
Alex tahu kalau ia tadi tidak salah dengar dan terlebih lagi yang memanggilnya adalah Nagasawa Rein, Paladins of One.
Semua murid yang berada di kelas 1-A langsung menaruh perhatian ke arah Alex dengan penasaran, kenapa murid terkuat di Akademi Tokyo memanggil Alex ke Moon Arena.
Terutama Alicia dan Yuki yang langsung menghampiri ke tempat duduk Alex untuk bertanya, apakah Alex sedang terlibat masalah dengan gadis terkuat di Akademi Tokyo? Begitulah pertanyaan mereka berdua pada Alex.
Sementara Alex menjawab dengan mudah yaitu 'aku tidak tahu' dan kemudian langsung pergi untuk menuju Moon Arena.
Sepanjang jalan, ia menjadi pusat perhatian anak kelas 1 karena hampir tidak ada murid yang tidak mengenali sosok Alex yang dulu pernah menolak gelar siswa terbaik angkatan ke-125 di upacara penyambutan murid baru.
Setelah sampai di Moon Arena, suara sorakan bisa terdengar jelas, semua tribun penonton telah terisi penuh dan seorang murid telah menunggu Alex ditengah-tengah dari Moon Arena. Itu bisa dipastikan bahwa dia adalah Nagasawa Rein, sang Paladins of One.
Alex berjalan menuju tengah dari Moon Arena untuk bertemu Nagasawa Rein dan ingin melihat lebih jelas seperti apa orang terkuat di Akademi Tokyo ini.
Semakin dekat jaraknya dengan Rein, Alex mulai melihat bagaimana penampilan dari Paladins of One itu. Ia memiliki rambut dan mata yang berwarna pink dengan rambut yang diikat, terlebih Rein sekarang mengenakan Yukata berwarna dominan pink dengam corak bunga sakura.
Alex bertanya-tanya, kenapa dia mengenakan Yukata ditengah teriknya matahari yang panas ini? Itulah hal yang sedang dipikirkan olehnya saat ini.
Dan setelah melihat lebih dekat, ternyata Rein sedang menatap tajam kearah Alex dengan memasang raut muka benci padanya. Alex yang merasakannya bertanya apa yang telah ia perbuat hingga membuat Rein tampak marah dan begitu membencinya.
"Jadi kau adiknya Asuka, Kirihara Luther Shu, ya?" tanya Rein untuk memastikan bahwa itu benar Alex yang sedang berdiri dihadapannya.
"Iya, aku adalah Kirihara Luther Shu. Ada hal apa hingga memanggilku kesini, Kak Nagasawa?" tanya Alex dengan hormat, karena Rein lebih tua darinya dan merupakan murid yang menyandang posisi Paladins of One.
"Aku akan langsung ke intinya. Aku menantangmu untuk berduel, Kirihara Luther Shu!" seru Rein.
Rein menyebut nama lengkap Alex, itu menandakan bahwa ia tidak suka dengan Alex hingga menyebut nama lengkapnya.
Alex yang sudah menduga bahwa Rein akan menantangnya hanya bisa menghela nafas, karena tebakannya benar.
"Bisakah senpai katakan, apa alasanmu hingga menantangku untuk berduel, Kak Nagasawa?" tanya Alex dengan penasaran.
Sejauh ini ia belum berbuat apapun yang menimbulkan masalah, hingga Rein memanggilnya dan menantangnya berduel satu vs satu.
"Akan kukatakan apa alasanku nanti setelah duel ini selesai, lalu apa permintaanmu?" tanya balik dari Rein.
Sesuai beraturan duel harus ada permintaan dari setiap pihak dan pihak yang kalah harus menuruti segala permintaan dari pihak yang menang, tanpa bisa diganggu gugat atau ditolak.
"Jika aku menang, maka serahkanlah posisi Paladins of One padaku" pinta dari Alex jika ia menang dari Rein.
"Baiklah. Namun, bila aku yang menang kau harus menuruti segala perintahku selama satu tahun. Kurasa itu sepadan dengan mempertaruhkan posisiku sebagai Paladins of One" pinta dari Rein.
Dengan begitu syarat untuk melakukan duel pun dipenuhi. Alex dan Rein sama-sama mengambil jarak satu sama lain hingga 200 meter, lalu bersiap.
Alex langsung menyiapkan Shadow Blade nya, sementara Rein sedikit menggulung lengan dari Yukata nya karena itu akan sedikit menganggu pergerakannya nanti.
"Lightning Magic : Thunder Spear…"
Rein ikut menyiapkan senjatanya juga, namun senjatanya berupa sebuah tombak panjang yang terbuat dari kilatan petir.
"Lightning Magic : Elektronics Step…"
Rein terlebih dulu merapalkan sihir yang membuatnya lari secepat petir dan kurang dari tiga detik, ia sudah sampai didepan Alex dengan bersiap mengayunkan tombaknya.
"Perfect Defense!" seru Alex dengan respon yang cepat melihat Rein tiba-tiba berada didepannya.
