The Immortal_Allgar&Gazbiyya

The Immortal_Allgar&Gazbiyya
Bab 21. Menanti...



Vilash dengan bantuan 2 rekannya, terlihat sangat cekatan memasang segala alat medis pada Gazbiyya.


Untung saja mereka memiliki ruang kesehatan yang peralatannya setara dengan rumah sakit.


Gazbiyya kehilangan kesadarannya, tubuhnya tak bisa mengimbangi darah yang keluar saat tubuh kehilangan hampir 40% darah.


Itu karena jantung semakin kesulitan menjaga tekanan darah, memompa darah dan sirkulasinya.


Dan organ-organ tubuh yang lain bisa berhenti beroperasi, dan saat itu lah tubuh memasuki fase Koma.


"Bagaimana keadaannya? Dia masih bisa bertahan kan?" Allgar langsung memberondong Vilash yang baru saja keluar dari ruang kesehatan,


Hampir setengah jam Vilash berada didalam sana, dia sudah berusaha semampunya.


Meski tak bisa membuat Gazbiyya membuka matanya, namun setidaknya Gazbiyya masih hidup, dan itu pun dengan bantuan alat medis.


"Dia Koma, dan aku tidak tahu sampai kapan dia akan bertahan. Namun aku akan terus memantau keadaannya"


Allgar tanpa sadar melangkah mundur, tubuhnya bersandar lemah pada dinding. Rasa bersalah menyelimuti hatinya,


Jika seperti ini, dia seakan tidak ada bedanya dengan Ezra maupun Kendrick.


Allgar sama-sama telah menyakiti Gazbiyya, dan lebih parahnya lagi, dia membuat perempuan itu berada diantara hidup dan mati.


"Sebaiknya kamu membersihkan diri dulu All, kita harus percaya jika Gazbiyya mampu bertahan.


Dan seperti ucapan Vilash tadi, Vilash pasti akan melakukan yang terbaik untuk membuat Gazbiyya sepenuhnya kembali" ucap Kevlar pada sepupunya itu


Disisi lain terdengar isakan tangis dari Kinara, gadis yang sering bermanja pada Gazbiyya itu tengah berpelukan dengan Claretta.


Kinara yang berhati lembut, entah sudah berapa mili air mata yang keluar dari kedua matanya hari ini.


Dia sudah menangis sejak melihat kepergian Gazbiyya ke Mansion GENG NOXIOUS, dan sekarang ditambah melihat tubuh tak berdaya Gazbiyya didalam sana.


"Kasihan kak Biyya, Cla" ucapnya disela isakan tangis


Sedangkan Claretta sendiri hanya diam membisu dengan kedua mata yang berair.


Ingatannya berkelana pada kejadian di Taman Kota kala itu, awal dimana Gazbiyya mulai memasuki dunia mereka.


Kehadiran Gazbiyya memberi pengaruh baik untuk mereka semua, dan dengan mudahnya dia diterima di keluarga THE IMMORTAL.


"Vilash, aku ingin menemuinya didalam. Apakah boleh?" tanya Allgar yang tengah meminta ijin pada temannya itu


Vilash menganggukkan kepalanya, lalu dia membimbing Allgar untuk masuk kedalam ruangan.


Allgar terpaku sesaat setelah kedua matanya melihat tubuh lemah Gazbiyya yang kini dipasangi peralatan medis.


Memorinya mengingat sebuah kenangan buruk yang terjadi pada kakak kembarnya.


Allya, kakaknya itu meninggal akibat kecelakaan mobil yang dikendarai bersama Haidar.


Seharusnya Allgar senang kan?


Karna secara tidak langsung, dia sudah membalaskan dendamnya pada Haidar melalui Gazbiyya.


Namun Allgar sama sekali tak merasa senang apalagi puas, perasaannya malah diselubungi oleh rasa bersalah yang amat besar.


Sebagai pasien Koma, kini kehidupan Gazbiyya ditopang dengan berbagai peralatan medis.


Ada Monitor yang berfungsi untuk menampilkan grafis tentang kinerja organ tubuh. Misalnya detak jantung, kadar oksigen didalam darah atau tekanan darah.


Lalu sebuah Ventilator yang kini dihubungkan dengan selang yang dimasukkan lewat hidung, mulut atau tenggorokan. Sangat berguna untuk membantu Gazbiyya bernapas.


"Maafkan aku" lirih Allgar sembari tangannya mengelus lembut tangan Gazbiyya yang terbebas dari selang infus.


Karna tangan Gazbiyya yang satunya terdapat jarum infus,


Infus yang berfungsi untuk memasukkan cairan nutrisi, serta obat-obatan melalui pembuluh darah vena.


