The Immortal_Allgar&Gazbiyya

The Immortal_Allgar&Gazbiyya
Bab 27. Pesta...



Rupanya pesta yang di maksud kan Elvan tak hanya bualan semata, sahabat Allgar yang selalu bersikap riang dan jahil itu membuktikan ucapannya.


Kini arena kolam renang dan taman sudah disulap menjadi sebuah tempat acara untuk sebuh pesta.


Tempat itu bisa menampung seluruh anggota THE IMMORTAL,


"Wah, kak Elvan keren. Aku kira, dia itu bisanya cuma main-main saja. Ternyata jago juga kalau masalah ginian" decak Kinara dengan tatapan kagum,


"Sepertinya, ini terlalu berlebihan deh" ujar Gazbiyya


Claretta yang memang berada disamping Gazbiyya, dengan pelan menepuk pundak kekasih dari Allgar itu.


"Gak ada kata berlebihan, jika itu menyangkut milik Allgar.


Sekarang kamu itu sudah menjadi kekasih Allgar, dan itu artinya kamu juga resmi menjadi bagian dari THE IMMORTAL"


"Iya, benar tuh kata Claretta. Dulu aku juga disambut dengan pesta kok kak, jadi ini tuh gak berlebihan" tambah Kinara


"Lagi pula, terakhir ada pesta tuh pas acaranya Kinara.


Dan dengan pesta ini, semua anggota THE IMMORTAL pasti akan senang. Karna mereka bisa mendapatkan hiburan juga"


Gazbiyya tampak memperhatikan sekitarnya dengan pandangan seksama, pesta yang akan dilangsungkan nanti malam itu terlihat sudah matang persiapannya.


Namun dibanding memikirkan pesta penyambutannya, Gazbiyya malah berakhir dengan memikirkan Bulan Purnama nanti.


Sudah 1 hari sejak obrolannya bersama Allgar waktu itu, tapi sampai sekarang Gazbiyya belum mendengar keputusan dari kekasihnya.


Padahal malam Bulan Purnama tinggal beberapa hari lagi, dan yang merasa gelisah malah dirinya.


"Udah, mendingan kita balik ke atas yuk. Kita cobain gaunnya" seru Kinara


Gazbiyya hanya menganggukkan kepalanya pelan dan membiarkan kedua temannya itu menarik dirinya untuk kembali ke kamar.


Sesampainya dikamar yang ditempati oleh Gazbiyya dan Kinara, mereka bertiga langsung menyibukkan diri dengan membuka barang belanjaan yang tadi pagi dibeli oleh Calretta dan Kinara.


Seperti waktu sebelumnya, Gazbiyya hanya menunggu kedua temannya itu pergi berbelanja. Karna Allgar memang melarangnya untuk muncul di Kota.


"Ya Ampun, kalian berdua tuh kebiasaan ya. Kenapa mesti beliin model baju yang kayak gini semua sih?"


Gazbiyya tak hentinya menggerutu kesal. Dari ketiga gaun yang dibelikan oleh Claretta dan Kinara, semuanya terlihat sangat sexy.


Gaun pertama berwarna maroon, dengan panjang di atas lutut yang berbentuk V dibagian dada.


Yang kedua ada dress hitam dengan model sabrina, panjang sampai mata kaki, dan disampingnya ada belahan panjang sampai paha.


Dan yang ketiga sebuah mini dress merah, bertali tipis, yang bila dipakai akan mencetak jelas bentuk tubuhnya.


"Bagus itu kak, pasti cocok banget bila dipakai sama kamu"


"Punyaku juga gak berbeda jauh dari kak Biyya" sembari Kinara memamerkan mini dress berwarna maroon ditangannya


Gazbiyya hanya mampu menepuk keningnya, kenapa semua dress yang mereka beli tak ada yang berbentuk normal.


"Biyya, aku kasih tahu kamu sebuah rahasia" ujar Claretta sembari mendekat ke arah Gazbiyya


"Rahasia apa?"


"Pesta yang diadakan di Mansion THE IMMORTAL, akan selalu bertabur wanita sexy dan cantik.


