The Immortal_Allgar&Gazbiyya

The Immortal_Allgar&Gazbiyya
Bab 8. Menghabiskan Waktu Bersama...



Terhitung sudah 3 hari Gazbiyya tinggal di Mansion THE IMMORTAL.


Malam itu setelah dia selesai menghubungi Ezra yang berakhir dengan dirinya yang terpaksa untuk bersembunyi sementara waktu, Gazbiyya langsung terlihat murung.


Dan itu semua tak lepas dari perhatian Kinara dan Claretta, dua temannya itu langsung bertanya tentang apa yang sebenarnya tengah terjadi padanya.


Kenapa dia terlihat murung setelah mengubungi Ezra?


Sampai akhirnya Gazbiyya menceritakan masalahnya pada dua gadis itu, dia merasa tidak enak jika berlama-lama menumpang disini. Dan lagi pula si tuan rumah juga belum tentu mau mengijinkannya tinggal lebih lama.


Kemudian ke esokannya, tiba-tiba Claretta mengajaknya menemui Allgar.


Gadis yang biasanya terlihat cuek itu mengatakan jika ia akan membantu dirinya untuk meminta ijin pada Allgar.


Allgar yang awalnya sedikit keberatan, pada akhirnya memberikannya ijin untuk tinggal disini lebih lama sampai masalahnya selesai.


Perlu diketahui jika laki-laki itu tidak tahu masalah apa yang sedang dialaminya, karna Gazbiyya memang tidak memberitahunya.


Gazbiyya hanya mengatakan jika dirumahnya sedang ada masalah, untuk itu lah dirinya tak bisa pulang untuk sementara waktu ini.


Meski Allgar terlihat dingin dan misterius, namun ternyata lelaki itu masih memiliki sifat baik.


"Kenapa tidak ikut main bersama mereka?" ucap sebuah suara yang berasal dari arah belakang, yang mana mampu membuaf Gazbiyya tersentak kaget.


Lalu Gazbiyya menolehkan kepalanya kebelakang, dan dia mendapati seorang Allgar yang sedang duduk bersandar dibawah pohon. Hanya berjarak satu meter dari tempatnya duduk sekarang.


Namun pertanyaan sekarang adalah, sejak kapan pemimpin dari THE IMMORTAL itu berada disana?


Lantas kenapa dia tidak merasakan kedatangannya, ini semua pasti karna dia yang sejak tadi fokus melamun.


"Enggak kak, panas. Enakan juga duduk disini" balasnya dengan tatapan yang tertuju pada teman-temannya yang saat ini sedang bermain Voly dibibir pantai


"Kak Allgar sendiri, kenapa tidak ikutan main?"


"Males" singkat,padat dan jelas, seperti itu lah jawaban yang diberikan Allgar atas pertanyaan Gazbiyya


Lalu setelah itu, kedaan kembali hening. Baik Allgar maupun Gazbiyya sama-sama tak berniat memulai obrolan kembali. Mereka terlihat asyik dengan dunia masing-masing.


Gazbiyya menatap kembali ke arah teman-temannya berada sekarang.


Senyumnya semakin lebar saat melihat Claretta yang terlihat sedang memarahi kekasihnya karna beberapa kali gagal memukul bola, sedangkan yang lainnya malah menertawakan tingkah sepasang kekasih itu.


Berawal dari dirinya yang iseng bertanya pada Claretta dan Kinara, tentang kenapa dua gadis itu tak melanjutkan kuliah?


Apakah mereka tidak bosan karna terus-terusan berada didalam Mansion?


Lalu keduanya kompak menjawab jika mereka tak merasa bosan, karna disini ada banyak hal yang bisa mereka lakukan untuk membunuh rasa bosan.


Contohnya seperti saat ini, mereka semua sedang menghabiskan waktu dengan pergi ke pantai.


Gazbiyya tak bisa menghentikan rasa kagumnya, dia baru tahu jika tak jauh di belakang mansion ada sebuah pantai yang sangat indah.


Membutuhkan waktu sekitar setengah jam untuk sampai disini dengan mengendarai mobil.


"Mau ikut jalan-jalan sebentar?" ucap sebuah suara yang lagi lagi mengagetkan Gazbiyya


Kali ini saat dirinya menoleh kebelakang, Allgar sudah berdiri dan sedang menepuk-nepuk belakang tubuhnya untuk membersihkan pasir pantai yang mungkin saja menempel pada tubuh lelaki itu.


Gazbiyya nampak berpikir sebentar, lalu menyetujui ajakan dari Allgar.


"Ikut, memangnya mau jalan-jalan kemana kak?"


Tak ada sahutan dan Gazbiyya hanya bisa memanyunkan bibirnya,


Dasar Allgar si wajah datar, gumamnya didalam hati. Karna dia tidak mungkin mengatakannya dengan suara keras, bisa-bisa dirinya langsung di usir oleh Allgar.


Jalan yang mereka tapaki mulai dikelilingi oleh tanaman-tanaman liar, Gazbiyya yang mulai merasa takut, dengan refleks menarik kaos bagian belakang milik Allgar.


Dan tindakannya tadi langsung membuat Allgar berhenti, lelaki itu menoleh ke belakang dimana Gazbiyya yang nemang sejak tadi berjalan dibelakangnya.


