The Legend Of Betrayer Hero

The Legend Of Betrayer Hero
Bab 32 : Duo Pasangan Kerajaan



Tanpa disadari hari yang telah ditunggu oleh semua murid angkatan ke-125, sudah ada didekatnya. Tepatnya besok adalah hari pertama dimana Battle Royale akan berlangsung, sekaligus digelarnya upacara pembukaan untuk Battle Royale.


Semua murid angkatan ke-125 sudah mempunyai pasangan masing-masing sehari sebelum Battle Royale dimulai, termasuk Alicia, Yuki, dan Sherlinia. Mereka bertiga sudah mendapatkan pasangan, yang secara mengejutkan Yuki berpasangan dengan Sherlinia karena terpaksa akan tuntutan semua murid harus ikut dan mendapatkan pasangan sehari sebelum Battle Royale.


Oleh karena itu mereka berdua dipasangkan secara terpaksa. Sementara Alicia sudah memiliki pasangan seorang lelaki dari kelas B-1, yang mana kalau dia tidak berpasangan sebelumnya, pasti akan menjadi rebutan antara Yuki dengan Sherlinia.


Alasan lain yang lebih utama, kenapa mereka berpasangan karena Alex sudah mendapatkan pasangan lain yang merupakan Fu sebagai seorang anak kecil dan anggota dari Twelve Paladins. Untuk itu Yuki dengan Sherlinia berniat mengalahkan pasangan Alex lalu membuat satu permintaan yang sama yaitu, ingin menjadi pacar dari Alex.


Alex yang sudah mengetahui kalau Yuki dengan Sherlinia akan berpasangan berusaha untuk menang dari mereka berdua, karena permintaan dari Battle Royale harus dilakukan secara paksa selama itu tidak mustahil. Ditambah Alex memiliki permintaan sendiri yang harus terkabulkan demi mengingat kembali siapa jati diri sebenarnya.


Namun Alex tidak tahu akan permintaan Fu bila memenangkan Battle Royale, ia berharap Fu tidak meminta hal yang aneh-aneh, terlebih padanya. Alex menjadi khawatir bila Fu memiliki permintaan yang sama dengan Yuki serta Sherlinia atau mungkin lebih buruk lagi.


Dan sekarang ini Alex berada dikelasnya bersama murid dari kelas A-1 lainnya yang tengah duduk santai tanpa adanya jam pelajaran, dikarenakan semua guru di Akademi Tokyo masih disibukkan oleh persiapan Battle Royale yang masih belum selesai sepenuhnya.


Tidak lupa dengan Fu yang berada didepannya persis, dia sedang duduk diatas meja Alex yang tengah membuat origami berbentuk burung. Fu bertujuan membuat 1000 origami burung dan sudah daritadi ia kerjakan, Alex yang disampingnya ikut membantu karena tidak ada hal lain yang bisa dilakukan disaat jam pelajaran yang kosong. Kecuali mendengar debat Yuki dengan Sherlinia atau tidur.


Mengingat besok akan digelarnya Battle Royale, Alex memiliki firasat yang lumayan buruk akan sesuatu. Didalam pikirannya ada yang mengganggu, tentang sesuatu yang Alex bahkan tidak ketahui apa itu. Namun itu sudah cukup membuatnya khawatir bila ada hal buruk terjadi pada orang-orang berharganya.


Jika itu benar-benar terjadi, maka dia tidak akan segan-segan untuk menggunakan seluruh kekuatannya dan membunuh siapapun yang berani melukai atau mengganggu tempat pulang yang disebut keluarga oleh Alex.


*Deghmmm…


Tiba-tiba terdengar suara dentuman lumayan besar yang lokasinya tidak jauh dari Akademi Tokyo, suara itu juga menarik semua perhatian orang yang mendengarnya.


Dalam detik itu juga, Alex menggunakan Teleportation-nya bersama Fu untuk pergi ke dekat dimana suara dentuman tadi berasal. Ia yakin itu bukan suara sebuah ledakan tempat bahan bakar atau semacamnya, lebih mirip seperti suara langkah kaki.