"Vilash, apakah dia benar-benar bisa bertahan?" tanya Allgar dengan tatapan lurus kearah wajah damai Gazbiyya


Selama ini, yang kita tahu. Semua korban yang pernah kamu hisap darahnya, mereka akan berakhir dengan kematian atau koma seperti Gazbiyya saat ini" balas Vilash yang sama sekali tak menenangkan Allgar dari rasa khawatirnya


Bagaimana jika Gazbiyya Koma berkepanjangan?


Itu sama saja menyiksa Gazbiyya secara perlahan, karna ujung-ujungnya yang koma akan berakhir dengan kematian.


Sama seperti beberapa orang yang pernah menghabiskan malam bulan purnama bersamanya.


"Apa sebaiknya aku mengubahnya menjadi seperti kita saja?"


Vilash terbelalak mendengar ucapan asal dari Allgar. Mereka tidak bisa melakukan itu pada Gazbiyya, karna kemungkinan keberhasilan hanya sebesar 5% saja.


Bukankah itu sama saja memercepat kematian pada Gazbiyya.


"Kamu jelas tahu jika kita tak bisa sembarangan mengubah manusia menjadi Vampir, Allgar.


Yang bisa kita ubah adalah pasangan kita sendiri, dan itu pun harus saat dia sedang mengandung" jelas Vilash


Karna itu adalah salah satu peraturan pada kaum Vampir mereka.


"Jila kamu memaksa untuk melakukannya, maka kamu hanya akan mempercepat kematiannya, All"


Allgar tertunduk sembari menatap genggaman tangannya pada tangan Gazbiyya.


Yang bisa mereka lakukan sekarang adalah menanti, menanti sampai Gazbiyya menyerah pada kegelapan hingga kembali membuka matanya.


...•••...


Saat sinar Aruna mulai menghiasi langit, Allgar dan keempat temannya masih membahas aksi mereka di Mansion GENG NOXIOUS.


Kinara mereka paksa untuk beristirahat didalam kamar. Dan untuk Vilash, lelaki itu masih harus berjaga diruang perawatan Gazbiyya.


"Bagaimana dengan Kendrick?" tanya Allgar dengan raut yang kembali dingin


"Semua sudah beres All. Sesuai dengan perintah dari kamu, kita telah membakar Mansion mereka" jawab Gavin


"Dan untuk Kendrick, itu tergantung anak buahnya. Kalau mereka bisa cepat menyelamatkan si brengsek itu, maka Kendrick akan selamat.


Dan jika mereka telat, maka yang ditemukan hanya sebuah tubuh terbakar" tambah Elvan dengan senyuman licik disudut bibirnya


Seperti yang pernah dibahas Claretta dan Kinara waktu itu. Hukuman yang diberikan oleh Kendrick sangatlah menakutkan.


Mungkin selama ini, mereka semua terlihat seperti manusia normal pada umumnya. Namun sisi Vampir mereka akan muncul saat merasa diganggu, dan bayaran untuk si pengganggu adalah sebuah rasa sakit yang tak terhingga.


"Aku yakin, pasti GENG NOXIOUS akan menjatuhkan kecurigaannya pada GENG DOUGHTY" Claretta ikut menimpali obrolan mereka


Sedangkan Allgar, dia sendiri sudah cukup puas dengan aksi mereka pada Kendrick.


Jika kedepannya kedua Geng itu akan saling bermusuhan, itu adalah urusan mereka.


Bukan urusan THE IMMORTAL.


"Ngomong-ngomong soal Gazbiyya, bagaimana bisa kamu sampai kehilangan kendali seperti ini sih All?" tanya Kevlar


"Aku juga tidak tahu" jawab Allgar yang kini sudah berdiri didekat jendela besar yang ada diruang santai


"Kendrick memberikan Gazbiyya obat perangsang. Dan keadaan tangan Gazbiyya yang tengah terluka, semakin membuatku kehilangan kendali.


Sampai akhirnya, kita berdua sama-sama terjebak pada pusaran gairah" lanjut Allgar


Keempat temannya hanya bisa menghela napas berat, mereka tak bisa sepenuhnya menyalahkan Allgar atas kondisi Gazbiyya saat ini.


Sebagai seorang Vampir murni, Allgar akan teruji ketika melihat darah segar.


Berbeda dengan Kevlar, Claretta, Gavin, Elvan dan Vilash yang notabenya adalah manusia setengah Vampir.


Kelima orang itu akan lebih bisa mengendalikan rasa haus terhadap darah. Karna selama ini, disaat bulan purnama, mereka berlima hanya mengkonsumsi darah dari kantung berisi darah manusia yang mereka dapatkan dari Rumah Sakit.


...•••...