The Immortal_Allgar&Gazbiyya

The Immortal_Allgar&Gazbiyya
Bab 32. Pengorbanan...



Suara ringisan kembali terdengar dari bibir Gazbiyya,


Perih, Itu lah yang saat ini tengah dia rasakan.


Mungkin karna sekarang dia 100% dalam keadaan sadar, jadi Gazbiyya bisa merasakan rasa sakit dan perih kala Allgar menancapkan gigi taringnya di leher perempuan itu.


"Sudah selesai" ujar Vilash setelah tangannya dengan terampil mengobati bekas gigitan Allgar dileher mulus Gazbiyya


"Makasih kak" balas Gazbiyya dengan tulus


Di sampingnya ada Allgar yang tengah menatapnya dengan tatapan khawatir juga rasa bersalah.


Gazbiyya mengelus lengan kekasihnya seolah mengatakan jika dirinya baik-baik saja. Meski pun sekarang tubuhnya terasa lemas, namun kata Vilash keadaannya cukup baik.


Dan rasa lemas juga lelah yang kini Gazbiyya rasakan cukup wajar, mengingat darahnya telah berkurang.


Anggap saja dia baru saja mendonorkan darahnya seperti di Rumah Sakit..


"Besok aku akan kembali mengechek kembali keadaan Gazbiyya, untuk sekarang mending istirahat dulu" ucap Vilash pada Allgar


Sekarang memang masih pukul 2 dini hari, dan istirahat adalah cara terbaik untuk mengatasi rasa lelahnya.


Tadi sekitar jam 11 lebih, Allgar tiba-tiba datang ke kamar Gazbiyya.


Memeluk tubuh Gazbiyya yang saat itu tengah berbaring miring menghadap jendela, Gazbiyya yang sedang melamun pun sempat tersentak kaget dengan ulah kekasihnya.


Lalu mereka juga sempat mengobrol, dan pada akhirnya Allgar meresa sudah tak mampu menahan dirinya lagi.


Gazbiyya mengorbankan dirinya untuk menghabiskan malam Bulan Purnama bersama sang kekasih, termasuk merelakan darahnya untuk dihisap Allgar.


Ketika keadaan Gazbiyya sudah mulai melemah, Allgar tersadar dan segera menghentikan aktifitasnya di leher Gazbiyya.


Allgar segera memasang kembali pakaian sang kekasih dan juga dirinya sendiri, lalu sesegera mungkin menghampiri Vilash.


Dan Vilash pun mengobati Gazbiyya, hingga sekarang perempuan itu sudah mulai terlelap akibat kelelahan.


"Maaf, sudah membuatmu seperti ini sayang" bisik Allgar sembari mengecup dahi Gazbiyya cukup lama


Di elusnya rambut panjang itu, disaat sang pemilik sedang terlelap dalam tidurnya.


Wajah Gazbiyya tampak sedikit pucat, dengan hembusan nafas yang terdengar teratur.


Mungkinkah Gazbiyya adalah malaikat yang dikirimkan untuknya, perempuan yang sedang lelap dipelukannya ini sungguh istimewa.


Gazbiyya adalah satu-satunya orang yang masih bisa bertahan sampai sekarang. Dan Gazbiyya adalah orang yang mampu membuatnya mengalah.


"Makasih karna sudah hadir dihidupku, aku akan melakukan apapun demi membahagiakanmu"


Perlahan kedua mata Allgar ikut tertutup, bersama Gazbiyya dipelukannya, Allgar merasa nyaman dikala mimpi menyambanginya.


...•••...


Paginya Gazbiyya terbangun pukul 7 pagi, dan ketika matanya terbuka. Orang pertama yang dia temui bukanlah Allgar, melainkan Kinara.


Kinara menyambutnya dengan sebuah senyuman, dan Gazbiyya pun ikut membalasnya dengan tersenyum kikuk.


"Pagi" sapa Gazbiyya dengan suara khas bangun tidur


"Pagi juga, kak Biyya mau mandi dulu atau langsung sarapan?"


Gazbiyya tertawa pelan kala mendapat perlakuan istimewa dari Kinara,


"Tumben banget"


"Kebetulan hari ini aku jadi asistenya kak Vilash, dan aku bakal merawat kak Biyya sebaik mungkin" balasnya dengan tawa riang


Melihat wajah ceria Kinara, tanpa sadar Gazbiyya merasa iri melihatnya.


Perempuan yang selalu memanggilnya dengan sebutan "Kak" itu selalu menunjukkan wajah ceria.


Kinara bisa mengatasi hidupnya dengan selalu tampak bahagia, padahal kisah hidupnya juga sama rumitnya dengan Gazbiyya.


Namun Kinara seolah tak perduli, perempuan itu mampu menutupi semua dengan senyum ceria.


"Kak Allgar mana?"


"Kak Allgar pergi sebentar sama Kak Vilash, katanya ada hal penting yang mesti di urus" jelas Kinara,


Setelah itu Gazbiyya memutuskan untuk beranjak dari tempat tidur, dan segera membersihkan diri.


Sekitar 15 menit kemudian Gazbiyya telah rapi dengan dress santai selutut yang bermodel kerut dibagian dadanya, juga rambut panjang yanh dia kuncir satu.


