The Legend Of Betrayer Hero

The Legend Of Betrayer Hero
Bab 39 : Jawaban Tersembunyi



"Sial, percuma saja kalau aku hanya memikirkan jawaban ini sendirian, yang aku dapat tidak lebih dari hipotesis belaka" ucap Alex dalam hati.


Ia sekarang sedang memikirkan cara supaya bisa bertemu dengan adiknya atau mengenali identitasnya melalui pecahan ingatan yang dulu. Namun, hasil yang ia dapat sama sekali tidak bisa membantunya sedikitpun tanpa ada informasi dengan bukti yang pasti.


Tapi Alex juga bingung harus darimana mencari informasi tentang adiknya. Ia tidak bisa bisa menanyakan itu ke Azarlea, karena dia tidak bisa memberitahukan padanya tentang apa yang terjadi 2000 tahun lalu dan segala hal tentang adiknya.


Ia bingung kenapa Azarlea merahasiakan darinya, dia pasti memiliki suatu alasan tersembunyi. Tapi yang Alex pikirkan dari alasan Azarlea adalah membiarkan dirinya sendiri mengingat apa yang terjadi 2000 tahun lalu dan tentang adiknya, Ellies.


Tetapi dengan alasan seperti itu, akan memakan banyak sekali waktu untuk mengingat kembali, kecuali Alex mencari tahu semuanya sendiri ke setiap dunia yang ada.


Namun, ada suatu hal yang mengganggu pikiran Alex selain memikirkan tentang siapa adiknya. Yaitu tentang Demigod yang dia bunuh, Erick, sejak dulu Alex belum menemukan alasan untuk kedatangan seorang Demigod ke Midgard.


Jika kedatangan hanya untuk mengatasi serangan Vampir itu maka terbilang sangat berlebihan mendatangkan Demigod. Padahal cukup dengan Grand Magus serta The Guardian sudah bisa mengatasi serangan yang masih dibilang kecil itu.


Tapi yang menjadi pertanyaan terbesar adalah untuk apa repot-repot mendatangkan Demigod bila untuk mengatasi sebuah serangan kecil?


Alex menduga kedatangan Demigod Erick memiliki tujuan lainnya seperti menangkap, mencari orang, membunuh seseorang, dan lain-lainnya. Itu juga menimbulkan pertanyaan lain yaitu siapa yang Erick incar itu?


Semuanya berhubungan satu sama lain dan mulai memperlihatkan sebuah jawaban dimana Alex sedang berpikir keras tentang jawabannya. Ia juga berharap mendapatkan sedikit informasi tentang keberadaan Ellies walau itu cuman secuilpun akan tetap sangat berharga bagi Alex.


"Hah… aku tidak bisa menemukan jawabannya" gumam kesal Alex dengan melihat ke langit. Sekarang dirinya berada diatas atap Akademi Tokyo dengan tubuh yang sedang berbaring seraya melihat keatas sambil berpikir.


"Jawaban apa yang kau maksudkan, Shu-tidak Alex?" tanya Yuki yang sedang menghampiri Alex dengan senyum kecil.


"Yuki kah? Kukira siapa… aku hanya sedang berpikir saja" jawab Alex dengan mendongak kebelakang dan melihat kedatangan Yuki yang langsung duduk disampingnya.


"Omong-omong bagaimana aku harus memanggilmu? tanya Yuki dengan bingung.


Ia tadi sempat ingin memanggil Alex dengan nama Shu, tetapi tiba-tiba mengubahnya dengan namanya yang dulu. Karena itulah Yuki kebingungan memanggil Alex dengan nama yang mana.


"Terserah yang mana saja, tetapi namaku yang sekarang adalah Kirihara Luther Shu" tegas Alex yang membuat Yuki tersenyum kecil seakan-akan bahwa Alex yang dia kenal sejak kecil masih belum berubah, walau memiliki dua kepribadian didalam satu tubuh.


"Baiklah, aku panggil, Shu, saja. Karena ini yang paling cocok denganmu" balas Yuki dengan senyum senang dan lebar.


"Kebetulan kau ada disini, Yuki. Aku ingin menanyakan sesuatu padamu" ucap Alex dengan kembali duduk seraya melihat Yuki. Yuki yang mendengar itu langsung mengijinkan Alex untuk bertanya tanpa ragu padanya.