Bahkan dress-dress ini mungkin gak ada apa-apanya, dibanding yang akan para wanita itu kenakan nanti"


"Wanita?" tanya Gazbiyy dengan raut bingung,


Bukan kah Pesta nanti malam hanya akan dihadiri oleh anggota THE IMMORTAL, lalu kenapa ada wanita juga.


Karna setahu Gazbiyya, di Mansion ini tidak ada anggota yang berjenis perempuan. Ada perempuan, namun mereka adalah para maid yang mengurus Mansion ini.


"Iya, Wanita. Karna penghuni Mansion adalah lelaki semua, jadi biasanya setiap ada Pesta akan selalu memanggil wanita bayaran untuk datang.


Dan kamu harus hati-hati sama mereka, jangan sampai kekasihmu itu berpaling" lanjut Claretta dengan wajah serius


"Maka dari itu, kita juga harus berpenampilan sesempurna mungkin kak Biyya" tambah Kinara


Saat Gazbiyya masih merenungkan ucapan Claretta dan Kinara tadi.


Tanpa perempuan itu sadari, kedua temannya itu tengah tersenyum kemenangan.


...•••...


"Kak Biyya, aku turun ke bawah dulu ya. Udah dijemput soalnya" pamit Kinara dengan senyuman malunya


Gazbiyya menganggukkan kepalanya sebagai balasan untuk Kinara, sekarang hanya ada dirinya didalam kamar ini.


Satu persatu teman-temanya pergi dijemput pasangan masing-masing, dan tinggal Gazbiyya yang menunggu kedatangan Allgar.


Tadi sore, kekasihnya itu berpesan untuk turun bersama.


"Huh.. kenapa aku jadi gugup gini ya. Terus ini, dressnya cocok gak sih?" Gazbiyya berlang kali melihat penampilannya didepan cermin, bergumam pada diri sendiri


"Cantik. Sampai rasanya, aku hanya ingin mengurungmu didalam kamar saja" bisik sebuah suara tepat didekat telinga Gazbiyya


Gazbiyya yang semula sedang menunduk, kini dengan refleks mengangkat wajahnya.


"Kak Allgar" ucap Gazbiyya dengan suara lirih,


Tatapan Gazbiyya dan Allgar saling bertemu pandang lewat pantulan cermin yang ada didepannya.


Allgar yang berdiri tepat dibelakang tubuh Gazbiyya, membuat tubuh perempuan itu merinding seketika.


Hembusan nafas Allgar yang tepat mengenai pundak polosnya, kian mempercepat laju detak jantung milik Gazbiyya.


Entah sejak kapan kekasihnya itu datang ke kamar ini, Gazbiyya sama sekali tak menyadarinya.


"Kamu wangi" tanpa bisa dicegah, Allgar mendaratkan bibirnya di atas kulit mulus Gazbiyya


Gerakan yang berupa kecupan itu mengirim aliran dahsyat pada tubuh Gazbiyya, dan jika ini terus dibiarkan.


Maka mereka berdua tidak akan punya waktu untuk turun ke bawah, menikmati Pesta yang di buat khusus untuk penyambutan Gazbiyya.


"Kak, sepertinya kita harus segera turun ke bawah. Mereka semua pasti sudah menunggu kita" sembari mencoba melepaskan diri dari pelukan sang kekasih


"Kenapa harus terburu-buru, aku bahkan belum cukup puas bersamamu.


Sejak tadi pagi, kita sama sekali belum saling menyapa sayang"


Yang dikatakan Allgar memang benar, pertemuan terakhir mereka adalah malam kemarin. Karna tadi pagi, Allgar harus pergi menyelesaikan sebuah urusan.


"Nanti di Pesta kan kita masih bisa bareng, Kak. Kalau kelamaan, aku jadi gak enak sama yang lainnya" ujar Gazbiyya dengan muka melas


Akhirnya Allgar pun menuruti kekasihnya itu, lagi pula masih ada banyak waktu untuk bisa kembali bermesraan.


Namun sebelum keduanya keluar dari dalam kamar, Allgar masih sempat-sempatnya mencium pipi mulus Gazbiyya.


