua.


"Kak Alex sekarang masih belum bisa dikatakan bangun sepenuhnya, karena ingatan kehidupan sebelumnya kak Alex terlalu banyak ada yang menghilang, hingga kekuatan kak Alex masih belum bangkit sepenuhnya" jawab Ellies dengan tatapan mata yang tajam.


"Lalu untuk apa kau melakukan itu semua, Ellies?" tanya Alex dengan bingung akan tujuan Ellies.


"Karena aku membutuhkan kak Alex untuk menghentikan rencana gila para dewa sekaligus ramalan akan kehancuran dunia kedua…" jelas langsung dari Ellies tanpa basa-basi lagi..


Mendengar penjelasan Ellies, Alex kini semakin berpikir tentang ramalan apa yang sebenarnya dimaksud? Dipihak dewa, Hades mengatakan bahwa kunci ramalan 2000 tahun terletak untuk menghentikan tindakan Ellies.


Sementara itu, Ellies mengatakan hal yang sebaliknya dengan berkata kalau kunci untuk menghentikan ramalan itu adalah menghancurkan rencana besar para dewa.


Kedua pernyataan yang saling berlawanan terbalik itu semakin membuat Alex bingung, tentang ramalan mana yang benar, lalu mana yang salah. Terlebih dari masing-masing sumber yang didengarkan Alex tentang ramalan itu, tidak ada satupun dari mereka berdua yang berbohong menurutnya.


Hal ini membuat Alex semakin bertanya-tanya dalam pikirannya, siapa yang sebenarnya berkata sesuai kebenaran. Dia juga tidak bisa mengambil langkah untuk mendukung atau lebih tepatnya menghentikan ramalan itu, sebelum mengetahui siapa yang benar.


"Sekarang aku mengerti keadaannya, tetapi aku tidak bisa membantumu dengan suatu alasan" balas Alex dengan akhirnya memutuskan terlebih dulu mencari kebenaran dahulu.


"Kenapa? Apa kak Alex tidak percaya padaku?" tanya Ellies dengan nada suara yang sedih.


"Bukannya aku tidak percaya denganmu, tetapi aku harus terlebih dulu memastikan keselamatan dan keamanan keluargaku dulu" Alex tidak punya pilihan lain selain berbohong pada Ellies.


Sekarang dirinya hanya bisa tidak berpihak kepada manapun dan Alex juga mempunyai kewajiban untuk menemukan tempat berlindung keluarganya disaat ia tidak bersama mereka.


Karena Alex yakin pasti para dewa akan mengancam nyawa keluarganya yang sekarang, agar bisa menghentikan langkahnya untuk bertindak. Maka dari itu ia saat ini lebih mengutamakan keselamatan keluarga yang sekarang daripada bertindak bodoh terlebih dulu.


"Maksud kak Alex, keluarga tempatmu bereinkarnasi itu?" tanya Ellies dengan ingin memastikan sesuatu.


"Benar, aku harus melindungi mereka juga, Ellies" jawab Alex singkat.


"Kenapa kau melakukan itu, kak Alex? Bukankah aku satu-satunya kelurgamu?! Mereka hanyalah tempat dari wadah dari renkarnasimu saja! Harusnya aku saja yang pantas kau lindungi dan hanya aku yang satu-satunya bisa kau sebut sebagai keluargamu!" kini Ellies tidak hanya sedih saja, sekarang kemarahannya muncul begitu melihat Alex sangat mementingkan keluarga tempatnya bereinkarnasi itu.


Ia mengira kalau keluarga barunya itu telah merebut kasih sayang Alex yang harusnya diberikan pada Ellies seorang saja dan membuatnya seperti tidak penting atau tidak berharga untuk Alex, semenjak dia sudah mempunyai keluarga baru.


"Kenapa kau memperdulikan mereka, kak Alex?! Kau harusnya peduli denganku saja! Mereka hanya manusia renda--"


"Cukup, Ellies! Berhenti berkata seperti itu sekarang juga" Alex langsung memotong omongan Ellies dengan nada marah akan sikap dan sifat Ellies.


