The Legend Of Betrayer Hero

The Legend Of Betrayer Hero
Bab 29 : Persiapan Battle Royale



Alex sama sekali tidak percaya kalau Rein ingin memperpasangkannya dengan Fu didalam acara pertarungan yang rutin diadakan setiap tahun untuk kelas satu, Battle Royale.


Didalam Battle Royale setiap peserta terdiri dari dua orang pasangan, boleh terdiri sesama jenis atau berlawan jenis selama pasangannya itu seangkatan.


Di Battle Royale hanya akan diambil 6 pasangan terbaik dari total 110 pasangan untuk dijadikan calon Paladins selanjutnya dan diantara 6 pasangan itu, hanya akan diambil 1 pasangan untuk dijadikan sebagai calon Grand Magus serta The Guardian berikutnya.


Ditambah pasangan murid terbaik diberikan masing-masing satu buah permintaan yang pasti akan dikabulkan selama tidak mustahil dilakukan. Oleh karena itu, semua murid angkatan ke-125 menanti momen digelarnya Battle Royale.


"Kenapa harus aku?" tanya Alex yang tidak mengerti maksud alasan Rein yang memperpasangkan dirinya dengan Fu. Terlebih Alex tidak tahu Fu berada di angkatannya atau tidak dengan umur yang masih kecil dan posisinya sebagai Twelve Paladins.


"Karena aku yang memintanya, Shu…" Alex semakin tidak mengerti maksud Rein yang hanya menjawab seperti itu padanya.


"Iyaa, aku tahu. Tapi apa alasanmu memintaku untuk menjadi pasangan Fu???" Alex mulai sedikit kesal akan Rein yang terlihat sedang bermain-main dengannya.


"Karena kau yang hanya cocok untuk mendampingi Fu. Soal diperbolehkan atau tidak, jangan khawatir. Aku sudah meminta ijin dari Nyonya Carissa langsung untukmu dan yang terpenting, aku tahu siapa kau sebenarnya, Shu" jelas Rein dengan senyum manisnya.


Alex hampir lupa kalau Rein adalah satu-satunya murid di Akademi Tokyo yang mengetahui siapa dirinya dulu dikehidupan sebelumnya dan dia menggunakan itu untuk mengancam Alex agar bisa patut padanya.


"Baiklah, aku setuju. Tapi aku juga punya syarat sendiri, kak Rein" seru Alex dengan berusaha memanfaatkan kesempatannya.


"Syarat apa?"


"Kalau aku dan Fu menjadi pasangan terbaik dan ikut dalam Battle Royale, aku ingin kau menutup mulutmu rapat-rapat dari keluargaku selama Battle Royale dan tidak melukai mereka atau berbuat apapun karena aku. Jika kau melakukannya, percayalah kau tidak akan pernah melihat matahari esok" jawab Alex dengan tatapan yang tajam pada Rein. Sementara Rein hanya tersenyum kecil disertai anggukan, tanda ia setuju dengan syarat Alex.


Walau Rein telah menyetujuinya, namun Alex tidak dapat jaminan Rein bisa melakukan itu. Terlebih Rein merupakan Demigod, yang suka berbuat sewenang-wenang karena kekuatan dewanya.


Alex tidak ingin Asuka, Haruka, dan juga Haruki terluka karena dirinya. Padahal mereka semua tidak ada kaitan dengan kehidupan Alex sebelumnya dan mereka tetap menjadi keluarganya untuk kehidupan sekarang.


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Fu yang sedaritadi tidak paham tentang apa yang dibicarakan oleh Alex dan Rein. Tapi Fu tahu Alex sedang membicarakan sesuatu yang sangat penting baginya.


"Bukan apa-apa, Fu-fu" Alex mengusap kepala Fu dengan tersenyum kecil padanya. Fu berhenti bertanya dan lebih menikmati usapan tangan dari Alex, daripada memikirkan hal tadi.


"Karena ada kepentingan lain yang harus kulakukan, aku akan pergi dulu. Fu, jangan sampai kau menimbulkan masalah untuk Shu" seru terakhir Rein sebelum pergi. Sementara Fu tidak sama sekali menjawabnya sambil mengejek disaat Rein pergi darinya.


