
Tiba-tiba cuaca disekitar mereka berdua berubah menjadi sangat dingin hingga hujan salju turun, yang harusnya ini masih termasuk musim semi dimana tidak mungkin ada salju turun di wilayah seperti itu. Perubahan itu disebabkan oleh Ellies yang sekarang suasana hatinya mulai tidak senang dengan penyataan dari si gadis kesatria.
Ia mengeluarkan sebuah pedang mirip Katana dan Katana itu memiliki warna putih salju bercampur biru es yang semakin bersinar cerah menunjukkan kilauan cahaya putih indah. Disekitar Ellies terdapat butiran-butiran salju yang keluar dari bilah Katana salju itu.
Walau ditengah hawa dingin, si gadis kesatria itu tidak merasakan sedikitpun yang namanya kedinginan sebab pedangnya telah memberikan perlindungan dari semua hawa negatif dari sekitarnya.
"Aku tidak suka dengan caramu mengorbankan nyawa orang-orang tidak bersalah demi tujuan egoismu itu. Aku akan melakukannya dengan caraku sendiri" ucap si gadis kesatria dengan tegas dan niat yang besar.
Meskipun si gadis kesatria menolak permintaan dari Ellies. Namun, dirinya sendirilah yang akan tetap melakukan dengan caranya sendiri, yang pasti tidak akan ada nyawa orang bersalah berjatuhan karena tujuannya.
"Jadi kau ingin merebut kakakku ya? Hanya aku yang boleh memiliki kakak, tidak boleh ada orang lain yang merebutnya dariku" Ellies semakin mengeluarkan hawa dingin dari auranya hingga membeku seluruh rumput diwilayah itu.
Ia mengira kalau si gadis kesatria itu ingin merebut Alex darinya dengan menolong menggunakan cara dia sendiri, maka gadis kesatria itu ingin menghentikannya agar semua hasil kerja keras yang selama ini dia lakukan bisa didapatkan oleh gadis kesatria dengan mudah.
"Sudah kubilang, caramu salah! Apa kau pikir dia akan bahagia, jika kau mengorbankan nyawa semua orang untuk dia?" gadis kesatria itu mencoba menyadarkan Ellies akan tindakannya yang telah menghilangkan banyak nyawa tak bersalah.
"Satu-satunya kebahagiaan kakakku adalah aku! Tidak ada orang lain yang bisa membuat kakakku bahagia!" Ellies langsung membantah dengan keras seraya menyerang si gadis kesatria menggunakan puluhan es lancip yang muncul dari bawah.
"Sadarlah, Ellies! Apa kakakmu menginginkan hal ini!?" si gadis kesatria dengan cepat menebas seluruh es lancip yang mengarah padanya.
Dia masih berusaha untuk membuat Ellies menyadarkan bahwa tindakannya sudah salah, karena demi tujuannya Ellies tidak ragu mengorbankan nyawa orang banyak tanpa ada rasa menyesal sama sekali.
"Apa yang kau tahu tentang kakakku?! Kakakku hanya menginginkan aku saja, bukan kau atau semua orang didunia ini, Ice Magic : Ice Meteoric!" dari tengah udara kosong Ellies menciptakan sebuah meteor terbuat es yang sangat besar berbentuk bola.
Meteor es itu tepat jatuh diatas gadis kesatria dan langsung melesat cepat kearahnya. Dia langsung mengambil posisi kuda-kuda dengan mengangkat pedangnya tinggi-tinggi hingga diatas kepalanya.
"Sword Imperial Art Style : True Attack!" Seketika meteor itu terbelah menjadi dua bagian, hingga tanah yang berada dibawah ikut terbelah.
"Atas nama Pendragon, aku Alicia Pendragon Britania, akan menghentikanmu sekarang juga, Ellies!" seru keras Alicia yang membuat pedangnya, Excalibur, memancarkan sinar emas cerah dengan mengambil posisi untuk menyerang Ellies.
