The Immortal_Allgar&Gazbiyya

The Immortal_Allgar&Gazbiyya
Bab 7. Bersembunyi...



Setelah obrolan singkatnya bersama Kinara di dalam kamar, keduanya berlanjut dengan bergantian membersihkan diri di kamar mandi.


Dan kini keduanya telah bersiap untuk turun ke bawah, karna waktu sudah memasuki jam makan malam.


"Aku aneh gak sih pake baju ini?" tanya Gazbiyya pada Kinara


"Bagus kok kak, lebih kelihatan sexy" balasnya sembari tersenyum menggoda


Gazbiyya terpaksa meminjam baju dari Claretta karna dia memang tidak membawa baju ganti. Tadinya dia ingin meminjam baju Kinara, namun dengan postur tubuhnya yang lebih tinggi dan berisi, baju Kinara tentu tidak muat untuknya.


Dan kebetulan, postur tubuhnya dan Claretta hampir sama.


"Tapi aku sedikit gak nyaman, Nara. Menurutku potongan dadanya terlalu rendah"


"Percaya deh, kak Biyya tuh cantik banget pake baju itu. Aku aja yang cewek sampai terpesona, apalagi yang sekarang pada di lantai bawah"


Gazbiyya yang semula sedang menarik bagian atas bajunya, seketika menatap Kinara penuh tanya.


Ucapan Kinara benar-benar membuat dirinya tak paham,


Jadi maksudnya dibawah ada banyak orang gitu?


"Yang dibawah? Memangnya ada siapa saja dibawah" tanya Gazbiyya


Bukannya langsung menjawab pertanyaan Gazbiyya, gadis itu malah terkikik geli.


Lalu keduanya memasuki lift untuk turun ke bawah, namun saat akan memencet tombol. Tiba-tiba ada seseorang yang nyelonong masuk, dan orang itu adalah Allgar.


Seketika dua orang gadis yang tadinya asik mengobrol, kini kompak menutup mulut rapat-rapat.


"Kak" sapa Kinara pada Allgar, hanya untuk sekadar berbasa-basi saja


Sedangkan Allgar sendiri hanya membalas sapaan itu dengan anggukan singkat, namun sorot matanya malah fokus pada Gazbiyya yang sedang berdiri disamping Kinara.


Gazbiyya yang merasa diperhatikan, jujur saja dia sangat risih. Ini pasti gara-gara baju yang dipakainya sekarang.


Dres santai dengan model sabrina itu memang sangat cantik di tubuhnya. Namun potongan dadanya terlalu rendah, dan panjangnya juga sebatas paha.


"Ayo kak" setelah lift berhenti di lantai bawah, Kinara segera menarik Gazbiyya untuk mengikutinya


Saat ini keduanya tengah berjalan menuju ruang makan dengan Allgar yang berjalan dibelakangnya.


Sesampainya disana, Gazbiyya semakin tidak nyaman karna saat ini banyak pasang mata yang memperhatikannya. Dan semuanya adalah pria.


Ada meja makan yang begitu panjang dengan kursi yang berjejer rapi, dan masing-masing dari kursi itu diduduki oleh para pria.


Dengan sedikit kikuk, Gazbiyya nurut saja saat Kinara mengajaknya untuk duduk di kursi yang sebelahnya sudah diduduki oleh seorang pria asing.


Karna disini yang dia kenal hanya Kinara,Claretta,Allgar,Vilash,Gavin Kevlar dan Elvin. Dan ternyata penghuni Mansion ini masih banyak orangnya, yang kebetulan pria semua.


Meski dia juga sering menghabiskan waktu bersama anggota GENG DOUGHTY, namun dia mengenal mereka semua.


Sedangkan disini, dia tidak mengenalnya, jadi wajar jika dirinya merasa sedikit tidak nyaman.


Atensi mereka yang semula tertuju pada Gazbiyya langsung teralihkan saat Allgar berdehem dengan keras. Kini semua kursi sudah terisi penuh, dan makan malam bisa dimulai.


"Selamat makan" ucap Allgar seperti biasanya, sebelum mulai menyantap makanan.


