The Immortal_Allgar&Gazbiyya

The Immortal_Allgar&Gazbiyya
Bab 38. Pertemuan Tak Terduga...



"Kamu kemana saja, Biyya?" ucap seseorang itu sembari memeluk tubuh Gazbiyya yang tengah menegang


Gerakan refleks yang dilakukan oleh lelaki itu membuat Allgar menggeram marah, kedua tangannya mengepal kuat disisi tubuhnya.


Kemudian dengan paksa, Allgar memisahkan pelukan itu, ditariknya pinggang ramping Gazbiyya ke sisinya.


Gazbiyya yang semula masih syok, kini perlahan telah tersadar.


Lalu matanya mengerjap lucu memandangi kekasih dan lelaki yang baru saja memeluknya tadi.


"Kak Tirta?" panggil Gazbiyya dengan suara pelan


Tirta yang semula menatap Allgar dengan kesal dan juga bingung, kini fokusnya berganti menatap Gazbiyya dengan senyuman lebar.


Baik Tirta mau pun Gazbiyya sama-sama tidak menyangka jika mereka berdua akan dipertemukan kembali.


Padahal Tirta sudah hampir menyerah untuk mencari keberadaan Gazbiyya yang menghilang entah kemana, sejak kejadian di Mansion GENG NOXIOUS.


"Kak Tirta apa kabar?" tanya Gazbiyya dengan raut bahagia,


Sejak Haidar meninggal, Gazbiyya memang tak pernah lagi bertemu Tirta.


Jadi, maklum saja jika kini perempuan itu teramat senang.


"Kakak baik-baik saja. Malahan yang seharusnya bertanya itu Kakak, sebenarnya selama ini kamu ada dimana Biyya?" ujar Tirta dengan raut senang campur khawatir


Gazbiyya menatap sahabat dari Kakaknya itu dengan bingung, sepertinya Tirta sudah mengetahui perihal masalahnya bersama GENG NOXIOUS.


"Ceritanya panjang Kak, nanti aku pasti cer.."


"Hhmmm"


Sebelum Gazbiyya meneruskan ucapanya, tiba-tiba terdengar deheman keras yang berasal dari sampingnya


Lalu Gazbiyya pun menoleh ke arah sang kekasih yang tengah memasang wajah dingin.


Gazbiyya melepaskan rangkulan tangan Allgar yang semula bertengger dipinggangnya, untuk kemudian Gazbiyya peluk lengan kokoh itu.


"Sebelumnya, kenalin dulu Kak. Ini Allgar Kavindra, dia pacar aku" ujar Gazbiyya pada Tirta


Tirta yang masih terkejut dengan pernyataan Gazbiyya pun dengan pasrah mengangsurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Allgar.


"Tirta, sahabat dari Kakaknya Gazbiyya" ucap Tirta dengan tegas


Allgar menerima jabatan tangan Tirta dengan wajah yang masih terlihat datar, dengan cepat jabatan tangan keduanya langsung terlepas.


"Sebaiknya jika ingin lanjut mengobrol, kita cari Restoran saja. Supaya lebih nyaman mengobrolnya"


Lalu tanpa disangka, Allgar dengan wajah datarnya malah menyarankan untuk lanjut mengobrol di Restoran saja.


Kemudian mereka pun mencari tempat makan yang masih berada di kawasan Mall.


Sesampainya di Restoran, Tirta langsung memesan makanan yang nantinya akan menjadi teman untuk mengobrol.


"Kak Tirta ke sini sendirian?" tanya Gazbiyya karna dirinya hanya melihat Tirta seorang


"Enggak juga, sebenarnya tadi Kakak janjian sama Amora.


Mungkin sebentar lagi bakal sampai" balas Tirta


"Kak Amora? Wah, Kak Tirta masih pacaran sama Kak Amora ya?"


"Masih dong Biyya, malahan sebentar lagi kita akan menikah" ucap Tirta dengan bangga


"Kalau gitu selamat ya Kak, semoga acaranya nanti lancar sampai hari pernikahan" ucap Gazbiyya dengan tulus


Meski terus menanggapi ucapan Gazbiyya, namun sesekali pandangan Tirta terus tertuju pada sosok lelaki yang Gazbiyya perkenalkan sebagai pacarnya itu.


Tirta merasa tak asing dengan nama yang tersemat dibelakang nama Allgar.


Allgar Kavindra.


Sebuah nama yang mirip dengan nama seseorang yang Tirta cukup kenal, dia adalah Allya Kavindra.


