
Demigod itu tersenyum penuh kesombongan pada Alex dan Alicia yang masih saling berpelukan.
Alicia sangat terkejut, ia tidak menyangka seorang Demigod berada dihadapannya dengan aura setengah dewa yang sangat kuat, hampir sebanding dengan kekuatan Alex sekarang.
Demigod itu memiliki rambut pirang pendek dengan pakaian serba putih bak seorang dewa dan dipinggangnya terdapat pedang satu tangan yang indah bagai cahaya bulan.
"Kau Demon kan? Tapi aneh sekali, kenapa kau bisa menahan Lightning Bolt milikku? Sepertinya keberuntungan untuk seorang parasit Bagus juga ya?" hina Erick si Demigod.
"Apa kau juga berniat membunuh Human ini, Demigod Erick?!!" tanya Alex dengan kemarahan.
Alex marah sebab Erick melakukan serangan besar yang juga mungkin bisa membunuh Alicia dalam sekejap mata.
"Ohh, Human itu ya? Kebetulan saja dia berdiri didekatmu jadi itu bukan salahku bila dia mati. Lagian dia akan mati secara terhormat, karena mati ditangan Demigod sepertiku" jawab Erick yang masih tersenyum dengan penuh sombongnya.
Alicia terkejut dengan sifat Erick yang sebagai seorang Demigod seharusnya lebih bijak dalam mengambil keputusan, tapi malah dia berbuat seenaknya sendiri, tanpa memikirkan ada orang lain yang mungkin terbunuh oleh serangannya tadi.
Sementara itu Alex semakin kesal dan marah pada Erick yang tidak memperdulikan orang lain, terlebih sifat sombongnya yang setinggi langit.
"Berarti kau dikirim oleh para dewa Olympus kan?" tanya Alex dengan nada dingin.
"Ohh..., untuk ukuran parasit sepertimu cukup pintar juga. Aku kesini atas perintah dewi sekaligus ibuku, Artemis, untuk membersihkan parasit-parasit sepertimu" jawab Erick dengan tatapan mata yang merendahkan Alex dan Alicia.
Dalam sejarah mitologi Yunani Artemis adalah dewi bulan, perburuan, bukit, hewan liar dan hutan. Erick merupakan Demigod sekaligus keturunan langsung dari Dewi Artemis yang juga anggota dari Faksi Demigod.
Mendengar semua itu, Alicia mencoba mencerna semua informasi yang ada dan berpikir tentang situasi yang rumit dan sulit ini.
"Alicia, mundurlah... untuk sementara pertarungan kita ditunda dulu" akhirnya Alex melepaskan Alicia dan menyuruhnya mundur kebelakang, ke tempat yang aman.
Alicia langsung menuruti apa kata Alex, tanpa bilang apapun lagi dengan bergemetar ketakutan akan hawa gelap yang dikeluarkan oleh Alex.
Hawanya berubah 180 derajat berbeda saat tadi Alicia melawan Alex tadi. Kini hawa itu tercampur dengan kebencian sekaligus kemarahan yang sangat besar pada Demigod didepannya.
"Tidak kusangka kau malah melepaskan Human itu, parasit" Erick sedikit terkejut Alex melepaskan Alicia tanpa membunuhnya.
"Lawanmu adalah aku, Demigod Erick. Jangan sampai kau melibatkan dia" ujar Alex seraya bersiap. 'Dia' maksud Alex adalah Alicia yang berada dibelakangnya.
"Baiklah, sejak awal kau adalah tujuanku kesini. Biar Human itu menyaksikan bagaimana aku membunuhmu sekaligus menjadi saksi atas keagunganku" ucap Erick dengan begitu percaya diri dan sangat sombong.
"Kita lihat siapa yang akan mati nanti. Kau atau aku" Alex tersenyum penuh misteri.
Kata-kata Alex terdengar begitu sakit ditelinga Erick, karena secara tidak langsung Alex merendahkan Demigod sepertinya.
"Akan kubayar penghinaanmu dengan kematian yang paling menyakitkan!" Erick dengan emosi langsung maju seraya mencabut pedang putihnya lalu mencoba menyerang Alex dengan lurus serta tebasan vertikal.
