The Legend Of Betrayer Hero

The Legend Of Betrayer Hero
Bab 42 : Pangeran Underworld Vs Dewa Olympus, Hermes



Alex sangat tidak percaya dengan apa yang sekarang ini dilihatnya bahwa sosok yang ia cintai itu sudah terluka parah dan terbujur lemas ditanah. Terlebih penting dari itu, yang melakukan semua itu pada Azarlea adalah bagian dari orang-orang yang Alex sangat benci sekali keberadaannya, salah satu dewa Olympus.


Dan lebih membuatnya marah lagi akan tindakan Hermes yang sudah sangat berani menginjak kepala Azarlea dengan kakinya. Alex tidak bisa sedikitpun memaafkan akan perbuatan Hermes yang sangat kejam itu. Baginya perilakunya sangat tidak mencerminkan nama besar dewa Olympus, tetapi lebih mirip seperti seorang pembunuh yang kejam.


Tanpa pikir panjang, Alex langsung secepatnya maju seraya menghunus pedang hitam dengan penuh kemarahan pada Hermes. Sekarang yang dipikirkan Alex hanya satu, yaitu membunuh Hermes dengan tangannya sendiri.


"Terlalu lambat…"


Dengan jarak setipis kertas dari pedang hitam yang sebentar lagi menebasnya, Hermes langsung menghilang dihadapan Alex dan membuatnya menebas angin. Alex langsung melihat sekelilingnya untuk melihat keberadaan Hermes yang tadi secara sangat cepat lenyap didepan matanya persis.


Ia yakin kalau Hermes yang ada didepannya tadi bukan merupakan ilusi atau bayangan saja. Entah bagaimana cara Hermes bisa lenyap dengan sekejap disaat serangan Alex tinggal sedikit lagi hampir bisa mengenainya.


"Disini!" Alex langsung menengok ke tangan dan dihadiahi sebuah tendangan keras dari Hermes yang secara ajaib bisa berada disamping Alex. Padahal Alex tadi tidak merasakan hawa keberadaan Hermes disekelilingnya, tetapi bagaimana caranya Hermes bisa tiba-tiba berada disitu?


Alex sempat tergeser hingga beberapa meter dari tempat berdirinya, untung ia tadi sempat menahan tendangan Hermes menggunakan lengan kanannya hingga serangan dia tidak terlalu berarti buat Alex.


"Tidak buruk juga kau, Hero" sindir Hermes dengan muka yang tersenyum kecil.


Dari mukanya, Alex tahu kalau serangannya tadi hanya untuk sebuah pemanasan saja. Itu artinya Hermes masih jauh dari kata serius dan memilih untuk bermain-main dahulu dengan Alex. Walaupun masih bermain-main kecepatan serangan Hermes sudah sangat diluar abnormal, lalu seperti apa jika Hermes sudah bersungguh-sungguh? Membayangkan saja sudah akan membuat Alex sangat kerepotan sekali.


"Aku mulai…" seru Hermes dengan langsung menghilang dari hadapan Alex.


Alex langsung memperhatikan sekelilingnya dengan cepat serta menggunakan seluruh panca Indra bertarungnya yang tajam untuk mengetahui keberadaan Hermes sekarang. Jika Alex sedikit saja tahu petunjuk tentang keberadaan Hermes, dirinya pasti bisa melancarkan serangan.


Mendengar langkah kaki yang begitu sangat cepat, Alex dengan respon cepat berbalik lalu melakukan tebasan. Akan tetapi serangannya masih bisa ditahan oleh Hermes dengan menggunakan kakinya. Setelah menahan serangan Alex, Hermes kembali menghilang dari hadapan Alex dalam satu kedipan mata saja.


Alex tidak tahu trik atau sihir macam apa yang digunakan oleh Hermes hingga bisa menghilang dengan sangat cepat serta menghapus hawa keberadaannya. Hal itulah yang masih Alex cari tahu serta menunggu kesempatan emas untuk menyerang balik Hermes.


*Dhughkk! Braghkk… dhiaaghkkk!


