The Legend Of Betrayer Hero

The Legend Of Betrayer Hero
Bab 33 : Upaya Melarikan Diri



Alex sama sekali tidak tahu mengapa dirinya bisa datang disaat situasi yang sangat buruk sekali, terlebih ada sekitar 200 prajurit Elf telah mengepungnya dari penjuru arah.


Dan ia yakin mereka semua bukan prajurit Elf biasa yang dapat dia tanganin dengan mudah, mereka semua adalah pasukan Faksi Elf yang terkenal hebat dalam hal sihirnya. Ditambah mereka sepertinya sudah memiliki persiapan sepenuhnya dan telah menunggu Alex selama beberapa jam di tempat itu.


Namun yang menjadi pertanyaan terbesar untuk Alex adalah, bagaimana caranya mereka semua tahu tentang kedatangan Alex di tempat itu. Seperti ada seseorang yang telah memprediksikan atau lebih tepatnya bisa melihat masa depan sehingga tahu Alex akan berteleportasi ke tempat itu.


Tetapi bukan itu yang terpenting sekarang, Alex harus berpikir agar bisa lolos dari pengepungan itu atau dirinya akan ditahan dipenjara dan tidak bisa menghadiri Battle Royale bersama Fu lalu tidak akan pernah bertemu dengan keluarganya.


Itu semua adalah hal yang paling tidak Alex inginkan terjadi, karena itulah ia harus bisa berteleportasi kembali ke Midgard dengan cara apapun.


Tapi Alex tidak yakin para pasukan Faksi Elf itu akan membiarkannya berkonsentrasi untuk kabur dari mereka semua. Mereka pasti akan langsung menyerang Alex begitu ia mulai merapal mantra sihir.


"Fire Magic : Force Explosion! Earth Magic : Pillar of Stone!"


Untuk itu Alex harus terlebih dulu kabur sejauh mungkin dari para pasukan Faksi Elf itu dengan membutakan mata serta menjauhkan sedikit jarak mereka dan dia langsung membuat pilar dibawah kakinya, yang otomatis membuatnya keatas dengan sangat tinggi.


"Hancurkan pilar itu! Dan bekukan dia!" seru pemimpin pasukan Faksi Elf itu dengan mengangkat tangannya, "Explosion!" ucap bersamaan dari seluruh pasukan.


Pilar yang dibangun Alex pun hancur langsung setelah diledakkan oleh ratusan Elf dan membuatnya terjatuh dari ketinggian lebih 300 meter dari permukaan air.


"Ice Magic : Mount Ice Prison Seal!!!"


Disaat tengah terjatuh, tiba-tiba Alex terbeku dan terjebak didalam pusat segel penjara gunung es yang sangat besar sekali. Ia sama sekali tidak bisa bergerak sedikitpun dengan kekuatannya saat ini, namun beda cerita jika dia menggunakan kekuatan Lucy atau Miry.


Maka dengan itu, Alex langsung menggunakan kekuatan milik Lucy dan berubah wujud ke Demon Mode. Pasukan Faksi Elf yang tadi sempat tersenyum, kini dikejutkan oleh keretakan yang muncul dari gunung es dan retakan itu semakin lama, semakin besar.


Pada akhirnya retakan tadi menghancurkan setengah dari gunung es dan bersamaan dengan itu, Alex keluar dengan terbang bebas menggunakan lima pasang sayap hitamnya. Ia tersenyum kecil kepada pasukan Faksi Elf karena sudah memaksanya menggunakan Demon Mode.


"Dimensional Magic : Dimension Prison Trap, Art Magic : Thousands Meteor Garden… Hadiah untuk kalian semua…" seru Alex dengan senyum kejam. Ia langsung menyerang sekaligus menjebak 200 pasukan Faksi Elf itu dengan melancarkan dua sihir berskala sangat besar.


Alex merubah rencananya dari kabur menjadi memusnahkan mereka semua terlebih dulu, setelah itu dia bisa kabur dari Alfheim, dunia tempat tinggal para Elf.


Dua sihir tadi merupakan gerbang kematian yang terbuka bagi seluruh 200 pasukan Faksi Elf, mereka sudah tidak bisa lari dari dewa kematian yang saat ini tengah tersenyum kejam.