"Lightning Magic : Electro Sphere!"
Sebelum tombaknya mengenai pedang Alex, Rein menambahkan satu sihir lagi pada tombaknya. Sihir itu membuat tombaknya lebih memancarkan sinar berwarna emas dan kilatan petir keluar dari setiap jengkal dari tombak itu.
*Jdaarrrr!!
Terdengar suara seperti petir menyambar, ketika tombak petir milik Rein berhasil ditahan oleh pedang bayangan dari Alex.
Rein sedikit kaget serangannya dapat ditahan oleh Alex hanya dengan satu tangan saja, ini kali pertama ada orang yang lolos dari serangan sihir kombinasinya tanpa luka sedikitpun. Bila orang biasa yang melawan Rein, maka bisa dipastikan orang itu akan kalah pada saat itu juga. Namun, beda cerita jika orang yang lolos tanpa luka itu adalah Alex.
"Ternyata kau lumayan hebat juga, Kirihara Luther Shu" puji dari Rein yang masih dalam posisi menekan lebih dalam tombaknya untuk mematahkan pertahanan milik Alex.
"Walaupun begitu, aku sudah cukup kesulitan untuk menahan serangan mengerikanmu, Kak Nagasawa" balas Alex dengan senyum kecil.
"Rupanya kau sadar…" seru Rein dengan senyum kecil.
"Iya, maka dari itu. Aku menyerah, Kak Nagasawa…" ucap menyerah Alex.
"Hah?" ucap kaget Rein akan penyataan menyerah dari Alex.
"Kubilang, aku menyerah dan kalah dalam duel melawanmu, Kak Nagasawa" jelas Alex sekali lagi.
"A-aku mendengarnya! Maksudku kenapa kau tiba-tiba menyerah? Jika kau kalah, kau harus menuruti segala perintahku selama satu tahun" seru Rein dengan sedikit kesal akan Alex yang tiba-tiba menyerah padahal dia belum sama sekali menunjukkan kekuatannya.
"Kenapa? Ya, karena aku tahu, kalau aku tidak bisa menang darimu, Kak Nagasawa. Dan bukannya itu permintaanmu? Aku akan pasti menuruti segala perintahmu selama satu tahun" balas dengan enteng dari Alex.
Mendengar itu Rein menjadi heran, kenapa Alex begitu mudah dan entengnya menerima semua itu? Dan dia bilang tidak bisa menang, padahal ia belum mengeluarkan kemampuannya sedikitpun. Rein menduga bahwa Alex sedang mempermainkannya dan menyembunyikan kekuatan yang sebenarnya, ia pun bertekad untuk mengungkap siapa Alex sebenarnya.
"B-baiklah! Maka mulai saat ini kau harus menuruti segala perintahku selama satu tahun!" seru Rein dengan keras dan kesal.
Walau dirinya menang dari Alex, namun ia sangat tidak puas akan kemenangannya yang terlalu mudah.
"Akan kulakukan, Kak Nagasawa. Aku menyerah!" teriak keras Alex untuk mengakhiri duelnya melawan Rein.
Penonton pun langsung bersorak sorai dan meneriaki nama Rein hingga berkali-kali. Sementara Alex yang tidak tahan akan suara berisik berjalan keluar dari Moon Arena.
"Baik… dan lain kali jangan panggil aku dengan nama lengkapku" ujar Raizar tanpa menengok kebelakang dan terus berjalan seraya melambaikan tangannya pada Rein.
"Alex ku, kenapa kau malah menyerah begitu mudah? Bukankah kau dapat mengalahkannya menggunakan kekuatan kami?" tanya heran Lucy.
"Betul itu, Luther ku. Kenapa tidak menggunakan kekuatan kami? Bila kau menggunakan kekuatan kami, kau akan menang dengan mudah" Miry juga ikut heran terhadap keputusan Alex yang dianggap terlalu cepat untuk menyerah sebelum bertarung.
"Terkadang sebuah kekalahan bisa jadi sebuah kemenangan tersendiri bagi sebagian orang" jawab Alex dengan senyum kecil.
Sesampainya dikelas semua murid sedang membicarakannya tentang duel melawan Rein yang berakhir dengan menyerahnya Alex sebelum bertarung.
Melihat Alex sudah kembali, Alicia dan Yuki langsung menghampirinya dengan wajah yang tidak percaya akan hasil duel antara Alex melawan Rein.
"Shu, kenapa kau malah menyerah?! Jika kau kalah maka kau akan menuruti segala perintahnya selama satu tahun, apa kau rela melakukan itu?" tanya Yuki dengan marah serta kecewa pada Alex, karena ia sama sekali tidak menduga Alex akan menyerah tanpa melakukan perlawanan.
"Kirihara, kenapa kau semudah itu menyerah?! Kau adalah ketua kelas 1-A, mana harga dirimu sebagai seorang Pria?!" tidak hanya Yuki yang marah, Alicia pun ikut memarahi Alex dengan alasan yang sama seperti Yuki.
