The Legend Of Betrayer Hero

The Legend Of Betrayer Hero
Bab 25 : Kemurkaan Sang Dewi



Alex melihat sesosok wanita dengan baju perang berciri khas dewa dari nordik. Wanita itu memiliki paras cantik berambut kelabu panjang yang terurai, mata putih polos, memakai pakaian seperti zirah putih berkilau lengkap dengan helm, dan membawa pedang serta perisai. Dia adalah seorang Dewi perang dari nordik, Valkyrie.


Alasan kenapa ada Valkyrie di Midgard ialah Evil Nightmare, dia adalah orang yang sebelumnya dipanggil untuk membantu mengalahkan Alex dan merupakan rencana kedua dari Evil Nightmare jika tidak berhasil merebut pedang hitam itu.


Rein yang melihat kedatangan seorang Valkyrie hanya bisa terdiam kaget akan sosoknya, karena ia baru kali ini melihat seorang Valkyrie secara langsung.


Valkyrie itu langsung memandang tajam Alex dengan persiapan penuh. Dia berjalan pelan ke arah Evil Nightmare dan Rein dengan penuh keanggunan akan aura Dewi perang.


"Alexander Luther Louise! Sekarang aku akan benar-benar mengalahkanmu dan mengembalikan nama besarku pada All Father!" seru keras Dewi Valkyrie dengan marah. Ia terlihat sangat membenci Alex karena suatu hal besar yang pernah terjadi di kehidupan sebelumnya.


"Tidak aku sangka bahkan Dewi Valkyrie juga ikut datang untuk melawanku, sungguh suatu terhormatan sendiri untukku" puji Alex dengan senyum sombong.


"Jangan pura-pura lupa!!! Kau sudah mempermalukan aku didepan All Father!! Sekarang aku akan membuat pembalasan untukmu!" Ujar Dewi Valkyrie dengan kemarahan yang makin besar.


(Note : All Father merupakan sebutan atau nama lain dari Odin yang menyinggahi sebagai pemimpin dewa di Asgard)


Ia langsung mengeluarkan aura kekuatan yang sangat mengerikan besarnya. Dendamnya begitu besar dengan apa yang terjadi di jaman dulu sekali.


"Jangan marah karena hal sepele… lagi pula itu sudah lama sekali, Valkyrie… tidak, Sherlinia" balas Alex dengan sepele seraya tersenyum.


Mendengar itu hawa kekuatan Sherlinia semakin lebih besar lagi dan kemarahannya semakin membara pada Shu. Bahkan tanah yang menjadi tempat pijakan mengalami keretakan besar disekitar Sherlinia dan terus meluas serta angin yang bertiup sangat kencang.


"Sepele katamu…? AKU BENAR-BENAR AKAN MEMBUNUH SEKARANG, ALEXANDER LUTHER LOUISE!!!"


Sherlinia langsung maju penuh kemarahan ke arah Alex dengan bersiap menebas tepat di leher. Alex yang melihat itu langsung berusaha menahan kekuatan Sherlinia, namun…


*Trangggg!!! Jdiarrrr!!!!


Walau berhasil menahan serangan Sherlinia dengan Perfect Defense, tetapi Alex tetap terpental jauh hingga belasan meter kebelakang.


Alex berdiri lagi seraya membersihkan pundaknya dengan ekspresi wajah yang masih tersenyum. Sherlinia yang melihat itu semakin kesal akan wajah yang sedang ditujukan oleh orang yang ia paling benci.


"Sepertinya aku juga harus serius juga ya? Cursed Magic : Demon Mode" ucap Alex yang merubah wujudnya dari God Mode ke Demon Mode dengan ciri khas lima sayap hitam legam dan pedang hitamnya kini mulai mengeluarkan aura kegelapan.


"Hari ini akan menjadi hari terakhir kau bernafas, Alexander Luther Louise!!!" Sherlinia kembali maju dengan kecepatan abnormal menuju Alex seraya bersiap menyerangnya.


"Benarkah?" Alex tiba-tiba tersenyum kecil melihat kedatangan Sherlinia yang menghampirinya begitu cepat, "Earth Magic : Death Box" lanjut Alex dengan melafalkan sebuah mantra sihir.