"Dihari saat SMP Tokyo sedang diserang oleh kumpulan Vampir menyerang, apa yang kau dan Alicia sedang lakukan disana?" Alex langsung blak-blakan tanpa didahului oleh basa-basi lagi.


"Waktu itu aku dengan Alicia ingin mengunjungi festival SMP Tokyo, tetapi disaat kabut tebal itu muncul kami terpisah. Dalam perjalanan mencari Alicia, aku sempat melawan beberapa Vampir yang ingin menginginkan darahku. Lalu pada akhirnya aku bisa bertemu dengan Alicia yang sedang menatap kosong mayat dari Demigod yang kau bunuh" jawab panjang lebar Yuki dengan terus terang kepada Alex.


"Disaat kau sedang mencari Alicia, apa kau menemukan semacam hal aneh atau mencurigakan lainnya?" tanya Alex lagi. Yuki langsung menggeleng kepalanya tanpa mengucapkan sepatah katapun.


"Kenapa kau bertanya seperti itu, Shu?" sekarang giliran Yuki lah yang bertanya balik.


"Aku hanya sedang berpikir dengan alasan kenapa seorang Demigod repot-repot datang ke Midgard, padahal serangan kecil itu bisa ditangani oleh Grand Magus dan The Guardian" kini Alex yang tanpa ragu menjawab pertanyaan Yuki dengan melihat keatas lagi.


Beberapa saat kemudian, Yuki paham maksud dari Alex. Ia juga menjadi penasaran apa sebenarnya tujuan seorang Demigod muncul setelah ratusan tahun lamanya hilang bagai ditelan bumi.


"Tapi aku ingat bahwa Alicia pernah bercerita bertemu seorang gadis kecil yang memiliki kekuatan roh penguasa api, Ifrit, muncul di Midgard dan membunuh Grand Magus ke-120 dengan The Guardian beserta 7 orang lainnya."


"Ifrit? Apa kau tidak bercanda, Yuki?" Alex sedikit terkejut dengan datangnya seseorang yang bisa mengendalikan salah satu dari 4 roh penguasa elemen dasar.


Ifrit merupakan roh penguasa api terkuat yang pernah ada dengan serangan sangat berbahaya dilengkapi jangkauan yang sangat luas sekali.


Jika ada seseorang bisa mengendalikan Ifrit maka dijamin dia akan memiliki kekuatan api yang sangat luar biasa hebatnya, tetapi setiap roh memiliki harga yang harus dibayar supaya bisa digunakan.


"Alicia sendirilah yang bilang seperti itu. Saat dirinya sedang menghadapi gadis Ifrit itu, entah kenapa gadis Ifrit itu malah kabur dengan menggunakan kristal teleportasi ke Eldest World" ujar beritahu Yuki lagi.


Alex menjadi bingung dunia mana yang disebut Eldest World itu, karena menurutnya hanya ada kesebelas dunia yang telah ditetapkan sejak dulu dan tidak boleh ada dunia yang tercipta lagi selain dari kesebelas dunia.


Hanya ada satu kemungkinan salah satu dunia yang disebut sebagai Eldest World oleh gadis Ifrit itu, yaitu Unknown World. Hanya dunia itulah yang belum diketahui nama aslinya hingga sampai saat ini. Alex berpikir kalau gadis Ifrit itu kabur ke Eldest World atau Unknown World, tetapi yang menjadi pertanyaan adalah, Eldest World merupakan dunia yang telah ditinggalkan oleh penghuninya sejak ribuan tahun lalu, mana mungkin sekarang ada seseorang menjadi penghuninya?


Bila Eldest World hanya dijadikan tempat pelarian atau mengalih perhatian, maka akan menjadi pilihan yang sangat tepat untuk dijadikan tempat untuk memancing sekaligus kabur.


Sementara Alex lebih logis jika gadis Ifrit itu hanya menjadikan Eldest World atau Unknown World sebagai tempat kabur yang sangat cocok baginya dan bisa dijadikan tempat untuk mengalihkan pandangan terhadap musuhnya yang sedang mengejarnya agar upaya pencarian mereka menjadi sia-sia saja.


Lalu yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah kemana asal tujuan sebenarnya dari gadis kecil itu? Dari dunia mana dia berasal? Dan apa hubungannya dirinya dengan serangan Vampir di SMP Tokyo? Semua itu masih menjadi tanda tanya besar serta menambah PR Alex.


"Seperti apa ciri-ciri dan wajahnya?" tanya Alex lagi dengan penasaran.


