
THE DOUGHTY
Beberapa tatap pasang mata merasa kecewa dengan tindakan Ezra. Mereka semua tak habis pikir dengan keputusan yang diambil oleh pemimpin GENG DOUGHTY itu.
Seharusnya Ezra mencari cara lain untuk membebaskan Freya, dan bukan malah menyetujui syarat dari Kendrick.
"Kami semua tahu jika kamu mengkhawatirkan Freya. Tapi bukan berarti kamu tega mengumpankan Gazbiyya pada Kendrick, Zra" ujar Tirta dengan rasa kecewanya
Jika pada akhirnya mereka menyerah dengan membiarkan Gazbiyya jatuh ke tangan Kendrick. Lalu apa gunanya usaha persembunyian Gazbiyya selama ini.
"Kalian tidak akan mengerti, karna kalian tidak berada di posisiku saat ini"
"Kami memang tidak berada diposisimu, Zra. Tapi kami pasti membantumu untuk membebaskan Freya dari GENG NOXIOUS. Kamu tidak perlu mengorbankan Gazbiyya seperti ini"
Zayyan yang selama ini lebih sering bersikap santai, hari ini dia dengan berani berbicara keras pada Ezra.
Zayyan tidak bisa membayangkan bagaimana raut kecewa Gazbiyya pada mereka nanti.
"Aku mengambil keputusan ini juga tidak secara asal. Kendrick sudah berjanji akan memperlakukan Gazbiyya dengan baik, jadi kita semua tidak perlu khawatir" jelas Ezra yang mencoba membela diri
Kemarin Ezra dan Kendrick memang sempat berbicara, Kendrick mengatakan jika dirinya sudah berubah.
Lelaki itu benar-benar jatuh cinta pada Gazbiyya, dan tentunya, Kendrick tak akan menyakiti gadis itu. Kendrick akan memperlakukan Gazbiyya seperti seorang ratu.
Jadi, menurut Ezra, tidak ada salahnya jika mereka mempercayai ucapan Kendrick.
Semua orang yang pernah berbuat buruk di masa lalu, tentu saja bisa berubah kan?
"Dan kamu percaya sama ucapan si brengsek itu, Zra?" tanya Zayyan sembari tertawa miris
Ezra terlalu naif, sehingga dengan mudahnya mempercayai ucapan busuk dari Kendrick.
Memang dasarnya Ezra ingin menyelamatkan kekasihnya, jadi laki-laki itu akan menutup mata hatinya. Berpikir seolah semua akan baik-baik saja, baik Freya mau pun Gazbiyya.
"Tidak ada salahnya kita memberi kesempatan pada Kendrick. Setiap orang pasti bisa berubah menjadi lebih baik kan?"
"Terserah kamu lah Zra. Percuma ngomong sama kamu, karna yang kamu pikirkan sekarang hanya Freya" setelah itu Zayyan memilih pergi untuk menenangkan diri
Bahkan dirinya merasa malu dengan Gazbiyya nanti, Zayyan merasa gagal menjalankan amanah dari mendiang Haidar.
Tapi dalam hati Zayyan berjanji akan mati-matian melindingi Gazbiyya, bila gadis itu menolak rencana dari Ezra.
Tak apa jika pada akhirnya dia harus bertengkar dengan Ezra.
...•••...
Didalam perjalanan menuju Kota, Gazbiyya yang berada di kursi belakang tak hentinya melihat ke arah luar jendela mobil.
Ada perasaan tak rela untuk meninggalkan Mansion THE IMMORTAL dan segala kenangannya.
Namun lagi-lagi dia mengenyahkan pikiran itu, dia harus fokus pada Ezra.
"Kak Vilash, tujuan kita diganti. Ezra baru saja mengirim Alamat baru, kita kesini ya kak" ucapnya sembari menunjuk kan pesan dari Ezra yang berisi sebuah Alamat
"Oke Biyya. Kamu bisa istirahat dulu, karna perjalanan kita masih membutuhkan waktu 1 jam lebih"
Gazbiyya mengangguk kan kepalanya sebagai balasan. Kepalanya mulai ia sandarkan di sandaran kursi, mata cantiknya perlahan tertutup.
Bukan untuk tidur, melainkan berusaha menenangkan pikiran yang berkecamuk dalam kepalanya.
"Kak Vilash, menurut kamu. Apa kak Allgar sedang marah dengan ku?"