"Ayo sarapan kak" ajak Kinara ketika Gazbiyya baru saja keluar dari kamar


Gazbiyya menatap meja makan yang kini sudah tersedia berbagai hidangan.


Ada sereal, jus Alpukat, tumis brokoli+wortel+sosis, serta ayam goreng dan udang tepung goreng.


Gazbiyya meneliti aneka makanan dimeja, semuanya memiliki khasiat sebagai penambah darah.


Dulu setelah dia terbangun dari koma, Gazbiyya juga mendapatkan makanan penambah darah.


"Aku kira kita langsung pulang ke Mansion" ujar Gazbiyya disela kegiatan memakan sereal


"Mungkin nanti sore kita baru pulang kesana kak, tadi kak Allgar bilang kalau kita istirahat disini dulu.


Supaya kondisi kak Biyya sepenuhnya pulih" jelas Kinara seperti yang diperintahkan oleh Allgar


"Padahal aku sudah baik-baik saja" tambah Gazbiyya pelan


Setelah menyelesaikan sarapan, Gazbiyya mengajak Kinara untuk berjalan-jalan di pinggir pantai.


Kebetulan pagi ini cuacanya tak terlalu terik,


Angin yang terkadang berhembus kencang mampu membuat dress Gazbiyya bergerak-gerak, namun tidak sampai membuatnya tersingkap.


Di sampingnya ada Kinara yang kebetulan memakai jens pendek dan atasan kaos berwarna biru muda.


Meski rambut Kinara dibiarkan tergerai, namun sekilas Gazbiyya masih bisa melihat jejak merah di leher perempun itu.


Tanpa sadar Gazbiyya tertawa pelan, dan membuat Kinara yang berjalan disampingnya merasa penasaran.


"Kak Biyya kenapa? Kok tiba-tiba tertawa, memangnya ada yang lucu ya kak?"


Kinara bertanya sembari matanya mengedar kesekeliling, mencoba mencari tahu hal apa yang membuat Gazbiyya tertawa.


"Ternyata hubungan kamu sama kak Vilash juga sudah sejauh itu ya" ucap Gazbiyya dengan senyuman lebar


"Hah, gimana kak?" Kinara benar-benar tidak paham dengan ucapan Gazbiyya yang tiba-tiba membahas hubungannya bersama Vilash


"Tuh" jari telunjuk Gazbiyya mengacung ke arah leher Kinara


Kinara yang telah menyadari sesuatu, dengan refleks menutup area lehernya menggunakan tangan.


Bibirnya mencipta senyum malu dan kedua pipi yang kini bersemu merah


"Ih, Kak Biyya apaan sih! Aku kan jadi malu" protesnya dengan wajah lucu,


"Udah gak usah malu, anggap saja kita satu sama"


Setelah Gazbiyya dan Allgar menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih, Claretta dan Kinara sering menggodanya.


Dan sekarang, Gazbiyya telah menemukan celah bagi dirinya untuk membalas godaan dari Kinara selama ini.


"Seandainya Claretta tahu, kira-kira respons dia bakal seperti apa ya?"


Gazbiyya mengucapkannya dengan raut berpikir juga kaki yang perlahan berjalan cepat


"Aaa Kak Biyya.. Jangan dikasih tahu" teriak Kinara dengan suara keras


Kini keduanya malah saling berkejar-kejaran, suara tawa Gazbiyya dan lengkingan protes dari Kinara menyertai keduanya.


Tanpa mereka sadari, tepat didepan Villa, Allgar dan Vilash memperhatikan kekasihnya masing-masing.


Meski Allgar dan Vilash tak terlalu tahu dengan pembicaraan kekasihnya, namun melihat orang yang mereka sayangi tengah tertawa bahagia, Allgar dan Vilash pun ikut tersenyum.


"Sepertinya Gazbiyya memang baik-baik saja, akhirnya rencana nekat kalian berbuah manis" ujar Vilash sembari menepuk pundak sahabatnya itu


"Sebenarnya masih banyak hal yang aku khawatirkan" ucap Allgar dengan pelan, kini wajahnya berubah menjadi datar kembali


"Apa ini tentang Gazbiyya yang berstatus sebagai manusia biasa?" tanya Vilash yang dibalas anggukan oleh Allgar


"Jangan terlalu dipikirkan, meski Gazbiyya adalah manusia biasa.


Namun dia cukup spesial, buktinya dia mampu bertahan setelah pengorbanan yang dia lakukan kemarin malam"


Apa yang dikatakan Vilash cukup masuk akal, mungkin sebaiknya dia menikmati waktunya bersama Gazbiyya dengan rasa senang.


Dan bukan malah terus-terusan merasa khawatir dan takut dengan masa yang akan datang.


"Kalau pun keadaan menjadi memburuk, kita semua pasti akan selalu ada buat kamu, All"


"Terima kasih"


Sejak kecil, Allgar memang tak pernah meragukan kesetiaan dari sahabatnya.


Bahkan mereka semua rela berpisah dari keluarga demi menemani Allgar dan Allya didalam pengasingan.


Pengorbanan dan Kesetiaan dari mereka adalah alasan yang membuat Allgar tetap bangkit meski sang kakak meninggalkannya untuk selamanya...


...•••...