"Kata Alicia dia memakai topeng dengan mata kiri berwarna merah mirip seperti mata Demon, rambut kuning keemasan berumur sekitar 10 tahunan dan mengenakan pakaian gaun putih pendek."


Dari ciri-ciri yang dijelaskan oleh Yuki, Alex masih belum bisa menentukan siapa gadis Ifrit itu, karena masih terlalu ambigu. Namun, Alex mengetahui seseorang yang memiliki penampilan hampir sama persis, tetapi dirinya tidak mempunyai bukti untuk menuduhnya sebagai gadis kecil yang mempunyai kekuatan roh penguasa api, Ifrit.


"Dan dia mempunyai telinga runcing…" lanjut Yuki lagi.


Pada saat itu Alex sedikit terkejut dan langsung menarik beberapa kesimpulan yang dia buat berdasarkan cerita dari Yuki. Menurutnya hanya ada dua ras yang memiliki telinga runcing yaitu Demon dengan Elf saja dan seseorang yang dimaksud Alex merupakan seorang gadis Elf muda yang baru-baru ini Alex temui, gadis Elf yang dimaksud Alex sendiri adalah anaknya dari Azarlea, Syzia.


Tetapi Alex masih tidak bisa menuduh putrinya sendiri secara langsung, jika benar gadis Ifrit itu adalah Syzia. Maka pasti ada alasan yang jelas tentang kedatangannya ke Midgard, yang secara bersamaan dengan munculnya serangan Vampir di SMP Tokyo.


Yang jelas sekarang Alex harus terlebih dulu menyelesaikan masalah ini sendirian dan tidak memberitahukan pemikirannya kepada siapapun, karena ia tidak ingin sesuatu buruk terjadi pada putrinya itu.


"Apa kau tahu siapa gadis kecil itu, Shu?" tanya Yuki yang menjadi sedikit curiga akan semua pertanyaan yang diajukan Alex tadi. Ia merasa Alex tahu siapa sebenarnya jati diri gadis Ifrit.


"Tidak… cuman hipotesa saja" jawab Alex dengan singkat.


"Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku, Alex? Apa jangan-jangan kau tahu siapa gadis yang mempunyai kekuatan roh Ifrit itu?" Yuki terus mencoba menekan Alex untuk memberikan jawaban sejujurnya pada dia.


Ia tahu bahwa Alex sedang menutupi sesuatu darinya, entah itu informasi tentang siapa gadis Ifrit atau ingatan tentang kehidupan sebelumnya.


"Untuk sekarang aku tidak mengetahui apapun, tetapi jika aku tahu. Maka itu akan menjadi urusanku sendiri dan bukan hakmu untuk mengetahuinya sedikitpun, Yuki" kini malah giliran Yuki yang terkena intimidasi kuat dari Alex dengan nada dingin serta seriusnya.


Memang benar apa yang dikatakan oleh Alex, kalaupun Alex mengetahuinya dan Yuki ingin meminta informasi itu padanya. Maka sebenarnya bukan urusan Alex akan memberitahu atau tidaknya pada Yuki, karena tanpa ada perintah dari Faksi Hero Yuki dilarang bertindak sembarangan termasuk dengan mengumpulkan informasi dari sumber yang belum tentu bisa dipercaya.


"Apa maks--"


*JDAAARRRR!!! BLAARRRRLLL!!!!


Tiba-tiba terjadi ledakan besar yang letaknya berada 7 KM dari Akademi Tokyo, ledakan itu berbunyi sangat keras sekali hingga bisa memecahkan kaca diradius 10 KM lebih.


Ledakan itu menghancurkan wilayah seluas stadion sepak bola berkapasitas 20000 orang dan menimbulkan asap serta debu yang berterbangan tinggi.


Alex serta Yuki sontak terkejut dengan ledakan besar tadi yang masih terdengar keras walau jaraknya begitu sangat jauh dari tempat mereka berada sekarang. Alex langsung bangun lalu berdiri dengan melihat tajam ke kepulan asap yang sedang berterbangan itu. Ia merasa melihat sesuatu yang cukup mengerikan dari balik asap itu.


Dari asal itu muncul seekor hewan yang memiliki tiga kepala anjing dengan tubuh yang sangat besar dan memiliki mata tajam merah api, hewan itu merupakan penjaga pintu gerbang dunia bawah atau bisa disebut Underworld. nama dari hewan itu adalah…


"Cerberus…"