Iya, benar, Allya Kavindra. Perempuan berkulit putih pucat yang menjalin hubungan dengan Haidar, sahabatnya.


Apakah si Allgar ini ada hubungannya dengan Allya?


"Biyya, untuk masalah kamu waktu itu.


Kakak benar-benar meminta maaf ya, maaf karna gak bisa melindungi kamu" ucap Tirta yang amat merasa bersalah


"Saat itu Kakak dikasih tahu jika GENG NOXIOUS sedang mengincarmu, lalu atas saran dari Freya, kami pun membuat permainan seperti yang Ezra jelaskan ke kamu waktu itu.


Awalnya semuanya berjalan sesuai rencana, sampai kemudian Kendrick tahu jika dia sedang kami permainkan.


Dan tanpa kami duga ternyata Kendrick menculik Freya untuk ditukarkan sama kamu" lanjut Tirta yang mencoba memberikan penjelasan pada Gazbiyya


Gazbiyya yang mendengarnya pun hanya mampu membalas dengan senyuman tipisnya.


Lalu dadanya seakan terasa sesak kala Tirta masih melanjutkan penjelasannya, yang mana ada nama Ezra disana.


"Kemudian Ezra yang terpengaruh dengan janji-janji manis Kendrick, akhirnya memutuskan untuk menyerahkan kamu pada Kendrick.


Ezra percaya jika Kendrick akan berubah dan pasti memperlakukan kamu dengan baik, apalagi Ezra juga memikirkan Freya yang saat itu sedang mengandung.


Dan kami juga merasa sangat kecewa karna Ezra langsung membawa kamu pada Kendrick, padahal Ezra sudah berjanji akan membawamu pulang ke Mansion terlebih dahulu"


"Sampai akhirnya kami benar-benar terpukul dan merasa sangat bersalah saat tahu jika Mansion GENG NOXIOUS kebakaran dan kamu dinyatakan menghilang"


Tirta mengepalkan tangannya setelah selesai menjelaskan semuanya pada Gazbiyya, bahkan sampai sekarang perasaan merasa bersalah masih bercokol di dalam hatinya.


"Mulai sekarang, Kak Tirta gak perlu merasa bersalah lagi.


Karna Biyya sudah mulai melupakan semuanya, Biyya juga sudah memaafkan kalian" ujar Gazbiyya dengan tulus, meskipun rasa sesak masih tersisa di sudut hatinya


Allgar yang sejak tadi hanya diam memperhatikan interaksi antara Gazbiyya dan Tirta, seakan juga bisa merasakan rasa perih yang dirasakan oleh sang kekasih akibat kecewa pada teman-temanya.


Dan perlakuan Allgar yang begitu tulus terhadap Gazbiyya, tak lepas dari pantauan Tirta.


Tirta merasa sedikit tenang karna Gazbiyya mendapatkan kekasih yang sepertinya begitu menyayangi Adik dari sahabatnya itu.


"Jadi, sebenarnya apa yang terjadi pada kamu waktu di Mansion GENG NOXIOUS?


Kenapa kamu tiba-tiba menghilang, Biyya?" tanya Tirta yang masih merasa penasaran dengan keadaan Gazbiyya


Sebelum menjelaskannya pada Tirta, Gazbiyya terlebih dahulu menatap ke arah Allgar.


Perempuan itu seakan bertanya apakah dia boleh menjelaskannya pada Tirta apa tidak?


Lalu saat Allgar membalasnya dengan sebuah anggukkan, Gazbiyya pun mulai menceritakan kejadian waktu itu.


"Jadi, selama ini aku bersembunyi didalam Mansion Kak Allgar.


Kebetulan aku kenal dengan sepupunya, dan mereka semua sangat baik ke aku Kak"


Gazbiyya tanpa sadar menyunggingkan senyum manis, kala ingatannya kembali pada pertemuannya bersama Claretta dan Kinara di Taman Kota saat itu.


"Sampai kemudian aku memutuskan untuk pulang, namun ternyata yang aku dapatkan malah rasa kecewa.


Aku terjebak didalam Mansion GENG NOXIOUS, dan puncaknya malam itu.


Malam itu Kendrick memberikanku obat perangsang, dia mencoba memperkosaku.


Tapi aku masih bisa selamat karna ada Kak Allgar yang tiba-tiba datang menolongku, dan Kak Allgar pun memnawaku pergi dari sana" jelas Gazbiyya


"Berarti kamu sudah pergi ketika kebakaran itu terjadi?" tanya Tirta yang mana dibalas anggukkan oleh Gazbiyya


Lalu tanpa dibsangka, Allgar ikutan menyeletuk


"Tentang kebakaran itu, aku lah yang merencanakannya.