Alex dengan mudah bisa menahan serangan Erick dengan senyuman yang mengejek. Melihat itu Erick semakin kesal karena untuk yang kedua kalinya ia merasa terhina oleh Demon rendahan.
"Kenapa? Apa hanya ini kekuatan dari Demigod dan juga keturunan Dewi Artemis?" ejek Alex yang membuat Erick semakin marah dan kesal.
Terlebih Alex juga menghina nama ibunya yang ia junjung tinggi, karena merupakan sosok idaman bagi Erick.
"Dasar parasit! Tebus dosamu itu dengan kematian menyedihkan! Wahai pedangku, bercahayalah bagai sinar bulan dan musnahkan segala bentuk kegelapan dihadapanku! Star Sign Divine!" pada saat cahaya putih pada pedang Erick semakin bersinar terang, bersamaan dengan itu kekuatan Erick juga ikut meningkat dan tubuhnya memancarkan cahaya putih yang berkilau, serta suasana ditempat itu menjadi gelap layaknya malam hari ditambah bintang-bintang pun ikut muncul.
*Jdaarrrr! Jdaaarrrrrr!
Pada saat itu dari langit muncul serangan cahaya yang menargetkan Alex. Alex yang melihat cahaya itu meluncur kearahnya langsung menghindar dan mengambil jarak aman.
"Jadi itu kekuatan sebenarnya dari pedangmu kan?" tanya Alex.
"Tepat sekali… dengan ijin ibuku aku dapat dengan bebas mengendalikan bintang-bintang dilangit. Sekarang matilah, dasar parasit!" jelas Erick dengan menyerang dengan kekuatan pedangnya.
Sesaat itu muncul serangan cahaya yang mengepung Alex dari segala arah, serangan cahaya itu berjumlah lebih dari 30 buah.
"Alex!!!" tanpa sadar Alicia mengkhawatirkan Alex dengan meneriakan namanya keras.
Meski sudah melihat seberapa kuatnya Alex, tapi tetap mustahil dia bisa lolos dari serangan Erick yang membabi buta.
Sesaat sebelum serangan Erick mengenai Alex, ia menengok ke belakang dengan senyuman yang menenangkan Alicia.
*JDIIAAAARRRRR!!!
Ledakan besar terjadi dan membuat cekungan yang cukup dalam serta kepulan asap yang berterbangan kemana-mana.
"Akhirnya kau mati, Demon! Hahahaha!" Erick tertawa puas melihat serangannya berhasil mengenai Alex dengan dibuktikan hancurnya tempat dimana dia berdiri tadi.
Sementara Alicia menatap kosong, ia tidak percaya Alex terbunuh meski dia tidak dapat melihat dengan jelas karena asap yang masih bertebaran dimana-mana. Tapi, siapapun akan mati jika terkena serangan mematikan itu.
Alicia kembali mengingat saat Alex menyelamatkan nyawanya saat hampir terkena serangan petir dari Erick, tapi kini ia tidak bisa berbuat apapun dan hanya diam melihat kematian Alex didepan matanya sendiri.
"Kau pikir aku sudah mati? Jangan buat aku tertawa…" terdengar suara Alex dari balik asap yang bertebaran dan begitu angin berhembus, terlihat sosok Alex yang berdiri tanpa terluka sedikitpun.
"Alex?" melihat Alex baik-baik saja membuat Alicia menjadi lega dan senang, tapi ia bingung bagaimana caranya Alex lolos dari serangan Erick tanpa terluka sedikitpun.
"A-apa?! Kenapa kau masih hidup? Seharusnya kau sudah mati karena serangan tadi!" Erick benar-benar tidak percaya Alex masih hidup setelah menerima serangannya, terlebih tidak ada luka gores sedikitpun ditubuh Alex.
"Jika orang lain yang terkena seranganmu dia pasti mati, tapi serangan lemahmu tidak akan bisa menebus Dark Territory ku…" jelas Alex dengan senyum kecil.
