The Immortal_Allgar&Gazbiyya

The Immortal_Allgar&Gazbiyya
Bab 44. Tamu Tak Diundang...



Sejak kejadian malam itu, Allgar menjadikan kamarnya menjadi kamar milik berdua.


Setiap malam Gazbiyya akan beristirahat dikamar tersebut bersama sang kekasih.


Bahkan beberapa barang pribadi milik Gazbiyya juga telah tertata rapi di Walk in closet milik Allgar.


Malam itu seolah menjadi penanda bahwa Allgar telah mengikat Gazbiyya, lewat kalung bulan sabit yang kini melingkar cantik dilehernya.


"Cie,,, yang sekarang sudah resmi jadi nyonya Allgar Kavindra" ujar Claretta dengan tersenyum jahil


"Apa'an sih Cla. Panggilan nyonya itu cocoknya untuk orang yang sudah menikah, aku sama Kak Allgar kan cuma sepasang kekasih" jelas Gazbiyya


"Oh, apakah ini sebuah kode kalau Gazbiyya ingin segera dinikahi?


Tenang, aku sampaikan langsung pada Allgar" sindir Claretta yang masih memasang senyum jahilnya


Lalu tanpa Gazbiyya duga, Claretta benar-benar melakukan niat gilanya.


Adik dari Kevlar ini sedang memanggil Allgar dengan suara lantang


"Kak Allgar, katanya Gazbiyya pingin segera dinik.." ucapannya pun terlebih dahulu dibungkam Gazbiyya menggunkan tangan perempuan itu


Namun bukannya takut karna mendapat pelototan tajam dari Gazbiyya, Claretta malah terlihat tertawa senang.


Sedangkan Gazbiyya malah sibuk mengumpat didalam hatinya.


Dasar Claretta si nyebelin, haruskah Gazbiyya membalas kejahilan Claretta dengan membeberkan rahasia kecil milik perempuan itu.


Jika Claretta akan bertingkah manis didepan Allgar, dengan selalu memanggil sepupunya itu dengan tambahan Kak.


Tapi dibelakang, Claretta hanya memanggil nama Allgar tanpa sebutan Kak terlebih dahulu.


"Awas, kamu ya Cla.


Aku aduin ke Kak Allgar kalau kamu sering menyebutnya, tanpa embel-embel Kak terlebih dahulu" ancam Gazbiyya setelah melepaskan bekapan tangannya di mulut Claretta


"Wah, sekarang sudah berani ngancem ya" protes Claretta dengan raut sebal


Namun Gazbiyya malah membalasnya dengan senyum kemenangan.


"Eh, lagi pada ngapain kalian berdua?" tanya Kinara yang baru saja datang membawa nampan kecil berisi Sate daging


"Tau nih, sekarang sudah ada yang berani ngancem-ngancem" gerutu Claretta sembari tangannya mulai memasukkan Sate ke dalam mulutnya


"Udah lah, kita semua harus hidup dengan damai.


Jangan bertengkar, dan saling menyalahkan satu sama lain" ujar Kinara dengan bijak


Namun respons Gazbiyya dan Claretta sungguh lucu.


Gazbiyya langsung mengechek suhu kepala Kinara, lalu membandingkannya dengan dirinya sendiri.


Sedangkan Claretta sibuk mengetuk-ngetuk meja sembari menikmati Sate didalam mulutnya.


"Sepertinya si kecil ini sudah bisa bersikap dewasa deh, Cla" ujar Gazbiyya dengan raut menggoda


"Maklum lah, pacarnya kan Dokter.


Jadi mungkin tingkat keseriusan dari Vilash menular pada Nara" tambah Claretta


Sedangkan Kinara yang tadinya datang dengan senyuman, kini wajahnya berubah sebal karna sering dijahili oleh Gazbiyya dan Claretta.


Lalu tanpa banyak kata, Kinara memgambil kembali nampannya yang berisi Sate dan berlalu pergi menuju gerombolan yang terdapat sang pacar.


Malam ini Allgar memang mengadakan Barbeqiu bersama, di tempat yang biasanya dijadikan untuk Pesta.


"Kenapa sih Cla? Sedari tadi aku perhatikan, kayaknya murung terus" tanya Gazbiyya yang sudah berganti mode serius


"Gak papa" balasnya tanpa semangat


"Masalah Kak Gavin lagi ya?" tebak Gazbiyya


"Kalau kamu gak rela dia pergi, seharusnya kemarin kamu ikut saja Cla.


Supaya kamu bisa lebih tenang dan tidak merasa khawatir tentangnya" ujar Gazbiyya yang menasehati sikap posesif dari sahabatnya ini


"Kalau aku ikut, aku gak yakin bisa menahan diri untuk tidak membunuh wanita itu" bisik Claretta yang terdengar seperti gumaman tidak jelas


Masalah yang terjadi diantara Claretta dan Gavin, memang selalu terjadi karna sebab yang sama.


Tiga hari yang lalu Gavin meminta ijin untuk pulang ke tempat asal mereka, tempat yang dua bulan lalu juga dikunjungi oleh Allgar dan Kevlar.


Awalnya Claretta mengijinkannya dan sama sekali tidak mempermasalahkan kepergian tunangannya itu.


