The Immortal_Allgar&Gazbiyya

The Immortal_Allgar&Gazbiyya
Bab 34. Warna Warni Cinta...



Semua perlengkapan piknik mereka telah siap, yang paling penting adalah makanan dan juga minuman.


Karna Gazbiyya dan kedua temannya yang lain berencana tinggal di Villa Padang Dandelion sampai sore hari.


Ketika ketiganya tengah keluar rumah dengan tertawa bersama, tiba-tiba Claretta menghentikan jalannya kala matanya bersibobok dengan mata Gavin.


"Ada apa Cla?" tanya Gazbiyaa


Gazbiyya memang belum menyadari keberadaan Gavin karna dia dan Kinara memang berjalan di belakang Claretta.


Lalu setelah menyadari alasan dibalik surutnya tawa Claretta, Gazbiyya dengan penuh perasaan mencoba menghibur Claretta untuk tetap tenang.


"It's okey Cla. Kamu bisa menganggap tak melihatnya" bisik Gazbiyya sembari mengelus punggung Claretta yang terlihat tegang


Meski Gazbiyya mau pun Kinara masih belum tahu penyebab pertengkaran Claretta dan Gavin, namun melihat respons Claretta yang terlihat sangat marah.


Perlahan Gazbiyya menyadari satu hal jika pertengkaran mereka pasti tak sesederhana itu.


"Udah, yuk ah, lama deh" Kinara yang sudah merasa gemas, dengan tidak sabaran menarik tangan Claretta menuju mobil


Dibelakang hanya Gazbiyya yang menyapa Gavin dengan anggukan juga senyuman tipis, bagaimana pun Gazbiyya tetap merasa tidak enak jika ikut-ikutan marah pada lelaki itu.


Kemudian mobil yang dikendarai Claretta perlahan berjalan meninggalkan Mansion, mobil berjenis Ranger Rover Evoque Convertible itu menambah keceriaan ketiganya kala atap mobil telah dibuka oleh Claretta.


"Waw, berasa lagi syuting film nih" seru Kinara sembari merentangkan kedua tangan ke udara.


Claretta dan Gazbiyya yang melihatnya pun tertawa.


Beruntung sekali karna cuaca hari ini tak terlalu terik dan angin yang berhembus kencang semakin membuat fres pikiran.


"Lagi ada masalah apa sih Cla? Jangan terus-terusan dipendam sendiri, terkadang berbagi adalah cara terbaik untuk menyembuhkan"


Dan tentunya berbagi dengan orang yang tepat...


"Masalah biasa, sama-sama egois dan jadinya berantem deh" ungkap Claretta dengan senyuman miris


"Kalau begitu, kalian berdua harus saling memperbaiki diri. Belajar untuk tetap tenang dan saling menghargai lagi" balas Gazbiyya


"Susah Biyya. Sebenarnya masalah kami selama ini tak jauh dari orang yang sama, Gavin punya sahabat yang kebetulan juga berstatus sebagai mantanya.


Dan selama kami menjalin hubungan, Gavin masih sering memperdulikannya, dengan alasan persahabatan mereka"


Tangan Gazbiyya dengan refleks mengelus lengan Claretta yang sedang memgang stir mobil, sedangkan Kinara yang berada di jok belakang hanya diam menyimak.


"Dan aku adalah perempuan pada umumnya, yang memiliki rasa cemburu dan juga khawatir" tambah Claretta


"Mungkin kalian bisa membicarakannya secara baik-baik, Cla. Dan aku juga yakin kalau Kak Gavin tidak mungkin mengkhianati kamu"


Claretta tertawa miris,


Seandainya Gavin mau sedikit saja memahami perasaannya, seandainya Gavin mau menuruti permintaanya untuk menjauhi mantanya itu.


Mungkin mereka tak perlu berada di fase dimana saling bertengkar mendiamkan dan kembali lagi seolah tak terjadi hal apapun.


Lama-kelamaan Claretta juga punya rasa lelah, dia juga bisa bersikap egois.


"Yang di bilang Kak Biyya ada benarnya, Cla. Apalagi kamu dan Kak Gavin sudah bertunangan, kalian tidak boleh membiarkan masalah berlarut sampai berhari-hari" Kinara yang sejak tadi sibuk mendengarkan juga akhirnya ikut menyeletuk


Claretta menghembuskan nafasnya dengan berat, sepertinya dia dan Gavin membutuhkan ruang untuk kembali berbicara lagi.


"Makasih buat semangatnya ya, aku pasti segera menyelesaikannya.


Namun untuk saat ini aku ingin menenangkan diri dulu"


"Dan kami berdua akan selalu ada buat kamu, kami akan menemanimu entah itu senang atau susah" ujar Kinara sembari merangkul pundak Gazbiyya dan Claretta dari arah belakang.


...•••...


"Foto dulu" ujar Kinara kala mereka telah sampai di Padang Dandelion


Kemudian mereka bertiga asyik berfoto, sejenak Claretta dapat melupakan masalahnya bersama Gavin.


Lalu setelah beberapa menit kemudian, Gazbiyya pamit untuk istirahat dibawah Pohon besar yang ada disana.


Sedangkan Kinara dan Claretta masih melanjutkan sesi berfotonya.


Gazbiyya melihat-lihat beberapa foto yang tadi diambilnya, dia ingin mengirimkannya pada sang kekasih.


Akhirnya satu foto telah terkirim ke nomor Allgar, foto yang berisi potret dia dan kedua sahabatnya yang lain, yang mana saat mengirim tadi Gazbiyya beri caption "Aku Kembali lagi"


Dua menit kemudian, Allgar sudah membalas pesannya


^^^My Vampire ❤^^^


^^^Jalan-jalan, hm?^^^


Hehe...