Dark Territory milik Alex dapat menyerap semua serangan fisik ataupun sihir tergantung pada besarnya setiap serangan yang dapat ditampung dan terdapat batas dalam menyerap suatu serangan.
"S-siapa kau sebenarnya!?" tanya Erick yang mulai ketakutan dan ia merasa pernah mendengar kalau hanya ada satu orang yang memiliki kekuatan sama persis dengan Alex, tapi orang itu sudah tidak ada selama lebih dari 2000 tahun lalu.
"Bukannya kau bilang aku Demon tadi?" ejek Alex dengan mengeluarkan hawa membunuh yang pekat.
"Bagaimana kita mulai pertarungan yang sesungguhnya? Wahai pedangku, bangkitlah dari dasar dunia, bawalah kehancuran yang akan menyelamatkan dunia ini dan tenggelamkan segala sesuatu dalam kegelapanmu yang abadi nan mulia, Dark Noble Eternity Sword…"
Tiba-tiba terjadi hembusan angin kencang yang muncul di dekat Alex dan menerpa ke segala arah. Didepan Alex muncul sebuah pedang dengan aura kegelapan yang sangat kuat.
Pedang itu memiliki warna hitam legam dari gagang hingga ujung tajam bilahnya, serta memiliki empat buah pertama lancip yang bersinar biru neon dan berlambangkan sebagai kegelapan sejati nan abadi.
"A-apa-apaan pedang itu? Dan kenapa aku menjadi bergemetar ketakutan seperti ini?" setelah melihat pedang milik Alex, tanpa sadar seluruh tubuh Erick bergemetar ketakutan akan aura kegelapan yang begitu sangat luar biasa pekat dan menyeramkan.
Tak hanya Erick yang ketakutan, tetapi Alicia juga meski tidak sampai bergemetar. Tapi ia masih merasakan ketakutan, walau Excalibur nya telah melindungi dan menghalau aura kegelapan dari pedang milik Alex.
"Anggap ini sebagai hadiah atas seranganmu tadi, Demigod Erick. Wahai pedangku… tunjukkanlah kemuliaanmu dalam kegelapan abadi, saksikanlah drama ilusi yang akan menghancurkan dunia beserta para pendosa didalamnya dan buatlah dunia terkutuk untuk musuh-musuhku, World of Phantams…"
Pedang milik Alex lebih banyak memancarkan aura kegelapannya dan saat detik terakhir pelafalan semua yang berada disekelilingnys menjadi gelap gulita, bahkan tidak ada warna setitik yang mewarnai semua tempat itu, yang ads hanya kegelapan abadi.
"Ada apa ini? Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya kebingungan Alicia dalam hati.
Semua suasana gelap ini sangat tidak wajar bagi Alicia, ditambah Excalibur nya kini tidak bercahaya sedikitpun. Bagaikan kekuatan cahaya menghilang tanpa sisa.
"Apa hanya ini kekuatan dari pedang itu? Hahaha, ternyata sekecil ini kekuatannya" ejek Erick setelah melihat kekuatan pedang Alex, ia merasa hanya membuat sekelilingnya menjadi gelap saja. Namun sesungguhnya bukan hanya itu…
Alex hanya tersenyum penuh misterius tanpa menanggapi ejekan Erick yang masih belum tahu wujud sebenarnya dari kekuatan pedang hitamnya.
"Kalau begitu, matilah!" ucap Erick seraya mengayunkan pedangnya ke udara, menandakan ia akan melakukan serangan cahaya dari langit.
Namun, serangan itu tak kunjung keluar dan pedangnya juga tidak lagi bersinar seperti tadi.
"Hah? Kenapa ini? Serang! Matilah!" Erick mencoba berkali-kali melakukan serangan cahaya, tapi tidak satupun yang berhasil muncul.
"Mana seranganmu yang tadi, Demigod Erick?" ejek balik Alex seraya memanggul pedang hitamnya.
"Diamlah, dasar Demon!! Kenapa kekuatanku menghilang? Sebenarnya apa yang terjadi disini?!" Erick semakin kebingungan akan kekuatannya sebagai Demigod yang tiba-tiba lenyap tanpa sisa.