Namun tadi pagi dia baru saja mendapat kabar.


Jika alasan Gavin pergi adalah, salah satunya karna sahabat yang sekaligus merangkap sebagai mantan pacar Gavin itu.


Wanita pengganggu yang ingin sekali dimusnahkan oleh Claretta.


Melihat Allgar yang datang menghampirinya, refleks membuat Gazbiyya tersenyum senang.


"Buat kamu" ujarnya sambil meletakkan 2 piring besar yang berisi Sate dan Sosis bakar


"Makasih" ucap Gazbiyya dengan manis


Namun nyatanya yang terlebih dahulu mencomot makanan yang dibawa Allgar malah Claretta.


Perempuan yang sedang galau itu tak memperdulikan raut bingun dari Allgar dan Gazbiyya.


Masalahnya, Claretta memang langsung mengambil tiga tusuk Sate sekaligus.


Dan tanpa banyak kata melahapnya dengan cepat.


"Dia kenapa?" tanya Allgar sambil menunjuk Claretta


"Biasa, lagi galau dia Kak" balas Gazbiyya dengan tertawa pelan


Kemudian Allgar dan Gazbiyya mengobrol santai, kadang sesekali Claretta juga ikut menimpali.


Yah, setidaknya malam ini Claretta tak terlihat terlalu menyedihkan.


Perlahan perempuan itu ikut terhanyut dalam obrolan, apalagi ada Kevlar yang bisa Claretta gunakan untuk tempat bermanja.


...•••...


Ke esokan harinya, ruang Gym yang ada dilantai dua tampak cukup ramai dengan keberadaan Allgar dan kawan-kawan.


Mereka semua seolah kompak menurunkan lemak dan kalori yang mungkin saja tadi malam mengendap didalam tubuh.


"Gavin, kapan pulangnya Van?" tanya Kevlar yang terlihat tampak ngos-ngosan, setelah menambah kecepatan pada alat Treadmill yang sedang dia gunakan


"Kurang tahu juga Kev, soalnya sejak kemarin ponselnya gak aktif" balas Elvan yang baru saja menyelesaikan aktivitasnya mengangkat Dumbbell


Ruangan Gym yang sangat luas ini mampu menampung berbagai alat fitness.


Dari yang berjenis untuk angkat beban maupun mesin latihan juga ada.


"Si Gavin emang cari mati, bisa-bisanya ponselnya tidak aktif.


Padahal dari kemarin, ini kuping sudah melepuh karna kebanyakan mendengar umpatan kesal dari Claretta"


Claretta memang sengaja menjadikan kakaknya sebagai tempat untuk mengeluh, dan mengumpati Gavin yang sejak kemarin hilang tanpa kabar.


Andai saja Gavin punya kemampuan Telepati seperti Allgar dan Kevlar, mungkin Claretta tidak akan kesusahan untuk mencari tahu kabar dari tunangannya itu.


"Sabar Kev, itung-itung latihan kalau nanti punya istri" sahut Vilash dengan derai tawa


"Nah, benar tuh apa kata Vilash. Anggap saja sebagai latihan dimasa depan"


Saat teman-temannya sibuk menertawakan kemalangan dari Kevlar, Allgar yang sedang berkutat pada alat fitness Bench Press hanya menanggapinya dengan senyuman.


Bench Press sendiri adalah alat fitness yang menyerupai tempat duduk yang sangat fleksibel.


Yang mana berguna untuk melatih otot dada,bahu,back, dan otot lainnya juga.


Kemudian suara pintu yang dibuka dengan cara kasar, mampu membuat mereka yang ada di dalam tersentak kaget.


Setelah itu muncul lah sosok Gavin yang beberapa saat lalu menjadi topik pembicaraan mereka.


"Wah, panjang umur nih. Baru saja dibicarakan, eh orangnya langsung muncul" ujar Elvan yang kembali tertawa


Namun Gavin belum juga mengeluarkan suaranya, tunangan dari Claretta itu terlihat sangat kacau.


Wajahnya penuh keringat dan helaan napas yang terdengar saling berkejaran.


"Kamu kenapa Vin? Sampai ngos-ngosan gitu" tanya Vilash yang sangat penasaran dengan kondisi kacau dari Gavin


"All... Gawat" ujarnya dengan terbata "Dia datang" lanjutnya dengan wajah panik


"Dia? Maksudnya siapa sih Vin? Kalau ngomong yang jelas dong" protes Kevlar yang mulai merasa kesal


Namun Allgar yang semula masih sibuk dengan alat fitnessnya, kini langsung menyudahi kegiatannya itu.


"Dimana?" tanya Allgar dengan singkat, ada sorot khawatir dikedua matanya


"Sedang menuju lantai atas, dia mengira kalau kamu ada di kamar"


Lalu yang terdengar setelah itu adalah umpatan kata sial yang keluar dari mulut Allgar.


Secepatnya dia segera meninggalkan ruang Gym dan langsung menuju kamarnya.


Hanya ada satu sosok yang kini memenuhi pikirannya.


Yaitu Gazbiyya, sekarang kekasihnya itu juga sedang berada di kamarnya.


...•••...