
Ada sebuah kata-kata bijak yang mengatakan jika,
Terkadang kebahagiaan itu tidak datang dengan sendirinya, ada kalanya sebuah bahagia membutuhkan perjuangan dan pengorbanan.
Dan kebahagiaan itu ada karna kita sendiri yang menciptakannya.
Sampai detik ini Gazbiyya selalu berusaha membuat dirinya sendiri merasa bahagia.
Meski terkadang penuh dengan kepura-puraan.
Namun mengenal dan menjadi kekasih dari seorang Allgar Kavindra, tanpa disadari membuat hidup Gazbiyya selalu dipenuhi rasa bahagia itu.
"Aku buka sekarang ya" terdengar sebuah suara berat khas lelaki dewasa, yang mengalun tepat ditelinga Gazbiyya
Hingga senyuman semakin lebar menghiasi wajah cantik dari kekasih Allgar itu.
Sejak Allgar membawanya pergi dengan menutup kedua matanya menggunakan secarik kain hitam.
Gazbiyya tak berhenti menyunggingkan senyumnya, juga ada perasaan berdebar kala menunggu kejutan apakah yang akan diberikan oleh sang kekasih.
"Sekarang kamu boleh membuka mata, sayang" bisik Allgar setelah berhasil menyingkirkan penutup mata Gazbiyya
Perlahan Gazbiyya pun mulai menggerakkan kelopak matanya, dan matanya agak menyipit kala silau dari cahaya lampu langsung menghampiri.
Baru setelah dia berhasil menyesuaikan diri dari gelap ke terang, Gazbiyya refleks menutup mulutnya saat menyadari suasana romantis disekitarnya.
"Kak, ini..." ucapnya terbata karna merasakan buncahan rasa bahagia yang kini menyerangnya
Ternyata Allgar membawanya ke Pantai yang biasa mereka kunjungi, namun malam ini kekasihnya itu telah menyiapkan makan malam romantis yang berada dipinggir pantai.
Suara deburan ombak dan juga hembusan angin menjadi melodi indah yang akan menemani malam mereka.
"For you" ucap Allgar sembari memperlihatkan sebuah kalung indah berbandul bulan sabit yang dihiasi oleh berlian kecil berwarna biru
Gazbiyya refleks membalikkan badannya dan langsung memeluk tubuh Allgar yang berada dibelakangnya.
Terlampau merasakan senang hingga membuat kedua mata Gazbiyya berkaca-kaca.
"Kamu boleh menangis, asalkan itu karna rasa bahagia" bisik Allgar sembari mengelus punggung Gazbiyya dengan lembut
Lalu setelah berhasil mengendalikan dirinya dengan baik, Gazbiyya mulai melepaskan diri dari pelukan Allgar.
"Baju kamu jadi basah" ucapnya dengan nada lucu
"Iya basah, soalnya pacarnya Allgar itu cengeng" balas Allgar dengan raut jahil
Godaan dari Allgar malah semakin membuat Gazbiyya merasa malu, bisa-bisanya dia menangis dihadapan kekasihnya ini.
Pantas saja jika Allgar menyebutnya cengeng.
"Sekarang aku sudah bisa memasangkan ini, dileher cantik kamu kan, sayang?" tanya Allgar yang dibalas anggukan malu oleh Gazbiyya
Tanpa menunggu waktu lama, Allgar segera memasang kalung emas yang berliontin bulan sabit bertabur berlian itu dileher Gazbiyya.
Kemudian Allgar menuntun Gazbiyya untuk duduk di kursi meja makan yang telah dia siapkan malam ini.
Ada beberapa hidangan juga pencuci mulut yang spesial Allgar siapkan sebagai acara Dinner mereka berdua.
"Suka?" tanya Allgar kala Gazbiyya mulai memasukkan potongan Red Velvet cake kedalam mulutnya
"Suka banget, Makasih buat kejutan malam ini ya Kak" ucap Gazbiyya dengan tulus
Semua hidangan yang Allgar siapkan malam ini adalah makanan favoritnya semua.
Sepertinya kejutan yang diberikan kekasihnya ini benar-benar totalitas sekali.
Mungkinkah semua rasa bahagia malam ini adalah hasil dari pengorbanan juga kesabarannya selama ini?
"Sampai belepotan gini makannya" Allgar dengan sigap menghapus sisa cream yang berada disudut bibir Gazbiyya.
"Kak Allgar, ayo buka mulutnya!" ujarnya sembari mendekatkan sendok yang berisi potongan cake bertabur strowbery itu kepada Allgar
Lalu Allgar dengan patuh membuka mulutnya dan dengan senang hati menerima suapan manis dari sang kekasih.
Kini keduanya saling duduk berdampingan, dengan masing-masing membawa makanan yang saling bertolak belakang, namun sesungguhnya dapat saling melengkapi.
Allgar membawa piring yang berisi bakso bakar dengan saus pedas, sedangkan Gazbiyya membawa piring yang berisi Cake Red Velvet yang terasa sangat manis juga asam didalam mulut.
Setelah menghabiskan menu utamanya, Allgar membawa Gazbiyya untuk duduk lesehan yang tak jauh dari meja makan tadi.
Tentunya Allgar juga sudah menyiapkan alas sebagai tempat duduk mereka berdua.