Maaf ya, aku ijinnya telat


Gazbiyya tertawa kecil kala dirinya membayangkan wajah sang kekasih yang saat ini mungkin sedang menahan kesal.


^^^Vilash bilang apa tadi?^^^


^^^Sudah benar-benar sembuh kan?^^^


Semua baik-baik saja kok Kak,


Malahan tadi Kak Vilash menyarankan ku untuk pergi refresing


Ini makanya aku pergi.


^^^Sepertinya kamu membutuhkan hukuman saat aku kembali nanti^^^


Gazbiyya refleks melotot kala membaca pesan balasan dari Allgar,


Ngomong-ngomong tentang hukuman, ingatan Gazbiyya langsung melayang pada kejadian di Pesta pada waktu itu.


Saat itu Gazbiyya berulah karna ingin membalas sikap Allgar yang sudah membuatnya cemburu, dan kenekatannya malah berujung dengan hukuman aneh yang diberikan oleh kekasihnya itu.


Gazbiyya menyebutnya aneh karena hukuman itu sangat menguntungkan untuk kekasihnya, namun harus membuatnya menanggung malu setelahnya.


Gak mau!


Aku kan gak salah


Lagi pula, hukuman Kak Allgar itu aneh


^^^Aneh gimana sih sayang?^^^


^^^Seingatku, terakhir kali aku kasih hukuman.^^^


^^^Kamu terlihat menikmatinya dan senang banget, loh^^^


Gazbiyya memekik kesal campur geli setelah membaca pesan yang baru beberapa detik masuk ke ponselnya, tangannya menepuk-nepuk pipi mulusnya yang terasa memanas.


Sepertinya Allgar dan dirinya memang sama-sama aneh, dan otak polosnya dengan tak tahu malunya malah teringat kejadian di malam itu.


^^^Sayang.. Kamu masih disitu kan?^^^


^^^Atau sekarang lagi terbayang sesuatu?^^^


Tau ah, Kak Allgar nyebelin


^^^Hahaha...^^^


^^^pasti sekarang pipinya ada yang memerah.^^^


^^^Jadi pingin gigit deh^^^


Maaf, yang punya ponsel lagi sibuk merenung


Harap jangan diganggu,


terima kasih


Gazbiyya menutup mukanya karna merasa malu sekaligus konyol secara bersamaan, pasti sekarang Allgar sedang menertawakannya habis-habisan.


"Waw, ada yang main gigit-gigitan nih, Nara" ujar sebuah suara yang sangat Gazbiyya kenali


Secepat kilat, Gazbiyya menengok kebelakangnya. Dan betapa malunya saat mendapati Claretta dan Kinara yang sedang berjongkok dibelakangnya.


Pasti kedua orang itu sempat membaca pesannya dengan Allgar


"Kalian! sejak kapan kalian berada disitu?" tanya Gazbiyya dengan sewot


Bukannya menjawab pertanyaan dari Gazbiyya, Claretta dan Kinara malah kompak menyemburkan tawanya.


Sepertinya kedua orang itu sudah menahan tawanya sedari tadi,


"Kak Biyya sama Kak Allgar lucu ya" ucap Kinara disela tawanya


Gazbiyya hanya memasang wajah cemberut, dengan tatapan yang seolah ingin menelan kedua sahabatnya itu bulat-bulat.


Bisa-bisanya dia kecelongan seperti ini.


Karna terlalu asyik berbalas pesan dengan Allgar, Gazbiyya jadi tidak menyadari jika teman-temanya diam-diam mengintip pesannya.


"Oke, damai-damai"


Claretta mengangkat jarinya membentuk huruf V yang kemudian di ikuti oleh Kinara.


Kini mereka bertiga tengah bersantai di bawah pohon rindang yang ada disana.


"Eh Cla, aku mau tanya sesuatu deh. Ini soal Kak Allya.


Menurut buku yang pernah aku baca, Vampir itu adalah makhluk Immortal, mereka bisa hidup abadi. Tapi kenapa Kak Allya bisa meninggal dengan begitu mudahnya?"


Sungguh Gazbiyya begitu penasaran dengan kehidupan para Vampir. Dulu saat masih berada di sekolah menengah atas, Gazbiyya pernah iseng membaca novel yang menceritakan kisah Vampir dan Manusia Serigala.


Dan dua mahkluk itu memiliki kekuatan alami dalam hal penyembuhan diri, tapi seingatnya Allya termasuk orang yang beberapa kali mudah terserang penyakit.


Gazbiyya masih ingat kala Haidar membawa Allya menginap di rumah mereka selama beberapa hari, dan ada saat dimana Allya terserang Flu karna kehujanan.


Mungkinkah Vampir bisa terserang Flu atau pun masuk angin?


"Kenapa gak tanya sama Allgar sendiri, hm?"


Gazbiyya menggeleng sembari memamerkan deretan gigi putihnya, tentu saja Gazbiyya tidak akan berani untuk bertanya seperti itu pada Allgar.


Gazbiyya takut jika Allgar marah dan dia juga tidak mau mengungkit tentang Allya karna tak ingin membuat sang kekasih menjadi sedih


"Karna Allya bukan seorang Vampir" ujar Claretta yang mana mampu membuat Gazbiyya dan Kinara terkejut


Bagaimana mungkin Allya bukan seorang Vampir?


Allya kan Kakak kembar dari Allgar?


Apakah Allya tertukar dengan orang lain saat proses kelahiran? atau kah ada rahasia lain dibalik jati diri Allya yang sesungguhnya?


...•••...