Tanpa Alex sadari bahu kanannya terkena tendangan dari Hermes yang membuat dirinya tergeser ke kiri hingga beberapa meter. Tak cukup disitu belum ada dua detik setelah Hermes menendang Alex, dirinya kembali menerima serangan telak dibahu kiri dan terpental kebelakang hingga menghancurkan tembok istana.


Darah segar sedikit keluar dari mulut Alex akibat hantaman saat dirinya menabrak tembok itu dengan sangat keras. Alex juga merasakan rasa sakit akan tulang dibahu kanan serta kirinya menjadi retak akan kedua serangan Hermes itu tadi. Itu membuatnya sedikit mengurangi kemampuan berpedangnya akan tulang retak itu.


Secara perlahan Alex mulai bangun lagi serta kembali mempertajamkan indranya agar tidak lengah disaat diserang Hermes. Namun, yang membuat Alex bingung adalah apa yang dilakukan Hermes tadi hingga dirinya tidak dapat sedikitpun menyadari keberadaan dan serangan cepatnya.


"Bagaimana dengan ini?" Hermes tersenyum kecil penuh dengan keangkuhan dan dirinya kembali menghilang dari hadapan Alex.


Alex masih belum mengerti cara atau trik Hermes melakukan hal seperti itu, walau dia sudah memperhatikan dengan detail. Namun, hasilnya tetap nihil. Ia pun berpikir bahwa Hermes akan menyerang semacam titik lemah Alex yang akan memengaruhi seni berpedang miliknya dan dia harus berpikir layaknya Hermes agar tahu kemana dia akan melakukan serangan.


"Apa hanya segini saja kekuatan dari salah satu Catastrophe? Sangat menyedihkan sekali" Hermes menghina Alex sambil terus bergerak disekelilingnya dengan sangat cepat.


Kini Alex mengingat bahwa ada salah satu dewa Olympus yang memiliki kecepatan lari luar biasa hebatnya. Dewa itu dikenal sangat sombong dengan kekuatannya itu, karena tidak ada satupun dewa yang bisa mengimbangi kecepatan lari. Dia adalah orang yang sekarang ini Alex lawan.


Hermes sepanjang pertarungan selalu tersenyum penuh keyakinan atas kemenangan yang sebentar lagi diraihnya. Sementara Alex memfokuskan keempat panca inderanya serta berkonsentrasi penuh dengan memejamkan matanya.


"Apa sekarang kau menyerah, Hero? Hahaha…"


Tidak memperdulikan hinaan Hermes padanya, Alex semakin memperluas kewaspadaan akan serangan yang mungkin segera datang padanya.


*Triinnggg… zzttt…


"Apa? Bagaimana bisa?"


Muka tersenyum dari Hermes langsung menghilang ketika melihat kalau tendangannya berhasil ditahan oleh Alex menggunakan pedang. Ia tidak percaya Alex bisa menahan serangan cepatnya itu walau masih belum sempurna.


Harusnya mata orang biasa tidak bisa gerakan secepat itu, terlebih butuh dari sekedar keberuntungan kebelaka untuk menebak Hermes akan menyerang Alex dibagian mana. Namun, mengingat yang Hermes lawan adalah salah satu anggota dari The Catastrophe, mungkin menahan serangannya tidaklah mustahil.


Tanpa menjawab pertanyaan Hermes, Alex langsung melancarkan serangannya, tetapi Hermes dengan mudah menghindari tebasannya tanpa kesulitan yang berarti. Alex sudah menduga menyerang Hermes jauh lebih sulit daripada menahan serangannya, karena kekuatan Hermes terletak di sepatu emas yang dipakai itu.


Sepatunya merupakan senjata dewa yang membuat siapapun menggunakan memiliki kemampuan lari yang luar biasa kecepatannya, hingga dikatakan kalau Hermes bisa berlari secepat cahaya jika dirinya mengeluarkan kemampuan penuh dari sepatu itu.


