
Jika di Mansion Gazbiyya sedang berperang melawan dilema tentang hubungannya bersama Allgar.
Maka lain dengan Allgar yang saat ini tengah diserang rasa bosan, karna harus menemani Brianna jalan-jalan dan Berbelanja di Mall.
Tadi pagi setelah Allgar menjelaskan semuanya pada sang kekasih, Allgar lanjut menemui Brianna dan meminta wanita itu untuk kembali ke tempat asal mereka secara baik-baik.
Namun wanita yang pernah dijodohkan dengannya ini malah memberikannya sebuah syarat. Brianna akan kembali pulang asalkan dirinya mau menemani jalan-jalan keliling Kota, dan Allgar pun menurutinya.
"All, menurut kamu lebih bagusan yang mana?" Brianna bertanya sembari memperlihatkan 2 model gaun malam sexy yang biasa dibuat tidur
"Dua-duanya bagus" jawab Allgar dengan raut malas
Ini bukan pertama kalinya Brianna bertanya tentang pendapat Allgar masalah barang yang akan dibeli oleh wanita itu.
Sebelumnya saat di toko sepatu dan tas, Brianna juga menanyakan pendapat Allgar.
Wanita itu memang sengaja melakukannya, karna ingin mencari perhatian Allgar.
"Oke, aku beli dua-duanya deh. Semua yang Allgar suka, aku pasti akan memakainya" ujar Brianna dengan nada manja
Lalu Allgar kembali fokus pada layar ponselnya, lelaki itu mencoba mengirim pesan pada sang kekasih.
Setengah jam yang lalu, Allgar sudah mengirim pesan, namun tidak kunjung dibalas oleh Gazbiyya. Allgar sadar jika kekasihnya itu mungkin masih marah dengannya.
Oleh karena itu dia harus bergerak cepat untuk membuat Brianna pergi dari Mansion THE IMMORTAL.
Karna semakin lama Brianna tinggal, maka semakin banyak juga masalah yang nantinya akan timbul karena keberadaan wanita itu.
"Brianna, apakah kamu masih lama?" tanya Allgar disaat Brianna masih terlihat memilih-milih dress
"Memangnya kenapa All?" ujarnya sembari berjalan mendekati Allgar
"Sebaiknya kita mencari makan dulu, nanti belanjanya diteruskan lagi"
Brianna yang mendengarnya pun tersenyum senang, wanita itu berpikir jika Allgar sangat perhatian dengannya. Allgar mengingatkannya untuk makan disela kesibukannya berbelanja.
"Ya sudah, yuk kita makan dulu"
Dan mereka berdua pun melenggang pergi menuju restoran terdekat, Allgar sengaja mencari restoran yang memberikan ruang privat bagi pengunjungnya.
Karna tujuannya mengajak Brianna makan adalah untuk membicarakan hal penting dengan wanita itu.
Tak berapa lama mereka sampai ditempat makan, Allgar pun segera memanggil pelayan untuk memesan makanan.
"Aku senang banget, karna akhirnya kita bisa menghabiskan waktu berdua saja All" kata Brianna dengan raut bahagia di wajahnya,
Jujur Brianna sangat merindukan saat-saat dimana dia dan Allgar menghabiskan waktu bersama, meski hanya sekadar duduk santai di taman.
Bagi Brianna itu adalah hal yang cukup membuatnya bahagia.
Tapi Brianna harus kehilangan kesempatan itu karna keteledorannya yang tidur bersama lelaki lain hingga membuatnya harus hamil.
Sejak saat itu Allgar seakan membencinya, dan kembali memperlakukannya dengan dingin.
"Setelah kamu puas berbelanja, aku akan segera mengatur kepulanganmu" ujar Allgar disela kegiatan mereka bedua yang tengah menyantap makanan
Brianna yang semula tengah tersenyum bahagia, kini perlahan senyumnya mulai luntur.
"Maksud kamu gimana All?"
"Kamu gak seharusnya ada disini Anna. Seperti yang kamu dengar tadi, aku akan secepatnya mengatur kepulanganmu" jawab Allgr dengan tenang
Dan seperti yang sudah Allgar perkirakan, wanita didepannya ini langsung menatapnya dengan sorot marah.
Bahkan Brianna sengaja membanting sendok dan garpu demi melampiaskan emosinya.
"Kamu mengusirku All?"
