The Immortal_Allgar&Gazbiyya

The Immortal_Allgar&Gazbiyya
Bab 10. Hampir Saja...



Saat Matahari tengah berada disuasana terik-teriknya, Gazbiyya dan Claretta tampak tak peduli.


Kedua gadis itu begitu asyik dengan gerakan tangannya yang dengan setia membuat lubang-lubang kecil yang nantinya akan di isi dengan biji bunga Matahari.


"Hah...hah..hah.. Ya Ampun. Capek banget" seru Kinara setelah meletakan ember yang berisi air


Gadis yang usianya paling muda diantara mereka bertiga itu, mendapat tugas untuk mengambil air yang nantinya akan mereka gunakan untuk menyiram bibit bunga yang akan mereka tanam.


Kebetulan ada tanah kosong di sebelah utara Mansion, dengan ide dari Gazbiyya. Gadis itu mengajak Claretta dan Kinara untuk memanfaatkan tanah kosong tersebut menjadi ladang bunga Matahari.


Dan Claretta yang berstatus sebagai sepupu dari Allgar si pemilik Mansion, memberanikan diri untuk meminta ijin pada sepupunya itu.


Allgar mengijinkannya dan bahkan dia juga membelikan pupuk, benih bunga Matahari, dan juga peralatan serta keperluan untuk bertanam.


"Aku gak sabar pingin lihat bunganya bermekaran, pasti indah banget" Kinara mengucapkannya sembari membayangkan sebuah ladang bunga Matahari yang pastinya sangat menyilaukan dengan warna kuning itu


Sedangkan Gazbiyya dan Claretta yang melihatnya hanya menggeleng kan kepala. Mereka saja baru proses menanam biji, tapi Kinara yang sedang duduk di bawah pohon itu sudah mengkhayal tinggi.


"Dari pada duduk disitu, mending bantuin kita" ujar Claretta, namun fokusnya tetap berada pada tanah dibawahnya


"Gak mau. Nanti ada cacingnya, hih geli" ujarnya dengan merinding, alasan dia memilih mengambil air karena dia takut dengan cacing


Atas kerja keras dari Claretta dan Gazbiyya, kedua gadis itu sudah berhasil membuat lubang hampir setengah dari luas yang nantinya akan mereka jadikan ladang bunga Matahari.


Dengan mengandalkan informasi dari Internet. Yang pertama, mereka harus membuat lubang kecil yang setiap lubangnya berjarak 45-50 cm.


Lalu setiap lubang di isi dengan 2 benih bunga, kemudian ditutup dengan tanah.


"Tolong sebarkan sedikit pupuk organik diatasnya, dan jangan lupa kasih sedikit air dipermukaan tanahnya ya, Nara" perintah Gazbiyya ke pada Kinara yang langsung dituruti oleh gadis itu tanpa bantahan,


Claretta berdecak pelan melihat tingkah Kinara. Memang dasar sahabat durhaka, tadi pas dia yang nyuruh malah langsung ditolak, Sedangkan saat Gazbiyya yang nyuruh, Kinara langsung menurutinya dengan mudah.


Kini mereka bertiga sudah sibuk dengan tugas masing-masing. Ada Kinara yang bertugas menyebar pupuk dan menyiram tanah, lalu Gazbiyya dan Claretta meneruskan pekerjaannya yang membuat lubang untuk di isi benih bunga.


Sampai 1 jam kemudian, semua lubang sudah di isi dengan benih bunga Matahari. Tinggal mereka menutupnya menggunakan botol minuman bekas, supaya terhindar dari hama dan juga air hujan.


"Kira-kira botolnya kurang apa tidak ya?" ucap Gazbiyya sembari menutupi satu persatu dengan botol bekas,


"Tenang, kita masih punya banyak kok. Kemarin aku sudah minta tolong sama Sebastian dan Tommy untuk mengumpulkan lebih banyak lagi" jawab Claretta


"Syukurlah kalau gitu"


Dan setelah pekerjaan selesai, ke tiga gadis tadi langsung mengistirahatkan tubuh di sebuah Gazebo yang letaknya tak terlalu jauh dari ladang bunga Matahari.


Bahkan disana sudah ada minuman dingin dan juga cemilan yang sengaja dipersipkan para pelayan.


"Dibuat rebahan gini, punggung ku rasanya nyaman banget" ucap Claretta dengan posisi berbaringnya


Gazbiyya tertawa kecil mendengar ucapan Claretta, mungkin bagi mereka yang belum pernah berkebun pastinya merasakn pegal dipunggung karna terlalu lama berjongkok.


