
Gazbiyya masih setia menggoyangkan tubuh di sampingnya dengan semangat, Namun hingga beberapa menit berlalu, Kinara belum juga menandakan akan bangun dari tidurnya.
Sampai kemudian, Gazbiyya lebih memilih menyerah. Mungkin karna efek Nobar semalaman, jadi wajar jika Kinara masih sangat mengantuk.
Pasalnya kemarin mereka menonton film sampai pukul 2 pagi, lalu setelah itu baru menyelami alam mimpi.
"Ya udah deh, aku sendirian saja" gumamnya pada diri sendiri
Gazbiyya menyambar jaket yang menggantung dibelakang pintu, kemudian berlalu meninggalkan Kinara yang masih menyelami alam mimpinya.
Saat dia membuka pintu utama Villa, udara dingin langsung menyerbu tubuhnya. Pemandangan pantai yang masih terlihat lumayan gelap, tak menyurutkan niat Gazbiyya untuk berjalan menjauhi Villa.
Gazbiyya menatap hamparan laut yang perlahan memunculkan sinar kuning ke emasan, bibirnya tertarik lebar seolah mewakili suasana hati yang membuncah senang.
"Sunrise" ucap sebuah suara dari arah belakangnya
Gazbiyya tersentak kaget oleh kedatang tamu tak di undang itu, matanya memicing tajam pada seseorang yang perlahan berjalan mendekatinya.
Ada setitik rasa takut jika saja yang menghampirinya ternyata adalah orang jahat.
Namun ketakutannya langsung sirna, kala kedua matanya menagkap sosok Allgar dengan wajah datar menatapnya balik.
Terhitung sudah dua kali lelaki itu membuatnya kaget, dan dua-duanya memiliki latar tempat yang sama, yaiti di pantai ini.
"Kak Allgar. Kenapa bisa ada di sini?" tanya Gazbiyya ketika lelaki yang tadi mengagetkannya itu telah berdiri di sampingnya
"Kenapa? Kamu keberatan kalau aku ada di sini?" Allgar menjawab pertanyaan Gazbiyya dengan melempar pertanyaan balik pada gadis itu
Gazbiyya tak menduga jika Allgar akan mengatakan hal itu. Gawat, kenapa Allgar malah bertanya seperti kepadanya.
Apa jangan-jangan lelaki itu salah paham dengan pertanyaannya tadi?
Sumpah, dia tidak bermaksud untuk menyinggung Allgar. Dia hanya sekadar ingin berbasa-basi pada Allgar.
"Enggak, aku gak keberatan kok. Kak Allgar bebas berada di sini" balasnya sembari tersenyum lebar, terlihat sekali jika senyumnya terpaksa
Allgar berdehem pelan, lalu matanya menatap lurus pemandangan didepannya.
Sejujurnya, Allgar pun tak tahu kenapa dia bisa berada di sini. Sejak obrolannya bersama sahabatnya tadi malam, Allgar tak hentinya menatap Jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
Ada perasaan yang menginginkan malam cepat-cepat berlalu, juga ada rasa ingin bertemu dengan seseorang.
"Gazbiyya, coba kamu ceritakan tentang kehidupan mu selama ini" pinta Allgar pada gadis di sebelahnya itu
Namun Allgar tidak tahu, bahwa permintaannya tadi sukses membuat Gazbiyya terpaku diam. Bahkan Gazbiyya secara terang-terangan melirik Allgar yang setia dengan wajah datarnya.
Setahu Gazbiyya, Allgar adalah seseorang yang susah untuk didekati. Lelaki itu selalu menunjukan aura dingin dan misterius, Allgar juga bukan tipe orang yang mau ber ramah tamah terhadap orang lain.
Lalu, kenapa sekarang dia ingin tahu tentang kehidupannya?
Saat masih sibuk menatap lelaki itu dari arah samping, Gazbiyya dibuat gelagapan ketika dengan tiba-tiba Allgar berbalik menatapnya.
"Kak Allgar yakin ingin tahu? Sebenarnya kehidupan ku bukan lah hal yang menyenangkan, malah bisa dibilang cukup membosankan" ujar Gazbiyya setelah dirinya berhasil mengatasi salah tingkahnya
"Kita akan tahu apakah itu membosankan atau tidak, setelah aku selesai mendengarkan ceritamu"
Gazbiyya pun mulai menceritakan kehidupannya, sepertinya menuruti permintaan dari Allgar bukan lah pilihan yang buruk.
Setidaknya mereka berdua tidak akan berada di suasanan canggung, karna sama-sama diam.