"Jangan pikir kau bisa menghentikanku, Alicia" Ellies semakin membuat cuaca sekitarnya seolah mengalami musim dingin yang sangat parah. Katana nya bersinar cerah, membuat hawa dingin yang lebih menusuk lagi.
Namun, Alicia tidak merasakan sedikitpun hawa dingin yang menusuknya, semua itu karena perlindungan dari Excalibur yang mempunyai salah satu kekuatan spesial bernama, Protection Aura.
"Art Skill : Honour of Soul!" Alicia langsung maju dengan kecepatan penuh seraya siap untuk menyerang Ellies.
"Art Skill : Snow Breaker!" Ellies langsung mengarahkan pangkal pedangnya pada saat Alicia ingin menebasnya.
*traaannngggg nggghhhh!
Terjadi dengungan keras akibat benturan diantara kedua pedang milik Ellies dengan Alicia. Kedua tangan mereka sama-sama terangkat keatas setelah benturan itu dan langsung berusaha menyerang lagi.
Mereka saling beradu empat sampai lima kali tebasan hingga mereka berdua terjebak dalam posisi bertahan, sebab kedua pedang mereka saling tertahan satu sama lain.
"Kau akan kuhentikan disini, Ellies! Cepat sadari kesalahanmu!" ujar beritahu Alicia dengan semakin menekan pedangnya dan membuat Ellies mundur perlahan.
Dalam hal ilmu berpedang, Ellies kalah sedikit dari Alicia yang mempunyai pengalaman dan ilmu yang sudah diwariskan selama ribuan tahun membuatnya unggul ketika beradu pedang dengan siapapun, kecuali satu orang.
"Aku akan menyelamatkan kakakku, kau tidak akan bisa menghentikanku atau merebut kakakku!" Ellies yang tahu dirinya kalah dalam hal ilmu berpedang, langsung mengambil langkah mundur dan menjaga jarak aman dari Alicia.
"Art Magic : Ice Soul Blade!" Ellies menciptakan ratusan pedang es yang melayang disekitarnya, lalu semua pedangnya itu langsung menyerang Alicia secara berturut-turut dengan mengepungnya dari berbagai arah mata angin.
Alicia yang tahu bahwa jumlah pedang es itu terlalu banyak untuk dia tebas, mengambil langkah mundur ke belakang untuk mengumpulkan semua itu menjadi satu kelompok, lalu menaruh pedangnya kebelakang.
"Art Skill : Deadly Judgement Slash!!!" Excalibur yang Alicia tarung dibelakang menjadi pendorong layaknya roket yang langsung mendorongnya melewati serta menghancurkan semua pedang es milik Ellies.
Tidak cukup dari situ, Alicia masih terus meluncur dengan pesat kearah Ellies dengan bersiap untuk menebasnya kuat-kuat. Ellies yang tahu kalau dia tidak akan berhenti langsung melafalkan dan menciptakan belasan tembok es tebal yang berjejeran rapi lurus.
*trriiinnngggg!
Benturan keras tercipta setelah Alicia menghancurkan semua tembok es yang Ellies buat untuk menahannya, alhasil serangannya bisa ditahan tanpa kesusahan.
"Ice Magic : Seal Frost Prison!"
Tanpa disadari Alicia, dia telah masuk dalam jebakan Ellies yang telah dirinya pasang setelah membuat belasan tembok es tadi. Alicia yang sudah tidak menghindari jebakan telah terkurung dalam bongkahan es besar.
"Ice Magic : Spears of Death" Dari atas bongkahan es yang mengurung Alicia, muncul sebuah tombak besar yang sangat lancip ujungnya. Tombak es itu tepat jatuh diatas Alicia yang tengah tidak bisa bergerak sedikitpun.
Namun, sebelum tombak lancip itu menyentuh Alicia, segel penjara es milik Ellies hancur berkeping-keping akibat kekuatan Excalibur yang dengan sengaja Alicia lepaskan secara penuh langsung demi membebaskan dirinya.
