
Tepat disaat Gazbiyya akan keluar dari pintu kamarnya, dia tak sengaja melihat siluet seorang wanita berpakaian minim yang masuk kedalam kamar Allgar.
Wanita itu terlihat sedikit kesulitan untuk membuka pintu, karna kedua tangannya penuh dengan tas belanjaan.
Dan yang Gazbiyya lakukan hanyalah diam sembari memperhatikan gerak-gerik wanita itu.
Lalu tak lama setelah itu wanita yang ternyata si Brianna, keluar dari kamar Allgar dengan senyuman lebar menghiasi bibirnya. Tas belanjaan yang tadi dibawanya tidak tampak lagi.
Gazbiyya menduga jika Brianna meletakkan tas itu didalam kamar Allgar.
"Allgar pasti terkejut, pas tahu aku balik lagi kesini" ucap Brianna sembari melirik pintu kamar Allgar yang baru saja wanita itu tutup
Kemudian Gazbiyya pun mulai menampakkan dirinya, yang sebelumnya bersembunyi dibalik pintu kamar lamanya.
Tadinya Gazbiyya datang ke kamar lamanya yang biasa dia tempati dengan Kinara, karna ingin mengambil sweter untuk melapisi gaun malamnya sebelum turun ke lantai bawah.
Meski sekarang dia menempati kamar Allgar, namun beberapa barang pribadinya masih ada yang tertinggal didalam kamarnya yang lama.
Dan siapa sangka jika Gazbiyya malah mendapati kelancangan Brianna, yang telah berani masuk kedalam kamar milik sang kekasih.
Dan bahkan dengan tidak tahu malunya menyimpan barang belanjanya disini.
Gazbiyya sengaja berdiam diri didalam kamar Allgar sembari menunggu balasan pesan dari seseorang yang saat ini juga dilantai bawah. Gazbiyya ingin tahu kemanakah wanita lancang itu berada, setelah meletakkan barangnya didalam kamar milik orang lain.
Disaat Gazbiyya masih sibuk memandangi barang-barang milik Brianna yang berada didalam kamar Allgar.
Maka suasana ruang keluarga yang semula ramai dengan suara tawa juga umpatan, kini tiba-tiba menjadi hening karna kedatangan Brianna.
Brianna menyapa sembari memamerkan senyum lebarnya, namun yang wanita itu dapatkan hanya sebuah keheningan serta tatapan tak suka yang diberikan oleh Claretta dan juga Allgar.
Mungkin jika Gavin tak menahan pinggang Claretta untuk tetap duduk disebelahnya, sebuah drama perkelahian yang tadi pagi terjadi akan terulang lagi.
"Kok kalian malah diam sih, ayo lanjutin lagi mainya" kata Brianna sembari berjalan menuju Allgar yang menatapnya datar
"Ngapain kamu masih disini?" tanya Claretta tajam
Brianna tertawa pelan mendengar pertanyaan dari musuh abadinya itu. Dia sama sekali tak merasa kaget dengan kesinisan yang selalu Claretta tunjukkan.
"Tentu saja aku disini karna ingin tinggal bersama tunanganku" jawab Brianna angkuh "Iya kan, sayang?" lalu bertanya pada Allgar seolah mencari perhatian pada lelaki itu
Namun Allgar sama sekali tak memberikan balasan apapun. Lelaki itu masih diam dengan raut datarnya.
"Haha..ha.. dasar gak tahu diri. Sudah berulang kali ditolak tapi masih saja bersikap seolah tidak tahu malu" ujar Claretta dengan sinis
"Dan nyatanya si tidak tahu diri ini berhasil membuatmu selalu kalang kabut Claretta. Berhasil membuatmu selalu merasa cemburu meski aku tak melakukan apapun" ejek Brianna dengan tersenyum angkuh
Alasan kenapa Claretta membenci Brianna dan memusuhi wanita itu adalah, tak lain karna Brianna berstatus sebagai mantan pacar Gavin.
Gavin yang terkadang masih memberikan perhatian dan juga bersikap baik pada Brianna, nyatanya terus mengusik perasaan Claretta.
Claretta marasa sakit setiap Gavin membela Brianna dikala pertengkaran mereka berdua terjadi.
Entah sampai kapan Claretta mampu bersabar, yang dia tahu hanyalah dirinya yang bodoh karna terlalu mencintai.
"Sayang, koper aku dimana? Tadi aku ke kamarmu untuk meletakkan barang belanjaan, tapi aku tidak melihat koperku disana?" tanya Brianna dengan nada manja,
Allgar yang mendengarnya pun lantas berdiri dari duduknya, sehingga membuat Brianna yang semula menyender dipundaknya hampir terjatuh.
Lelaki itu terlalu kaget dengan kelancangan yang sudah Brianna lakukan didalam kamarnya.
Pikiran Allgar langsung tertuju pada sang kekasih yang saat ini juga berada dilantai atas. Bagaimana jika Gazbiyya melihatnya dan berpikiran yang tidak-tidak?