Setelah aku membawa Gazbiyya pergi, aku menyuruh temanku untuk membakarnya, itu sebagai hukuman mereka karna sudah berniat buruk pada Gazbiyya"


Tirta yang semula masih terkejut dengan pengakuan dari Allgar, dengan tiba-tiba bertepuk tangan pelan.


Tirta juga memberikan acungan jempol atas perbuatan Allgar.


"Wow, keren bro. Mereka memang pantas mendapatkannya" ujar Tirta dengan senyuman lebar


Tirta tidak menyangka jika pacar dari Gazbiyya ini begitu baddas. Terlihat lembut pada Gazbiyya, namun juga bisa bersikap sadis pada musuh.


"Tapi, bagaimana cara kalian menyelamatkan Gazbiyya?


Bukankah di Mansion itu banyak penjaganya"


"No comment" jawab Allgar dengan raut datar,


Sedangkan Gazbiyya dan Tirta hanya diam melongo mendengar jawaban dari Allgar.


Terutama Gazbiyya, kini perempuan itu berusaha menahan tawanya.


Gazbiyya tidak menyangka jika kekasihnya itu akan membalas pertanyaan Tirta dengan singkat dan jelas.


"It's Okey, yang terpenting sekarang Gazbiyya aman" Tirta pun membalas ucapan Allgar dengan tertawa canggung


Lalu tak lama setelah itu Amora datang, tunangan dari Tirta itu tampak menyipitkan matanya kala melihat obyek yang sangat dia kenali.


"Gazbiyya" seru Amora dengan antusias


Setelah itu kedua perempuan berbeda umur itu berpelukan seolah tengah mengobati rasa rindu.


Dulu Gazbiyya memang cukup dekat dengan Amora, jadi wajar saja jika keduanya tampak bahagia ketika bertemu kembali.


"Kakak, apa kabar? Aku kangen" tanya Gazbiyya setelah pelukan keduanya terlepas


"Kakak juga kangen sama kamu, Biyya. Kamu kemana saja, kenapa menghilang?"


"Kalian berdua ini kalau ketemu langsung heboh, ngobrolnya sambil duduk kan bisa" celetuk Tirta yang sudah terbiasa melihat tingkah Gazbiyya dan Amora ketika bertemu


Kedua perempuan itu tertawa cekikikan, lalu sama-sama duduk disebelah pasangan masing-masing.


"Gazbiyya sekarang tinggal bersama pacarnya. Itu yang lagi duduk disebelah Biyya, namanya Allgar." ujar Tirta pada Amora


"Oh ya? Wah, salam kenal ya Allgar" ucap Amora yang dibalas anggukkan juga senyuman tipis oleh Allgar


"Biyya, nanti pas Kakak menikah, kamu sama Allgar datang ya" pinta Amora ramah


Gazbiyya dan Allgar saling menatap, kemudian Gazbiyya tersenyum miris karna merasa tidak bisa mewujudkan permintaan Amora.


"Maaf ya Kak, sepertinya kami tidak bisa datang.


Gazbiyya belum bisa muncul dihadapan kalian semua, tapi aku pasti akan mendoakan yang terbaik untuk Kak Tirta dan Kak Amora"


Wajah antusias Amora langsung surut, meski begitu dia tetap menerbitkan senyuman karna harus memaklumi keputusan Gazbiyya.


"Iya gak papa, Kakak bisa mengerti kok"


Kemudian obrolan mereka terus berlanjut, sampai akhirnya masing-masing memutuskan untuk memisahkan diri.


"Tolong jangan kasih tahu siapa pun tentang pertemuan ini dan juga keberadaan Gazbiyya" pesan Allgar pada Tirta dan Amora


"Iya kamu tenang saja, kami pasti merahasiakan tentang Gazbiyya.


Aku juga minta tolong jaga Gazbiyya, karna sekarang yang dia punya cuma kamu" ujar Tirta yang tentu saja dibalas anggukkan oleh Allgar


Lalu pelukan Gazbiyya dengan Tirta dan Amora mengakhiri pertemuan tak terduga mereka pada hari ini.


Ada sedikit rasa tidak rela pada hati Gazbiyya ketika menatap kepergian Tirta dan Amora, namun usapan lembut Allgar pada puncak kepalanya, mampu membuat Gazbiyya tenang kembali.


...•••...