Allgar akan selalu mengucapkan selamat makan untuk anggotanya


Suasana terlihat hening dan hanya suara dentingan sendok piring yang terdengar. Namun gerakan tangan Gazbiyya yang refleks menyenggol gelas minumnya hingga isinya tumpah, mampu membuatnya kembali menjadi pusat perhatian semua orang.


"Maaf semuanya, aku benar-benar tidak sengaja"


Gadis itu langsung meminta maaf pada semuanya, dia benar-benar tidak sengaja. Tanganya refleks menyenggol gelas karna merasa sesuatu tengah menyentuh kakinya.


"Vilash, kamu pindah ditempatnya Gazbiyya" perintah Allgar yang langsung dituruti oleh Vilash tanpa bantahan


"Biyya, kita tukeran tempat duduk ya. Kamu bisa duduk dikursi ku"


Akhirnya kedua orang itu tukeran tempat duduk, dan mereka semua kembali melanjutkan makan seolah tadi tak terjadi apapun.


Namun tatapan Allgar sesekali melirik tajam pada anggotanya yang sebelumnya duduk disamping Gazbiyya.


Meski jaraknya pada Gazbiyya lumayan jauh, namun Allgar tahu jika gadis itu sejak tadi merasa tak nyaman ditempat duduknya. Maka dari itu Allgar menyuruhnya berpindah tempat.


Kemudian acara makan malam pun selesai, satu persatu mulai meninggalkan ruang makan dengan Allgar yang mengawalinya.


Mereka semua menyebar dan menuju tempat tujuan masing-masing.


Gazbiyya membalasnya dengan gelengan kepala juga sebuah senyuman. Ke tiga perempuan itu menuju ruangan yang sama saat pertama kali dia datang kemari.


Lalu Gazbiyya tiba-tiba teringat sesuatu saat matanya melihat Kevlar yang sedang berbicara pada seseorang lewat telvon.


Sekarang sudah malam, dan dirinya baru ingat jika dia belum menghubungi Ezra. Pasti mereka semua sedang mengkhawatirkan keberadaannya yang tak kunjung pulang.


"Nara, temani aku ke atas dulu yuk. Aku lupa belum memberi kabar, pasti Ezra dan yang lainnya sedang mengkhawatirkan ku" ucap Gazbiyya dengan gelisah


Siang tadi saat dia akan menuju Taman Kota, Gazbiyya memang sengaja mematikan ponselnya.


"Oh, ya udah. Ayo kak"


keduanya segera berlalu pergi menuju kamar


Sesampainya di kamar, Gazbiyya langsung mencari ponselnya yang berada di dalam tas. Setelah menemukan, dia segera mengaktifkan kembali.


Ada begitu banyak panggilan telvon dan juga pesan dari Ezra dan yang lainnya. Melihat itu semua, Gazbiyya merasa amat bersalah.


Tanpa menunggu waktu lama, dia segera menghubungi Ezra balik. Di dering kedua, panggilannya langsung mendapat jawaban.


"Gazbiyya, kamu kemna saja? Bagaimana keadaan mu sekarang? Kenapa baru mengaktifkan ponsel, aku khawatir banget sama kamu. Kamu dimana sekarang?" rentetat pertanyaan langsung keluar dari mulut Ezra, sepertinya sahabatnya itu benar-benar mengkhawatirkan dirinya


Dan tanpa sadar Gazbiyya tersenyum, ternyata dirinya masih begitu berarti untuk Ezra. Sejak kehadiran Freya dihidup mereka, Gazbiyya merasa bila Ezra telah berubah.


"Satu-satu Ezra. Maaf karna sudah membuat kamu dan yang lainya khawatir, tapi keadaan ku sekarang sangatlah baik" balasnya dengan senyumam yang setia tersungging dibibirnya


"Syukurlah kalau begitu. Terus kamu sekarang ada dimana, Biyya? Biar aku bisa jemput kamu sekarang"


Gazbiyya teringat ucapan Claretta tadi siang di mobil, gadis itu berpesan jika dirinya tak boleh membocorkan keberadaannya pada siapa pun. Karna THE IMMORTAL jarang berhubungan dengan orang luar, oleh karena itu mereka menyembunyikan tempat ini.