"Koper kamu ada dikamar tamu yang berada dilantai dua. Cepat bereskan barang belanjaanmu dari kamarku!" kata Allgar dengan tegas
"Loh, kok ada disana sih sayang? Aku kan maunya tinggal bareng dikamar kamu" protes Brianna dengan suara manja menjijikkan
Namun kedatangan Gazbiyya yang membawa banyak barang belanjaan.
Dan adegan selanjutnya adalah dimana Gazbiyya dengan santainya melempar belanjaan itu diatas lantai.
"Sayang, tadi pas aku masuk kekamar. Aku gak sengaja melihat barang-barang itu" tunjuk Gazbiyya ke arah belanjaan mengenaskan yang tergeletak diatas lantai
"Aku ingat kalau itu bukan milik kita, jadi aku bawa kesini deh.
Karna aku pikir, mungkin saja itu milik orang tidak tahu malu yang tidak sengaja meletakkan barang belanjaannya dikamar kita" jelas Gazbiyya dengan wajah polosnya
Kemudian yang terdengar selanjutnya adalah suara jerit Brianna, karna melihat barangnya berantakan dilantai.
Meski kegiatan Brianna yang tengah mengumpulkan barangnya terlihat menyedihkan dan patut dikasihani.
Namun semua orang malah bersikap sebaliknya, mereka diam-diam menertawakan aksi Gazbiyya yang dengan berani menistakan barang milik Brianna.
"Nakal" bisik Allgar tepat didekat telinga kekasihnya itu, namun sebenarnya Allgar merasa bangga dengan ulah sang kekasih
"Aku masih marah sama kamu" balas Gazbiyya sembari duduk ditempat yang semula Allgar tempati
Allgar terkekeh geli mendengarnya, ternyata kekasih cantiknya itu masih menyimpan rasa marah untuknya.
Lalu Allgar ikut duduk disamping Gazbiyya, dengan gemas dia mengacak puncak kepala milik kekasihnya itu.
"Aku siap menerima segala hukuman, demi mendapatkan maaf dari kamu sayang" bisiknya dengan suara pelan, yang sialnya berhasil membuat rona merah dipipi Gazbiyya
Allgar dan segala sikap manisnya memang ampuh melelehkan hati Gazbiyya.
"Allgar, aku gak mau tinggal dilantai dua. Aku mau dilantai tiga saja" ujar Brianna keras kepala
Allgar yang semula tengah bersikap manis pada kekasihnya, merasa terganggu dengan rengekan dari Brianna.
Wanita ini benar-benar mengganggu kesenangannya saja.
"Dilantai tiga sudah tidak ada kamar yang kosong lagi, adanya cuma dilantai dua. Kalau kamu tidak mau, silakan pergi dari Mansion" tegas Allgar
Brianna memasang wajah cemberutnya, lalu tatapannya berpindah ke arah Gavin seolah meminta pertolongan pada lelaki itu.
Gavin sendiri jelas paham maksud dari Brianna, sejak tadi pun dia ingin menolong wanita itu. Namun dia tidak ingin mengambil resiko yang menyebabkan kemarahan dari Claretta.
Sudah cukup banyak kesalahan yang dia perbuat pada sang tunangan. Gavin tidak mungkin menambah luka pada diri tunangannya itu.
"Ada, masih ada satu kamar kosong dilantai tiga" celetuk Gazbiyya secara tiba-tiba
Membuat semua orang menatap bingung ke arahnya, mereka semua jelas ingat jika dilantai tiga semua kamar sudah ada penghuninya masing-masing.
"Kamu mau kasih kamar kita, ke dia Kak Biyya?" tanya Kinara yang sejak tadi hanya diam memperhatikan adegan demi adegan yang terjadi didepannya
Meski Kinara dan Gazbiyya sudah jarang menempati kamar mereka berdua, namun barang-barang mereka sebagian masih berada didalam kamar itu.
Dan juga kamar itu sepakat mereka jadikan sebagai kamar kedua, yang kapan saja bisa mereka datangi.
"Enggak dong Nara. Maksud aku, kamar kosong dilantai tiga itu adalah kamar yang berada dipaling ujung yang bersebelahan dengan kamar Kak Allya" jelas Gazbiyya
"Itu bukanya kamar yang biasa Kak Allgar tempati disaat malam bulan purnama ya?" tanya Kinara yang dibalas anggukan mantap oleh Gazbiyya
Setelah itu suara penolakan terdengar dari mulut Brianna,
"Aku gak mau dikamar itu" Brianna jelas tidak mau tinggal dikamar yang biasa Allgar gunakan untuk mengeksekusi para korbannya
"Ya terserah kalau kamu gak mau, aku kan cuma ngasih saran" balas Gazbiyya dengan santai
Sebrnarnya Gazbiyya tidak ingin berbuat jahat pada wanita itu, hanya saja Gazbiyya tidak mungkin membiarkan wanita lain merusak kebahagiaannya.
Brianna sendiri lah yang memaksanya untuk berbuat jahat...
...•••...