"Kak, kira-kira di laut ini ada Ikan Hiu nya tidak ya?" tanya Gazbiyya secara random, entah kenapa tiba-tiba kepikiran tentang Ikan buas itu
Sontak pertanyaan random dari kekasihnya itu membuat Allgar tertawa pelan,
"Tentu saja ada dong sayang" jawab Allgar kemudian
"Hah, berarti pantai ini berbahaya dong Kak?" Gazbiyya sangat terkejut dengan kenyataan, jika tempat yang sangat dia sukai ini berada dalam kategori yang membahayakan
Lalu Gazbiyya menatap sang kekasih dengan kesal,
Namun respons Allgar diluar ekspetasi Gazbiyya, kekasihnya itu malah tertawa santai seolah si Hiu itu tidak berbahaya sama sekali.
Padahal Gazbiyya sudah berpikiran yang tidak-tidak.
"Sayang, kamu kenapa menggemaskan sekali sih.
Tentu saja Laut ini ada ikan Hiu nya, namun bukan berarti mereka tinggal di dekat Pantai juga" ujar Allgar sembari mencubit kedua pipi Gazbiyya dengan gemas
"Mereka tinggal disana, di Laut lepas yang pastinya gak akan pernah kamu jumpai.
Jadi mereka gak mungkin membuatmu berada dalam bahaya" jelas Allgar
Dalam hati Allgar tengah menertawakan kepolosan dari kekasihnya ini.
Bagaimana mungkin Gazbiyya bisa mengkhawatirkan keberadaan Hiu yang tidak jelas itu.
Padahal yang seharusnya Gazbiyya khawatirkan adalah tinggal diantara para Vampir seperti dirinya ini.
Yang kenytaannya bisa membahayakan nyawa kekasihnya itu kapan saja.
"Oh, syukurlah kalau gitu.
Padahal tadi aku sudah berpikiran yang tidak-tidak loh Kak" Gazbiyya kembali mengembangkan senyumnya yang beberapa saat lalu sudah berpikiran bodoh
Lalu setelah itu suasana diantara mereka menjadi hening, karna baik Allgar mau pun Gazbiyya sama-sama diam.
Mereka berdua seolah sedang sibuk menikmati dinginnya malam ini dengan caranya sendiri.
Hingga beberapa menit setelah itu, Gazbiyya menolehkan kepalanya ke arah samping.
Senyumnya memgembang manis, kala matanya sibuk mengagumi wajah tampan dari sang kekasih yang tengah menutup matanya itu.
Lalu tangannya meraba area lehernya yang telah terpasang kalung cantik.
"Kak" panggil Gazbiyya setelah mengalihkan tatapannya ke arah lautan gelap didepanny
"Hmm" gumam Allgar sebagai jawaban atas panggilan dari Gazbiyya
"Apa aku boleh bertanya sesuatu?" ucap Gazbiyya dengan ragu
"Boleh, sayang"
"Sebelumnya aku pernah melihat Claretta memakai kalung bulan sabit berwarna perak.
Waktu itu aku iseng bertanya mengenai kalungnya itu, lalu Claretta pun menjelaskannya.
Claretta bilang jika kalung itu diberikan Gavin sebagai tanda jika hubungan mereka sangatlah serius.
Maka dari itu kalung berliontin bulan sabit dianggap sebagai pengikat spesial untuk kalangan THE IMMORTAL" ungkap Gazbiyya sebelum melontarkan pertanyaannya pada Allgar
"Yang ingin aku tanyakan adalah, kenapa kamu memberikan kalung ini kepadaku Kak?
Bukankah kalung ini seharusnya diberikan pada orang yang Kak Allgar cintai?" akhirnya pertanyaan yang sejak tadi terpendam bisa Gazbiyya utarakan.
Allgar yang semula menanggapi ucapan Gazbiyya dengan keadaan kedua mata yang masih tertutup.
Kini setelah matanya kembali terbuka, Allgar meraih kedua tangan Gazbiyya untuk kemudian dia genggam.
"Dan orang yang aku cintai adalah kamu, Gazbiyya Eiliya Sarvenaz.
Aku gak perduli bagaimana perasaanmu padaku, yang penting aku sudah mengikat kamu dengan kalung ini.
Jadi, kamu gak boleh pergi jika bukan aku yang memintanya" ucap Allgar dengan tegas
Untuk ketiga kalinya, dalam semalam Gazbiyya mendapatkan kejutan yang berturut-turut.
Yang pertama dia mendapatkan makan malam romantis, lalu sebuah kalung indah yang memiliki liontin bulan sabit.
Dan sekarang perasaannya juga mendapat balasan.
Entah sejak kapan Gazbiyya mulai merasakan jatuh cinta pada kekasihnya ini.
Namun yang pasti seiring berjalannya waktu yang mereka habiskan bersama, nama Ezra Rajendra perlahan terhapus dari hatinya dan berganti dengan Allgar Kavindra.
"Aku mau dengar ungkapan cinta, dari Kak Allgar lagi" pinta Gazbiyya disela pelukan keduanya
"Aku Cinta Kamu"
"Aku Cinta Kamu"
"Aku Cinta Kamu, Gazbiyya Eiliya Sarvenaz" ujar Allgar berulang kali
Bagi Allgar, dia tidak akan merasa keberatan jika setiap hari harus mengungkapkan perasaannya ini.
Meski harus mengubah Allgar si dingin menjadi Allgar si romantis.
"Aku juga Cinta sama kamu, Allgar Kavindra" balas Gazbiyya, yang sontak membuat Allgar mengeratkan pelukannya karna terlampau bahagia
...•••...