
Setelah beberapa hari hidup didalam sangkar seperti burung, akhirnya Gazbiyya bisa keluar rumah juga. Senyuman sejak tadi terus tersungging dibibir seksisnya, membuat siapa pun yang melihat dibuat semakin terpesona oleh sosok menawan itu.
"Hai Biyya" sapa beberapa orang yang dia temui sepanjang koridor kampusnya
Sebenarnya aktivitas kampus masih belum ramai seperti biasanya, karena memang masih hari libur. Dia datang kesini juga karna ada hal penting yang mesti di urus, dan dia sangat bersyukur karna si Ezra mau mengijinkannya pergi.
"Setelah ini, kita langsung otw ke Taman Kota yuk. Ada acara bazar besar-besaran disana" ucap seseorang yang tak dikenali oleh Gazbiyya,
Namun langkahnya memang sengaja dia pelankan saat telinganya mendengar kata acara bazar, otak cantiknya langsung memikirkan sebuah cara, supaya dia bisa datang kesana juga.
Lalu dengan percaya diri, dia mendekati dua orang yang tadi sedang membicarakan tentang bazar.
"Hai, maaf ganggu sebentar. Tadi aku gak sengaja mendengar kalian lagi bahas tentang acara bazar. Kira-kira, aku boleh ikut kalian kesana gak ya?"
Dan respons dari dua orang tadi hanya menganga karna tidak percaya jika saat ini mereka sedang diajak bicara oleh dewi kecantikan dikampus ini, hampir semua penghuni kampus mengenal sosok Gazbiyya Eiliya Sarvenaz.
Perempuan mempesona yang tidak sembarang orang bisa mendekatinya, si dewi kecantikan yang begitu dipuja oleh semua orang.
"Hallo, kok kalian malah melamun sih?" ujar Gazbiyya dengan raut bingung
"Oh, iya. Tadi kamu bilang apa? maaf karna kami sempat gagal fokus tadi" ucap perempuan yang memakai baju warna maron itu,
Gazbiyya tertawa kecil melihat dua orang didepannya yang kini tampak salah tingkah,
"Aku boleh ikut kalian ke Taman Kota tidak? maaf tadi aku gak sengaja mendengar obrolan kalian yang sedang membahas acara bazar" ulang Gazbiyya sesuai permintaan dari dua orang didepannya itu
"Boleh, tentu saja boleh banget" balas keduanya dengan antusias, yang mana langsung menular pada Gazbiyya
Kali ini dia akan nekat pergi kesana tanpa sepengetahuan dari Ezra maupun anggota DOUGHTY yang lainnya, biarkan saja mereka pusing mencari keberadaannya.
Kemudian ketiga gadis itu bersiap pergi menuju Taman Kota, bahkan kini mereka sudah berada didalam Taxi yang nantinya akan mengantar mereka ke tempat tujuan.
Akibat kenekatannya, saat ini anggota DOUGHTY yang bertugas menjaganya dibuat kalang kabut. Dalam hati Gazbiyya berjanji jika nanti setelah dia selesai menonton bazar, dia akan segera pulang dan meminta maaf.
Setelah menempuh perjalanan selama hampir 1 jam, kini mereka telah sampai ditempat tujuan. Taman Kota terlihat begitu ramai oleh pengunjung, banyak stand-stand toko yang berjejer rapi menawarkan berbagai barang maupun makanan.
"Biyya, kamu mau mengunjungi tempat mana dulu nih?" tanya salah satu dari dua orang yang tadi dia temui dikampus, yang bernama Keyra.
Tadi didalam mobil, mereka memang sempat berkenalan dan juga mengobrol. Yang memakai baju maron bernama Agnes dan yang baru saja bertanya bernama Keyra,
"Ke stand makanan dulu yuk, aku pingin jajan" balas Gazbiyya dengan tersenyum malu,
kalau soal makanan, dia memang begitu menggilainya.