"Kekuatan apa yang kau miliki, Fu-fu?" tanya Alex. Selama ini ia baru tersadar dan belum mengetahui kekuatan dari Fu, pasangan Battle Royale-nya.


Untuk meraih kemenangan membutuhkan kerja sama tim yang kompak dan untuk bisa membuat kerja sama yang bagus, setiap orang harus mengerti atau paham seperti apa kekuatan dari masing-masing pasangannya. Semakin dalam mereka memahami kekuatan pasangan masing-masing, maka akan tercipta sebuah kerja sama tim yang hebat dan kompak.


"Space Time Magic : Reverse Gravity…" Seketika semua benda-benda dalam radius 10 meter menjadi kehilangan daya tarik dan melayang-layang di udara, kecuali Alex dengan Fu.


Alex langsung tahu sihir apa yang bisa digunakan oleh Fu, itu adalah Space Time Magic. Space Time Magic merupakan sihir khusus atau langka yang memungkinkan penggunanya mengendalikan gravitasi udara dan memanipulasi ruang hampa udara dengan sesuka hati.


Sihir itu berada dilevel yang hampir mustahil untuk dikuasi oleh semua ras, kecuali sihir itu merupakan sihir yang sengaja diperturunkan atau diberikan dari seseorang dan terus diwariskan ke generasi-generasi berikutnya.


Alex terkejut dan tidak mengira kalau keluarga Himetsuki adalah keluarga penerus yang mewarisi Space Time Magic dari zaman dulu sampai akhirnya berada ditangan Fu sebagai satu-satunya pewaris sihir itu.


"Aku mengerti, Fu-fu. Tapi seberapa banyak sihir yang bisa kau lakukan dalam sehari?" tanya Alex yang sedang menyusun rencananya untuk Battle Royale. Alasan kenapa Alex menanyakan itu adalah Space Time Magic membutuhkan penggunaan Mana sangat banyak hanya untuk satu kali mantra saja.


Ia sendiri hanya bisa menggunakan sihir itu 5 sampai 10 kali sehari saja, setelah itu dia akan mengalami kelelahan yang luar biasa akibat terlalu sedikit Mana berada didalam tubuhnya.


"Ettooo… 5 sampai 7 kali dalam sehari, tapi…"


"Tapi apa, Fu-fu?" tanya Alex lagi


"Emnnnn, dalam keadaan tertentu aku bisa menggunakannya tanpa batas" Alex terkejut sekali lagi akan jawaban Fu. Bila yang dikatakannya benar, maka kemenangan akan sangat mudah didapatkan oleh mereka berdua.


"Keadaan seperti apa?" Jika Alex tahu seperti apa keadaan yang dimaksudkan oleh Fu, ia bisa menggunakannya untuk membalikkan situasi yang sangat buruk.


"Emnnnn, jadi…"


Fu pun menjelaskan secara detail dan lengkap keadaan yang ia maksudkan itu kepada Alex. Itu semua agar Alex bisa mengatur tentang kapan penggunaannya, waktu, lawan dan kesempatan.


Jika semua itu tepat seperti yang direncanakan maka mereka berdua bisa menjadi pasangan terbaik di Battle Royale, serta memiliki kesempatan untuk menjadi salah satu calon dari Grand Magus dan The Guardian.


Namun Alex tetap butuh praktek langsung dari berbagai rencana yang telah pikirkan saat itu juga. Tetapi disisi lain juga, ia tidak bisa memperlihatkan kekuatannya dengan Fu di tempat umum seperti latihan di Moon Arena.


Dia butuh tempat yang sangat luas, tanpa ada gedung atau halangan, tidak ada seorangpun selain mereka berdua, tidak menarik perhatian siapapun dan tidak menimbulkan masalah kesiapapun. Dan Alex tahu persis dimana tempat seperti itu.


Alex langsung mengajak Fu untuk latihan guna mempersiapkan seperti apa kerja sama yang akan dibentuk dan mencocokkan rencana mana yang sekiranya akan berjalan mulus dengan kerja sama mereka.


"Kemana, kak Shu?" tanya Fu dengan bingung.


"Tutuplah matamu, kita akan segera sampai" ujar Alex. Fu yang ingin tahu tempat yang dimaksud Alex, langsung menutup matanya sambil sedikit mengintip karena rasa penasaran yang besar.


