The Legend Of Betrayer Hero

The Legend Of Betrayer Hero
Bab 31 : Batas Antara Teman dengan Musuh



Alex benar-benar tidak tahu bagaimana Yuki sudah mengetahui identitas aslinya sebagai seorang renkarnasi dari orang yang telah terbunuh 2000 tahun lalu.


Ditambah apa hanya Yuki yang mengetahui identitasnya atau masih ada orang lainnya dan apakah Rein yang memberitahu Yuki tentang identitas aslinya, semua itu terus dipikirkan Alex.


Namun yang lebih penting untuk Alex sekarang adalah, Yuki itu teman atau musuhnya. Mengingat dia merupakan anggota dari Faksi Hero, besar kemungkinan untuk menjadikan Yuki sebagai musuh.


"Ternyata kau sudah tahu ya? Apa boleh buat… Mari kita saling bunuh" Alex tersenyum kecil penuh kesombongan dengan mengeluarkan aura kekuatannya.


"Aku disini bukan untuk bertarung denganmu, Alexander. Tapi untuk bertanya…" balas Yuki dengan mendekati Alex. Alex yang melihat itu bingung maksud Yuki mendatanginya hingga mengawasi seperti tadi, jika untuk berbicara saja.


"Cara bercanda kau lucu sekali, Yuki. Memangnya ada hal apa yang ingin kau tanyakan?" Alex tidak bisa mempercayai Yuki setelah dia sudah tahu siapa dirinya sekarang. Ia memilih menganggap siapapun yang mengetahui identitasnya adalah musuh.


"Kenapa kau bisa hidup lagi?" tanya Yuki dengan nada yang serius. Sementara Alex menguap mendengar pertanyaan itu, sebenarnya dirinya tidak peduli tentang siapa yang telah menrenkarnasikan. Yang terpenting adalah dirinya masih diberi kesempatan untuk hidup lagi dengan tujuan yang masih samar-samar.


"Apa tidak ada pertanyaan yang lain? Hoammm…" Alex menjadi bosan dengan apa yang ingin Yuki tanyakan tadi dan lebih memilih bertarung hingga salah satu dari mereka mati terbunuh.


"Baiklah… apa kau yang telah membunuh Demigod bernama Erick?" Alex tersenyum kecil pada Yuki. Itu pertanda bahwa memang benar dia yang telah membunuh Demigod Erick didekat festival SMP Tokyo.


"Kenapa kau membunuhnya? Apa kau punya dendam? Apa dia mengancam membunuhmu?" tanya Yuki lagi dengan sedikit marah. Ia berpikir kalau Alex tidak mungkin membunuh Erick tanpa alasan yang jelas.


"Kenapa? Karena aku sangat membenci Demigod seperti dia, apa kau puas?" balas Alex yang masih tersenyum. Yuki tidak mengerti kenapa alasan yang begitu dakal itu, membuat seseorang harus kehilangan nyawa. Terlebih yang dibunuh adalah seorang Demigod yang orang tua dewinya cukup memiliki pengaruh diantara dewa Olympus lainnya.


"Kalau begitu, kenapa kau melindungi Alicia juga, Alexander? Apa itu kebetulan saja?" seketika raut wajah Alex sudah tidak tersenyum lagi, kini dia menunjukkan sedikit dari keseriusan.


"Apa yang kau bicarakan? Jangan bilang kau sudah membocorkan hal ini ke dia…" tanpa Yuki sadari, kini ia mulai berkeringat dingin melihat Alex menjadi sedikit marah akan perkataannya tadi yang melibatkan Alicia. Sementara Alex mulai menunjukkan suasana hati yang buruk, jika identitasnya sudah diketahui banyak orang.


Mau tidak mau, jika orang yang tahu tentang identitasnya tidak bisa menjaga mulut untuk sedikit saja maka Alex sendirilah yang harus menutup paksa.


"Disaat kau dengan Alicia bertarung, tiba-tiba kau melindungi Alicia dari serangan dadakan dari Demigod Erick. Aku bertanya, kenapa kau melindunginya? Dan soal identitasmu aku belum memberitahu kepada siapapun" mendengar itu, aura mengerikan yang Alex keluarkan tadi mendadak lenyap langsung.