Akan sangat gawat untuk Alex bila Hermes sudah mulai bersungguh-sungguh dalam pertarungan ini. Ia sudah mengalami kesulitan menahan serangan biasa dari Hermes, apa jadinya jika Hermes mengeluarkan seluruh kekuatannya? Maka disitulah Alex harus bisa mengatasi dengan caranya sendiri.


Muka tersenyum Hermes tergantikan oleh muka yang tidak terlihat senang, bahkan aura dewa disekitar Hermes semakin membesar. Alex bisa mengetahui kalau Hermes sudah selesai dengan apa yang dia sebut sebagai 'pemanasan'. Kini dirinya sudah mulai akan serius untuk menghadapi Alex.


"Divine Magic : Half-God Mode!" Alex langsung menggunakan Half-God Mode nya. Ia tidak punya pilihan lain untuk mengimbangi kecepatan Hermes dengan mengandalkan penglihatan masa depan.


Hermes seketika langsung berlari sangat cepat mengintari sekitar Alex, berusaha mencari celah akan pertahanan. Sementara Alex memfokuskan dirinya lagi serta menajamkan Future Sign nya, karena kecepatan Hermes kali ini lebih cepat dari sebelumnya.


*Traanggg… Daghkkk… Bghkk!


Saat berhasil menahan tendangan Hermes. Alex berusaha menebasnya dalam jarak sedekat itu, tetapi sebelum mengenai, Hermes terlebih dulu menendang kedua tangan Alex yang sedang mengayunkan pedangnya. Mengetahui serangannya gagal dan kedua tangannya terangkat keatas, Alex langsung menendang balik Hermes tepat diperutnya.


Dia langsung mundur beberapa kaki akibat tendangan kaki Alex, walau dirinya sempat berhasil menahannya. Namun, wajah kekesalan Hermes semakin terlihat jelas dengan kerutan di dahinya.


Ini merupakan kali keduanya Alex bisa menahan serangan cepatnya, ditambah Alex sekarang sudah berhasil melancarkan sebuah tendangan ke Hermes. Semua itulah yang membuat Hermes semakin kesal pada Alex dan semakin marah padanya.


"Dual Sword Art Style : Infinity Phantom Attack!"


Alex seperti menggandakan pedang hitamnya dan kali ini dia yang mengambil inisiatif terlebih dulu untuk menyerang Hermes dengan salah satu serangan tercepatnya. Hermes sedikit terkejut akan gerakan Alex yang mulai mengimbangi kecepatannya.


*trannggg… tringggg… traghkkk… trangggg


Puluhan atau bahkan ratusan tebasan telah dilakukan Alex dalam waktu kurang dari lima menit. Pertarungan kecepatan mereka berdua tidak bisa diliat dengan mata biasa, karena hanya ada percikan api dari kedua senjata milik mereka yang dapat lihat.


Selama itu, Hermes terus menerus menahan serangan Alex yang hampir tidak ada jedanya. Ia juga semakin kesal akan Alex yang berhasil membuatnya merasa kerepotan akan kecepatan Alex miliki itu.


*slinggg....


Akhirnya serangan terakhir Alex bisa melukai pipi Hermes, secara bersamaan ia sudah melakukan hampir 289 serangan beruntun kepada Hermes dalam waktu 10 menit dan hanya ada satu serangan saja yang bisa mengenai Hermes.


Alasan kenapa Alex berhenti melakukan serangan adalah efek dari penggunaan Half-God Mode dan pengunaan Mana yang besar membuat kepala serta matanya menjadi pusing, ditambah sedikit mengaburkan pandangannya.


Ia harus secepatnya mengakhiri pertarungan itu atau situasi akan menjadi sangat buruk untuknya dan kekalahan Alex akan terjadi bila pertarungannya berlangsung semakin lama. Ditambah dengan keadaan Azarlea yang mengalami pendarahan diperutnya, Alex ingin secepat mungkin mengakhiri pertarungan dengan Hermes, lalu segera menolong Azarlea yang nyawanya berada dalam bahaya.


"Beraninya kau melukaiku!!! Tidak dapat kumaafkan!!! Tidak akan kumaafkan!!! Aku pasti membunuhmu, Hero!!!! Pasti!!! Divine Magic : God Mode!!! Art Skill : Divine Speed!!!"


