The Immortal_Allgar&Gazbiyya

The Immortal_Allgar&Gazbiyya
Bab 20. Tak Terkendali...



Alih-alih membawa Gazbiyya kembali ke Mansion THE IMMORTAL, Allgar malah membawa gadis itu ke Villa dipinggir pantai.


Apalagi dengan keadaan Gazbiyya yang semakin diambang batas, beberapa kali mencoba melepaskan pakaiannya sendiri akibat rasa panas yang semakin menguasai akal sehatnya.


"Kak Allgar" panggil Gazbiyya dengan suara lirih, yang sialnya terdengar begitu sexy ditelinga Allgar


Allgar sendiri juga merasa diambang batas, tubuhnya ikut tak terkendali.


Bau darah yang bersumber dari goresan luka ditangan Gazbiyya, semakin membuat Allgar dipenuhi oleh *****.


"Kak, tolongin aku. Rasanya panas sekali..aku gak kuat" rintihan itu semakin menarik Allgar kedalam pusaran, jiwa Vampir nya.


Tanpa sadar, Allgar kembali mendekati tubuh tak berdaya Gazbiyya yang beberapa saat lalu dia letakkan diatas ranjang.


Tatapannya tertuju pada tangan Gazbiyya yang terdapat goresan luka, dengan bekas darah yang sudah agak mengering. Namun, aromanya masih sangat memabukkan.


Lalu diraihnya tangan itu, untuk kemudian Allgar dekatkan ke wajahnya. Mengendus, menghirup aroma darah yang sudah menguasainya.


Sampai akhirnya dia letakkan bibir miliknya dibagian luka itu, awalnya Allgar hanya menjilatinya.


Namun ternyata masih belum cukup membuat Allgar puas, dihisapnya bagian luka itu hingga darah kembali merembes dari sana.


Suara rintihan yang menyerupai sebuah ******* terus mengalun dari bibir Gazbiyya. Seharusnya gadis itu merasa kesakitan, namun anenhya malah seakan menikmati.


Sisi kewarasan Gazbiyya sudah menghilang, dengan beraninya, dia menarik tangan yang semula berada dibibir Allgar.


Menggantikan tangannya dengan bibirnya sendiri.


Iya, Gazbiyya mencium Allgar lebih dulu.


Dan kenekatannya itu berhasil membuai Allgar untuk bertindak lebih, ***** sudah menyelubungi keduanya.


"Kamu terasa nikmat, Gazbiyya" ucap Allgar setelah dirinya berhasil menghisap leher gadis itu


Dan balasan Gazbiyya hanya sebuah ******* lirih yang keluar dari mulutnya.


Anehnya, meski sudah dua kali Allgar menghisap darahnya. Namun nyatanya Gazbiyya masih tersadar,


Hingga sentuhan yang awalnya hanya berupa ciuman, kini bergulir hingga jauh.


Keduanya saling menyentuh dan berakhir dengan penyatuan.


Waktu terus berjalan, entah sudah berapa teguk kenikmatan yang mereka gapai.


Tanpa sadar Gazbiyya sudah terlelap terlebih dahulu, namun tidak dengan Allgar.


Lelaki itu masih sibuk dengan kesenangannya.


Kembali menghisap darah Gazbiyya seakan tak pernah puas, membuatnya lupa jika perbuatannya itu bisa membawa Gazbiyya diambang kematian.


...•••...


Suasana didalam Mansion THE IMMORTAL terlihat masih ramai, meski waktu sudah menunjukkan pukul dini hari.


Kevlar dan Claretta yang memiliki kemampuan telepati, tak hentinya mencoba menghubungi Allgar.


Entah kemana Allgar membawa Gazbiyya pergi. Claretta kira, sepupunya itu akan langsung membawa Gazbiyya pulang ke Mansion.


Tapi setelah mereka semua mencari keseluruh Mansion, kedua orang itu tetap tak ditemukan.


"Bagaimana keadaan Gazbiyya, dia baik-baik saja kan?" tanya Kinara sesaat setelah gadis itu sampai di Mansion


Kinara dan Vilash yang memang mengendarai mobil, mereka baru saja sampai di Mansion.


Raut wajah kedua orang itu juga menunjukkan kekhawatiran.


"Kami masih belum bisa menemukan Allgar dan Gazbiyya, entah kemana Allgar membawanya pergi" keluh Gavin


Disaat semua orang tengah berusaha menemukan keberadaan Allgar dan Gazbiyya.


Sayangnya yang dikhawatirkan malah sibuk menikmati darah segarnya.


"Tapi, tadi kak Biyya gak papa kan Cla?"


"Sepertinya baik-baik saja, mungkin Gazbiyya hanya sedikit syok" jawab Claretta yang dibalas nafas lega oleh Kinara


Meski mereka tidak tahu dimana Gazbiyya berada, namun mendengar keadaannya yang baik-baik saja, itu sudah cukup mengobati rasa khawatir Kinara.


"Tunggu sebentar. Sepertinya aku mengingat sesuatu Cla" ujar Gavin dengan tiba-tiba


Kekasih dari Claretta itu terlihat sedang mengingat sesuatu,


"Tadi saat kita menolong Gazbiyya dikamar itu, aku mencium aroma darah segar.


