The Legend Of Betrayer Hero

The Legend Of Betrayer Hero
Bab 35 : Secuil Kenangan Masa Lalu



Azarlea mengulurkan tangannya pada Alex serta tersenyum manis. Senyuman itu dipenuhi oleh rasa kesenengan dengan mata yang menangis bahagia melihat seseorang yang telah lama dia tunggu akhirnya datang didepannya.


Setiap tetesan air mata itu berisikan semua tentang orang yang Azarlea cintai itu, perasaan yang masih sama, rasa rindu yang tertahankan, kenangan masa dulu yang masih teringat jelas dan serta rasa sabar yang tinggi untuk menunggu. Semua itu Azarlea alami selama 2000 tahun lebih lamanya.


Dan saat inilah suatu momen yang dimana dia percaya akan datang padanya, sekarang ini Azarlea bisa merasakan momen dimana dirinya bisa bertemu kembali dengan kekasihnya, Alex.


"Siapa kau maksud itu? Kita baru pertama kali bertemu, aku bahkan tidak mengenalimu sama sekali" Alex sama sekali tidak paham akan maksud Azarlea, hingga mengira dia salah mengenali orang lain.


Tapi jauh dalam hatinya, terdapat kehangatan akan perkataan Azarlea. Seakan-akan ucapannya itu benar-benar ditujukan padanya dan ia juga menantikan apa yang ingin Azarlea katakan hal itu.


"Yang kumaksudkan adalah kau, Alexander Luther Louise… Dan wajar kau tidak mengingat apapun tentang kehidupan keduamu ini" Alex sekarang dibuat diam oleh ucapan dari Azarlea. Ia tidak menyangka Azarlea tahu identitas aslinya dan tentang renkarnasinya juga.


Ia juga tidak dapat mengira Azarlea salah mengenali orang lain, namun apakah benar dia mempunyai seorang istri yang merupakan ratu penguasa dari Alfheim atau semua itu hanya tipu daya untuk memanfaatkannya. Tetapi kemungkinan Azarlea berbohong sangatlah kecil, sebab dia sedang menangis.


Alex berpikir sangat tidak mungkin seseorang berbohong ditengah menangis bahagia seperti itu dan ia berpikir semua yang dikatakan Azarlea itu benar-benar jujur, tanpa ada niat berbohong sedikitpun padanya.


"Aku percaya padamu. Tapi aku meminta maaf karena tidak bisa mengingat sedikitpun siapa dirimu…" Alex menurunkan kedua pedangnya, lalu meminta maaf akan rasa bersalahnya. Dia bahkan sampai menutup Future Sign-nya dan percaya pada perkataan Azarlea.


"Tidak apa-apa, Alex. Kau sudah kembali saja, itu sudah membuatku sangat bahagia" Senyuman manis Azarlea mewarnai sedikit memerahkan pipi Alex, lalu tanpa sadar dia membalas senyumannya.


"Maaf tiba-tiba menanyakan hal ini, tapi bisakah kau memberitahu siapa aku sebenarnya?" tanya Alex. Bagaimanapun dia ingin mengetahui siapa jati dirinya yang asli pada orang terdekat dikehidupan sebelumnya.


"Aku akan menceritakan yang perlu kau ketahui sekarang…" jawab Azarlea dengan senyuman kecil sambil menghapus semua air mata yang masih tertinggal di mukanya. Namun Alex tidak mengerti maksud Azarlea yang seolah ada suatu hal yang tidak bisa dikatakan olehnya sekarang itu.


Setelah itu Azarlea menjelaskan pada Alex seraya berjalan kaki menuju istana tempat tinggalnya berada. Sekitar 15 menit kemudian mereka akhirnya sampai disebuah istana besar berwarna hijau menyala, yang hampir sebagian dari istana itu bersatu dengan pohon beringin besar.


Bersamaan dengan sampainya mereka, penjelasan Azarlea juga ikut berakhir dengan ketidakpuasan Alex terhadap Azarlea yang sengaja membatasi informasinya. Namun, Alex sekarang ini harus merasa puas walau hanya sedikit yang diberitahu oleh Azarlea tentang kehidupan sebelumnya.