Hermes langsung menunjukkan murkanya begitu menyadari Alex berhasil melukai pipi dengan serangan cepatnya tadi. Ia tidak terima ada seseorang yang bisa mengimbanginya dalam hal kecepatan dan tidak bisa memaafkan keberadaan Alex.


Inilah yang disebutkan situasi sangat buruk untuk Alex. Dari detik ini keadaan akan terbanding terbalik ke Hermes, karena kekuatannya sekarang jauh lebih besar dari tadi. Bahkan Alex sekarang menjadi tidak yakin bisa mengalahkan Hermes dengan kekuatannya yang sekarang.


Namun, kecuali dengan satu cara, yaitu menggunakan Over Break. Over Break adalah sebuah sihir yang bisa melepas lalu melewati batasan kekuatan pada tubuh untuk beberapa menit, tetapi secara bersamaan si pengguna akan menerima efek samping yang besar setelah menggunakannya, hingga bisa menyebabkan kematian instan bagi siapapun yang mempertahankan Over Break lebih dari 10 menit.


Over Break merupakan sihir yang sangat kuat sekaligus terlarang akibat efek samping yang bisa membuat nyawa penggunanya melayang, tetapi Over Break tidak bisa digunakan oleh sembarangan orang, butuh penguasaan serta pengendalian Mana yang baik untuk menggunakan sihir yang terlarang ini.


Dan alasan kenapa Alex baru menggunakan Over Break sekarang adalah dirinya diberitahu oleh Lucy dan Miry setelah meminjam kedua kekuatan mereka berdua masih belum bisa mengalahkan Hermes. Alex langsung menerima usulan mereka berdua dengan memahami segala resiko yang mungkin akan terjadi, kalau ini memang satu-satunya cara baginya untuk memenangkan pertarungan ini serta menyelamatkan Azarlea.


"Over Breakkk!!!"


Dalam sekejap mata kekuatan Alex meningkat drastis hingga hampir dua kali lipat dari sebelumnya, kini Alex percaya dengan sihir ini dia mungkin bisa mengalahkan Hermes. Ia juga akhirnya bisa menggunakan salah satu kekuatan spesial dari pedangnya yang tadi tidak bisa digunakan secara terus menerus, akibat sihir besar sebelumnya, World of Phantams. Namun…


*jrett…


Baru saja Alex mengaktifkan Over Break, tetapi ia langsung menerima efek sampingnya dengan mengalami pendarahan didalam tubuh. Ia tahu bahwa sekarang ini dirinya harus mengejar waktu setelah sihir itu berhasil digunakan.'


"Art Magic : Elements Blade, Dual Sword Art Style : Deadly Phantom Slash" Alex langsung menggunakan melafalkan sebuah sihir untuk melapisi kedua pedangnya dengan dua elemen berbeda--cahaya dan kegelapan--serta dirinya maju dengan menyerang terlebih dahulu.


Hermes melihat Alex melakukan tebasan lurus kearahnya dengan sangat cepat sekali. Ia langsung menghindari serangan Alex itu dan berusaha menyerang balik disaat Alex tengah membelakanginya, tetapi ketika hendak menyerang. Hermes dikejutkan oleh tebasan kilat dari Alex yang berhasil melukai tangan kanan.


"Kau sudah keterlaluan, Hero!"


Jika tadi Hermes tidak sempat menghindari tebasan Alex, sudah pasti tangannya terputus dan ia hanya mengalami luka goresan saja. Namun, untuk sekali lagi muka Hermes benar-benar menggambarkan kemarahan yang sangat besar sekali.


Hermes langsung lari secepat cahaya dan menendang Alex, hingga membuat dia terpental keatas. Ia tadi sempat menyilangkan kedua tangan agar tulang dadanya tidak patah, tetapi kini kedua tangan milik Alex retak.


"Cih!" Alex merasa kesal dirinya terlambat untuk merespon tendangan Hermes. Tapi kecepatan lari Hermes tadi lebih sangat cepat, hampir mustahil untuk menahan gerakan secepat itu.