Setibanya disana, Alex dengan Fu bisa melihat jelas sebuah golem batu sedang berada ditengah kota Tokyo, Jepang. Golem itu memiliki tinggi lebih dari 17 meter dengan lebar badan 7 meter.


Yang menjadi pertanyaan bagaimana caranya ada sebuah golem berada ditengah-tengah kota Tokyo, itulah yang Alex pikirkan. Kecuali seseorang sengaja men-summon golem itu dengan tujuan dan motif tertentu yang dia sendiri tidak tahu.


Ditambah golem batu itu sedang berjalan kearah Akademi Tokyo dengan menghancurkan segala sesuatu disekitarnya dan membuat orang-orang lari ketakutan untuk menyelamatkan diri, melihat itu Fu ingin menghancurkan golem batu itu. Namun Alex menghentikan langkahnya dengan alasan untuk menunggu sedikit lama lagi. Fu pun menuruti apa kata Alex dan ia berusaha untuk lebih sabar lagi lalu tidak bertindak ceroboh.


Alasan sebenarnya Alex tidak ingin melawan golem itu adalah ia tengah menunggu seseorang untuk menanganinya, dia mungkin adalah teman sekelas Alex yang pasti tidak membiarkan golem itu mendekati Akademi Tokyo.


Beberapa saat kemudian, golem itu berhenti berjalan seakan-akan ada yang menghalanginya untuk mencapai tujuan ke Akademi Tokyo. Setelah memperhatikan dengan jelas, Alex tahu siapa yang menghentikan langkah golem batu itu, dia adalah orang yang Alex tengah tunggu..


Dia adalah Alicia P. Britania yang datang dengan seorang lelaki berambut rapi pendek kebelakang berwarna ungu magenta, mata hitam keunguan, berseragam murid Akademi Tokyo dan membawa pedang ungu cerah di pinggangnya.


Lelaki nampak percaya diri sekali ketika berhadapan dengan golem batu besar yang mungkin bisa menghancurkannya dalam sekali pukul, itu terbukti dengan senyuman diwajahnya.


Alex pernah melihatnya dia sesekali di Akademi Tokyo, lelaki itu terkenal akan wajahnya yang menawan serta kepandaian dalam ilmu pedang seperti Alicia. Oleh karena itu dia memiliki kepopuleran lintas yang cukup besar, namun masih kalah dari Alex yang sempat menaikan kepopuleran lewat duelnya melawan Carissa dan Rein.


Ia juga tidak merasa asing dengan pedang ungu panjang di pinggangnya, seolah sedang mengingatkan Alex pada sesuatu yang nampak familiar dimatanya.


"Kita harus memusnahkannya, Leonardo" seru Alicia dengan menyebut nama pria disampingnya. Ia pun langsung mempersiapkan pedang kuning emasnya untuk menghadapi golem batu itu.


"Biar aku saja yang melakukannya, Tuan Putri. Batu besar disana itu tidak sangat pantas untuk menghadapi anda" balas Leonardo dengan gaya bicara yang elegan dan terhormat. Ia langsung maju ke depan tanpa menunggu jawaban dari Alicia terlebih dulu.


"Jadi itu pilihanmu, sekarang lenyaplah, Sword Imperial Art Style : Judgement Encounter Slash."


Saat Leonardo melakukan tebasan ke tangan golem yang berusaha menyerangnya, ia menggunakan salah satu dari seni pedang kerajaan dan mengerahkan kekuatannya dalam satu tebasan itu lalu mengarahkan ke tangan dari si golem batu.


*Braghhkkkk!! Srttt… dtzzz…


Ketika menerima tebasan ditangannya, golem itu langsung hancur berkeping-keping. Yang tersisa darinya adalah bongkahan batu-batu besar yang sekarang sudah kehilangan nyawa untuk bergerak lagi.


Alex sedikit terkejut melihat golem itu hancur dalam satu serangan saja, ia jelas melihat kalau Leonardo hanya menggunakan seni pedang kerajaan saja dan tidak menggunakan sihir sedikitpun. Namun daya hancurnya sama seperti sihir tingkat menengah keatas.