Dimension Prison Trap membuat semua pasukan Faksi Elf terkurung dalam area tertentu, mereka semua tidak akan bisa kabur dari penjara dimensi itu walau berusaha untuk menghancurkan setiap sisi yang mungkin terdapat titik lemahnya. Namun semua itu tidak akan sedikitpun berhasil, kecuali Alex yang menghilangkan penjara itu.


Sihir kedua yang ia rapalkan adalah Thousands Meteor Garden. Sihir itu merupakan versi lebih besar dari sihir Meteor Garden, karena bukan hanya menjatuhkan satu meteor saja. Tetapi sihir itu dapat memanggil ratusan atau ribuan meteor sekaligus secara beruntun ke satu tempat yang telah Alex targetkan, yaitu tempat dimana terperangkap dan terkurungnya 200 pasukan Faksi Elf.


"Selamat berjuang bertahan hidup, Elf" seru Alex dengan senyum kejam. Ia sekarang masih terbang dilangit untuk melihat bagaimana caranya pasukan Faksi Elf itu dapat bertahan hidup.


Sementara para pasukan Faksi Elf yang melihat ratusan meteor mulai menghiasi langit merasa putus asa untuk berusaha menahan sihir yang sangat kuat itu. Mereka semua berkeringat dingin serta kebingungan bagaimana caranya meloloskan diri atau menahan sihir itu, bagaikan sudah tidak ada lagi cara untuk menghindari sabit dari dewa kematian.


Yang ada dipikiran mereka adalah sebuah kemustahilan saja, kemustahilan untuk bertahan hidup serta lebih memilih menyerah tanpa melakukan perlawanan sama sekali.


"JANGAN PERNAH MENYERAH!!! APA KALIAN MASIH MENYEBUT DIRI KALIAN SEBAGAI ELF?!!! ITU SANGAT MEMALUKAN, JIKA KITA HANYA MENUNGGU KEMATIAN SAJA MENJEMPUT! BUKAN HANYA ITU, KITA JUGA AKAN MEMPERMALUKAN NAMA BESAR RATU AZARLEA. NAMA KITA AKAN MENJADI SEJARAH ELF YANG PALING MEMALUKAN DAN APA KALIAN TIDAK MEMPUNYAI SEMANGAT HIDUP LAGI?!!"


Seorang pemimpin pasukan Faksi Elf itu tiba-tiba berteriak keras dan berusaha membangkitkan semangat hidup semua bawahannya yang kebanyakan sudah padam sejak tadi. Mereka yang mendengar semua perkataan pemimpinnya itu mulai mengangkat kepala dengan membalas menggunakan sorakan semangat hidup yang sangat besar.


"MAKA DENGAN ITU KERAHKAN SEMUA KEKUATAN KALIAN SEMUA!!! KITA TIDAK AKAN MATI SEMUDAH INI!! KITA ADALAH PRAJURIT KHUSUS ELIT ELF, KITA YANG TERBAIK DIANTARA TERBAIK!! HABISI DAN TAHAN SEMUA METEOR ITU!!!"


Alex tersenyum kecil melihat bangkitnya semua semangat para Elf, padahal tadi mereka begitu sangat putus asa setelah melihat sihir luar biasa itu. Akan tetapi disisi lain Alex merasa senang para Elf itu tidak mati karena putus asa, lebih menarik jika melihat mereka berusaha bertahan hidup lalu mati.


Ratusan gunung itu makin menjulang tinggi ke langit, mengarah kepada meteor milik Alex yang tengah jatuh. Semakin lama semakin besar juga ukuran dari gunung es yang dibuat para pasukan Faksi Elf. Mereka bertujuan untuk mengurangi dampak jatuh serta ledakan dari ratusan meteor dengan melawannya menggunakan sihir berelemen es, yang merupakan elemen berlawanan dari sihir Alex.


*BLAARRGHHH!!!! JDAAARRRR!!! BRAAHHKKKK!!! JRZZZTTT!!


Terjadilah ledakan sangat besar begitu gunung es dengan ratusan meteor itu bertabrakan satu sama lain. Ledakan itu juga menimbulkan suara dentuman yang akan terdengar dengan jarak lebih dari 50 KM, namun masih terdapat efek tabrakan tadi. Yaitu bongkahan-bongkahan dari meteor serta gunung es yang hancur berantakan dan berserakan dimana-mana, tetapi mereka semua bersyukur walau terluka akibat tertimpa bongkahan dari tabrakan tadi.