Setelah menerima serangan Hermes, sekali lagi Alex melakukan kuda-kuda Deadly Phantom Slash. Ia tidak hanya melakukan satu kali serangan saja. Alex terus menerus melakukan serangan walau tangannya merasakan rasa sakit yang lumayan, tetapi dia harus segera mengalahkan Hermes.


Karena efek samping dari Over Break mulai membesar, bahkan gerakan cepat yang Alex lakukan berkali-kali tadi sudah merobek otot serta meretakkan beberapa tulang dibagian tubuhnya.


Hermes kewalahan menghadapi serangan bertubi-tubi dari Alex, tidak sedikit Hermes terkena serangan dengan luka goresan dimana-mana. Dia benar-benar tidak bisa berkutik akan serangan beruntun tanpa henti, Hermes hanya bisa melakukan posisi bertahan dengan raut muka kesal.


Ia tidak menyangka Alex bisa memalukan dewa sepertinya dengan membuat tidak berdaya sama sekali menghadapi serangan cepat Alex. Itu sama saja Hermes mengakui ada seseorang yang bisa mengalahkan dalam hal kecepatan dan ia merasa sangat kesal serta marah.


"Arghhh" tiba-tiba gerakan Alex berhenti total dan sedikit berteriak kesakitan akan efek samping yang semakin membesar tiap detiknya.


Melihat kesempatan untuk menyerang, Hermes tanpa ragu lagi dengan melampiaskan kemarahannya tadi. Ia menendang Alex hingga jauh terlempar keatas istana dan menembus atap, sebelum jatuh ke permukaan tanah. Hermes sekali lagi menendangnya tepat didada hingga membuat Alex terlempar jauh ke hutan luar istana.


Sedikit demi sedikit Alex mulai bangun, walau disekujur tubuhnya merasakan rasa sakit yang luar biasa hebatnya. Tapi dirinya tidak bisa mati sekarang, ia harus tetap menyelamatkan Azarlea serta Alex harus pulang ke tempat dimana bisa disebut rumah baginya.


Disaat masih belum berdiri dengan sempurna. Alex melihat Hermes sedang berjalan santai kearahnya seraya tersenyum kejam mengetahui keadaannya yang menyedihkan sekali. Dia nampak menikmati dengan apa yang ia lakukan pada Alex saat ini.


"Alex!!!" teriak penuh kekhawatiran dari Lucy serta Miry dengan serentak.


"Darkness Cursed Magic : Regretless…"


Di detik-detik terakhir sebelum dirinya pingsan. Alex menggunakan Regretless yang membuat semua luka pada tubuhnya menghilang, seakan-akan sembuh total dalam sekejap mata. Namun, efek samping dari sihir Over Break masih terasa dan lebih cepat dari sebelumnya.


Ia kini tahu efek dari sihir itu tidak bisa diulang kembali atau di mundurkan waktunya, bahkan dengan Regretless pun tidak berhasil. Berarti dia mempunyai satu kesempatan lagi untuk menggunakan Regretless padanya, lalu segera secepat mungkin mengalahkannya.


"Aku tidak tahu sihir macam apa yang mempunyai kekuatan penyembuhan seperti itu, tetapi aku hanya perlu menghajarmu hingga mati…" seru Hermes yang telah memastikan dirinya akan menang melawan Alex.


Apa yang dikatakan Hermes memang benar bagi Alex, tetapi itu berhasil jika Alex masih menggunakan cara yang sama seperti tadi. Tapi tidak untuk kali ini.


"Art Skill : Ability Breaker…" Akhirnya Alex mengeluarkan kartu AS nya yang membuat senjata dewa pun menjadi layaknya sebuah benda biasa.


Inilah yang tadi dimaksudkan Alex dengan sebuah kesempatan untuk mengeluarkan salah satu kekuatan spesial dari pedangnya. Alasan kenapa Alex baru menggunakan sekarang ini adalah penggunaan World of Phantams sebelumnya membuat ia tadi tidak bisa menggunakan Ability Breaker. Alex tidak bisa menggunakan kekuatan dari pedang nya secara berturut-turut dan harus menunggu beberapa jam untuk kembali memulihkannya atau menggunakan kembali kekuatan pedangnya.