Tiba-tiba di depan, samping kiri kanan dan belakang dari Sherlinia berdiri tembok batu yang terdapat duri sangat tajam menghadap dirinya. Seketika gerakannya terhenti mendadak, karena ia tahu itu bukan tembok biasa yang dapat dihancurkan dengan menabrakan dirinya. Pada saat itu juga bagian atap juga sama tertutup oleh tembok batu.


"Fire Magic : Inferno!" Alex langsung melafalkan sihir api tingkat tinggi dengan area yang luas disaat Sherlinia tengah terkurung didalam Death Box miliknya tadi.


Dalam sekejap daratan yang berada didekat Sherlinia menjadi lautan lahar panas akan sihir api dari Inferno.


"Art Skill : Resistance!" teriak Sherlinia dari balik dalam Death Box. Sosok Sherlinia berhasil lolos dari dua sihir milik Alex tanpa terluka sedikitpun dan langsung berlari lagi menuju Alex.


Ia terlihat baik-baik saja walau tengah berlari dilautan api dari Inferno tanpa ada luka bakal sedikitpun, itu semua berkat Art Skill dari Sherlinia sendiri.


Resistance adalah sebuah Art Skill dari senjata serta perisai pemberian dari Dewa Terkuat di Nordik, Odin, The All Father. Art Skill ini dapat melindungi penggunanya serta menetralisir semua efek dari beberapa sihir sekaligus.


Itulah alasan kenapa Sherlinia tidak sama sekali terluka atau merasa kebakar ketika berada ditengah-tengah dari sihir Inferno.


"Art Skill : Meteor Garden!"


Alex yang mengatahui Sherlinia bisa keluar dari Death Box nya langsung mengarahkan meteor kepada dia dengan kecepatan tinggi. Ia juga berusaha terus menjaga jaraknya dari Sherlinia, karena soal pertarungan jarak dekat atau pedang ia yakin akan semakin terpojok.


Sebab lawannya adalah seorang Valkyrie yang memiliki julukan Dewi Perang dari Nordik, itulah yang membuat Alex sebisa mungkin menghindari pertarungan jarak dekat.


"Valkyrie Slash!!!" Sherlinia langsung menghancurkan meteor yang baru muncul hingga berkeping-keping, menjadi bongkahan batu berukuran sedang.


"Tch" kesal Alex yang sedikit kewalahan saat melawan Sherlinia.


Begitu jarak Alex sudah dapat dijangkau oleh pedangnya, Sherlinia langsung melakukan tebasan kuat. Melihat itu Alex sekali lagi menggunakan Perfect Defense, namun seperti yang tadi.


Alex kembali terpental jauh walau sudah menahan tebasan dari Sherlinia dengan pedang hitamnya serta Perfect Defense. Penyebab kuatnya daya hancur dari Sherlinia ialah dari pedang di tangannya. Pedang itu bernama Destroyer Odin's Sword.


sesuai namanya, pedang itu memiliki kekuatan akan daya hancur yang sangat kuat dan bisa membuat pedang atau perisai apapun hancur, kecuali senjata kelas dewa.


Alex yang sudah berdiri lagi, langsung disambut lagi oleh Sherlinia yang sudah datang untuk melancarkan serangan. Tujuan dia melakukan itu ialah terus menyerang Alex tanpa diberi nafas untuk melancarkan serangan sihir padanya.


"Matilah!!!" teriak Sherlinia seraya menyerang Alex yang belum bersiap.


"Apa?" Sherlinia terkejut serangannya terhenti di udara seperti ada sesuatu yang menahannya.


"Giliranku, Fire Magic : Thousand Hell Fire Explosion! Dimension Magic : Pyramid Seal! Dimension Magic : Teleportation!" Alex yang sudah menunggu Sherlinia masuk perangkapnya, langsung menyerang hingga mengeluarkan tiga sihir sekaligus.


Disekeliling Sherlinia muncul sebuah penghalang dimensi berbentuk piramid cukup besar dan didalam Pyramid Seal muncul ribuan titik api dari Thousand Hell Fire, lalu yang terakhir Alex langsung melarikan diri keluar dari piramid sebelum semua titik api yang ada meledak.


*Jdaaarrrr!!! Blaarrrrr! Bzzzttt!!! Drrtttzzz!!!!


Salah satu tujuan selain menahan Sherlinia untuk tidak kabur ialah mengurangi dampak ledakan yang akan terjadi di saat semua titik api itu meledak dan mempersempit ruang agar dampak ledakan lebih terpusat dalam satu titik saja.