Tetapi ada satu hal yang sangat tidak disangka oleh Alex. Sesuatu yang harusnya tidak ia alami diusia anak seumurannya dan terlebih itu terjadi dikehidupan sebelumnya, yaitu…


"Aku punya seorang putri?" tanya Alex dengan nada yang sangat terkejut sekali. Ia benar-benar tidak menyangka telah mempunyai anak dikehidupan sebelumnya.


"Benar… itu dia" Azarlea menunjuk kepada seorang gadis kecil Elf berambut pirang emas, bermata biru langit cerah dengan mata kiri yang diperban dan memakai gaun pendek putih polos. Gadis kecil itu seolah sedang menunggu kedatangan Azarlea dengan Alex didalam istana.


Tanpa pikir panjang, Alex langsung memeluk erat gadis kecil Elf dan dirinya tanpa sadar meneteskan sebuah air mata dipelukan hangat itu. Dia sama sekali tidak bisa membohongi perasaannya sendiri, Alex benar-benar merasakan sebuah kehangatan yang dulu pernah ia rasakan.


Kehangatan yang sama seperti saat dia bersama Azarlea, sebuah rasa yang tidak asing baginya. Yaitu perasaan cintanya yang dulu, tumbuh kembali di kehidupannya yang sekarang.


Dan sekarang mereka berdua juga menjadi hal berharga serta terpenting dalam hidup Alex, yang akan dijaga melebihi hidupnya sendiri. Sesuatu yang tidak akan pernah digantikan lagi, bahkan sebuah dunia tidak bisa menandingi harga dari orang-orang tersayangnya.


"Perkenalkan namanya adalah, Syzia Louise Saphira…" ujar Azarlea yang tersenyum melihat keharmonisan putri kecilnya dengan Alex. Meskipun walau pertama kali Syzia menemui ayahnya selama ratusan tahun terakhir, tapi dia sangat percaya dengan Alex adalah seseorang ayah yang selama ini telah ia tunggu sekian lama.


Alex melepaskan pelukannya dan kemudian melanjutkannya dengan menggendong Syzia didepan seraya menghapus bekas air matanya, lalu tersenyum manis pada gadis kecilnya.


Azarlea yang tadi berada dibelakang, kini ikut dalam keharmonisan sebuah hubungan antara ayah dengan putrinya itu. Ia berdiri tepat disamping Syzia digendong oleh Alex dan ikut tersenyum akan momen dimana dirinya bisa merasakan seperti apa arti sesungguhnya sebuah keluarga.


#######


Setelah menemani Syzia selama berjam-jam, Akhirnya Alex bisa beristirahat bersama dengan Azarlea di kamar tempat tidurnya Syzia. Setelah membuatnya tertidur dengan polos sambil tersenyum kecil tentang semua yang ia lakukan bersama kedua orang tuanya.


Di kamar itu, Azarlea tengah berada dipelukan erat Alex dengan terus meneteskan air matanya akan tangis bahagia yang mengalir. Dia melepaskan segala rasa sakit, luka, rindu, dan lain-lainnya, selama 2000 tahun lamanya. Semua itu Azarlea tahan sendirian dengan menanggung beban yang sangat berat sekali bagi seseorang sepertinya.


Alex hanya diam sambil terus mengelus rambut birunya itu dengan pelan-pelan. Ditengah berpikir tentang apa yang ia ketahui sekarang mengenai kehidupan sebelumnya, tetapi ada satu hal yang menambah daftar pernyataan besar baginya.


Sosok yang sama berharganya dengan keluarganya sekarang ini, tetapi Alex tidak diberitahu seperti apa dia, wajahnya, tubuhnya atau apapun itu. Yang ia ketahui hanyalah namanya saja.


Dia adalah Ellies Louise, adik kandungnya di kehidupan sebelumnya. Lalu yang menjadi pertanyaan besar ialah tentang keberadaan Ellies sendiri yang tidak jelas.


Dengan kata lain Alex sendiri tidak mengetahui sama sekali adiknya itu masih hidup atau tidak setelah 2000 tahun lebih lamanya.


Namun yang paling mengejutkan adalah penyebab kematian terbesarnya, dikarenakan oleh dewa yang berusaha menghancurkan sebuah kelompok yang ingin mengubah dengan cara menghancurkan semua sistem yang sangat tidak adil bagi orang lemah.


Kelompok itu juga sudah telah terkenal dan tertulis di semua dongeng kuno yang ada di kesebelas dunia, lalu dirinya yang dulu dikenal sebagai The Catastrophe, Betrayer Hero.