Sebenarnya tujuan utamanya bukan di pipi, tapi di bibir menggoda milik Gazbiyya. Tapi untungnya Allgar masih bisa mengendalikan dirinya.


Jika tidak, sudah dipastikan jika Allgar akan membuat lipstik merah itu menjadi berantakan.


Tak butuh waktu lama, Allgar dan Gazbiyya pun telah sampai di tempat yang dijadikan acara Pesta pada malam ini.


Suara musik terdengar berdentum-dentum, namun juga tak terlalu keras.


Gazbiyya yang melihatnya pun hanya diam terpaku, jadi inilah Pesta yang di maksud kan Elvan untuk menyambut dirinya.


Namun kenapa sekarang malah lebih mirip sebuah tempat dugem, seperti kelub malam.


Wanita-wanita yang dikatakan oleh Claretta juga ada banyak disana, dan pakain mereka tak berbeda jauh dari yang Gazbiyya pakai saat ini.


Bahkan mungkin lebih parah lagi..


"Kamu kenapa sayang?" tanya Allgar yang berhasil membuat Gazbiyya gelagapan dibuatnya


Sejujurnya saat ini Allgar ingin tertawa. Sejak tiba disana, Allgar tak pernah mengalihkan perhatiannya selain pada Gazbiyya.


Diam diam Allgar tersenyum lebar kala mendapati wajah sang kekasih yang terlihat syok dengan suasana Pesta.


Allgar sendiri tak merasa kaget dengan ini semua, Pesta yang diadakan di Mansion THE IMMORTAL memang seperti inilah keadaannya.


Dan Allgar juga tahu jika maksud Elvan tak seratus persen ingin membuat Pesta untuk Gazbiyya.


Sahabatnya itu pasti punya maksud lain, dan inilah maksudnya.


Dengan menggunakan Gazbiyya sebagai alasan, tujuan Elvan yang sebenarnya karna ingin menyenangkan teman-teman THE IMMORTAL yang lainnya juga.


Itung-itung sebagai hiburan mereka...


"Ayo kita kesana, sepertinya mereka semua sudah tak sabar untuk memulai Pestanya" ajak Allgar yang setia merangkul pinggang sang kekasih


Setibanya Allgar di atas panggung kecil, semua orang yang ada disana langsung memusatkan perhatiannya pada pemimpin THE IMMORTAL itu.


Allgar terlihat gagah dan juga tampan dengan setelan hitamnya, celana bahan hitam dan juga kemeja berwarna hitam.


Meski berpenampilan cukup casual, namun pesona sang Vampir tak dapat tertandingi.


Lalu disebelahnya, ada Gazbiyya yang terlihat cantik dan mempesona dengan berbalutkan dress sexy berwarna maroon.


Sebuah pasangan kekasih yang terlihat begitu sempurna, keduanya memiliki daya tarik yang bisa dengan mudahnya menjerat setiap lawan jenis untuk tak berhenti kagum.


"Selamat Malam semuanya, apakah kalian menikmati Pestanya?" sapa Allgar yang dibalas kompak oleh para tamu


Mendapat jawaban antusias dari para tamu, Allgar tak bisa menyembunyikan senyumannya.


Lalu dia kembali melanjutkan ucapannya.


"Baiklah. Malam ini, aku akan memperkenalkan seseorang yang spesial, yang sekarang tengah berdiri di samping ku" Allgar terlihat semakin mempererat rangkulannya di pinggang Gazbiyya, seakan menegaskan kepemilikannya pada sang kekasih


"Dia adalah Gazbiyya, kekasihku. Dan juga keluarga baru dari THE IMMORTAL.


Aku harap, kalian bisa menghormatinya sebagaimana kalian menghormatiku. Semoga kalian bisa menerimanya menjadi bagian dari kita semua"


Setelah mengucapkan kalimat terakhirnya, Allgar langsung mengangkat tinggi gelas yang berisi anggur merah yang berada ditangan kanannya.


Meminumnya dengan sekali teguk, yang mana langsung di ikuti oleh yang lainnya.


...•••...