"Iya" balas Allgar sembari mengunyah potongan daging panggang didalam mulutnya
"Enggak. Aku gak akan pulang sebelum aku mendapatkan apa yang aku inginkan"
"Kalau yang kamu maksud adalah diriku, maka kamu hanya akan melakulan hal yang sia-sia Anna. Keputusanku tidak akan pernah berubah hanya karna kedatanganmu kemari" tegas Allgar
Lama kelamaan Allgar merasa kesal dengan sikap keras kepala dari Brianna. Entah kemana urat malu milik Brianna, setelah berkali-kali dia tolak dan abaikan, wanita ini tetap saja mengharapkannya.
"Sampai kapan pun, aku gak akan pernah menyerah buat mendapatkan kamu All" ujar Brianna yang sama tegasnya
Sedangkan si lawan bicara yang tak lain adalah Allgar. Lelaki yang di masa depan nanti akan menjadi si pewaris tahta Vampir itu, tampak mengusap wajahnya berulang kali.
Raut frustasi tercetak jelas di wajah tampannya.
Terhitung hampir 3 jam sudah lamanya dia menemani Brianna jalan-jalan.
Allgar mengira jika menuruti permintaan dari wanita itu, Brianna akan dengan mudah dia bujuk untuk kembali pulang.
Namun nyatanya dia salah, Brianna tetap lah wanita keras kepala yang tidak tahu diri.
"Dan kamu jelas tahu, jika impianmu itu tak akan pernah terwujud.
Kamu hanya akan membuang waktu, karna keputusanku akan tetap sama dan tidak berubah" tekan Allgar disetiap katanya, berharap Brianna sadar diri karna Allgar sudah mulai lelah menghadapinya
Kemudin Allgar berdiri dari duduknya dan bersiap untuk pergi, dia akan meninggalkan Brianna disini sendiri.
Persetan dengan makanannya yang masih tersisa banyak.
Namun ketika langkah kakinya baru terayun 3 langkah, tiba-tiba Brianna kembali bersuara.
"Apa karna perempuan itu, alasan kamu menolak ku lagi All?"
Allgar menghentikan langkahnya, meski Brianna tak menyebutkan nama. Namun Allgar cukup tahu jelas, tentang siapakah perempuan yang dimaksud oleh Brianna.
"Iya, dia adalah salah satu alasan kenapa aku menolak mu. Dan pastinya ada banyak alasan lainnya juga" jawab Allgar
"Dia hanya manusia biasa kan? Perempuan itu sama sekali gak pantas buat kamu All, aku lah yang seharusnya memilikimu"
Allgar terkekeh sinis mendengar ucapan penuh percaya diri dari mulut Brianna. Meski Gazbiyya adalah manusia biasa, namun Gazbiyya jauh lebih baik dari Brianna.
"Jika perempuan itu tahu kamu adalah Vampir, dia pasti akan meninggalkanmu"
Allgar refleks tertawa keras dan membalikkan tubuhnya menghadap Brianna.
"Oh ya? Asal kamu tahu saja, Gazbiyya sudah tahu tentang siapa aku sebenarnya. Dan dia sama sekali tak keberatan, dia tetap bertahan dan mencintaiku" ujarnya dengan wajah penuh kemenangan
Berbeda sekali dengan raut wajah Brianna yang terlihat pucat, keterkejutan jelas sekali tercetak di kedua matanya.
"Gazbiyya sudah mengetahui semua tentangku. Maka dari itu, sudah saatnya kamu berhenti Brianna" ujar Allgar sebelum langkahnya menghilang dari pandangan Brianna
Kini Allgar benar-benar meninggalkannya sendirian, lelaki itu pergi tanpa menoleh sedikit pun kepadanya.
Brianna merasakannya lagi, rasa sesak yang terus terulang ketika kembali mendapatkan penolakan dari Allgar.
Kenapa Allgar bisa begitu mudah mencintai manusia biasa itu? Sedangkan dirinya yang telah berjuang lama sama sekali tak dihiraukan.
Sudah banyak pengorbanan yang dia lakukan demi memiliki Allgar.
Dia rela meninggalkan cinta pertamanya, dia juga rela membunuh calon anaknya, dan dia terus merendahkan harga dirinya demi mengharap balasan.
"Hanya aku yang ditakdirkan untuk memilikimu All. Gazbiyya atau pun perempuan lain sama sekali tidak memiliki hak untuk itu.
Mulai sekarang, aku akan menjadi sebuah ancaman bagi cinta kalian. Aku akan memisahkan kalian berdua" katanya dengan penuh ambisi
Meski perempuan bernama Gazbiyya itu dicintai oleh Allgar, namun dirinya lah yang direstui oleh keluarga Allgar.
Dengan dukungan dari orang tua Allgar, Brianna percaya bisa merebut kembali Allgar kedalam pelukannya.
...•••...