"Kalian berdua tenanglah dulu. Pertama, yang kulawan adalah murid terkuat di akademi Tokyo dan memiliki posisi sebagai Paladins of One.
Kedua, terkait permintaan Kak Nagasawa aku akan menerimanya dan dia meminta hal seperti itu gara-gara jika aku menang, aku akan merebut posisinya sebagai Paladins of One. Maka aku pantas mendapatkannya.
Ketiga, aku tidak mau menunjukkan terlalu banyak kekuatanku didepan orang banyak. Karena Battle Royale akan segera dimulai" jelas panjang lebar dari Alex.
Kini Alicia dengan Yuki tahu alasan kenapa Alex menyerah saat berduel melawan Rein, karena dia ingin menyembunyikan kekuatannya hingga Battle Royale dimulai dan sampai saat itu Alex akan sebisa mungkin tidak menunjukkan kekuatannya didepan orang banyak.
Itu termasuk strategi Alex agar lawannya tidak terlalu banyak mengetahui informasi kekuatannya.
"Boleh kutanya sesuatu, Shu/Kirihara?" tanya Alicia dan Yuki secara bersamaan.
"Kenapa?" tanya heran Alex, karena sangat jarang sekali Alicia serta Yuki bisa bertanya dengan kompak.
"Apa kau sudah mempunyai pasangan untuk Battle Royale?" Tanya mereka berdua dengan kompak lagi.
"Belum. Memangnya kenapa?" tanya balik Alex yang bingung melihat tingkah Alicia dan Yuki.
"Bukan apa-apa, saatnya pelajaran dimulai. Ayo kita duduk" Alicia langsung pergi dan duduk ditempatnya.
"Yuki?"
"Sebaiknya kita bergegas untuk duduk, Shu" Yuki juga langsung pergi untuk duduk di kursinya.
"Ada apa dengan kalian?" gumam heran Alex.
"Kau tidak pernah mengerti, Alex ku…"
"Seharusnya kau lebih peka dalam menghadapi masalah wanita, Luther ku…"
"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Alex dengan tidak mengerti apa maksud dari perkataan Lucy dan Miry.
"Bukan apa-apa!" jawab mereka berdua dengan teriak dan kesal akan Alex.
Alex pun memutuskan untuk ikut duduk ditempatnya seraya memikirkan arti perkataan dari Lucy dan Miry.
########
Sekarang Alex dalam perjalanan menemui Rein ke kantin Akademi Tokyo untuk melaksanakan perintah pertama dari Rein.
Sesampainya dikantin, Alex melihat sosok Rein sedang duduk diantara teman-temannya dan ia juga melihat kakaknya duduk disamping Rein.
"Akhirnya kau datang, Shu" sapa Rein setelah melihat kedatangan Alex yang mendekati meja makannya.
Alex sedikit terkejut karena Rein langsung memanggil nama depannya yang sekarang, memang ia menyarankan Rein untuk tidak memanggilnya dengan nama lengkapnya. Namun Alex sendiri tidak menyangka kalau Rein akan memanggilnya dengan nama depan.
"Duduklah, Shu" tawar dari Rein dengan senyum kecil.
Alex pun menuruti perkataan Rein dan duduk berhadapan dengannya, disampingnya pun terdapat Asuka yang sedang tersenyum misterius pada Alex.
"Kenapa kau melihatku seperti itu, Kak?" tanya Alex.
"Tidak, aku hanya penasaran siapa yang telah membuat Rein-chan menjadi sangat kesal. Ternyata itu kau, Shu" jawab Asuka seraya sedikit melirik ke arah Rein.
"Asuka! Sudah kubilang, jangan bilang hal itu pada adikmu! Shu, cepat lupakan yang tadi!" seru Rein dengan muka tersipu malu.
"Kau meminta hal yang tidak mungkin bisa dilakukan. Benarkan, Shu?" bela Asuka dengan meminta pendapat dari Alex.
"Kurasa itu benar" Alex juga berpikiran sama persis dengan Asuka.
Muka Rein bertambah malu mendengar Alex juga setuju dengan pendapat Asuka, karena ia kembali mengingat kejadian setelah duel.
Yaitu saat Rein sudah berada dikelas, ia masih merasa sangat kesal dengan hasil duelnya dan tidak terima akan kemenangannya yang terlalu mudah karena Alex menyerah sebelum bertarung.
Saking kesalnya Rein, ia tanpa sadar dan tidak sengaja meneriaki nama lengkap dari Alex disaat pelajaran tengah berlangsung.
Rein langsung malu karena melakukan hal yang sangat konyol disaat ada pelajaran dan terdapat guru yang tengah mengajar dikelasnya.
"Jadi, kenapa kau memanggiku kesini, Kak Nagasawa?" tanya Alex.
Seketika itu Rein sudah tidak malu lagi, dan pandangannya menjadi serius kearah Alex.
"Aku ingin kau menjadi pengawal pribadiku…" jawab Rein dengan yakin.