"Apa kau baru menyadarinya?" ujar Alex.
"Hah?" Erick semakin kebingungan setelah mendapat jawaban dari Alex.
"Didunia yang kuciptakan ini, semua kekuatan musuhku akan menghilang. Bahkan dewa pun akan kehilangan kekuatan dan keabadiannya jika disini, mereka tidak lebih dari manusia biasa yang tanpa sihir dan mudah dibunuh. Inilah sihir dan kekuatan sejati dari pedangku, World of Phantams" jelas Alex yang diakhiri dengan senyuman kemenangan.
Alicia paham akan penjelasan Alex, inilah kenapa Excalibur nya kehilangan kekuatan dan tidak lebih dari pedang biasa.
"Apa?! Mana mungkin ada kekuatan seperti itu?! Omonganmu hanya bualan saja!" Erick membantah semua perkataan Alex, karena ia tidak ingin percaya meski semuanya itu benar adanya.
"Walaupun aku juga terkena efek dari kekuatanku sendiri. Meski begitu aku masih bisa membunuhmu dengan mudah…" tambah Alex.
"Jangan bercanda, Demon rendahan!" Erick yang sudah tidak dapat menyerang dengan serangan cahaya, akhirnya memutuskan untuk maju menggunakan kekuatan fisik.
"Darkness Magic : Shadow Dance…"
Alex menghilang saat Erick sudah hampir didekatnya dan muncul dibelakang Erick dengan pedangnya yang sudah berlumuran darah, barulah saat itu Erick sadar.
*Jreeettttt…
Bahwa lengan tangan kanan berserta paha kaki kanannya putus terkena tebasan yang sangat cepat dari Alex.
"AARRGGHHHH!!!"
Erick langsung jatuh dengan rasa sakit yang luar biasa, saking sakitnya ia sampai menangis dan berteriak penuh penderitaan.
"Bagaimana? Sakit tidak? Kuberitahu jika kau menerima luka sekecil apapun maka rasa sakitnya akan berkali-kali lipat diduniaku…" ujar Alex dengan berjalan santai ke arah Erick yang tergeletak ditanah.
"Terkutuk kau, Demon!" marah Erick ditengah rasa sakitnya.
"Akan segera kuakhiri hidupmu, Demigod Erick" saat sudah begitu dekat Alex bersiap mengayunkan pedangnya ke Erick.
"Tu-tunggu dulu! Jika-"
Sebelum Erick menyelesaikan perkataannya, kepalanya sudah terpenggal terlebih dulu oleh Alex.
Alicia yang telah melihat kesadisan Alex hanya bisa ketakutan dan diam. Ia benar-benar tidak menyangka seorang Demigod terbunuh ditangan Alex.
Dan timbul tanda tanya besar dipikiran Alicia yaitu, siapa sebenarnya Alex? Dengan kekuatan yang bahkan mampu membunuh makhluk setengah dewa sekalipun.
Sesaat kemudian World of Phantams milik Alex sudah lenyap dan kembali seperti semula, kecuali satu. Yaitu Erick yang telah mati.
"Sampai jumpa lagi, Queen. Kita teruskan pertarungan di lain waktu…" salam pisah Alex dengan menghilang dari hadapan Alicia.
Alicia langsung duduk dengan lemas setelah melihat pertarungan Alex melawan seorang Demigod. Ia bahkan masih bergemetar ketakutan akan kesadisan dan kengerian dari Alex, hingga meletakkan Excalibur nya ditanah.
"Alicia!" panggil Yuki dengan berteriak setelah melihat Alicia duduk lemas di tanah.
Yuki mendatangi Alicia dengan membawa Gae Bundie dan Gae Borg miliknya, sesaat setelah kabut ilusi mulai menghilang secara perlahan.
"Alicia, siapa yang terbunuh di sini?" tanya Yuki begitu menyadari ada mayat didepan Alicia.
"Demigod Erick…" jawab Alicia dengan menundukkan wajahnya.
"Apa?!"