"Namun kehidupan itu harus berubah saat Mama dan Papa meninggalkan aku dan kak Haidar sendirian di dunia ini. Aku kira, aku cuma kehilangan orang tua. Tetapi ternyata aku pun juga kehilangan seorang kakak"
Gazbiyya bercerita dengan tatapan fokus ke depan, dia tidak menyadari jika di sebelahnya ada seseorang yang menatapnya dengan tatapan tak terbacanya.
"Sejak saat itu kak Haidar berubah, dia sering memarahiku dan juga mengabaikan ku. Dia sering meningglkan ku sendirian di rumah, dan jarang pulang.
Dan untungnya aku masih punya Ezra, Ezra lah yang selama ini menemani ku. Sampai 1 tahun yang lalu, aku benar-benar kehilangan kak Haidar untuk selamanya. Setelah itu Ezra pun memboyongku untuk tinggal bersamanya, dia mengenalkan ku pada GENG DOUGHTY"
Gazbiyya menyelesaikan ceritanya sampai di sini, dia sengaja tidak menceritakan perihal masalahnya dengan Kendrick.
Namun dia tidak tahu saja, karna kenyataannya Allgar sudah mengetahui masalah yang sebenarnya terjadi pada Gazbiyya.
Tentang pelariannya demi bersembunyi dari Kendrick dan GENG NOXIOUS.
"Sudah selesai, sekarang giliran kak Allgar yang bercerita" Gazbiyya menatap Allgar dengan senyum manisnya, ada tatapan penuh harap dikedua matanya
Entah kenapa setelah dia bercerita pada Allgar, Gazbiyya merasa biasa saja. Padahal topik mengenai kehidupannya adalah hal yang sangat dia hindari,
Bagi Gazbiyya, ditinggalkan oleh keluarga yang dia cintai adalah hal yang sangat menyakitkan. Meski Haidar pernah memperlakukannya dengan kasar, dan sering mengabaikannya.
Namun Gazbiyya tetap mencintai kakaknya itu.
Mungkin dia dan Haidar memang terlahir dari ibu yang berbeda, tapi Haidar selamanya akan menjadi kakak terbaik yang pernah dia miliki.
"Ayo kak, aku juga pingin tahu kehidupan kak Allgar" Gazbiyya kembali memintanya, karna lelaki di sampingnya ini masih belum membuka suara
"Aku yakin, kamu pasti sudah tahu tentang ku dari Claretta dan Kinara"
Gazbiyya menggelengkan kepalanya dengan cepat, yang dia tahu hanya sekadar Allgar adalah pemilik Mansion THE IMMORTAL. Seseorang yang irit bicara dan juga pendiam.
"Belum kok kak, karna selama ini Claretta dan Kinara tidak pernah membahas tentang kak Allgar. Kami tidak pernah menggosipkan kak Allgar" ujarnya dengan wajah serius, dengan jari tangan yang membentuk huruf V
"Aku juga punya seorang kakak perempuan, dan dia sudah meninggal"
"Tapi kalau orang tua, kamu masih punya kan kak?"
Allgar menganggukkan kepalanya,
"Masih, tapi mereka tinggal ditempat yang sangat jauh"
"Terus, kenapa gak ikut sama mereka?. Kenapa kak Allgar milih tinggal di sini" tanya Gazbiyya dengan penasaran
Sepertinya Allgar tak perlu melanjutkan ceritanya, karna sekarang Gazbiyya malah sudah berperan seperti seorang reporter.
Dan anehnya, Allgar sama sekali tak keberatan untuk menjawab semua pertanyaan dari Gazbiyya.
"Sama seperti kamu, aku juga punya masalah keluarga. Jadi aku terpaksa berpisah dari mereka. Nanti, jika waktunya sudah tiba, aku juga akan pulang"
Gazbiyya tak menyangka jika Allgar juga sama seperti dirinya, mereka berdua sama-sama memiliki masalah yang mengharuskan berpisah dengan orang yang disayangi.
Dalam hati Gazbiyya mengucap doa, semoga saja masalah yang menimpa dia dan Allgar bisa cepat terselesaikan. Supaya bisa berkumpul kembali dengan keluarga.
Dan sejujurnya, Gazbiyya pun merindukan Ezra. Dia sudah tidak sabar ingin menemui sahabat sekaligus cinta pertamanya itu.
"Semoga masalah kita cepat terselesaikan ya kak, supaya kita bisa kembali bersama orang yang kita sayangi" ucap Gazbiyya yang dibalas anggukan oleh Allgar
...•••...