"Tapi, kak Alex. Mereka tela--"


"Sudah kubilang cukup! Apa kau tidak mendengarkanku, Ellies?" Kali ini Ellies langsung terdiam dengan tidak menyangka kalau Alex sudah membentaknya sedikit keras.


"Memang benar dengan apa yang kau katakan, mereka adalah tempat untukku bereinkarnasi. Namun, bagaimanapun mereka tetap keluargaku yang berharga. Mereka telah merawat dan membesarkan serta menemaniku sejak kecil. Mereka sangatlah baik padaku dan mereka sangat berharga seperti kau juga, Ellies" lanjut Alex dengan menjelaskan semuanya.


Bagi Alex sendiri, kebaikan harus dibalas dengan kebaikan dan kejahatan harus dibalas dengan kejahatan. Layaknya keluarga barunya yang sangat baik dengan dirinya dan memberikan kasih sayang sejak kecil tanpa memikirkan imbalan sekalipun. Makanya Alex memiliki kewajiban untuk membalas semuanya.


"Aku masih menjadi orang yang berharga untukmu, kak Alex?" tanya Ellies dengan sedikit kaget.


"Tentu saja, kau juga berharga untukku, Ellies. Kau adalah adikku yang paling kusayang selama ini, tidak mungkin aku akan menggantikanmu" jawab Alex yang mencoba menenangkan Ellies agar dia tidak salah paham lagi.


"Jadi kak Alex tetap menyayangiku kan?" tanya lagi Ellies dengan memastikan.


"Tentu saja, Aku sayang denganmu, Ellies…" jawab Alex dengan senyum manis.


Ellies langsung memeluk Alex dengan sangat erat serta menangis dalam pelukan seraya meminta maaf akan kesalahan pahamnya. Alex pun membalas pelukan Ellies sambil mengelus-elus kepalanya dengan pelan.


Alex dalam hati bersyukur Ellies mau nerima keputusannya untuk tetap melindungi keluarga barunya seraya menyayangi dia sepenuh hati.


"Aku ingin kak Alex tetap menjadi milikku…" seru Ellies dalam pelukan Alex.


"Apa yang kau katak--*jreettt argghh…"


Alex merasakan rasa sakit yang luar biasa pada perutnya, seakan ada sesuatu yang telah menusuknya dan menembus tumbuhnya saat tengah memeluk Ellies. Ia secara pelahan melepaskan pelukan serta melihat kebawah dan melihat ada Katana berwarna biru yang sudah menusuknya, pemilik Katana itu tidak lain tidak bukan adalah Ellies.


"Ell…ies?" tanya Alex akan maksud dari apa yang dilakukan Ellies.


Ellies yang tersadar namanya dipanggil langsung mencabut Katana nya dan berjalan menjauh dengan tatapan mata kosong serta tidak percaya dengan apa yang telah dia lakukan.


"Apa yang kau lakukan, Ellies!?" tanya Alicia dengan langsung menghampiri Alex dengan membantunya tetap berdiri sambil menekan luka tusukan, agar Alex tidak terlalu kehilangan banyak darah.


"B-Bukan aku yang melakukannya! A…ku tidak melakukan!" Ellies melihat banyak cipratan dari darah Alex membasahi Katana serta tangannya. Ia memandang kedua tangannya yang bergemetar keras akan apa yang barusan dilakukannya pada Alex.


Secara pelahan World of Phantams milik Alex mulai menghilang seiring kesadarannya sendiri juga mulai lenyap sedikit demi sedikit. Ellies yang takut langsung melarikan diri menggunakan kristal semacam teleportasi dengan meninggalkan Alex dan Alicia.


Sementara Alicia tidak sempat menahan Ellies supaya tidak kabur, ia kini lebih mengutamakan keselamatan Alex karena lukanya bukan luka tusukan biasa. Terdapat beberapa detik setelah ditusuk oleh Ellies, luka itu entah kenapa menjadi membeku menjadi es.


"Ellies…" panggil Alex dengan pelan yang semakin lama kesadaran menghilang dan hampir pingsan. Yang terdengar ditelinganya adalah teriakan Alicia yang memanggil namanya terus-menerus dengan rasa khawatir.