"Oke, kita let's go berburu jajanan" ujar Agnes dengan penuh semangat
Sampai setengah jam berlalu, ketiga gadis itu begitu menikmati acara bazar. Namun suasana nyaman itu tiba-tiba berubah kacau saat beberapa orang terlihat sedang baku hantam, langsung saja keadaan menjadi tak terkondisikan. Banyak orang yang sedang berlarian tak tentu arah karna tak ingin menjadi salah sasaran dari perkelahian itu, akibatnya kini Gazbiyya malah terpisah dari kedua temannya yaitu Agnes dan Keyra.
"Agnes"
"Kalian dimana?" teriak Gazbiyya yang kini ikut terdesak-desak oleh lalu lalang orang
Rasanya saat ini dia ingin menangis saja, mungkin ini adalah karma karna dia sudah membuat Ezra khawatir. Kalau tahu akan jadi seperti ini, dirinya tidak akan berani lagi melanggar larangan dari sahabatnya itu.
"Ezra, aku takut" gumamnya dengan suara lirih, matanya mulai terasa memanas
Ditengah rasa frustasinya, tiba-tiba ada tangan yang tengah menepuk pundaknya. Gazbiyya refleks menolehkan kepalanya kebelakang, berharap bahwa kedua temannya lah yang tadi menepuknya.
Namun dia harus rela menelan kekecewaan karna yang dia dapati bukanlah kedua temannya, melainkan dua gadis yang tidak dia kenal.
"Kak Biyya bukan?" tanya gadis berkuncir satu dengan ragu
Gazbiyya menganggukkan kepalanya dengan pelan, meski dia tidak mengenal kedua gadis didepannya sekarang. Namun sepertinya dua orang itu mengenalnya, terbukti mereka mengetahui namanya.
"Iya aku Gazbiyya, tapi kalian berdua siapa?"
"Aku Kinara, adik kelas yang dulu pernah kakak tolong" jelasnya
"Kinara? maaf, tapi aku benar-benar lupa" balas Gazbiyya dengan rasa bersalah, bukannya sombong, namun dirinya sungguh lupa dengan gadis bernama Kinara ini
"Udah lah Nara, mending kita pergi saja. Percuma, dia juga udah lupa siapa kamu. Kak Vilash sudah menunggu kita" ajak gadis bernama Claretta,
"Tapi Cla.."
"Atau kamu mau aku tinggal disini saja, kak Vilash bisa marah karna kita sudah membuatnya terlalu lama menunggu"
Akhirnya Kinara terpksa menuruti ucapan Claretta, namun sebelum itu dia kembali mendekati Gazbiyya yang masih menatapnya dengan raut bingung. Padahal dia ingin sekali mengobrol dengan kakak kelasnya itu, tapi keadaan seakan tak mendukungnya.
"Kak Biyya, aku pamit dulu ya. Padahal aku masih pingin ngobrol sama kakak, tapi ternyata waktunya tidak tepat" ucapnya dengan sedih,
Kemudian kedua gadis itu berlalu pergi meninggalkan Gazbiyya yang kembali sendiri, namun sebelum Claretta dan Kinara benar-benar jauh. Gazbiyya memanggil Kinara, lalu dia pun berlari kecil menghampiri dua orang itu.
"Ada apa kak?"
Gazbiyya menatap Kinara sedikit ragu, namun ini adalah kesempatannya untuk pergi dari sini.
"Bolehkah aku ikut dengan kalian? Aku takut. Aku bingung mesti minta tolong sama siapa lagi"
Kinara dan Claretta tak langsung merespons permintaan dari Gazbiyya, dua orang itu kini saling menatap satu sama lain. Hingga 2 menit kemudian, Claretta menyerah karna terus ditatap dengan sorot melas oleh Kinara. Kinara jelas senang saat Gazbiyya meminta ikut bersamanya, namun dia tak bisa asal memutuskan, maka dari itu dia meminta ijin pada Claretta terlebih dahulu.
"Baiklah, dia boleh ikut" putus Claretta yang langsung mendapatkan hadiah pelukan dari Kinara
"Makasih ya Cla"
Lalu dia pun menggandeng tangan Gazbiyya untuk ikut bersamanya, sepertinya takdir sedang berpihak padanya. Akhirnya dia punya waktu untuk mengobrol bersama Gazbiyya, sang dewi penyelamatnya saat itu.