Alex tiba-tiba merasa kelelahan, ia sudah terlalu lama dan banyak menggunakan kekuatannya. Dia juga tidak mau berakhir seperti dulu hingga membuat matanya buta sementara.


Namun ia sudah bisa lega sekarang, karena Alex tahu pasti Sherlinia sudah terbunuh dalam ledakan yang sangat besar itu. Mustahil Sherlinia bisa kabur atau lolos tanpa luka di dalam piramid. Evil Nightmare dan Rein juga memiliki pikiran yang sama, jika salah satu dari mereka yang berada dalam posisi Sherlinia.


Disaat ledakan terakhir terdengar, didalam Pyramid Seal tertutup oleh debu-debu yang bertebaran hingga Alex tidak bisa bagaimana keadaan Sherlinia sekarang.


Alex langsung melepaskan sihir Pyramid Seal nya, debu yang terkurung menjadi hilang dan disitulah Alex seperti melihat ilusi akan Sherlinia yang masih berdiri tanpa terluka parah.


Dia terlihat baik-baik saja walau ada sedikit bekas ledakan api dibeberapa bagian tubuhnya. Namun justru itulah yang membuat Alex bingung akan Sherlinia yang hanya mengalami luka kecil saja.


"Jadi perisai itu ya? Alasan kenapa kau tidak terluka parah karena sihirku" Setelah Alex memperhatikan lebih detail, ia tahu kalau perisai yang dibawa ditangan kiri dari Sherlinia adalah penyebab dirinya masih baik-baik saja.


Sama seperti pedangnya, perisai Sherlinia juga pemberian langsung dari Odin yang memiliki nama asli, Protector Nine Shield. Perisainya dapat melindungi pengguna dari berbagai macam serangan sihir atau fisik secara tidak langsung ataupun langsung.


Namun tidak semua akan 100% menjamin dapat melindungi penggunanya akan suatu serangan tertentu. Ditambah jika ada senjata dewa lainnya yang mungkin bisa menetralisir efek dari semua senjata milik Sherlinia, maka pedang dan perisainya tidak lebih dari bongkahan baja yang kuat.


"Sekarang aku akan bisa membunuhmu, Alexander Luther Louise!" seru Sherlinia dengan berjalan pelan kearah Alex. Tidak seperti tadi yang menghampiri Alex dengan cepat, sekarang Sherlinia lebih justru terlihat santai.


"Wahai pedangku… tunjukkanlah kemuliaanmu dalam kegelapan abadi…" Alex yang tidak punya pilihan lain langsung mencoba melafalkan sihir terkuat yang ia milikin, World of Phantams.


Didalam situlah Alex bisa mengalahkan Sherlinia, karena semua kekuatan dewa atau dewi akan menghilang. Termasuk kekuatan yang berada di senjata Sherlinia.


Tetapi yang menjadi masalah adalah Alex tahu pasti kalau Sherlinia tidak akan terlalu baik hati untuk menunggunya selesai melafalkan sihir dari World of Phantams.


Alex juga tidak bisa melafalkan sihir lain, karena jika iya, otomatis sihir World of Phantams akan hilang dan harus mengulang lagi. Ditambah Alex hanya bisa menggunakan kekuatan fisik yang dibandingkan dengan Sherlinia, dia kalah jauh.


Oleh karena itu Alex kali ini bertaruh akan pilihannya. Dimana Alex yang akan kalah terlebih dahulu sebelum berhasil melafalkan World of Phantams atau dia berhasil mengalahkan Sherlinia didalam Word of Phantams.


Sherlinia yang tidak merasa asing dengan ucapan pelafalan awal dari Alex, langsung menyerang Alex dengan meningkatkan kecepatannya secara tiba-tiba.


Ia tahu pasti akan rencana yang akan Alex lakukan, karena itulah Sherlinia berusaha untuk menggagalkan rencana Alex dan memenangkan duel yang sudah lama terjadi.


*Trangggg!!!! Trzztttt! Kztt…


Alex yang melihat kedatangan Sherlinia langsung berusaha menahan sekuat-kuatnya, tidak seperti sebelumnya. Ia kali ini tidak terpental karena menggunakan kedua tangan sekaligus disaat akan menahan serangan Sherlinia.