"Kenapa?" tanya Allgar sambil menatap wajah Gazbiyya yang terlihat menyembunyikan rasa takut


"Emb, itu, aku takut kalau tiba-tiba ada ular" jawabnya dengan tatapan sibuk menatap keselilingnya


"Aman, disini tidak ada ular" ucapnya sambil menarik tangan Gazbiyya untuk berjalan disebelahnya,


"Kenapa? Apa kamu takut dengan ku? Seharusnya tadi kamu menolak ajakan ku Gazbiyya" ujar Allgar dengan tenang, dia sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan Gazbiyya barusan


Sekitar tujuh menit kemudian, Allgar dan Gazbiyya menghentikan jalannya.


Ternyata Allgar membawanya ke kebun buah, ada beberapa pohon buah Apel yang terlihat lebat buahnya.


"Wah.. banyak banget buahnya" mungkin sekarang Gazbiyya terlihat norak dimata Allgar, namun gadis itu jelas tidak peduli


Gazbiiya terlalu terpesona dengan pemandangan yang dilihatnya saat ini, ini kali pertama dia datang ke sebuah kebun buah.


"Kak Allgar, ini semua bisa dimakan kan?" tanya Gazbiyya dengan suara cukup keras


"Bisa, sini aku ambil kan"


Allgar dengan postur tingginya, terlihat begitu mudah untuk menggapai buah Apel yang berada di dahan yang tak terlihat cukup tinggi


"Nih" sambil menyerahkan dua buah apel pada Gazbiyya,


Gazbiyya tentu saja menerimanya dengan senang, dia menggosok permukaan Apel sebelum menggigitnya.


"Kak Allgar, petik yang banyak ya. Nanti kita bagi ke teman-teman" mohonya pada Allgar yang dibalas anggukan oleh lelaki itu


Tiba-tiba saja, Allgar dan Gazbiyya terlihat seperti dua orang yang sebelumnya sudah cukup dekat.


Gazbiyya menjelma sebagai gadis ceria yang tak berhenti mengoceh, dan Allgar sama sekali tidak keberatan mendengar ocehan Gazbiyya. Bahkan dirinya beberapa kali menjawab pertanyaan dari Gazbiyya,


Sampai tak terasa, mereka berdua sudah menghabiskan waktu sekitar setengah jam lebih untuk berkliling kebun.


Bahkan keranjang yang berada ditangan Gazbiyya sudah penuh dengan berbagai jenis buah-buahan hasil panen sendiri.


Sebenarnya kebunnya tak terlalu luas, namun disini ada berbagai pohon buah. Mulai dari pohon Apel, Belimbing, Mangga, Jeruk, dan ada lagi yang lainnya.


"Mereka pasti senang banget karna kita bawakan buah kak" ujarnya dengan tersenyum cerah


Entah kenapa perjalanan pulang terasa lebih cepat, sampai akhirnya mereka kembali ke tempat sebelumnya.


Teman-temannya sedang berkumpul di depan Villa kecil yang letaknya tak jauh dari pantai.


Kata Kinara, Villa dengan 3 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu dan dapur itu sengaja dibangun untuk tempat peristirahatan saat bermain ke sini.


Dan rencananya malam ini mereka akan menginap disini.


Memasak barbeqiu sambil menikmati pemandangan pantai di malah hari.


"Kalian dari mana saja sih? Aku kira kamu menghilang Biyya" itu suara Claretta, gadis yang mengenakan celana pendek ketat dengan atasan sebuah crop top sebatas pusar.


"Aku bawa ini buat kalian" sambil menyerahkan keranjang yang tadi dibawanya


"Cocok nih, buat jadi pencuci mulut setelah makan Barbeqiuan nanti" sambung Elvan


Kemudian waktu berganti malam, ke delapan orang itu telah siap dengan tugas masing-masing.


Di depan pemanggangan sudah ada Gavin, Claretta dan Kevlar. Di sudut teras, ada Vilash dan Allgar yang sedang berkutar dengan golok dan kelapa muda.


Sedangkan Gazbiyya, Kinara dan Elvan mendapat tugas menyiapkan makanan dan beberapa cemilan. Mereka semua tengah sibuk dengan tugas masing-masing.


"Kak Biyya, tadi ngapain aja sama kak Allgar?" tanya Kinara dengan cara berbisik-bisik, sorot mata jahil jelas kentara dikedua mata Kinara


"Jalan, panen buah, keliling kebun, terus pulang" balas Gazbiyya apa adanya


Namun Kinara merasa tak puas dengan jawaban dari Gazbiyya, gadis itu berdecak karna merasa gemas dengan tingkah polos Gazbiyya.


"Masa cuma gitu doang kak. Kalian gak..." Kinara sengaja tak menyelesaikan ucapannya, dia memberi kode dengan cara memonyongkan bibirnya seolah sedang ciuman


"Itu, bibir kamu kenapa? Jelek banget" ucapnya sembari tertawa pelan


"Tau ah. Kak Biyya gak asyik" lalu melenggang pergi memasuki Villa untuk mengambil gelas


Gazbiyya menggelengkan kepalanya disela tawa, tentu dia paham maksud dari Kinara tadi.


Tapi dirinya memang sengaja berpura-pura tak paham, lagi pula antara dia dan Allgar memang tak terjadi apapun.


Baginya, Allgar Kavindra adalah sosok misterius yang mungkin sebaiknya dia hindari. Entah mengapa dia yakin jika Allgar adalah orang yang berbahaya,