Walau perkataan Yuki belum sepenuhnya dapat dikatakan dengan jujur, tetapi Alex mencoba untuk tetap mempercayai Yuki. Kemudian Alex menjelaskan alasan kenapa dirinya melindungi Alicia dimalam itu.


"Apa kau puas sekarang?" tanya Alex setelah memberikan penjelasan pada Yuki.


"Aku paham, lalu apa kau tahu sesuatu yang berkaitan tentang The Five Catastrophe?" Yuki bertanya dengan nada serius kepada Alex. Ia ingin memastikan bahwa Alex akan menjadi musuhnya atau temannya, itu semua tergantung bagaimana dia menjawab pertanyaan Yuki kali ini.


"Tidak. Aku sama sekali tidak tahu tentang hal itu dan aku tidak terlalu percaya dengan dongeng yang diceritakan dari 2000 tahun lalu" jawab enteng Alex yang membuat Yuki lega danbkini tahu harus mengganggap seperti apa untuk orang yang ia cintai itu. Bahwa Alex adalah teman sekaligus orang yang cintai sejak dulu, namun keadaan itu bisa berubah sewaktu-waktu.


Sementara yang dimaksud ' The Five Catastrophe' oleh Yuki adalah sebuah dongeng penghantar tidur kuno yang menceritakan sebuah kelompok beranggotakan lima orang yang memiliki tujuan utama untuk menghancurkan dunia serta merombak semua sistem dengan hukum yang sebelumnya telah ditetapkan oleh para dewa.


Pernah dikatakan bahwa satu orang dari mereka memiliki kekuatan yang dapat menghancurkan satu dunia sekaligus, oleh karena itu para dewa merasakan kekhawatiran serta ketakutan. Mereka berlima diceritakan adalah orang yang baik, bertujuan untuk mengubah dunia yang kala itu katanya sangat busuk untuk ditinggali dan diselamatkan. Namun ada yang mengatakan bahwa mereka merupakan sekelompok penjahat yang hanyaningin menghancurkan dunia atas keegoisan mereka masing-masing dan membuat mereka menjadi dewa yang baru setelah membunuh semua dewa sebelumnya.


Walau begitu, tidak ada siapapun yang tahu pasti bagaimana akhir cerita sesungguhnya dari The Five Catastrophe. Karena banyak orang mengarang bagian akhir cerita itu hingga kini tidak ada yang bisa diyakini mana yang benar dan mana yang salah. Ditambah The Five Catastrophe sudah diceritakan secara turun-temurun selama 2000 tahun lebih di kesebelas dunia.


"Maaf sudah mencurigaimu, Shu. Silahkan kembali bersenang-senang…" Yuki tersenyum kecil pada Alex dan mulai berjalan untuk meninggalkannya agar bisa kembali menikmati wisata wahana permainan bersama Asuka, Fu, Haruka dengan Haruki. Ia kini akhirnya memanggil Alex dengan namanya yang sekarang dan bukan "Alexander" lagi.


"Tunggu dulu… aku punya pertanyaan dan permintaan untukmu, Yuki" seru Alex yang menghentikan langkah Yuki untuk pergi. Sama seperti Yuki, ia juga baru memanggil dengan jelas nama dari teman masa kecilnya itu.


"Aku ingin kau tetap merahasiakan hal ini dari siapapun terutama keluargaku dan jangan pernah kau laporkan tentang identitasku ke Faksi Hero, aku tidak ingin melibatkan orang-orang yang kusayangi terluka karena identitasku yang sebenarnya" Yuki sedikit dibuat terkejut dengan permintaan Alex. Ia tidak mengira dia begitu menyayangi dan memperdulikan keluarga tempat dirinya direnkarnasikan itu.


Yuki mengira mengira bahwa Alex tidak terlalu memperdulikan tentang keluarganya yang sekarang, karena keluarga itu hanya wadah dia tumbuh besar saja. Tetapi ternyata Yuki salah besar akan pemikirannya tentang Alex


"Jika kau melakukan apapun yang dapat membuat orang-orang berhargaku terluka akan kupastikan keberadaanmu akan lenyap saat itu juga, Yuki" tambah Alex dengan nada yang sangat serius.


"Aku akan melakukan semua permintaanmu dan aku juga tidak akan berbuat macam-macam dengan keluargamu, bila perlu aku juga akan melindungi mereka disaat kau tidak ada, Shu" Yuki tersenyum kecil pada Alex. Senyuman itu membuat Alex lega dan menghargai apa yang dikatakan dia tadi.