Para Elf itu merasa senang sekali masih diberi kesempatan untuk hidup setelah menghadapi sihir yang sangat mengerikan itu. Jika mereka masih berputus asa, maka hanya kematian yang mereka dapatkan saja. Semua usaha keras mereka membuahkan hasil yang memuaskan, yaitu mereka masih bisa bertahan hidup.


Mereka semua tersenyum lega dengan wajah senang setelah melewati bencana seperti itu, walaupun tubuh mereka sudah kehabisan Mana serta mengalami luka-luka. Tetapi itu tidak membuat senyuman mereka pudar dengan mudah.


Namun ada satu hal yang tidak mereka sadari sekarang, yaitu pertarungan yang sebenarnya baru akan dimulai dan tidak hanya satu bencana saja yang mereka harus hadapin.


"Bagaimana kita mulai ronde keduanya? Art Magic : Meteor Garden, Fire Magic : Thousands Hell Fire Explosion… Bagaimana kalian akan bertahan hidup sekarang? tanya Alex dengan tersenyum penuh kemenangan.


Pertanyaannya juga merenggut senyuman lega serta senang dari para pasukan Faksi Elf dengan ratusan bola api kecil di masing-masing tubuh mereka. Sekaligus dia memberikan mereka keputusasaan yang sangat mendalam, melebihi yang tadi.


Kini para pasukan Faksi Elf sudah tidak dapat berbuat apapun lagi dengan keadaan mereka yang kelelahan, mengalami luka dan kehabisan Mana. Bahkan setengah lebih dari jumlah keseluruhan mereka sudah tidak dapat berdiri lagi.


Tatapan mata mereka penuh dengan kekosongan akan jurang putus asa yang telah membuat mereka terjatuh begitu sangat dalamnya. Sudah tidak ada harapan sedikitpun untuk selamat atau bertahan hidup lagi.


Dengan kata lain hanya ada kematian yang akan mereka sebentar lagi temui dan hanya sebuah keajaiban saja yang dapat menolong mereka.


Namun bagi mereka sekarang sudah tidak penting lagi, karena mereka percaya akan mati terlebih dulu sebelum keajaiban itu datang menyelamatkan.


Tapi sudah tidak ada penyesalan lagi untuk mereka, setidaknya mereka juga berusaha. Sekarang para Elf bisa mati secara terhormat dan pasrah menerima kematian.


"Musnahlah kalian semua…" seru Alex sebelum Hell Fire Explosion dan Meteor Garden-nya meledak.


"Art Magic : Crystal Spirits Protection…"


*Jdaaarrrr!!! Blaarrrrr! Bzzzttt!!! Drrtttzzz!!!!!


Terjadilah ledakan sangat besar secara beruntun, bahkan ledakan itu menimbulkan suara dentuman yang sama besar seperti Meteor Garden.


Setelah semua bibit api dari Hell Fire Explosion meledak, Alex turun perlahan kembali ke tanah seiring debu yang bertebaran mulai menghilang. Ia penasaran akan beberapa orang yang bisa selamat dalam serangannya tadi.


Beberapa saat kemudian, setelah semua debu menghilang. Alex melihat suatu keajaiban yang menyelamatkan 200 pasukan Faksi Elf itu, berupa ratusan kristal yang melindungi mereka dari sihirnya tadi.


Kristal itu berwarna putih bersilau dan didalamnya terdapat masing-masing satu Elf, yang kalau ditotal ada 200 kristal. Ledakan dari Hell Fire Explosion belum cukup untuk menghancurkan perlindungan kristal yang sangat keras.


Namun Alex lebih tertarik pada siapa orang yang telah merapalkan sihir itu tadi, mungkin dia adalah orang yang memiliki kekuatan luar biasa yang dapat menahan sihir Alex dengan cepat dan kuat.


Siapapun yang merapalkan sihir kristal itu, Alex tidak bisa anggap remeh sedikitpun. Sebab dia bisa menahan salah satu dari sihir penghancur milik Alex dengan mudah serta cepat sekali.


"Kirihara Luther Shu, aku adalah Ratu dari Alfheim, Azarlea Darklue Saphira. Aku yang akan menjadi lawanmu sekarang…"


Seseorang yang harusnya Alex hindari, kini datang berhadapannya dan mengibarkan bendera merah serta kematian untuk Alex.