Itu tidak mungkin darah milik si brengsek Kendrick kan? Mungkinkah itu darah milik Gazbiyya?" ucap Gavin dengan ragu


Allgar bisa saja membunuhnya..


"Gawat. Kita harus segera menemukan keberadaan Allgar dan Gazbiyya" ujar Kevlar dengan keras


Mereka kembali berpencar untuk menemukan kedua orang itu.


Elvan dengan segera menghubungi anak buahnya yang sedang berada di Hotel milik THE IMMORTAL yang berada di Kota, mungkin saja Allgar membawa Gazbiyya kesana.


Terlalu sibuk mencari dimanapun, sampai mereka tidak sadar jika masih ada satu tempat yang belum mereka cek keberadaannya.


Dan itu adalah Villa dipinggir pantai...


Kembali lagi pada sosok Allgar, kini lelaki dengan keadaan naked itu telah tersadar dari ***** memangsanya.


Tatapannya sejak tadi tak berkedip menatap wajah Gazbiyya yang terlihat sangat pucat. Nafasnya terdengar teratur, namun juga terdengar lemah.


Allgar menjambak rambutnya karna merasa marah pada dirinya sendiri, tak seharusnya dia melakukan itu pada Gazbiyya.


Seharusnya dia bisa mengendalikan dirinya untuk tak menyerang Gazbiyya.


Seharusnya Allgar mencari cara lain untuk menghilangkan pengaruh obat perangsang pada Gazbiyya.


Semua gara-gara Kendrick, pasti lelaki itu lah yang memberikan obat itu pada Gazbiyya.


Dan bodohnya, Allgar malah tak bisa menolak pesona Gazbiyya. Dia mengambil keuntungan disaat gadis itu berada dibawah pengaruh obat.


Jika Gazbiyya tak bisa selamat, mungkin Allgar akan membenci dirinya sendiri.


Allgar harus melakukan sesuatu, dia harus segera menghubungi Kevlar dan meminta Vilash untuk segera datang kemari.


Allgar pun membuka pikirannya dan lansung menghubungi Kevlar lewat Telepati.


Hingga beberapa menit kemudian, terdengar suara mesin mobil berhenti. Itu pasti mereka, mereka sudah datang.


"Allgar" teriak Kevlar begitu masuk didalam Villa, dibelakangnya ada beberapa teman mereka yang mengikuti


"Dimana Vilash? Vilash, cepat kamu periksa Gazbiyya" Allgar mengabaikan teriakan Kevlar dan malah mencari Vilash


Allgar terlihat sedikit kacau dengan dada telanjang, dia hanya memakai celana panjang saja.


"Ada apa All? Dimana Gazbiyya berada?"


Tanpa banyak kata, Allgar langsung menarik Vilash menuju salah satu kamar yang berada di Villa tersebut.


Dia menghalangi teman-temanya yang ingin ikutan masuk kedalam kamar, Allgar hanya mengijinkan Vilash saja.


Meski semuanya tampak khawatir, namun pada akhirnya mereka menuruti ucapan Allgar. Mereka hanya bisa menunggu gelisah di ruang tamu yang berada di Villa itu.


Sedangkam didalam kamar, Vilash tampak kaget melihat keadaan Gazbiyya.


Meski gadis yang sudah tak lagi gadis itu memakai pakaian lengkap, namun Vilash cukup paham dengan apa yang baru saja terjadi diantara Allgar dan Gazbiyya.


"Kalian melakukannya? Allgar, apa kamu tahu jika perbuatan kalian bisa saja membunuh Gazbiyya"


Bahkan Vilash masih bisa mencium aroma darah dan juga bukti percintaan Allgar dan Gazbiyya.


"Aku tahu, aku mungkin memang gila karna melakukannya pada Gazbiyya.


Tapi aku sungguh tak bisa menolaknya"


"Bukankah selama ini kamu memiliki pengendalian cukup kuat All" dengan telaten, Vilash segera menutup leher bekas gigitan Allgar dileher Gazbiyya


Untung saja tadi dia membawa peralatan medisnya, kini kedua tanganya dengan cekatan mengobati leher Gazbiyya dan berlanjut ke tangan wanita itu.


Detak jantung dan hembusan nafas Gazbiyya terdengar semakin lemah, dan itu sukses membuat Allgar danbVilash semakin khawatir.


"Allgar, kita harus segera membawa Gazbiyya kembali ke Mansion. Disana peralatan medisnya lengkap, Gazbiyya harus segera ditangani"


Tanpa menunggu waktu lama, Allgar langsung membopong tubuh Gazbiyya yang tak sadarkan diri itu.


Sesuai saran dari Vilash, Allgar membwa Gazbiyya melasat cepat menuju ruang kesehatan yang berada di Mansionnya.


Lalu di ikuti oleh Vilash yang juga menghilang dengan cepat. Namun sebelum pergi, Vilash terlebih dahulu memberitahu teman-temannya untuk kembali ke Mansion.


Karna Gazbiyya sudah dalam keadaan kritis...


Untuk orang yang pernah digigit oleh Allgar, mereka hanya mendapat 2 kemungkinan.


Mati, dan kemungkinan lainnya adalah Koma berkepanjangan...


...•••...