Dan ia kini mengingat siapa lelaki berambut ungu itu, dia adalah Leonardo Du Lac. Lelaki itu adalah kesatria terkuat dalam kerajaan Britania dan memiliki gelar 'Knight of The Lake' yang telah diwariskan oleh pendahulunya dulu lebih dari puluhan generasi, sekarang ini dialah yang memegang gelar tersebut. Pedang yang di pinggangnya bernama, Aerondight, sebuah pedang legenda dari Lady of Lake yang merupakan pedang yang dikatakan hampir bisa menyamai kekuatan dari Excalibur.


Sekarang ini Alex harus juga berhati-hati bila bertemu lawan seperti Alicia dengan Leonardo, kekuatan Leonardo sedikit melebihi perkiraannya dan ditambah dari Alicia dengan pedang legenda, Excalibur, akan menjadi musuh yang sangat merepotkan bagi Alex sendiri.


Terlebih dia juga harus berhati-hati jika berhadapan dengan Alicia, Alex tidak mau ada seseorang lagi mengetahui jati dirinya lagi. Jika bisa memilih ia lebih ingin berhadapan dengan Leonardo, lalu meminta Fu untuk menghadapi Alicia atau menahannya untuk sementara.


Leonardo yang kembali ke tempat Alicia dengan senyum bangga serta kepercayaan dirinya, bersamaan dengan itu mereka berdua memutuskan untuk kembali ke Akademi Tokyo. Alex dengan Fu juga melakukan hal yang sama, karena mungkin sekarang ini Alex sedang dicari oleh Yuki serta Sherlinia.


########


"Alex-ku, apa kau yakin ingin mencoba teleportasi ke dunia lain?" tanya Lucy dengan serius akan perkataan Alex.


"Kau tidak akan tahu akan berteleportasi kemana, Luther-ku…" tambah Miry.


Sekarang ini Alex sedang berada di Unknown World sendirian tanpa ditemani oleh Fu. Alasan kenapa dia disitu adalah ingin mencoba berteleportasi menuju dunia tertentu, namun Lucy dengan Miry seperti menolak keinginan Alex.


Dan alasan utama kenapa Alex ingin melakukan itu, karena ia ingin mencari tahu jati dirinya yang sebenarnya. Untuk itulah Alex harus mencari informasi dari kesebelas dunia yang ada, guna untuk mendapatkan ingatannya kembali.


Namun resiko tertinggi untuk berpindah ke dimensi dunia lain adalah Alex sendiri tidak bisa mengetahui dimana ia akan berteleportasi, dengan kata lain dia berteleportasi secara random atau acak dari salah satu diantara kesebelas dunia yang ada.


"Aku ingin mengetahui siapa aku sebenarnya, untuk itu aku perlu informasi yang ada. Jadi jangan halangi aku, Lucy, Miry" Lucy dengan Miry yang mendengar itu hanya bisa pasrah menuruti Alex dan juga berjaga-jaga jika terjadi sesuatu saat baru selesai berteleportasi.


Alex berterima kasih pada Lucy dengan Miry yang mau mengerti dan memahami keadaannya lalu menyetujui permintaannya yang egois itu.


"Akan aku jelajahi ribuan tahun cahaya untuk menemukan tempatku berada, Dimensional Magic : World Teleportation!"


Cahaya putih langsung menyinari tempat dimana Alex berdiri dan bersamaan dengan hilangnya cahaya putih itu, Alex pun membuka matanya untuk melihat dimana ia berada sekarang ini.


Saat membuka mata, hal pertama yang diliat Alex adalah ratusan prajurit bertelinga runcing panjang, berseragam hijau daun dengan logo pohon besar dan membawa senjata pedang serta panah sedang mengelilingi dirinya sambil menodongkan masing-masing senjata mereka ke Alex.


"Atas nama Yang Mulia Ratu Azarlea, kau akan ditahan karena telah melakukan tindakan terorisme, Kirihara Luther Shu!" seru seseorang diantara para prajurit berseragam hijau itu.


"Elf?"