Namun bagi Gazbiyya tak menjadi masalah karna dia sudah terbiasa dengan hal itu.


Bukannya langsung menjawab pertanyaan dari Kinara, Gazbiyya malah tertawa karna teringat obrolannya bersama Ezra dan Freya kemarin.


Dia ingat dengan jelas wajah puas Ezra karna berhasil menipu Kendrick dan Geng nya.


"Berhasil. Mungkin sekarang NOXIOUS sedang pusing mengelilingi Ainsley karan belum juga menemukan ku" jelas Gazbiyya masing di iringi tawa renyahnya


Kinara yang mendengarnya pun ikut tertawa senang, pasti si pemimpin NOXIOUS begitu tergila-gila pada Gazbiyya. Sampai-sampai bisa masuk kedalam jebakan lawan, malang sekali nasib mereka.


"Tapi aku gak siap kalau harus berpisah dari kak Biyya. Kakak disini saja ya, gak usah balik ke Kota" pinta Kinara dengan wajah melas, tawanya sudah surut saat teringat jika sebentar lagi mungkin akan berpisah dari Gazbiyya


Entah kenapa Gazbiyya merasa sedih mendengar ucapan dari Kinara, sudah hampir seminggu dia berada disini. Dan hari-hari yang mereka lewati bersama terasa indah dan juga menyenangkan, ada perasaan tidak rela saat nanti dia harus meninggalkan tempat ini.


"Apa'an sih Nara. Tuh, Gazbiyya jadi sedih karna dengar omongan kamu"


"Iya maaf, kak Biyya jangan sedih ya. Gak papa deh kalau nantinya kita berpisah, yang penting kita masih bisa bertemu?" ucapnya dengan mencoba ceria lagi, dan itu menular pada Gazbiyya


Saat mereka tengah sibuk dengan pikiran masing-masing, tiba-tiba Gazbiyya teringat dengan sesuatu.


"Cla" panggilnya dengan ragu dan dibalas gumaman oleh Claretta


"Kata kak Kevlar, nanti malam aku sama Kinara harus ngungsi dulu ke Villa di pinggir pantai. Memangnya ada apa sih Cla?" tanya Gazbiyya


Claretta yang tadinya sedang rebahan, kini merubah posisinya menjadi duduk santai.


"Karna nanti malam bulan purnama" jawabnya yang tak kalah santai dan singkat


"Memangnya kenapa kalau bulan purnama? Padahal kan lebih bagus lagi kalau kita semua menghabiskan malam di Villa. Mengagumi bulan pernama bersama-sama"


Claretta tertawa didalam hati, kalau mereka menghabiskan malam bulan purnama bersama-sama. Mungkin malam itu juga akan menjadi malam terakhir bagi Gazbiyya dan Kinara berada di dunia.


"Karna kita Vampir. Dan malam bulan purnama adalah waktu spesial untuk kami" jelas Claretta yang langsung dibalas pelototoan tajam oleh Kinara


Kinara tidak habis pikir dengan jalan pikiran Claretta, bagaimana mungkin sahabatnya itu berbicara asal didepan Gazbiyya.


Namun respons dari Gazbiyya benar-benar membuat Claretta dan Kinara tersentak bingung. Bukannya merasa takut pada ucapan Claretta, Gazbiyya malah tertawa cukup keras.


"Ya Ampun Cla. Kamu itu lagi ngelucu tapi kenapa terdengar garing banget ya" ujarnya disela tawa yang masih berderai, bahkan kedua sudut matanya sudah berair


"Tapi gak papa Cla, aku cukup terhibur kok. Buktinya aku gak bisa berhenti tertawa"


Kinara yang merasa selamat, tanpa ragu ikut tertawa bersama Gazbiyya. Dan dia pun menyikut lengan Claretta supaya gadis itu juga ikut tertawa bersama, meski hanya tawa palsu.


"Kamu gak mungkin Vampir Cla. Karna seorang Vampir gak mungkin bisa berjemur di tengah teriknya Matahari. Lagi pula, kalau kamu dan yang lainnya itu Vampir. Mungkin sekarang aku sudah tak bernayawa lagi, karna sudah habis disantap oleh kalian" ucap Gazbiyya setelah berhasil meredakan tawanya


Claretta yang mendengarnya langsung melirik ke arah Kinara, mereka berdua saling menatap lalu tersenyum misterius.


Mungkin memang sebaiknya Gazbiyya tak mengetahui rahasia mereka, biarkan gadis itu hidup tenang di Mansion ini tanpa merasa dibayangi rasa takut.