Vilash dan Kinara saling melempar tatapan, mereka berdua tidak pernah mengira jika Gazbiyya akan bertanya seperti itu.
"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu, Biyya?"
"Entah lah kak, aku juga gak tahu. Hanya saja, saat melihat sikap acuh dari kak Allgar, aku merasa sudah membuat kesalahan hingga membuatnya marah" jawab Gazbiyya dengan kedua mata masih tertutup rapat
"Mungkin hanya perasaan kamu saja, Allgar bukan lah orang yang berpikiran sempit, Biyya.
Buktinya, dia malah mendukung keputusanmu"
Iya, Allgar memang mendukung keputusannya. Dan karna itu lah yang membuat Gazbiyya merasa Allgar sedang marah dengannya.
Setelah itu perjalanan yang tersisa hanya di isi dengan keheningan. Baik Gazbiyya, Kinara dan juga Vilash, mereka bertiga memilih untuk diam dan berkutat pada pikiran masing-masing.
Sampai kemudian, mobil yang mereka tumpangi berhenti di pinggir jalan didekat sebuah gerbang.
Gerbang berwarna merah maroon dengan simbol kebanggaan GENG NOXIOUS, gerbang yang sudah terbuka setengah.
Tepat setelah mobil berhenti, Ezra datang mengetuk kaca mobil di samping Gazbiyya. Lalu Gazbiyya membuka pintu di sampingnya dan bersiap untuk keluar.
Entah mengapa perasaannya merasa tak nyaman, saat melihat wajah sahabat sekaligus cinta pertamanya itu.
Lalu tatapannya mengedar ke sekelilingnya, dia menemukan Kendrick sedang berdiri lumayan jauh darinya, tepatnya di depan gerbang dengan senyum smirk dibibir lelaki itu.
"Ezra" panggil Gazbiyya dengan suara lirih
Tanpa di duga, Ezra langsung membawa tubuh Gazbiyya ke dalam pelukannya. Untaian kata maaf berulang kali keluar dari bibir Ezra.
Dan yang Gazbiyya lakukan hanya diam mematung, jiwanya masih berkelana memikirkan sebuah kemungkin yang mungkin saja sedang terjadi saat ini.
"Terima kasih karna kamu sudah mau datang, Biyya. Dan juga minta maaf, karna hanya ini yang bisa aku lakukan sekarang" ujar Ezra sembari menggenggam kedua tangan gadis didepannya itu dengan erat
"Iya, aku pasti bakal jelasin semuanya ke kamu. Tapi kita masuk dulu ya, Biyya"
"Enggak, aku mau kamu jelasin disini, dan sekarang juga, Ezra" tekan Gazbiyya, bahkan dia sudah melepaskan genggaman Ezra pada tangannya
Ezra mengusap wajahnya dengan cara kasar, sebentar lagi dia akan menyakiti sahabatnya ini.
"Gazbiyya, sebelumnya, perlu kamu tahu jika aku melakukan semua ini demi kebaikan kamu dan kita semua.Tolong kamu jangan marah ya"
Gazbiyya hanya menatap datar pada lelaki didepannya itu,
"Kendrick, dia menculik Freya. Dan mereka akan membebaskan Freya dengan syarat harus menyerahkan kamu pada mereka. Aku terpaksa har..."
Namun sebelum Ezra menyekesaikan ucapannya, Gazbiyya terlebih dahulu memotongnya dengan berteriak keras
"Dan kamu menyetujuinya, Zra? Kamu pikir, aku itu apa? Tega kamu mengorbankan aku demi menyelamatkan Freya" teriak Gazbiyya dengan suara keras,
"Aku terpaksa, Biyya. Saat ini, Freya sedang mengandung anakku. Dan bagimana pun caranya, aku harus membebaskannya dari Kendrick" balas Ezra dengan suara yang cukup keras,
Tanpa sadar, Gazbiyya melangkah mundur hingga tubuh bagian belakangnya menabrak samping mobil.
Perasaannya benar-benar hancur saat ini, rasanya berkali-kali lebih sakit ketimbang melihat Ezra berulang kali berganti pasangan.
Ezra mengorbankannya demi menyelamatkan Freya, dan hal menyakitkan lainnya adalah fakta jika saat ini Freya tengah hamil anak dari Ezra.