Walaupun berhasil menahan serangan Sherlinia, namun tetap saja Alex masih kalah jauh dibandingkan dengan dia. Itu terbukti dari kedua tangan Alex yang sedikit bergemetar.


"Saksikanlah drama ilusi yang akan menghancurkan dunia…" Alex kembali melanjutkan mantra dari World of Phantams.


Mengetahui itu Sherlinia kembali memberi tekanan kuat pada Alex yang sekarang ini berada diposisi bertahan. Namun secara tiba-tiba Sherlinia menarik pedangnya lagi, lalu melancarkan serangan tebasan miring yang kuat.


Alex yang semula bisa menahan, kini dia terpental lebih jauh kebelakang dengan tubuh memar serta patah tulang, bisa ia rasakan sakitnya. Dan disaat ia hendak bangun, Alex baru menyadari lengan tangan kirinya terluka cukup lebar karena serangan Sherlinia.


"Beserta para pendosa… didalamnya dan…" Alex terengah-engah disaat akan menyelesaikan mantra dari sihir World of Phantams.


Sherlinia sekali lagi menyerang Alex dengan cepat, ia tidak bisa membiarkan Alex dapat menyelesaikan sihir World of Phantams atau dia yang akan kalah darinya.


Begitu berada didekat Alex, Sherlinia melancarkan serangan beruntun dengan cepat. Ia berusaha mengincar lalu menebas organ vital dari Alex. Namun, Alex selalu bisa membelokkan setiap serangan yang dilakukan Sherlinia sehingga tidak ada satupun dari organ vitalnya yang terkena tebasan.


"Buatlah dunia terkutuk untuk musuh-musuhku, Worl--guhak!" Disaat Alex ingin menyelesaikan mantra World of Phantams, tiba-tiba Alex memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Penyebabnya ialah Sherlinia yang berhasil menusuk perut Alex hingga membuatnya tidak dapat menyelesaikan mantra yang tinggal sedikit lagi bisa mewujudkan dunia dari World of Phantams.


Akhirnya Sherlinia bisa merasa sedikit lega karena telah menggagalkan rencana Alex dan serta bisa membunuh dia demi untuk mengembalikan nama besarnya sebagai Dewi Valkyrie.


Sherlinia mencabut pedangnya dari perut Alex dan membuat dia setengah jongkok dengan menggunakan pedang hitamnya sebagai tumpuan agar tidak terlentang ditanah. Bahkan wujud Demon Mode nya sekarang ini sudah lenyap, karena Alex sudah terlalu banyak menggunakan Mana dan merasakan kelelahan yang berlebihan.


Kemudian ia mengangkat tinggi pedangnya dan mengarahkan ke leher dari Alex yang hanya bisa terdiam saja tanpa melakukan sesuatu untuk menghindari tebasan itu.


"Sekarang aku akan membunuhmu, Alexander Luther Louise!!!" seru keras Sherlinia kepada Alex, walaupun dia terlihat marah. Tapi ada perasaan lain yang lebih kuat, membuat ia tidak bisa membunuh Alex.


Mendengar itu Evil Nightmare langsung berusaha menyelamatkan Alex yang sekarang ini tidak bisa bergerak lagi, walau dirinya ingin mengalahkan Alex. Tetapi bukan berarti ia ingin Alex terbunuh.


Evil Nightmare hanya ingin menyadarkan Alex tentang siapa dirinya dan berusaha membuat Alex ingat tentang semua kehidupan sebelumnya.


"Sekarang kesempatanmu untuk membunuhku, Nia" balas Alex yang terlihat pasrah dan tidak mencoba untuk menghindari lagi.


"Kenapa? Kenapa… kenapa sekarang kau malah memanggilku dengan nama itu?!" Sherlinia yang sudah tidak bisa menahan emosinya menjadi pecah. Ia menangis dihadapan Alex ketika dirinya dipanggil 'Nia'. Itu merupakan panggilan khusus yang diberikan Alex beribu-ribu tahun yang lalu.


"Maafkan aku, Nia. Aku telah mencampakkanmu, walau kau sudah sangat baik padaku" Alex sedikit teringat akan terkaitan antara Sherlinia dengan ingatannya yang terjadi dulu sekali. Karena itulah Ia terus meminta maaf.


"Sejak dulu sekali, lalu sekarang ini, a…aku tidak bisa berhenti mencintaimu, Alex!"