"Gazbiyya? hallo, kamu masih disana kan?" Ezra kembali memanggilnya saat Gazbiyya hanya diam saja


"Eh iya, Zra. Aku sekarang lagi ada dirumah teman, tempatnya cukup jauh dari kota. Jadi kamu gak perlu jemput, rencananya aku akan pulang besok" Gazbiyya terpaksa harus berbohong pada sahabatnya itu, karna dia sudah berjanji pada Claretta.


"Teman? Siapa? Apa aku juga mengenalnya?"


"Teman baru kok, mereka adalah adik kelas waktu sekolah dulu. Kebetulan kemarin aku baru bertemu lagi sama mereka, dan sekalian aku pingin menginap"


"Perempuan atau laki-laki? Terus, tadi kamu bilang rumahnya jauh. Apa rumahnya ada di desa?" saat ini Ezra sudah mirip seperti detektif yang sedang mengintrogasi korbannya


Dan Gazbiyya dengan senang hati menjawab semua pertanyaan dari Ezra, meski kenyataanya dia sedang berbohong pada lelaki itu.


"Perempuan. Iya, rumahnya ada di desa Zra. Maka dari itu aku ikut main kesini"


Setelahnya terdengar hembusan nafas berat dari sebrang sana,


"Biyya, aku mau kasih tahu sesuatu yang penting. Ini soal Kendrick" jedanya untuk sesaat


"Kendrick benar-benar nekat mau mendapatkan kamu, tadi siang kami sempat bertemu dan akhirnya kami berkelahi. Keberadaan kamu saat ini benar-benar terancam, sementara kamu harus bersembunyi. Apa tempat temanmu itu benar-benar aman? Apa tempat itu bisa kamu jadikan tempat persembunyian?" lanjut Ezra dengan nada putus asa


"Ezra, apa dia benar-benar menakutkan? Apa kita tidak bisa mengalahkannya?" tanya Gazbiyya dengan ragu


"Mereka terlalu kuat, Biyya. Untuk saat ini, bersembunyi adalah pilihan yang tepat"


"Tapi sampai kapan Zra? Sampai kapan aku harus bersembunyi?" Gazbiyya merasa jika dirinya mulai frustasi


Kenapa lelaki bernama Kendrick itu harus mengincarnya?


Di luar sana pasti masih banyak gadis yang lebih cantik darinya, tapi kenapa harus dirinya?


"Biyya, aku janji. Setelah aku berhasil mendapat cara untuk mengalahkan mereka, aku akan langsung menjemput kamu pulang. Kamu bisa kembali hidup tenang, tanpa merasa takut pada Kendrick"


Gazbiyya masih diam membisu, membuat Ezra yang jauh disana merasa khawatir. Ezra tidak bermaksud membuang Gazbiyya dengan melarang gadis itu untuk pulang.


Tapi keadaan sedang tidak baik, dan dia harus terpaksa menyembunyikan Gazbiyya demi kebaikan gadis itu.


"Baiklah, aku akan bersembunyi. Aku akan menunggu kamu Zra" putusnya pada akhirnya,


"Kalau begitu kamu harus berhati-hati selama berada disana, jaga kesehatan. Jangan telat makan dan istirahat yang cukup, anggap saja saat ini kamu lagi berlibur dirumah teman" pesan Ezra sebelum panggilan mereka berakhir


Sedangkan Gazbiyya, gadis itu menggenggam ponselnya dengan perasaan tak karuan. Dia merasa kesepian, meski dia memiliki Kinara yang begitu baik. Dan juga penghuni Mansion yang bersikap ramah padanya.


Namun rasanya tetap asing, karna tempatnya bukan disini. Dan juga, apa mereka akan mengijjnkannya untuk tetap tinggal disini dengan waktu yang tidak tentu.


Karna baik Ezra maupun dirinya, tidak tahu kapan Kendrick akan berhenti mengganggunya.