Setelah itu Alicia langsung menebas atau lebih tepatnya menghancurkan tombak yang tadi berusaha untuk membunuhnya ketika masih terjebak.
"Aku akan bertarung dengan serius mulai sekarang. Bersiaplah, Ellies. Art Skill : Release Limited Power!" tiba-tiba dari sekitaran Alicia muncul aura emas yang bersinar cerah bersamaan dengan itu kekuatannya bertambah berkali-kali lipat.
Release Limited Power adalah Art Skill yang melepaskan batasan kekuatan pada Excalibur dan menyalurkan ke seluruh tubuh Alicia dengan meningkatkan kekuatannya secara drastis.
"Aku akan benar-benar membunuhmu, jika kau masih menghalangi, King of All Knight. Art Skill : Cursed Blood Snow" tiba-tiba warna bilah biru terang dari Katana Ellies berubah menjadi merah darah.
"Sword Imperial Art Style : Triple Judgement Slash!" tanpa pikir panjang Alicia berusaha menebas dengan kekuatan penuh, tetapi serangannya langsung terhentikan sebab pedang yang baru menyentuh katana milik Ellies telah terbeku.
Kini Alicia baru merasakan hawa dingin yang menusuk tulangnya, bahkan perlindungan dari Excalibur bisa bocor akibat bersentuhan langsung dengan bilah Katana dari Ellies. Dia dengan cepat melepaskan dirinya lalu mengambil jarak sejauh mungkin.
Setelah menjauh dari Ellies, Excalibur yang tadinya setengah membeku kini perlahan-lahan mulai mencair serta tangan Alicia sudah tidak merasakan hawa dingin lagi. Alicia sudah bisa mengetahui apa kekuatan baru Katana milik Ellies.
Semua benda yang menyentuh bilah Katana itu akan seketika membeku instan, hingga senjata sekelas legendaris, Excalibur, bisa membeku dalam hitungan detik saja. Bila tadi Alicia bertahan lebih dari 10 detik, mungkin dia sudah terbeku sepenuhnya.
"Apa kau sekarang bisa merasakan hawa dingin ini? Bahkan Excalibur-mu tidak mampu menahan hawa dingin dari Katana ku" tanya Ellies dengan tersenyum kecil.
Ellies tahu kenapa Alicia sampai mengambil langkah mundur sejauh itu, dia pasti ingin menjaga jarak agar tidak membeku seperti sebelumnya.
Alicia hanya diam seribu bahasa, walau tangannya sudah merasakan beku, tetapi rasa tusukan masih sedikit membuat tangannya kaku.
"Bertahanlah dari seranganku, jika kau bisa, Ellies. Wahai cahaya, berkumpulah… bangkit dan berkilaulah…"
"Jadi kau ingin menggunakan kekuatan Excalibur secara sepenuhnya ya? Akan aku lawan… Wahai salju, turunlah dan berilah orang-orang ini kutukanmu…
"Tunjukan jalan kemenangan untukku dan beri aku sebuah kemenangan yang mutlak!"
"Buat mereka menderita kekal dalam dosa-dosa dan tunjukkan neraka dingin pada pendosa-pendosa yang bodoh itu!"
"Excalibur!!! / Abyss of Niflheim!!!"
Dari masing-masing tempat berdiri Ellies dengan Alicia muncul gelombang berskala sangat besar berwarna emas dan biru. Kedua gelombang kekuatan itu merusak segala sesuatu disekitarnya dengan daya hancur luar biasa.
"World of Phantams…"
Seketika kedua gelombang itu lenyap dalam sekejap mata dan tempat mereka bertarung berubah warna menjadi hitam dengan putih saja.
Ellies dan Alicia saling menengok kearah sumber suara yang terdengar sangat familiar bagi mereka berdua, lalu menjumpai sesosok pemuda yang menjadi alasan kenapa mereka sampai bertarung.
"Hentikan pertarungan ini sekarang juga…" seru keras Alex dengan menatap tajam.