"Akan aku tempuh jarak ribuan kilometer mil cahaya untuk pulang, Dimensional Magic : Recall…"


Alex dengan Fu langsung berada di Unknown World, tepat dilautan padang rumput hijau yang indah bersinar mentari cerah ikut menghiasi pemandangan itu.


"Huwaahhhh!!" Fu yang baru pertama kali melihat pemandangan sebagus itu langsung berteriak dengan berlari-lari ditengah lautan padang rumput hijau.


Ia terlihat sangat senang dan suka dengan pemandangan secantik itu, semuanya terbukti dengan Fu yang berteriak senang sambil tersenyum lebar dan melebarkan tangannya ke samping seakan sebuah sayap yang ingin terbang.


Sementara Alex merasa memaklumi Fu bertingkah seperti itu, ia juga ikut tersenyum kecil melihatnya bersenang-senang dan bahagia hanya dengan menunjukkan salah satu pemandangan yang menakjubkan di Unknown World.


Namun Alex harus juga serius untuk melakukan Battle Royale ini serta melindungi orang-orang berharganya dari bahaya yang mengincar Alex.


Begitu melihat Fu sudah puas berlari-lari, kini giliran Alex untuk menjelaskan sebagian besar rencananya pada Fu dan cara agar mereka terus memenangkan setiap babak.


Selesai menjelaskannya, Alex dengan Fu kembali lagi ke Midgard untuk mengikuti jam pembelajaran berikutnya yang akan dibawakan oleh Carissa.


#########


Setelah semua mata pelajaran selesai, disaat Fu ingin pulang ke rumah. Tiba-tiba Fu menahan tangannya untuk pergi jauh dari Fu. Mata Fu berkaca-kaca melihat Alex yang ingin menjauh darinya, seakan-akan mereka akan terpisah selamanya.


Alex yang melihat Fu ingin menangis mencoba menenangkannya dengan duduk jongkok didepan sambil mengusap kepala Fu seraya tersenyum kecil. Fu yang sedikit marah akan Alex yang mau meninggalkannya berpura-pura tidak peduli dengan menoleh kesamping.


Fu tersenyum kecil melihat muka Fu yang sedikit menggembungkan pipinya itu lalu berkata, "Besok kita bisa bermain lagi seperti tadi dan aku akan memberimu hadiah yang pasti sangat Fu-fu sukai."


Mendengar itu, Fu sedikit demi sedikit melihat muka Alex yang sedang tersenyum kecil padanya. muka Fu langsung merah merona serta malu-malu menerima tawaran Alex.


"T-Tidak bohong kan?" tanya Fu dengan memastikan.


"Tentu tidak" Alex tersenyum manis pada Fu yang semakin membuat mukanya memerah tomat.


"S-Syukurl--"


*kiss


"E-Ehhh?!" Fu sangat terkejut setelah menyadari Alex telah mencium keningnya. Mukanya langsung mengeluarkan asap dan wajah malu langsung terlihat jelas sekali.


"Sekarang Fu-fu bisa percaya kan padaku?" Fu hanya mengangguk pelan dan segera berjalan meninggalkan Alex tanpa sepatah kata lahir, alasannya ia terlalu malu sekali untuk berbicara disaat Fu tengah merasakan rasa malu sekali, senang dan sangat bahagia.


Sementara Alex tidak secara sadar bisa mencium kening Fu seperti yang ia lakukan pada kedua adiknya. Mungkin itu kenapa Alex menciumnya tadi.


Aled yang tidak mau memikirkan lebih dalam lagi, memutuskan untuk melupakan kejadian yang ia anggap kecelakaan itu dengan berjalan pulang ke rumah karena sudah melihat warna langit yang sebentar lagi menjadi orange.


########


Disuatu tempat disebuah ruangan yang terdapat banyak orang sedang berkumpul mengadakan rapat dimeja berbentuk panjang sekali.


setiap orang duduk terdapat 2 orang disamping kanan kiri untuk menjaga tuan mereka masing-masing. Mereka semua memasang muka serius akan apa yang didiskusikan hingga seperti itu.


"Baiklah, aku kira kalian semua setuju dengan rencana ini. Aku akan memikirkan rencana untuk kita Faksi Hero memenangkan duel Battle Royale."