Namun, kali ini Ability Breaker hanya bisa bertahan 5 menit saja dan dalam waktu itu apapun yang terjadi Alex harus mengalahkan Hermes atau lebih tepat membunuhnya. Tapi baginya waktu itu sudah lebih dari cukup untuk membunuh dewa busuk itu.


"Apa yang kau lakukan padaku?!!" setelah mengucapkan kata seperti itu Hermes merasakan hampir 70 persen kekuatannya menghilang. Ia tidak tahu apa yang telah dilakukan Alex kepadanya.


Alex yang menduga kalau sebagian kekuatan Hermes terletak pada senjata pusaka dewanya menjadi tersenyum kecil. Ia telah membalikkan keadaan lagi dalam sekejap mata.


"Matilah! Dual Sword Art Style, Dimensional Magic : Dimensional Void Slash!!"


"Brengsek!!!" teriak penuh kemarahan Hermes yang masih sempat melihat Alex maju dengan kecepatan cahaya.


*jreettt!!!! slshhhh!!! blaarrrr!!!


Alex langsung menggabungkan seni berpedang dengan ilmu sihir yang menghasilkan tebasan dimensi. Sebuah tebasan yang bisa memotong apapun, hingga merusak dimensi ruang waktu yang berada disekitarnya.


Hermes yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, terkena dua tebasan telak didadanya dan dia langsung jatuh tergeletak bersimbah darah. Bukan hanya Hermes yang terkena tebasan Alex, tapi hutan bahkan bukit-bukit disampingnya ikut terpotong karena serangannya tadi.


"Alex!"


"Luther!"


Lucy dan Miry berteriak khawatir akan keadaan Alex yang dinilai cukup parah karena dia terlalu lama menggunakan Over Break hingga 13 menit lebih. Itu termasuk saat Alex menggunakan Regretless.


Alex yang telah menyelesaikan pertarungannya dengan Hermes terlihat sangat lelah dan merasa kesakitan akibat efek samping dari Over Break. Sekarang Alex masih tidak boleh untuk bersantai, sebab dirinya harus segera menolong Azarlea dengan cepat.


Tetapi sebelum itu, ia harus memulihkan keadaannya terlebih dulu, karena untuk berjalan saja sudah sangat kesusahan. banyak dari peredaran darah, otot-otot serta organ dalamnya yang mengalami luka parah akibat penggunaan Over Break tadi.


Sesaat akan Alex ingin menggunakan Regretless. Dia merasakan sebuah hawa keberadaan yang berasal dari belakang tubuhnya, tepatnya itu adalah Hermes. Namun, harusnya sekarang Hermes udah mati karena tebasan telak yang diterimanya.


Tak lama kemudian, tubuh Hermes memancarkan kegelapan yang sangat luar biasa pekatnya dan bersamaan dengan itu, Alex bisa merasakan sebuah kekuatan yang sangat mengerikan muncul dari Hermes. Itu bukanlah Mana nya, Mana hitam itu muncul secara tiba-tiba dan mulai perlahan menguasai tubuh Hermes.


Tanpa sadar Alex merasa sedikit gemetar akan jumlah Mana hitam yang mengerikan itu serta kekuatan yang berlipat-lipat ganda, hingga hampir tidak bisa diukur lagi. Hermes perlahan mulai berdiri lagi dengan disertai aura pembunuh yang besar sekali.


Namun, ada yang berbeda dari diri Hermes sekarang. Yaitu seluruh kulitnya menjadi hitam mengeras, tumbuh dua tanduk runcing di dahinya, serta mata kuning bercampur merah darah.


Penampilannya itu sudah tidak seperti seorang dewa, tetapi lebih menyerupai seorang iblis atau Demon.


"Mari kita mulai ronde kedua, Herooo" seru Hermes dengan senyum lebar.