Alex mengira Yuki akan menjadi seperti Rein yang mengancam akan membeberkan identitas aslinya bila permintaan tidak terpenuhi. Itu membuat Alex semakin mempercayai Yuki.


"Lalu apa pertanyaanmu, Shu?" tanya lanjut Yuki akan penasaran tentang pertanyaan yang ingin Alex tanyakan padanya.


"Apa kau teman atau musuhku?" Alex bertanya dengan nada serius.


"Untuk sekarang aku adalah temanmu dan orang yang mencintaimu, Alex" jawab singkat Yuki. Mendengar itu Alex menjadi semakin berhati-hati dengan Yuki bila dia suatu saat menjadi musuhnya.


Dari perkataan Yuki tadi, Alex bisa mengerti maksudnya dengan sangat jelas tanpa perlu diulangin lagi. Seharusnya Alex tahu hal itu tanpa harus ditanyakan pada Yuki, dan apa yang dipikirkannya merupakan hal yang wajar.


Yang dimaksudkan Yuki adalah untuk sementara Alex masih menjadi temannya, namun ia tidak bilang akan teman untuk selamanya. Itu berarti suatu saat nanti dia bisa menjadi musuhnya dan akan berhadapan satu sama lain.


Dan sampai saat itu terjadi, Alex mungkin akan membunuh Yuki jika dia berani melukai orang-orang yang berharganya. Ia mengira kalau kemungkinan Yuki menjadi musuhnya sama seperti Rein, Yang bergantung kepada seberapa banyak Alex mengingat kehidupan sebelumnya.


Setelah menjawab pertanyaan, Yuki mulai pergi meninggalkan Alex. Sementara ia berjalan kembali menuju tempat dimana Asuka, Fu, Haruka dan Haruki, namun Alex terlebih dahulu membelikan minuman yang tadi dititipkan kepadanya.


Begitu sampai ditempat dimana Alex sudah ditunggu, mereka semua nampak khawatir dengan perginya Alex yang terlalu lama untuk membeli minuman saja. Ia pun mencoba memberikan alasan yang logis serta berbohong tentang pertemuannya dengan Yuki tadi.


Mereka semua paham akan penjelasan Alex serta memutuskan untuk menaiki wahana permainan lain yang sekiranya dianggap menarik sebelum ditutup.


Disaat itu juga, Alex baru mengingat sesuatu yang sangat penting telah ia lupakan tadi. Harusnya tadi ia tanyakan pada saat masih bersama Yuki, namun dirinya melupakannya. Dan kini pertanyaan itu terus terpikirkan oleh Alex sendiri. Pertanyaannya adalah…


"Bagaimana Yuki tahu identitas asliku?" batin Alex dengan bingungnya.


########


"Yang Mulia, apa anda yakin dengan rencana ini? Kita mungkin akan berhadapan dengan semua Faksi sekaligus termasuk Faksi God's" ujar pendapat seorang yang terlihat seperti prajurit.


Seseorang itu nampak khawatir dan ragu dengan keputusan yang telah diambil penguasanya, ia menganggap bahwa itu lebih seperti rencana bunuh diri.


"Apa kau meragukanku, penasehat?" tanya balik si penguasa dengan nada dingin serta pandangan yang tajam. Orang yang dipanggil penasehat itu seketika mengigil ketakutan setelah merasakan sebuah hawa kekuatan yang sangat besar, hawa kekuatan itu berasal dari orang didepannya.


"T-Tentu saja tidak!! Kami akan melakukan persis seperti yang anda rencanakan, Yang Mulia Azarlea" mendengar itu Azarlea menjadi tenang setelah si penasehat itu setuju dengan semua yang telah direncanakannya.


"Apa kau tahu tentang sebutanku yang dulu, penasehat?" tanya Azarlea dengan melihat kearah kolam yang ada didepannya. Ia tengah melihat wajahnya yang sejak ribuan tahun lalu masih belum berubah, begitu dengan perasaannya kepada seseorang yang Azarlea cintai itu.


"Saya mengetahuinya, Yang Mulia Azarlea… sebutan anda dulu ada diantara dongeng kuno Elf dan hanya sedikit yang tahu kebenarannya, julukan anda yang dulu adalah… The Catastrophe, Goddess of Spirits."