Ezra, lelaki yang selama ini dia cintai dalam diam. Bersembunyi dibalik status persahabatan, kenyataanya dirinya benar-benar sudah kalah.
Perempuan bernama Freya Calianda lah pemenangnya,
Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?
Apakah dia terlalu meremehkan perempuan itu?
Gazbiyya pikir, hubungan Ezra dan Freya pada akhirnya akan berakhir seperti kisah Ezra sebelumnya. Ternyata hubungan mereka sudah terlampau jauh,
"Kenapa Zra? Kenapa kamu tega mengorbankan aku?
Apa Freya dan bayinya jauh lebih penting buat kamu?
Apa aku sama sekali tidak berarti dihidup kamu?" tanya Gazbiyya dengan lirih, air matanya sudah merembes keluar sejak pernyataan Ezra tadi
"Biyya, bersama Kendrick tidak seburuk itu. Dia sangat mencintai kamu, Kendrick pasti bisa membahagiakan kamu, Biyya"
Gazbiyya melirik ke arah dimana Kendrick berada. Bagaimana mungkin Ezra yakin jika dia akan bahagia bersama Kendrick.
Apa Ezra sudah buta? Lihat saja tampang Kendrick saat ini, bahkan lelaki itu tengah menatapnya dengan senyuman licik dan juga mesum.
"Biyya, aku mohon sama kamu. Tolong selamatkan Freya, aku tidak akan sanggup jika harus kehilangan dia dan calon anak kami.
Aku mohon Biyya"
Seorang Ezra Rajendra tengah berlutut dibawah kaki Gazbiyya, lelaki itu mau merendahkan dirinya dihadapan seorang Gazbiyya.
"Aku mohon Biyya. Aku sangat mencintainya, aku tidak sanggup melihatnya menderita" mohon Ezra disela air mata yang mulai keluar dari sudut matanya
Gazbiyya membungkam mulutnya menggunakan tangan, lalu dirinya ikut berlutut mensejajarkan tubuh dengan Ezra.
Gazbiyya memeluk tubuh Ezra dengan perasaan hancur, cinta membuatnya lemah. Mungkin ini adalah batas dimana perasaan cintanya pada Ezra berlabuh, untuk terakhir kalinya, dia ingin memeluk Ezra bersama semua luka.
Ezra, semoga kamu bahagia dengan pilihanmu.. Maaf karna selama ini aku sudah menyimpan perasaan terlarang itu.
Seharusnya aku tak membiarkan rasa ini terus berkembang hingga membesar,
Ezra, ku lepaskan rasa cinta ini bersama aliran air mata.
Bagi ku, kamu tetap sahabat terbaik dalam hidup ini...
"Bangun Zra. Ayo kita temui Freya, aku akan menggantikan dia"
Keduanya sudah berdiri tegak, Ezra menggenggam tangan Gazbiyya untuk dibawa masuk ke dalam Mansion GENG NOXIOUS.
Namun sebelum langkah Gazbiyya menjauh, Kinara tiba-tiba berlari ke arah Gazbiyya dengan berlinang air mata.
Dipeluknya tubuh seseorang yang dulu pernah menyelamatkan hidupnya, tetapi sayangnya dia tidak memiliki kekuatan untuk menolong balik Gazbiyya
"Kak Biyya, jangan lakukan ini kak. Ayo kita pulang ke Mansion THE IMMORTAL saja" ucap Kinara sembari memeluk erat tubuh Gazbiyya
Lalu Gazbiyya menatap Vilash yang berada dibelakang tubuh Kinara. Dengan sorot matanya, Gazbiyya menyuruh lelaki itu untuk mendekat ke arahnya.
"Kak Vilash, tolong, bawa Kinara pulang ya. Dan sampaikan terima kasih juga maaf ku untuk semuanya.
Terima kasih, karna selama ini sudah menjaga dan menerimaku disana.
Dan maaf, karna aku tak bisa menepati janji"
Gazbiyya mengucapkannya sembari melepas pelukan Kinara ditubuhnya, lalu tangannya menghapus bekas air mata Kinara yang mengalir di pipi gadis itu
"Selamat Tinggal" ucapnya dengan suara lirih
Gazbiyya melanjutkan langkahnya bersama Ezra untuk menuju gerbang yang sudah menunggunya, menunggu penderitaan yang sebentar lagi mengisi harinya.
...•••...